Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Analisis Keamanan Sistem Informasi Berdasarkan Framework COBIT 5 Menggunakan Capability Maturity Model Integration (CMMI) Umar, Rusydi; Riadi, Imam; Handoyo, Eko
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 9, No 1 (2019): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4214.301 KB) | DOI: 10.21456/vol9iss1pp47-54

Abstract

Information technology is a very important part of a company or institution. The information system itself is expected to provide better benefits for companies or institutions. However, along with technological developments are often misused by some irresponsible parties that can lead to threats of the use of technology. Information system security is very important for institutions to maintain information optimally and safely. The existence of a security problem triggers a procedure to control access rights in an information system. A good information system is an information system that can be assessed at a security level, so that it can provide comfort for users. COBIT 5 as an information technology security control standard. Whereas to achieve the standard level of achievement CMMI is needed in information technology security. The combination of the two standards in the information system is able to provide a level of achievement of information technology. The results obtained from the maturity value are 4,458 which means the institutions are at the Managed and Measurable level. This level, institutions are increasingly made aware of technological developments. Institutions have implemented the quantification concept in each process, and are always monitored and controlled for performance. Information system security at this level is good, it's just that it still needs innovation and development to be ready, fast and right in handling security threats.
Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Dan Privasi Pada Pengguna Smartphone Android Di Indonesia Akraman, Robbi; Candiwan, Candiwan; Priyadi, Yudi
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.194 KB) | DOI: 10.21456/vol8iss2pp115-122

Abstract

Based on statistical data, it is known that Android is the most popular smartphone with the largest number of users in the world, which is about 1.8 billion users. The high number of users also invite the many cases of information security and privacy caused by the lack of awareness of the user such as : spam, spoofing/phising, network incident, malware, uploading something personal data such as photos, phone numbers, addresses or having no antivirus. This study aims to find out about the awareness of the security of information and privacy of Android smartphone users by doing measurement of problem. The awareness has  some dimensions such as attitude, knowledge and behavior with the seven focus areas of information security namely trust in app repository, misconception about app testing, security and agreement message, pirated application, adoption Security control, spam sms and report of security incidents and three focus areas of privacy are perceived surveillance, perceived intrusion, secondary use of information. This research uses analytical hierarchy process (AHP) to measure the level of awareness of information security and privacy of smartphone users. Overall, the results of the research show that information security has an average level of awareness (71%) but the focus area of report for security incidents has a poor level of awareness (37%) this occur because users prefer to solve their own information security issues experienced and privacy has an average level of awareness (76%). However, for secondary use of information in attitude dimension has low awareness level (66%). Based on the results of this study, it can be concluded that smartphone users in Indonesia have a poor awareness level in maintaining security and privacy of their information. 
Evaluasi Keamanan Sistem Informasi Akademik Menggunakan ISO 17799:2000 (Studi Kasus Pada Peguruan Tinggi X) Mokodompit, Mona Permatasari; Nurlaela, Nurlaela
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.176 KB) | DOI: 10.21456/vol6iss2pp97-104

Abstract

The security of an information system in a college is important since the strength of the security system will have a direct impact on the sustainability of the college. Academic information system in college is used in order to meet academic need, and therefore it’s security must be maintained in order to provide useful information for its users. Assessment standard for management information system information security that is internationally recognized is ISO 17799:2000. The research aims to evaluate the security academic information system of University X based on ISO 17799:2000 and to give recommendations to improve the security. This study was conducted using interview techniques, observation and giving questionnaires to managers and users of academic information system of university X. The questionnaire used is a closed questionnaire, which is a broke-down result of ten control clauses of ISO 17799:2000. Answers gathered were then assessed based on established criteria. The results showed that the academic information system security of University X included in the category of less secure, where the result presentation obtained was 59%. In order to increase the security, University X must give special attention to work on the security policy, security organization, personnel security, physical and environmental security, communication and operation management, access control and compliance.
STRATEGI IDENTIFIKASI RESIKO KEAMANAN INFORMASI DENGAN KERANGKA KERJA ISO 27005:2018 Yustanti, Wiyli
JIEET (Journal of Information Engineering and Educational Technology) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jieet.v3n2.p51-56

