Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Investigation of Cultural Elements in Short Stories Collection Kenangan di Indonesia BIPA Development Learning Material Rahmi Yulia Ningsih; Kristianus Oktriono; Chandra Kurniawan Wiharja
Alphabet: A Biannual Academic Journal on Language, Literary, and Cultural Studies Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.alphabet.2019.02.02.03

Abstract

This research is aimed to identify elements of culture within short stories collection “Kenangan di Indonesia” written by BIPA BINUS 2019 students. The research method used in this study is qualitative method with content analysis techniques. The source of the research is 17 short stories compositions in the book ”Kenangan di Indonesia” by BIPA BINUS 2019 students. The study results demonstrate that (a) element of culture in the form of artifacts found in “Kenangan di Indonesia” compositions are tourist attractions, historic sites, and Indonesian food; (b) element of culture in the form of values found in “Kenangan di Indonesia” are value of habits such as speech habits, greeting habits, bargaining habits, habits of kissing hands with older people, habits of  helping strangers, and cooperating to achieve something; (c) element of culture in the form of ideas contained in “Kenangan di Indonesia” are Balinese culture, belief in the supernatural, and belief in certain Indonesian food. These cultural elements can be utilized in developing BIPA teaching materials and can be integrated in teaching language skills and grammar for BIPA students.
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA TEMA “MEMBUAT NASI GORENG” DENGAN MENGGUNAKAN METODE COOKING CLASS PADA MAHASISWA PROGRAM BIPA DARMASISWA UNISSULA TAHUN AKADEMIK 2019/2020 Evi Chamalah, Aida Azizah, dan Oktarina Puspita Wardani, Meilan Arsanti,
Sasando Vol 3 No 2 (2020): SASANDO OKTOBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v3i2.125

