Filter By Year

1945 2024


Found 25,247 documents
Search Information

MODEL INTEGRATION (BIM) FOR MAINTENANCE BUILDING AS INFORMATION AND ACTION PLAN IN LAUNDRY LABORATORY AND KITCHEN LABORATORY OF PETRA SURABAYA CHRISTIAN UNIVERSITY Ary Sunantiyo; Ronny Durrotun Nasihien
Neutron Vol 19 No 2 (2020): JANUARI 2020
Publisher : NAROTAMA UNIVERSITY, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance of each building along with every component and its facilities is needed to provide smooth and comfortable activities in the building. Often the building maintenance process/activity has not been able to run properly due to a lot of information such as maintenance records, work drawings (as-built drawings), types of assets, specifications, repair, and maintenance history that have not been recorded or stored properly. Most building maintenance systems currently only focus on existing information or records. The proposed information system is to utilize 3D modeling techniques namely BIM (Building Information Modeling), which through this BIM will be able to capture relevant information according to the data in the building. The technology used is the BIM (Building Information Modeling) technology using the SketchUp program. This method is by making a model of the building and its facilities. Modeling is done by giving visual data in 3D (three dimensions) to resemble the original object. The benefit of 3D (three-dimensional) modeling is that it provides clearer information because the visualization displayed is the same as the original object at the location, so just looking at the 3D model is quite the same as seeing the original object at the location. This research resulted in an information system in the form of three-dimensional visual model images that can be accessed easily. This concludes that an integrated Building Information Modeling (BIM) based system can provide useful functions in building maintenance quickly and accurately.
E-Cleanness City Information and Management System (Studi Kasus: Kota Palembang) Irsyad, Hafiz
Teknomatika Vol 8 No 2 (2018): Teknomatika Vol 08 No 02 September 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer PalComTech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi E-Cleanness City Information and Management System adalah layanan masyarakat untuk warga kota Palembang, yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan kota Palembang. Metode yang diterapkan pada pengembangan perangkat lunak ini adalah prototype. Sedangkan tools yang digunakan dalam merancang aplikasi ini adalah diagram UML sebagai desain pemodelan. Hasil dari aplikasi ini adalah untuk memaksimalkan menjaga kebersihan kota Palembang serta menampung laporan dan pengaduan untuk meningkatkan pelayanan baik itu dalam sarana dan prasarana dari kebersihan kota Palembang. Kata kunci — e-Cleanness, layanan, kebersihan, UML, prototype.
SOCIAL INFORMATION PROCESSING DI FACEBOOK UNTUK PENGEMBANGAN KOMUNITAS SOCIAL ENTREPRENEURS Diah Ajeng Purwani; Partini Partini; Sri Peni W
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.279 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.1.1144

Abstract

This study aims to reveal how the tendency of social business players to follow the trend for growingtheir business. The research method used in this research is semi-ethnography approach which will beanalyzed qualitatively. This research took the figures of youth social business in Yogyakarta whosurvived more than 3 years and use social media as one means of empowerment. In the data collection,researchers used in-depth interviews, field observations to the grouping of data through the internet.The results show that in the last three years, young social entrepreneurs more often use facebook andinstagram than other social media to develop social communities and business entrepreneurs.
Pemetaan Sebaran Menara Telekomunikasi Seluler Bersama Berbasis GIS (Geographic Information System) di Wilayah Kota Bandar Lampung Taqwan Thamrin; Wiwin Susanty
EXPERT: Jurnal Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Vol 6, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmsit.v6i2.776