Abstract

Penelitian ini membahas hasil kajian penerapan ISO 27001:2013 dengan melihat aspek manajemen resiko yang diatur dalam standar ISO 27005:2018. Namun demikian , karena pada dokumen standar tidak dijelaskan secara rinci bagaimana metodologi penilaian resiko sebagai proses yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dari apa yang telah dinyatakan dalam kontrol sistem manajemen keamanan informasi (SMKI), maka digunakan pendekatan operasional dalam penilaian resiko yang disebut sebagai Factor Analysis Information Risk (FAIR). Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa dengan menggunakan metode FAIR, maka proses penilaian resiko yang ditetapkan dalam ISO 27005:2018 sebagai bentuk kelengkapan untuk SMKI klausul 6 pada ISO 27001:2013 dapat dilakukan dengan lebih mudah.
IDENTIFIKASI PENGARUH SISTEM KEAMANAN LINGKUNGAN TERHADAP TINGKAT KEJAHATAN PENCURIAN DI KOTA SURAKARTA DENGAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Raihan Virgatama; Andri Suprayogi; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.753 KB)

Abstract

Pencurian merupakan salah satu jenis kejahatan atau kriminalitas yang sudah menjadi permasalahan sosial karena mengakibatkan keresahan dan mengganggu keamanan masyarakat, khususnya di Kota Surakarta. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut, keberadaan sistem keamanan lingkungan sangat penting dalam meningkatkan keamanan, ketertiban, dan penanggulangan kriminalitas, serta menurunkan tingkat kriminalitas agar aktivitas masyarakat dapat berjalan secara wajar. Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh sistem keamanan lingkungan terhadap tindak kejahatan pencurian yang dikaji dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, dilakukan identifikasi pengaruh sistem keamanan lingkungan berupa kantor/pos polisi dan kamera CCTV yang telah tersedia di Kota Surakarta terhadap tingkat kejahatan pencurian dengan menggunakan metode clustering. Metode clustering dapat menentukan tingkat kerawanan suatu daerah dengan melakukan pengelompokan berdasarkan kerapatan lokasi TKP pencurian dan keberadaan fasilitas keamanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kernel density untuk mengestimasi kepadatan suatu titik pada suatu daerah dan overlay union untuk membangun kelas fitur baru dengan menggabungkan fitur dan atribut dari masing-masing kelas fitur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 228 kasus tindak pencurian yang terdiri dari 32 kasus pencurian biasa, dan 196 kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Kota Surakarta selama tahun 2016-2017. Daerah yang paling rawan berada pada Kecamatan Banjarsari di kawasan GOR Manahan, sedangkan wilayah yang memiliki tingkat keamanan paling baik berada pada Kecamatan Pasar Kliwon yang merupakan kawasan pusat kota dan perkantoran. Analisis pengaruh sistem keamanan lingkungan terhadap tingkat kejahatan pencurian menunjukkan korelasi positif dengan nilai 0,36982. Nilai tersebut dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang moderat antara kedua variabel, sehingga sistem keamanan lingkungan memberikan pengaruh yang tidak besar terhadap tingkat kejahatan pencurian. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat digunakan oleh semua kalangan untuk membantu meminimalisir terjadinya tindak kejahatan pencurian.
PERANCANGAN SISTEM KEAMANAN AKSES BUKA PINTU MENGGUNAKAN RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) DAN PENGIRIMAN INFORMASI KE PONSEL Mangasi Sirait; Kasmir Tanjung
Singuda ENSIKOM Vol 13, No 37 (2015)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.118 KB)

