Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Sistem Keamanan Informasi pada Smart Gate Menggunakan Visual Basic Khairunnisa Mansur; Zulfajri Basri Hasanuddin; Wardi Wardi
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 21 No 1 (2017)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.321 KB) | DOI: 10.25042/jpe.052017.07

Abstract

Kartu identitas atau identification card menjadi pendukung utama dalam gate system. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan smart card pada smart gate di kalangan civitas akademika sebagai pengguna. Sistem ini menggunakan Near Field Communication (NFC) smart card jenis MIFARE sebagai identitas untuk identifikasi dan otentikasi. Proses baca / tulis dikonfigurasi dimana blok data dapat dibaca dengan menggunakan software yang telah dirancang dengan menggunakan aplikasi Visual Basic 2010. Proses penulisan data pada NFC tag melalui komunikasi serial dimana data informasi digabungkan menjadi 1 line informasi yang telah melalui tahapan enkripsi kemudian dialokasikan dalam bentuk array kedalam blok data yang telah ditentukan dalam penelitian ini yakni blok data 9,10,11 dan 13 dengan total data 64 Byte. Keamanan informasi pada NFC tag dilakukan dengan enkripsi metode Caesar Chiper dan rotate letter. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan pembacaan informasi dari database ke NFC tag tanpa adanya penghalang yakni waktu tercepat 1.49 detik dan terlama 2.26 detik dengan rata-rata waktu proses 1.84 detik, sedangkan untuk pengujian dengan menggunakan penghalang diperoleh waktu tercepat 1.53 detik dan waktu terlama 2.21 detik dengan rata-rata waktu proses 1.83 detik. Hal ini menandakan waktu yang digunakan dalam proses penulisan informasi efisien dan tidak terpengaruh oleh adanya penghalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya proses enkripsi informasi pada NFC tag hanya dapat dibaca melalui aplikasi Visual Basic yang telah dirancang dan dilengkapi dengan sistem enkripsi dan dekripsi.
Tata Kelola Keamanan Informasi Pada PDAM Menggunakan ISO/IEC 27001:2013 Dan Cobit 5 Lenawati, Mei; Wahyu Winarno, Wing; - STMIK AMIKOM Yogyakarta, Amadyah Amborowati
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 9, No 1 (2017): Jurnal Speed 2017
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.243 KB) | DOI: 10.3112/speed.v9i1.1452

