Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Cohesion and Coherence of Narrative Essays of Madagascar Students of Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) at UPTP2B Sebelas Maret University Basuki Rachmat Sinaga; Andayani Andayani; Sahid Teguh Widodo
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 2, No 1 (2019): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v2i1.158

Abstract

This study aimed to describe the use of the form of cohesion and coherence of narrative essay of Madagascar students of Indonesian Language for Foreign Speaker (BIPA) at Language Center Sebelas Maret University. The method used was descriptive qualitative. The researcher collected the data by giving assignments to the students. Then, the researcher classified the findings with the techniques of reading, listening, and writing. The results obtained in the form of cohesion were: 1) grammatical cohesion consisted of reference, substitution, ellipsis, and conjunction; 2) lexical cohesion consisted of repetition, synonym, and collocation. In the form of coherence, the students were able to express their writing in a simple way to be able to be understood by the readers.
Pengembangan Program Profesionalisme Dosen Pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di ASEAN Aninditya Sri Nugraheni
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 7, No 1 (2015): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v7i1.157

Abstract

Saat ini, Indonesia masuk ke dalam sepuluh besar kekuatan ekonomi dunia dan bukan tidak mungkin kelak Indonesia akan menjadi salah satu prioritas investasi internasional yang cukup berpengaruh. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan bentuk integrasi ekonomi yang sangat potensial di dunia. Peraturan yang mengatur agar pekerja asing harus berbahasa Indonesia saat MEA sudah diberlakukan. Untuk itu, setiap orang asing yang akan bekerja di Indonesia harus mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Untuk memperjelas paparan tersebut, berikut skema alur permasalahan dalam penelitian ini. UKBI penting dilakukan untuk pengembangan bahasa Indonesia ke depannya,. apalagi guna memasuki MEA. Permasalahan-permasalahan tentang pembalajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing menggambarkan betapa penting upaya peningkatan kualitas tenaga pengajar BIPA. Volume dan kwalitas pembelajaran bahasa Indonesia untuk bangsa-bangsa lain yang akan mempelajari bahasa Indonesia sangatlah penting
TOPIK PILIHAN MAHASISWA TIONGKOK DALAM PEMBELAJARAN BIPA PROGRAM TRANSFER KREDIT DI UNY Kusmiatun, Ari
LITERA Vol 15, No 1: LITERA APRIL 2016
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v15i1.9773

Abstract

This study aims to describe the topics Chinese students select in the learning of Indonesian language for foreign speakers (ILFS) for the credit transfer program atYogyakarta State University (YSU). The research subjects were Chinese students joiningthe credit transfer program at YSU. The data were collected through questionnaires,interviews, and documentation. The findings show that in general Chinese students likethe topic of tourism/recreation. For the writing skill, most of them like the topic of tourism/recreation. For the reading skill, they like the topics of foods, tourism, and entertainment.For the listening and speaking skills, they like the topic of entertainment. The reasons forthe topic selection include, among others, beautiful Indonesian geography and nature,curiosity about tourist attractions in Indonesia, varieties of Indonesian foods, differencesbetween Indonesian and Chinese cultures, and the two countries’ economic development.For them, the topics they like facilitate their Indonesian language learning.
ASSESSMENT OF STUDENTS ON BIPA TEACHING MATERIALS SPECIAL MATERIALS OF AGRICULTURE Defina Defina; Yumna Rasyid; Sakura Ridwan
LITERA Vol 18, No 1: LITERA MARET 2019
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v18i1.15613