Abstract

Keamanan dalam akses membuka pintu merupakan faktor yang sangata mempengaruhi akan pentingnya peranan kunci yang dapat memberikan keamanan pada pintu. Kunci sangat dibutuhkan dalam suatu sistem keamanan sebagai pengaman yang dapat digunakan dalam membuka pintu. Tulisan ini menggunakan RFID dan password sebagai kunci untuk mengakses buka pintu dari luar, sedangkan untuk membuka dari dalam digunakan sensor PIR (Passive Infra Red). Selain itu pada sistim ini juga dapat memberikan informasi ke handphone pemilik dengan menggunakan modem. Informasi yang diberikan yaitu jika ada tindakan percobaan pencurian dengan memaksa membuka pintu dan mengakses pintu dengan menggunakan kunci (ID) yang tidak terdaftar dalam sistem. Semua sistem ini menggunakan mikrokontroler ATMEGA 8535 untuk mengatur keseluruhan kegiatan sistem.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO/IEC 27001:2005 (Studi Kasus Pada Sebuah Bank Swasta Nasional) Widodo, Nugroho Arif; Isnanto, R. Rizal; Rochim, Adian Fatchur
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.995 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.627-634

Abstract

Abstrak Informasi merupakan suatu elemen yang sangat penting bagi organisasi masa kini. Kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi memiliki peran yang vital dalam menunjang kinerja organisasi. Oleh karena itu, mutlak diperlukan suatu tindakan pengamanan informasi agar penggunaan informasi dapat berjalan secara efektif, efisien, dan terpadu.Sebuah sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) adalah seperangkat kebijakan yang  berkaitan dengan manajemen keamanan informasi. Prinsip yang mengatur di balik SMKI adalah bahwa organisasi harus merancang, menerapkan dan memelihara seperangkat kebijakan, proses dan sistem untuk mengelola risiko aset informasi mereka, sehingga memastikan tingkat risiko keamanan informasi yang dapat diterima.Penelitian ini bertujuan untuk membantu merancang, mengimplementasikan, mengoperasikan, memonitor, memelihara, dan meningkatkan  pengamanan informasi pada sebuah bank swasta nasional.Dari perencanaan dan implementasi sistem manajemen keamanan informasi ini, dihasilkan daftar nilai risiko akhir aset-aset kritikal dan dokumen-dokumen tata kelola penunjang SMKI. Penelitian ini juga menghasilkan beberapa  rekomendasi untuk perbaikan proses pengamanan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan informasi serta menjadi acuan untuk memperoleh  sertfikasi sistem manajemen keamanan informasi dengan standar  ISO/IEC 27001:200. Kata-kunci: keamanan, informasi, risiko, ISO/IEC 27001:2005  Abstract Information is a very important element for today's organizations. Confidentiality, integrity, and availability of information has a vital role in supporting organizational performance. Therefore, it is absolutely necessary an information security measure in order to use the information to run effectively, efficiently, and integrated. An information security management system (ISMS) is a set of policies related to information security management. Governing principle behind ISMS is that an organization should design, implement and maintain a set of policies, processes and systems to manage the risk of their information assets, thereby ensuring information security risk level is acceptable. This study aims to help design, implement, operate, monitor, maintain, and improve the security of information on a national private banks. Of planning and implementation of the information security management system, resulting lists final risk value assets and critical documents supporting ISMS governance. The study also produced several recommendations for improvement of information security process that can be used to improve the security of information as well as a reference to obtain certification of information security management system standard ISO / IEC 27001:2005. Keyword :security, information, risk, ISO / IEC 27001:2005
TANGGUNG JAWAB IMPORTIR ATAS INFORMASI PRODUK OBAT BAGI KESEHATAN, KEAMANAN, DAN KESELAMATAN KONSUMEN DENGAN BERLAKUNYA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Azkia Dwi Ambarwati*, Bambang Eko Turisno, FX Joko Priyono
Diponegoro Law Journal Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.612 KB)