Abstract

Speaking Skill learning is one of cumpolsory courses for students in Darmasiswa Program. This study aimed to describe Speaking Skill learning through cooking class method for students of BIPA level B1, Darmasiswa Program, Sultan Agung Islamic University, 2019/2020. Method used in this study was qualitative descriptive method. This study obtained sources from informants, documents, and notes in observation result. This study conducted observation, interview and document analysis in order to collect data. The data validity was tested by method triangulation, data source triangulation, and informant reviews. Data analysis technique used in this study was interactive analysis technique. Based on the result of assessment on speaking skill, it was obtained that respondent 1 got score of 89 in Perfect category (A), respomdent 2 got 84 in Very Satisfying category (AB), and respondent 3 got 79 in Very Satisfying category (AB). Furthermore, it could be concluded that the usage of cooking class method was helpful and able to facilitate the students in Speaking Skill learning on theme of 'Cooking Anticovid-19 Fried Rice' using Indonesian Language well and fluently. In addition, the students got more interest and motivation to participate in Speaking Skill class.
PEMBELAJARAN BERBASIS QUANTUM DENGAN MEDIA BONEKA PADA MATERI MENGENAL BAGIAN TUBUH DI KELAS BIPA Prima Vidya Asteria
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran BIPA membutuhkan penyajian yang menarik dan berguna sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis quantum dengan media boneka pada materi mengenal bagian tubuh di kelas BIPA. Penelitian dilakukan di Program BIPA Korea Universitas Negeri Surabaya pada 6 Februari 2017 dengan subjek enam mahasiswa. Kerangka perencanaan pembelajaran quantum disusun berdasarkan prinsip-prinsip TANDUR, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. Berdasarkan proses pembelajaran, penerapan quantum teaching dengan media boneka dalam pembelajaran BIPA berhasil dilakukan. Pada tahap perencanaan, hal-hal yang dilakukan peneliti adalah mengidentifikasi subjek penelitian, penyusunan RP, pembuatan materi dan media pembelajaran serta pembuatan instrumen. Pada tahap pelaksanaan dilakukan dengan tahapan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang merepresentasikan konsep TANDUR (prinsip pembelajaran quantum) serta menggunakan media boneka. Tahap terakhir berupa evaluasi pembelajaran berupa tes tulis dengan hasil rata-rata nilai sebesar 87 (kategori baik). Berdasarkan hasil observasi, aktivitas mahasiswa selama proses pembelajaran menunjukkan partisipasi yang baik, ditunjukkan dengan rata-rata hitung aspek konsentrasi menunjukkan sangat baik (skor 5), aspek keaktivan/keterlibatan (skor 4) dan kerjasama antarmahasiswa baik (skor 4). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk meneliti pembelajaran BIPA pada materi lain atau untuk mengembangkan media dan bahan ajar BIPA.Kata Kunci: Pembelajaran Quantum, media boneka, bagian tubuh, BIPA
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA (TULIS) MAHASISWA BIPA TINGKAT LANJUT UNIVERSITAS YALE, USA Esra Nelvi Siagian
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dan akhir pembelajaran bahasa asing adalah membekali pembelajar dengan kemahiran berkomunikasi. Menulis merupakan bentuk perwujudan komunikasi tidak langsung, tidak bertatap muka dengan orang lain. Untuk itu dituntut memperhatikan struktur yang berkaitan dengan unsur-unsur tulisan agar pembaca dapat memahami pesan yang disampaikan oleh penulis.Tulisan yang baik memiliki ciri jelas, kesatuan dan organisasi, ekonomis, dan pemakaian bahasa dapat diterima.Kemampuan menulis mahasiswa BIPA Universitas Yale sudah cukup baik, tetapi masih memiliki kekurangan-kekurangan.Hal tersebut terjadi karena faktor dari diri pembelajar, seperti adanya pengaruh bahasa ibu (Inggris), minimnya penguasaan kaidah bahasa Indonesia, dan terbatasnya penguasaan perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peta kesulitan khususnya dalam kaidah bahasa Indonesia yang dialami oleh mahasiswa tingkat lanjut. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengajar BIPA agar dapat menyusun materi ajar yang tepat sehingga mahasiswa mahir menggunakannya khususnya dalam bahasa tulis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jumlah tulisan yang akan dianalisis sebanyak 18 tulisan (hasil tulisan 18 mahasiswa, satu kelas) dari kelas tingkat lanjut disebut kelas L5. Adapun tulisan mahasiswa yang akan dianalisis bertema „Musik dan Lagu Indonesia”.Kesalahan aspek berbahasa pada tulisan mahasiswa yang paling banyak adalah sebagai berikut: 1) pilihan kata; 2) stuktur kalimat; 3) kalimat tidak efektif; dan 4) ragam lisan.Kata Kunci: analisis kesalahan berbahasa, mahasiswa BIPA, tingkat lanjut, Universitas Yale,
DIRECTED LISTENING ACTIVITY: PENGENALAN KEBUDAYAAN DALAM PENGAJARAN BIPA Octo Dendy Andriyanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar bahasa membutuhkan proses dan strategi sesuai dengan situasi serta tujuan yang ingin dicapai. Salah satu metode yang diterapkan dalam perkuliahan pengenalan kebudayaan adalah directed listening activity pada mahasiswa asing. Directed listening activity atau aktivitas menyimak langsung mempunyai kelebihan yakni menuntut keaktivan dan konsentrasi penuh ketika pembelajaran berlangsung, sehingga mahasiswa dapat merespon dengan baik terhadap materi yang disampaikan. Keterampilan menyimak yang dimiliki mahasiswa asing sangatlah beragam. Penggunaan metode ini dalam pembelajaran pengenalan kebudayaan bertujuan mengasosiasikan pengetahuan yang sudah dimiliki hingga mengkonstruksinya menjadi pemahaman yang utuh. Pembelajaran yang disajikan secara sistematis disertai media penunjang akan membantu mahasiswa dalam mencerna dan memberikan umpan balik. DLA pengenalan kebudayaan dirancang menjadi tiga tahap. Pertama, perencanaan; memotivasi, menetapkan tujuan menyimak hal ihwal kebudayaan Indonesia. Kedua, pelaksanaan; aktivitas menyimak kebudayaan dipaparkan dengan ceramah dan penggunaan media. Proses ini dilaksanakan dengan mengecek pemahaman dengan cara berdiskusi. Tahap terakhir berupa tindak lanjut, yakni dengan membahas perilaku positif dan sebaliknya. Melalui proses menyimak DLA dengan pemberian tugas menulis dengan versi yang lain akan meningkatkan penguasaan dan perbendaharaan kosakata oleh mahasiswa asing. Materi kebudayaan merupakan salah satu daya tarik dalam pembelajaran BIPA, oleh karena itu diperlukan strategi pengajaran yang menarik agar mahasiswa dapat menyerap pengetahuan dengan baik.Kata Kunci: Directed Listening Activity, Pengajaran BIPA
DALAM KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI INDONESIA Emy Rizta Kusuma; Asri Ismail Ismail
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang sangat penting di Indonesia. Kurikulum menjadi acuan dalam kegiatan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kurikulum dalam pembelajaran BIPA bertujuan agar tujuan dari pembelajaran BIPA dapat terwujud secara sistematis dan teratur. Akan tetapi, sampai saat ini kurikulum BIPA di Indonesia masih belum jelas. Padahal, Pusat Pembinaan dan Pelayanan Bahasa telah merumuskan kurukulum BIPA secara nasional. Adanya ketidakjelasan kurikulum tersebut tentunya menjadi masalah dalam pembelajaran BIPA. Kajian ini membahas lebih lanjut tentang karut-marut kurikulum BIPA di Indonesia dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Kajian ini bertujuan untuk meminimalisir dampak dari karut-marut kurikukulum BIPA di Indonesia yang masih belum jelas.Kata kunci : BIPA, kurikulum BIPA, pembelajaran BIPA
PENDAMPINGAN PENGAJARAN DAN PENGELOLAAN BIPA PADA MADRASAH ALIYAH INTERNASIONAL AL IRTIQO’ MALANG M. Isnaini; Faizin Faizin
Jurnal Dedikasi Vol. 16 (2019): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v16i1.12668