Abstract

ASSESSMENT OF STUDENTS ON BIPA TEACHING MATERIALS SPECIAL MATERIALS OF AGRICULTURE Defina1), Yumna Rasyid2), Sakura Ridwan2)Institut Pertanian Bogor1) dan Universitas Negeri Jakarta2)email: defina@ipb.ac.id Abstract               Every teaching and learning process needs to be evaluated. One aspect that is evaluated is teaching material that is prepared and used by the teacher. Evaluation of teaching material can be done by asking for an assessment of students (students) as users of the material. This study aims to describe the results of student evaluations of integrative and content-based Indonesian language teaching material models for specific purposes of agriculture for foreign speakers. This research is evaluative research. The evaluation used in learning is program evaluation and not learning outcomes. Respondents were 14 students of BIPA IPB Developing Country Partnership Program (KNB). Data analysis based on the feasibility evaluation category with three criteria, namely discarded, maintained with revision, and maintained. The results of the study are as follows. First, the results of student evaluations are subject to the draft teaching material in the high category, with details: draft one 4.0 (high); second draft 4.3 (high); and third draft 4.5 (very high). Secondly, the input submitted, namely the need to add a variety of listening tasks (draft first), variations in the overall form of the task (second draft), perfecting the task of listening, reading, and layout (third draft). Keywords: assessment, users, teaching materials BIPA, agriculture PENILAIAN MAHASISWA TERHADAP BAHAN AJAR BIPA MATERI KHUSUS PERTANIAN   AbstrakSetiap proses belajar mengajar perlu dievaluasi. Salah satu aspek yang dievaluasi adalah materi ajar yang disusun dan  digunakan oleh guru. Evaluasi materi ajar dapat dilakukan dengan meminta penilaian pemelajar (mahasiswa) sebagai pengguna dari materi tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil penilaian mahasiswa terhadap model materi ajar bahasa Indonesia integratif dan berbasis isi untuk tujuan khusus pertanian bagi penutur asing. Penelitian ini adalah penelitian evaluatif. Evaluatif yang digunakan dalam pembelajaran adalah evaluasi program dan bukan penilaian hasil belajar. Responden adalah 14  orang mahasiswa BIPA IPB Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Analisis data berdasarkan kategori evaluasi kelayakan dengan tiga kriteria, yakni dibuang, dipertahankan dengan revisi, dan dipertahankan. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, hasil penilaian mahasiswa terdadap draf materi ajar pada kategori tinggi, dengan rincian: draf satu 4,0 (tinggi); draf kedua 4,3 (tinggi); dan draf ketiga 4,5 (sangat tinggi). Kedua, masukan yang disampaikan, yaitu perlu ditambahkan variasi  tugas menyimak (draf kesatu), variasi bentuk tugas secara keseluruhan (draf kedua), menyempurnakan tugas menyimak, membaca, dan tata letak (draf ketiga). Kata kunci: penilaian, pengguna, materi ajar BIPA, bidang pertanian
PENGAJARAN BIPA DAN TES UKBI DALAM UPAYA MENJAGA EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Wijang Iswara Mukti; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi antar anggota Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam sebuah pasar tunggal dikhawatirkan dapat membawa dampak negatif pada berbagai bidang termasuk pengakuan terhadap eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia sebagai identitas dan pemersatu bangsa harus terus dijaga eksistensinya. Saat ini pemerintah tampak belum mantab melaksanakan strategi yang sudah ditetapkan dalam upaya menjaga eksisensi bahasa Indonesia di era MEA. Di sisi lain, kehadiran MEA mambawa daya tarik tersendiri bagi warga negara asing untuk menjalankan bisnis dan investasi di Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi bahasa Indonesia untuk bisa diajarkan kepada masyarakat internasional sekaligus membuka peluang bagi bahasa Indonesia untuk bisa dijadikan sebagai bahasa pengantar dalam integrasi MEA. Pemerintah melalui Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa perlu memantabkan lagi kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan. Peningkatan kualitas program Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) menjadi upaya strategis yang dapat dilakukan pemerintah. Sebagai pendukungnya, sertifikasi Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) bagi warga negara asing yang berkepentingan di Indonesia wajib diberlakukan. Kata Kunci: Pengajaran BIPA, UKBI, MEA, eksistensi bahasa Indonesia