Abstract

Lahirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN di Indonesia tentunya menciptakan persaingan dalam perdagangan, salah satunya dalam hal importasi. Salah satu produk impor yang membanjiri pasar Indonesia adalah produk obat. Oleh karena itu, diperlukannya standardisasi sebagai suatu acuan dalam penerapan importasi produk obat dengan tujuan untuk melindungi konsumen di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui standardisasi obat yang aman untuk dikonsumsi konsumen di Indonesia serta bentuk tanggung jawab dari importir atas produk impor obat yang aman dengan berlakunya MEA di Indonesia. Dengan berlakunya MEA, standardisasi yang aman terhadap produk obat adalah importir harus memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan harus sesuai dengan khasiat, mutu, dan penandaan informasi lalu memperoleh izin edar dari Badan POM. Tanggung jawab pelaku usaha (importir) meliputi produksi produk yaitu dari bahan baku obat, pemeriksaan pengelolaan obat, dan sampling lalu meliputi distribusi produk dengan dilakukan pengawasan terhadap produknya dan apabila mengakibatkan kerugian terhadap konsumen maka dikenakan ganti rugi meliputi sanksi perdata, administratif, dan pidana.
Pembuatan Tata Kelola Keamanan Informasi Kontrol Akses Berbasis ISO/IEC 27001:2005 Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Surabaya I Margo Utomo; Ahmad Holil Noor Ali; Irsal Affandi
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.761 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.900

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini turut berimbas kepada penggunaan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan. KPPN Surabaya I sebagai instansi vertikal dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan juga menerapkan teknologi informasi dalam untuk mendukung kegiatan pelayanan terhadap satuan kerja yang berada di lingkup bayarnya. Sayangnya masalah keamanan informasi yang merupakan bagian penting dari teknologi informasi sering kali kurang mendapatkan perhatian. Tidak dapat dipungkiri bahwa munculnya ancaman ataupun kelemahan dalam teknologi informasi dapat menggangu jalannya kegiatan pelayanan yang menggunakan teknologi informasi. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan teknologi informasi berbasis risiko yang dituangkan dalam tata kelola untuk mengelola ancaman ataupun kelemahan yang muncul. ISO/IEC 27001:2005 merupakan framework sistem manajemen keamanan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam pengelolaan keamanan informasi. Tata kelola keamanan informasi yang dibuat ini menitikberatkan pada kontrol akses yang merupakan salah satu kotrol keamanan dari ISO/IEC 27001:2005
UJI TINGKAT KESADARAN KEAMANAN INFORMASI PENGGUNA SMARTPHONE (STUDI KASUS: AMIK LABUHAN BATU) Ibnu Rasyid Munthe; Iwan Purnama
Jurnal Tekinkom (Teknik Informasi dan Komputer) Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.008 KB) | DOI: 10.37600/tekinkom.v2i2.113

Abstract

Based on statistical data, it is known that Android is the most popular smartphone with the largest number of users in the world, which is around 1.8 billion users. The high number of users also invites many cases of information security and privacy caused by a lack of awareness from users such as spam, spoofing / phishing, network incidents, malware, uploading something of a personal nature such as photos, telephone numbers, addresses or not having antivirus. This study aims to find out about information security and privacy of Android smartphone users by measuring the problem of the dimension of awareness (attitude, knowledge and behavior) with seven focus areas of information security namely trust in app repositories, misconception about app testing, security and agreement messages, pirated application, adoption of security control, spam sms and report of security incidents and three focus areas on privacy namely perceived surveillance, perceived intrusion, secondary use of information. This research uses analytical hierarchy process (AHP) method to measure the level of information security awareness and privacy of smartphone users. Overall, the results of the study indicate that information security has an average level of awareness (71%). But in the focus area the report for security incidents has a poor level of awareness (37%) this is because users prefer to solve their own information security problems experienced and privacy has an average level of awareness (76%). While the secondary use of information in the attitude dimension has a low level of awareness (66%). Based on these findings, it can be concluded that smartphone users at AMIK Labuhan Batu have a poor level of awareness in maintaining information security and privacy..

Page 29 of 130 | Total Record : 1293