Abstract

Abstract - PDAM XYZ  is a service company for public water providers around XYZ . As a company that is already using the information system security information must be maintained. Information security governance is a solution approach that can minimize attack on information security.The aim of the research is to establish information security governance based on the requirements of information security with ISO/IEC 27001:2013 standard and COBIT 5 framework approaches. The research use mixed method with concurrent embedded strategy, which combine qualitativ and quantitative method. The conclusion of the research is improvement of the level of the level of maturity on the part of the subscription, and rekomondasi governance at the extreme-value variables.Keywords: governance, information security, ISO / IEC 27001: 2013, COBIT 5 Abstrak – PDAM XYZ  adalah perusahaan jasa penyedia air bersih untuk masyarakat sekitar XYZ . Sebagai perusahaan yang sudah menggunakan sistem informasi maka keamanan informasi harus terjaga. Tata kelola keamanan informasi adalah salah satu pendekatan yang dapat meminimalkan serangan terhadap keamanan informasi.Penelitian ini bertujuan untuk membuat tata kelola keamanan informasi sesuai dengan persyaratan SMKI ISO 27001:2013 dan kerangka kerja keamanan informasi COBIT 5. Penelitian menggunakan metode mixed method dengan strategi concurrent embedded, yaitu menggabungkan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa keluaran yaitu model referensi proses; rekomendasi proses bisnis dan struktur organisasi; dan langkah penerapan tata kelolanya. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini yaitu perbaikan level tingkat kematanngan pada bagian langganan, dan rekomondasi tata kelola pada variabel yang bernilai ekstrim.Kata kunci: tata kelola, kemanan informasi, ISO/IEC 27001:2013, COBIT 5
Rekomendasi Pemodelan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan ISO/IEC 27001:2013 dan DFD pada PT. XYZ Gustiana Ayuni Putri; Yudi Priyadi
Jurnal Sistem dan Informatika (JSI) Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Sistem dan Informatika (JSI)
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.554 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu marketplace terbesar di Indonesia sebagai penyedia layanan transaksi jual beli secara online. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sistem manajemen keamanan informasi yang diterapkan oleh PT. XYZ dalam ruang lingkup transaksi antara pelapak dan pelanggan menggunakan ISO/IEC 27001:2013 serta memberikan rekomendasi alur sistem manajemen keamanan informasi yang perlu diperbaiki. Perancangan model rekomendasi alur sistem manajemen keamanan informasi dijabarkan dengan menggunakan Data Flow Diagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perusahaan tidak memenuhi kontrol ISO 27001:2013 pada kontrol Kriptografi (A.10). Selain itu perusahaan tidak memenuhi kontrol Organisasi Keamanan informasi (A.6) sebesar 21.4% dan Akusisi, Pengembangan, dan Peningkatan Sistem (A.14) sebesar 7.7%. Nilai Compliant terbesar yang dimiliki oleh sistem manajemen keamanan informasi perusahaan terdapat pada kontrol Keamanan Komunikasi (A.13) dan Aspek Keamanan Informasi pada Manajemen Keberlangsungan Bisnis (A.17) yaitu masing-masing memiliki nilai sebesar 100%. Dalam kontrol Kebijakan Keamanan Informasi (A.5), pemenuhan sistem keamanan informasi yang diterapkan oleh perusahaan hanya 50%. Pada kontrol Keamanan Sumber Daya Manusia (A.7) tingkat Compliant perusahaan terhadap persyaratan ISO 27001:2013 adalah sebesar 91.7% dan nilai Partially Compliant sebesar 8.3%. Pada kontrol Kontrol Akses (A.9) tingkat Compliant perusahaan terhadap persyaratan ISO 27001:2013 adalah sebesar 92.9% dan nilai Partially Compliant sebesar 7.1%. Rekomendasi Data Flow Diagram dibuat berdasarkan validasi hasil maturity level pada klausul A.10 yang memiliki nilai paling rendah, yaitu bernilai 1. Sehingga pemodelannya terdiri dari tiga entitas yaitu: Pemilik Akun, Database Engineer, dan DPPED. Selain itu, terdapat empat data store yaitu: Kebijakan Penggunaan Kendali Kriptografi, Manajemen Kunci, Data Center, dan Dashboard Big Data Platform. Proses tersebut dirinci hingga level 2 yang terfokus pada proses enkripsi.
Sistem Informasi Keamanan Data Organisasi KAMMI Komisariat Sebiduk Semare Kota Lubuklinggau Berbasis Web Menggunakan Metode Vigenere Chipper Joni Karman; Jamaludin M Akbar
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Inspiration Volume 9 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v9i1.2480

Abstract

Pembangunan sistem informasi pada Organisasi KAMMI  Komisariat Sebiduk Semare Kota Lubuklinggau, untuk mempermudah admin KAMMI dalam memberikan informasi data-data seperti data agenda, data pelatihan, data perekrutan, dan data anggota. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan langsung dari tempat penelitian (observasi), melakukan pengamatan dan tanya jawab langsung pada sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi mengenai sistem informasi Keamanan Data Komisariat Sebiduk Semare Kota Lubuklinggau berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL serta sublime text sebagai media penulisan listing program dan  menggunakan metode Kriptografi yaitu Vigerenere Chipper. Dapat disimpulkan bahwa dengan perkembangan sistem informasi keamanan data pada Organisasi KAMMI Komisariat Sebiduk Semare Kota Lubuklinggau berbasis web dapat mempercepat proses deskripsi dan enkripsi pada database
Evaluasi Kesiapan Kerangka Kerja Keamanan Informasi Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu Dengan Menggunakan Indeks KAMI Shella Indah Dwi Octaviani; Suprapto Suprapto; Admaja Dwi Herlambang
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 3 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.465 KB)