Abstract

Industri telekomunikasi nasional telah mengalami perubahan yang sedemikian pesat, sejak diberlakukannya Undang Undang (UU) Nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi. Perubahan lingkungan global dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang berlangsung  sangat  cepat telah mendorong terjadinya  perubahan mendasar, melahirkan lingkungan telekomunikasi yang baru, dan perubahan cara pandang dalam penyelenggaraan telekomunikasi. Hal tersebut, mendorong lahirnya beragam peluang-peluang bisnis di sektor telekomunikasi, khususnya bisnis pendirian menara telekomunikasi. Keberadaan perusahaan yang bergerak dalam bidang pendirian menara  ini menjadi sangat penting dan strategis setelah tahun 2008, diberlakukan Peraturan  Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 tahun 2008 tentang Pembangunan dan Penggunaan Menara bersama   Telekomunikasi. Kebijakan ini mengimbas pada perubahan struktur bisnis telekomunikasi yang semakin bebas, kompetitif, dan agresif. Bahwa dalam rangka efektifitas dan efisiensi penggunaan ruang, maka menara harus digunakan secara bersama dan tetap memperhatikan kesinambungan pertumbuhan industri telekomunikasi, kesehatan masyarakat, dan estetika lingkungan. Dengan demikian hal yang harus dilakukan adalah merancang suatu master plan pemetaan sebaran menara telekomunikasi seluler berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan estetika dan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah kota Bandar Lampung yang kemudian dianalisa untuk zona penempatan menara telekomunikasi seluler bersama baru, berdasarkan kesesuaian terhadap tata ruang kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian terapan (applied), penelitian terapan ini merupakan suatu jembatan dari penelitian basic/murni diantara penelitian eksperimental. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ada 3 metode yaitu Teknik Wawancara, Dokumentasi dan Observasi.
Sebaran Menara Telekomunikasi Seluler Bersama Berbasis GIS (Geographic Information System) di Wilayah Kabupaten Lampung Tengah Taqwan Thamrin; Wiwin Susanty
EXPERT: Jurnal Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Vol 7, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmsit.v7i2.967

Abstract

Industri telekomunikasi nasional telah mengalami perubahan yang sedemikian pesat, sejak diberlakukannya Undang Undang (UU) Nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi. Perubahan lingkungan global dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang berlangsung  sangat  cepat telah mendorong terjadinya  perubahan mendasar, melahirkan lingkungan telekomunikasi yang baru, dan perubahan cara pandang dalam penyelenggaraan telekomunikasi. Hal tersebut, mendorong lahirnya beragam peluang-peluang bisnis di sektor telekomunikasi, khususnya bisnis pendirian menara telekomunikasi. Keberadaan perusahaan yang bergerak dalam bidang pendirian menara  ini menjadi sangat penting dan strategis setelah tahun 2008, diberlakukan Peraturan  Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 tahun 2008 tentang Pembangunan dan Penggunaan Menara bersama   Telekomunikasi. Kebijakan ini mengimbas pada perubahan struktur bisnis telekomunikasi yang semakin bebas, kompetitif, dan agresif. Bahwa dalam rangka efektifitas dan efisiensi penggunaan ruang, maka menara harus digunakan secara bersama dan tetap memperhatikan kesinambungan pertumbuhan industri telekomunikasi, kesehatan masyarakat, dan estetika lingkungan. Dengan demikian hal yang harus dilakukan adalah merancang suatu master plan pemetaan sebaran menara telekomunikasi seluler berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan estetika dan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten Lampung Tengah yang kemudian dianalisa untuk zona penempatan menara telekomunikasi seluler bersama baru, berdasarkan kesesuaian terhadap tata ruang kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian terapan (applied), penelitian terapan ini merupakan suatu jembatan dari penelitian basic/murni diantara penelitian eksperimental. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ada 3 metode yaitu Teknik Wawancara, Dokumentasi dan Observasi.
Kecanggihan Information And Communications Technology (ICT) Dalam Proses Belajar Mengajar Mutmainah, Mutmainah
JURNAL EKOMAKS : Jurnal Manajemen, Ekonomi Kreatif dan Bisnis Vol 8, No 2 (2019): JURNALEKOMAKS
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/jeko.v8i2.45

Abstract

The development of information and communications technology makes easy to find information needed from the world. Included in the student learning process. ICT has an important role in education ICT sophistication facilitate student-centered learning (SCL). However, can ICT create an effective and efficient learning process? What does the negative and positive effect of sophistication information and communications technology (ICT) in learning process? How effect on personal ethics? How should the role of government to solve that negative effect? This research uses a qualitative method with a phenomenology approach. This approach is a research-based on observations of phenomenology that occur in Merdeka University of Madiun. The data analysis uses descriptive techniques. It’s the result of the data collection from some informants were concluded. The results of research show that negative effects of development ICT; 1) decreasing student ethics, 2) learning process not effective, 3) student doesn’t ready to study in the classroom, 4) and delay next job. The positive effect is easy to get course material and reach communications quickly. The government role to solve negative effect are 1) socialization about ICT usage, 2) limit user age from government, 3) blocking web that no match with user age and 4) socialization about controlling child.
AN EXAMPLARY EMBODIMENT FOR A METHOD TO OBTAIN RAINFALL INFORMATION USING 48 SENSORS OF A RAINROSE INSTRUMENT Sensus Wijonarko
Instrumentasi Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/instrumentasi.v42i1.116