BIPA (BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING) SEBAGAI UPAYA INTERNASIONALISASI UNIVERSITAS DI INDONESIA Rifqia Kartika Ningrum; Herman J. Waluyo; Retno Winarni
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keeksistensian bahasa Indonesia di kancah internasional sudah tidak dapat diragukan lagi. Terdapat beberapa universitas di wilayah Asia dan daratan Eropa mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh. Upaya untuk membawa bahasa Indonesia di kancah Internasional salah satunya yaitu melalui pengajaran BIPA. Penggunaan bahasa Indonesia dalam pendidikan di Indonesia telah diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009, khususnya pasal 29 ayat (1). Hal tersebut berlaku pula pada program pengajaran BIPA di Indonesia. Oleh karena itu mahasiswa asing yang belajar atau menuntut ilmu bahkan bekerja di Indonesia, harus mampu menguasai penggunaan bahasa Indonesia tersebut. salah satu cara agar mahasiswa asing tersebut dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya yaitu melalui program BIPA. Sebelumnya BIPA memang dijadikan salah satu ajang untuk internasionalisasi bahasa Indonesia. Jadi, selain dapat membawa bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, program BIPA juga dapat dimanfaatkan dalam upaya internasionalisasi universitas-universitas di Indonesia pada era globalisasi ini. Bertambahnya pelajar BIPA dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan bahasa Indonesia bagi pelajar asing lain agar tertarik untuk mempelajarinya.Kata Kunci: BIPA, internasionalisasi, globalisasi, universitas
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA SEBAGAI STRATEGI MENGHADAPI MEA Febi Junaidi; Raisya Andhira; Empep Mustopa
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) sudah mulai meluas baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini merupakan indikasi bahwa bahasa Indonesia mulai diminati di dunia internasional. Ketertarikan orang asing terhadap bahasa Indonesia bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Indonesia. Apalagi sebentar lagi MEA juga akan mulai diberlakukan. MEA sebenarnya bisa menjadi suatu kesempatan untuk menguatkan eksistensi bahasa Indonesia di dunia internasional. Sudah sewajarnya jika orang asing yang akan menetap dalam kurun waktu yang cukup lama di Indonesa mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Mereka sebaiknya benar-benar dibekali pembelajaran mengenai bahasa dan budaya Indonesia dengan optimal guna memberikan pemahaman yang komprehensif sehingga akan memudahkan dalam menjalin hubungan kerja sama nantinya. Maka dari itu, sudah sewajarnya jika pemerintah Indonesia mengimplementasikan kebijakan mengenai standardisasi penguasaan bahasa Indonesia bagi orang asing yang akan menetap di Indonesia. Pembelajaran BIPA berbasis budaya merupakan salah satu langkah strategis yang dapat diterapkan sebagai strategi menghadapi MEA. Melalui pembelajaran BIPA berbasis budaya, pembelajar BIPA akan lebih dekat dan tahu mengenai multikultural yang ada di Indonesia sehingga hal tersebut dapat menjadi peluang bagi kita untuk memperkenalkan kekayaan nusantara dan kearifan lokal Indonesia yang unik dan beragam.Kata kunci: Pembelajaran, BIPA, Budaya, MEA
REVITALISASI PERAN BUDAYA LOKAL DALAM MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Yanuar Bagas Arwansyah; Sarwiji Suwandi; Sahid Teguh Widodo
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) saat ini menjadi fokus dalam pengembangan dan internasionalisasi bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini merevitalisasi peran budaya lokal sebagai identitas nasional dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan pentingnya revitalisasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih kurangnya bahan ajar BIPA yang menyertakan budaya lokal Indonesia di dalamnya. Oleh karena itu, revitalisasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA perlu dilakukan. Revitalisasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA selain dapat digunakan sebagai materi ajar, juga dapat digunakan oleh pengajar BIPA sebagai sarana memperkenalkan budaya dan tradisi-tradisi lokal-nasional di mata internasional -khususnya pembelajar BIPA-, menjadikan budaya lokal lebih diperhatikan dan dapat kembali eksis di tengah masuknya budaya asing di era globalisasi, memperkuat identitas bangsa Indonesia dengan budaya lokal-nasional yang beragam. Selain itu, memperkenalkan budaya lokal Indonesia kepada pembelajar BIPA juga menjadikan mereka mudah menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.Kata Kunci: revitalisasi, budaya, identitas nasional, pembelajaran, BIPA