Abstract

Program Pengabdian Pendampingan Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), oleh dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang dengan target sasaran MA Internasional Al Irtiqo’ Malang, bertujuan untuk membangun hubungan kerjasama antarlembaga serta mengembangkan keilmuan bidang pendidikan, bahasa dan budaya Indonesia serta dalam lingkup luas sebagai diplomasi budaya Indonesia. Selain itu, hal ini sebagai wujud layanan khusus terhadap semakin meningkatnya pertukaran pelajar ke sekolah dengan berbagai sekolah dari luar negeri. Oleh karena itu, dirasa sangat penting untuk memberikan bekal dasar stategi pengajaran dan pengelolaan pembelajaran BIPA di sekolah yang memiliki mitra kerjasama luar negeri. Pembelajaran bahasa tentunya menekankan pada empat aspek keterampilan, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Untuk mendukung keempat keterampilan tersebut, diperlukan media pembelajaran, materi, buku ajar atau sumber-sumber pembeljaran, strategi dan evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hal di atas, pengabdian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimanakah (1) Pengelolaan, (2) persiapan pembelajaran, (3) komponen pendukung dalam penguasaan keterampilan berbahasa peserta, dan (4) aktivitas sosial budaya dalam menunjang kecintaan dan menunjang peserta belajar terhadap bahasa dan bangsa Indonesia. Rangkaian pengabdian yang dilakukan meliputi empat kegiatan, yakni observasi, pendampingan, training, simulasi, dokumentasi, eksplorasi informasi dari peserta dan pengajar serta praktik pembelajaran. Luaran pengabdian ini adalah (1) laporan penelitian dan (2) artikel ilmiah publikasi JINoP (3) publikasi media. Rencana kegiatan dibagi dalam empat tahapan, yakni (1) komunikasi dengan lembaga yang dituju, (2) pemetaan jumlah guru BIPA, (3) pelaksanaan pelatihan dan pembuatan bahan ajar yang informatif, (4) penulisan laporan dan presentasi hasil atau kemajuan, dan (4) pembuatan artikel ilmiah publikasi.
Assistance in BIPA Learning Management and Institutional Internationalization at Al Irtiqo' International Islamic Senior High School Malang F. Faizin; M. Isnaini
Jurnal Dedikasi Vol. 18 No. 1 (2021): May
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v18i1.16821