Abstract

In the Batu City Government there is one office that is engaged in communication and informatics and provides public services, namely the Department of Communication and Informatics. Department of Communication and Informatics of Batu City requires an evaluation of information security. As an information provider, the Department of Communication and Informatics of Batu City requires an evaluation of the level of information security. In this study evaluation was conducted with a questionnaire instrument based on the Information Security Index (KAMI) to see the results of the completeness and maturity of information security in 5 areas, governance, risk management, frameworks, asset management, and technology. From the evaluation results, it is known that for completeness levels get a score of 203 and the average maturity level of each information security area is at Level I to level I +. This states that the Department of Communication and Informatics of Batu City was declared not feasible to carry out ISO 27001 certification. Recommendations were obtained from the results of comparisons between Index of Information Security and controls of ISO 27001. One recommendation that could be given to the Batu Communication and Information Office was to make a policy for information security base on objective control A.5.1 in ISO 27001.
Evaluasi Tata Kelola Keamanan Informasi menggunakan COBIT 5 pada Domain APO13 dan DSS05 (Studi pada PT Gagas Energi Indonesia) Yauma Dzikri Imany; Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra; Admaja Dwi Herlambang
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 6 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.151 KB)

Abstract

PT Gagas Energi Indonesia is one company that applies Information Technology (IT) to support its business processes. IT management activities within PT Gagas Energi Indonesia are carried out under the HR & IT Department through the IT Work Unit. Utilization of IT requires a lot of data and information to support ongoing business processes. The amount of data and information with confidential properties stored in IT needs to be ensured that the data and information stored on the IT that is implemented has been properly secured to prevent threats to the system that harm the business. The quality of information security management needs to be measured to ensure that the information technology applied is truly safe. Measurement of information security is done by comparing the achievements that have been achieved by the company and the desired achievement of the company. The method used in this study is qualitative by using the COBIT 5 framework with a focus on the APO13 process (Managing Security) and DSS05 (Managing Security Services). Data collection is done by observing and using assessment sheet instruments and interviews. Based on the results of the study, the two processes have reached level 2 (Managed Process), while the level of achievement desired by the company is at level 3 (Estabilished Process). So that there is a gap (gap level) of 1 level in each process. Next will be given a number of recommendations based on the findings of the study by considering existing gaps.
Sistem Manajamen Risiko Keamanan Aset Teknologi Informasi Menggunakan ISO 31000:2018 Candra, Reski Mai; Sari, Yuli Novita; Iskandar, Iwan; Yanto, Febi
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 5, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.899 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v5i1.8200

Abstract

DISKOMINFOPS Kabupaten Indragiri Hilir merupakan instansi yang menjadikan TI sebagai penggerak dalam keberlangsungan kinerja pemerintah. Disamping kesuksesan dalam merancang manajemen teknologi informasi, dibutuhkan juga manajemen risiko aset teknologi informasi pada DISKOMINFOPS Kabupaten Indragiri Hilir karena dinas tersebut belum menerapkan suatu kerangka kerja berbasis keamanan informasi dalam mengelola risiko aset teknologi informasi. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya pemahaman pejabat teknologi informasi tentang manajemen keamanan terhadap aset teknologi informasi, sehingga memunculkan berbagai permasalahan, seperti perangkat keras di dinas tersebut masih banyak dalam keadaan tidak terawat dan rusak begitu saja tanpa adanya penanganan khusus. Dalam mewujudkan instansi pemerintah yang berbasis IT yang memiliki manajemen risiko yang baik, perlu menerapkan standar keamanan informasi yaitu ISO 31000:2018. Framework ini dapat memberikan prinsip dan pedoman yang generik pada manajemen risiko dengan konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem manajemen keamanan risiko teknologi informasi yang ada di DISKOMINFOPS Kabupaten Indragiri Hilir menggunakan ISO 31000:2018.
Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Wawan Hermawan
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v9i2.6474