RELEVANSI NOVEL RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI KARYA YUSI AVIANTO PAREANOM SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA GUNA MENYONGSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Riza Perdana; Herman J. Waluyo
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia dewasa ini sangat diminati di seluruh penjuru dunia. Hal tersebut dapat dilihat dari sekurangnya 73 negara mengangkat pembelajaran bahasa Indonesia di universitas-universitas mereka. Selain itu, banyak warga asing, khususnya pelajar dan pekerja, yang jauh-jauh pergi ke Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang artinya warga negara seluruh Asia Tenggara bebas bekerja di seluruh negara di Asia Tenggara. Tetapi pada kenyataannya, para pekerja asing yang bekerja di Indonesia masih kesulitan dalam berkomunikasi. Hal tersebutlah yang membuat pembelajaran BIPA jadi sangat penting. Pembelajaran BIPA terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat dasar, tingkat madya, dan tingkat mahir. Sebagai pembelajaran, BIPA memerlukan bahan ajar yang update dan relevan dengan kehidupan serta budaya bangsa Indonesia. Realitanya, bahan ajar BIPA, khususnya sastra, masih perlu ditambah. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom adalah salah satu novel yang memiliki ciri-ciri tersebut, mengangkat tema tentang budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan relevansi novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom sebagai bahan ajar BIPA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif berbentuk kajian pustaka. Hasilnya adalah novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi relevan sebagai bahan ajar BIPA tingkat madya dan mahir karena kental mengandung unsur budaya bangsa Indonesia yang luhur.Kata Kunci: novel, bahan ajar, bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), masyarakat ekonomi ASEAN (MEA)
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO PEMBACAAN CERPEN BERMUATAN BUDAYA NASIONAL INDONESIA UNTUK KOMPETENSI MENELAAH KARYA SASTRA BAGI PEMELAJAR BIPA Lerry Alfayanti; Sarwiji Suwandi; Retno Winarni
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa merupakan sebuah proses untuk menguasai sebuah bahasa. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran bahasa dipengaruhi oleh dua unsur penting di dalamnya, yakni pengajar dan pemelajar. Begitu pula dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang mengharuskan pemelajarnya menguasai keterampilan bahasa maupun sastra. Khususnya bagi pemelajar BIPA tingkat mahir. Proses pembelajaran akan dikatakan berhasil apabila kompetensi yang diajarkan oleh guru atau pengajar dapat dikuasai pemelajar dengan baik. Perlu adanya persiapan yang harus dilakukan oleh pengajar sebelum menyampaikan kompetensi kepada pemelajar. Apalagi bagi pemelajar BIPA, karya sastra pasti cukup asing bagi mereka meskipun tidak sedikit yang sudah mengenal tentang karya sastra di negaranya masing-masing. Untuk itu pengajar BIPA sebaiknya menggunakan berbagai trik inovatif pembelajaran yakni salah satunya dengan menerapkan media pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan diajarkan kepada pemelajar BIPA. Menelaah karya sastra cerpen sangat pas apabila diajarkan dengan menggunakan media audio visual berupa video. Media video adalah media yang menampilkan gambar, gerak, maupun suara sehingga akan lebih menarik bagi pemelajar BIPA untuk menontonnya, serta dengan memilih video pembacaan cerpen yang bermuatan budaya nasional Indonesia sekaligus memperkenalkan keragaman kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia kepada pemelajar BIPA. Kata kunci :  media audio visual, video pembacaan cerpen, BIPA

Page 25 of 118 | Total Record : 1176