Abstract

The teaching assistance activity of BIPA Al Irtiqo’ International Islamic Senior High School Malang, aims to build cooperative relations between institutions and develop science in the fields of education, Indonesian language and culture and in a broad scope as Indonesian cultural diplomacy. Moreover, this is a form of special services for the increasing exchange of students to schools with various schools from abroad. Therefore, it is considered very important to provide basic provisions for teaching strategies and management of BIPA learning in schools as well as internationalization of institutions that have foreign cooperation partners. Language learning emphasizes listening, speaking, reading and writing skills. Meanwhile, internationalization is manifested through guidelines and mechanisms of cooperation between institutions
UNSUR BUDAYA DALAM KUMPULAN CERPEN MARTABAT KEMATIAN KARYA MUNA MASYARI SEBAGAI MATERI AJAR BIPA Novita Herdiawati; Siti Isnaniah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v7i2.12568

Abstract

Abstract: This study aims to explain and describe the cultural elements contained in the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari as Indonesian language teaching material for Foreign Speakers (BIPA) at C1 and C2 levels. The subject of this study were 12 short stories contained in the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari. This study uses a qualitative descriptive approach to describe phenomena systematically, namely cultural elements as BIPA teaching material. Techniques for collecting data using read-notes, literature, and data cards. This study shows that the collection of short stories of the Martabat Kematian’s by Muna Masyari contains cultural elements in the form of language, knowledge systems, livelihood systems, religious systems and the arts. The whole element of culture can be used as both teaching material and as an introduction to culture, especially Madura’s culture as a support for BIPA learners' language skills.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan unsur-unsur budaya yang terdapat dalam Kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari sebagai materi ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat C1 dan C2. Subjek penelitian ini adalah 12 cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan fenomena secara sistematis yaitu unsur kebudayaan sebagai materi ajar BIPA. Teknik pengumpulan data menggunakan baca-catat, kepustakaan, dan kartu data. Penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan cerpen Martabat Kematian karya Muna Masyari mengandung unsur-unsur kebudayaan berupa bahasa, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian, sistem religi dan kesenian. Keseluruhan unsur kebudayaan dapat dijadikan baik sebagai materi ajar maupun sebagai pengenalan budaya terutama budaya Madura sebagai penunjang keterampilan berbahasa pemelajar BIPA. 
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI KANTOR URUSAN INTERNASIONAL DAN KEMITRAAN (KUIK) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Reno, Reno
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i4.9279

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode dan strategi pendidikan multikultural dalampembelajaran Bahasa Indonesiaa bagi Penutur Asing (BIPA), serta faktor pendukung dan penghambat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitan studi kasus. Subjek penelitianini adalah mahasiswa BIPA, dosen BIPA, tutor BIPA, dan staf Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan(KUIK) UNY. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Uji keabsahandata menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan teknik analisis model Miles danHaberman yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitan menunjukan bahwa: (1) Pendidikan multikultural dalam pembelajaran Bahasa Indonesiabagi Penutur Asing (BIPA) di KUIK UNY menggunakan metode dan strategi yang beragam, yaitu: perkuliahan,tutorial, ekskursi, workshop, dan mini projek. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah strategipembelajaran langsung, pembelajaran tidak langsung, pembelajaran interaktif, pembelajaran empirik, danpembelajaran mandiri. Strategi pendidikan multikulkultural yang diaplikasikan adalah pendekatan kontribusi,pendekatan aditif, pendekatan tranformasi, dan pendekatan aksi sosial. Nilai yang dibangun adalah nilai salingmenghargai, toleransi, kekeluargaan, dan berpikiran terbuka, (2) Faktor pendukung meliputi: pengajar yangberkualitas dan memiliki pemahaman lintas budaya, mahasiswa berpikiran terbuka, tujuan mahasiswa belajarbahasa Indonesia, mahasiswa yang berasal dari negara multikultural, mahasiswa BIPA yang beragam,komunikasi yang baik antara pengajar dan mahasiswa, media dan materi pembelajaran yang menarik, sertasarana dan prasarana yang menunjang. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi: gaya belajar mahasiswa,kurikulum yang masih baru, latar belakang pendidikan tutor, sikap superior mahasiswa, kemampuan bahasaInggris mahasiswa yang kurang dan tujuan mahasiswa belajar bahasa Indonesia.Kata kunci: pendidikan multikultural, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)

Page 30 of 118 | Total Record : 1176