Abstract

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merupakan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) untuk instansi pemerintah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT dikategorikan sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik yang termasuk dalam Penyelenggara Sistem Elektronik strategis dan tinggi sehingga diwajibkan untuk memiliki sistem manajemen keamanan informasi. Dalam penelitian ini, untuk mendukung Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT memiliki sistem manajemen keamanan informasi maka dilakukan perancangan manajemen risiko keamanan informasi. Rancangan manajemen risiko pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT menggunakan framework ISO/IEC 27005 seperti penentuan konteks, kriteria dasar pengelolaan risiko, penentuan ruang lingkup, penilaian risiko, penanganan dan penerimaan risiko itu sendiri, aset utama dan aset pendukung pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) BPPT semua dilakukan penilaian risikonya dan untuk menghitung nilai risiko menggunakan NIST SP 800-30. Kemudian pada tahapan penanganan risiko menggunakan ISO/IEC 27002. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat 51 skenario risiko yang dilakukan pengurangan risiko (reduction) dan 10 skenario risiko yang dilakukan penerimaan risiko (accept) dengan mengaplikasikan kontrol yang direkomendasikan berdasarkan kepada ISO/IEC 27002.
KESUKSESAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI SEBAGAI PENCEGAH CYBER CRIME (Studi pada Mahasiswa Aktif Tahun 2017 Jurusan Bisnis angkatan 2014-2016 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya) Adlina Fikriyatun Nayyiroh; Rizki Yudhi Dewantara
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 50, No 4 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on the basis of the information system security policy applied to Brawijaya University students by using the concept of implementation of policy according to George Edward III. The purpose of this study is to analyze the positive influence of user factor and UB ICT policy factor on the Brawijaya University security policy. The sample of this research is 99 students of Administrative Science FacultyBrawijaya University by using questionnaire as research instrument. The result of the research shows that user factor and ICT policy factor have positive and significant influence on the implementation of Brawijaya University information system security policy. The results of this study indicate that Brawijaya Uniersity's information system security policy is succesful in the implementation based on the high rating by students on Brawijaya University's information security policy that has been applied. Kеywords: The Role of Local Government, Gili Noko Island, Tourism  Destinations, Maritime Tourism, and Tourism attractions. АBSTRАK Penelitian ini dilakukan atas dasar kebijakan keamanan sistem informasi yang diterapkan kepada mahasiswa UB dengan menggunakan model konsep keberhasilan implementasi kebijakan menurut George Edward III. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji pengaruh positif variabeluser dan variabel kebijakan TIK UB terhadap kesusksesan kebijakan keamanan sistem informasi UB. Sampel dari penelitian ini adalah 99 mahasiswa FIA UB dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor user dan faktor kebijakan TIK UB mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi kebijakan keamanan sistem informasi UB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan keamanan sistem informasi UB sukses dalam implementasi hal ini ditunjukkan dari penilaian yang tinggi oleh mahasiswa terhadap kebijakan kemanan sistem informasi UB yang telah diterapkan. Kata kunci: Kesuksesan Implementasi Kebijakan, Keamanan Sistem Informasi, User, Kebijakan.
Analisa Keamanan Sistem Informasi RSUD Dr. Soetomo Dengan Framework COBIT Theodorus Natanael; Leo Willyanto Santoso; Agustinus Noertjahyana
Jurnal Infra Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Infra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.698 KB)

Abstract

RSUD Dr. Soetomo is one of the largest hospitals in Surabaya. Therefore, the complexity of information systems in RSUD Dr. Soetomo is very complex and covers a very wide area. With this complexity, it adds the risks possessed by RSUD Dr. information system. Soetomo. See the importance of data in information systems RSUD Dr. Soetomo, then the management of IT security needs to be considered.To implement the analysis of the Information System, it is necessary to have a good standard to be comparable with the standards of the Hospital. The Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) framework has a goal to control IT related and is a well-recognized standard in international level.Problems faced by IT RSUD Dr. Soetomo is the absence of a letter of assignment, no written report, no risk mitigation, unfulfilled intent, purpose, and scope of work from IT Security. Companies can improve the security performance of information systems with guidelines that have good standards such as ISO, NIST, CNSSI.

Page 27 of 130 | Total Record : 1293