Abstract

The purpose of this study was to show an application for a technique to gain rainfall information utilizing 48 sensors of a rainrose instrument. An analytic descriptive was employed as the study method. Even though the way to get the output was relatively complex, the result was not easy to be achieved using the available raingauges on the market.
Information checking as a form of character management in education Zulfah Zulfah; Rizka Amalia Shofa
Journal of Social Studies (JSS) Vol 15, No 1 (2019): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v15i1.32809

Abstract

Research with information checking as a form of character management in education aims to determine the level of curiosity and responsibility of society, in this case, young people to report, to see how they manage the information obtained and disseminated. This research was conducted by survey method. The sampling technique using proportionate stratified random sampling to get a sample from the population in Vocational Health of Sadewa Yogyakarta. Instruments data acquisition using a questionnaire that contained 15 questions covering questions in the curiosity and responsibility for the information obtained. Based on the data obtained, it was found that there is a nursing class score of interest is 134, and commitment is 98. While the pharmaceutical grade score of curiosity is 148, and accountability is 78. The item of interest looked more significant than the things responsible for the information. Based on the calculation to be obtained percentage nursing class of 65.5% and pharmaceutical grade amounted to 67.25%. It is certainly still far from the ideals percentage of 100%. So it needs more attention to the cultivation of character the young generation in the era of freedom of information.
EDUKASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA KONTRAKTOR KECIL Jati Utomo Dwi Hatmoko; Mochamad Agung Wibowo; Frida Kristiani; Riqi Radian Khasani; Rizki Fatmawati; Geofanny Dominica Sihaloho
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang penting di Indonesia karena menyediakan berbagai infrastruktur dan prasarana bagi berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Data mutakhir badan usaha kontraktor konstruksi yang teregistrasi secara nasional tahun 2012 menunjukkan jumlah mayoritas pelaku industri konstruksi adalah kontraktor berkualifikasi kecil (87%), sehingga kualitas dari kinerja kontraktor kecil akan menjadi cerminan dari kualitas industri konstruksi Indonesia secara umum. Mayoritas dari kontraktor kecil tersebut mempunyai banyak permasalahan klasik antara lain menyangkut kapasitas, kompetensi, dan daya saing rendah dan keterbatasan akses permodalan, keterbatasan kompetensi SDM serta keterbatasan penguasaan teknologi dan sistem manajemen. Selain itu, kontraktor kecil masih banyak yang tidak bisa memenuhi target biaya, mutu dan waktu yang direncanakan. Maksud diadakannya sosialisasi Building Information Modeling (BIM) untuk kontraktor kecil adalah untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi BIM. Tujuannya adalah untuk membuka wawasan peserta tentang prinsip-prinsip dan dasar-dasar mengenai teknologi BIM. Sasaran utama dari kegiatan pelatihan ini adalah para pemilik atau pengelola kontraktor kecil di daerah Semarang dan sekitarnya yang tercatat dalam asosiasi kontraktor di bawah naungan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Tengah. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah sebuah bentuk sosialisasi yang akan disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi.  Kata kunci : kontraktor, BIM, sosialisasi
IMPLEMENTASI PELAYANAN KUNJUNGAN BERBASIS INFORMATION TECHNOLOGY (IT) DI LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA DENPASAR SITI NGATIQOH
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v9i1.14895

Abstract

Abstract. This research focuses on the implementation of Information Technology (IT) based visitation services at Women Prison Class IIA Denpasar and the constraints that inhibit Information Technology (IT) based visitation services. The research method used is descriptive with qualitative approach. Data collection techniques used are by observation, interview, bibliography and documentation study. After conducting research at Women Prison Class IIA Denpasar, the authors obtained the result that Implementation of IT-based visit services at Women Prison Class IIA Denpasar has been implemented in accordance with the procedures, the faster service, the visitors are given a comfortable place, the openness was given in accordance with the portion, so that although there are still shortcomings but can be minimized with honest, fast, and good service. The process of visiting service has been more effective, especially to overcome the illegal fees that have been happening to accelerate the service process, with already integrated with IT services provided can be run with more orderly. Behind the many changes that are certainly considered better by the community especially those who receive the visit service, but there are still obstacles that still hamper the implementation of IT-based visit services such as the internet network which is sometimes not smooth, lack of visitor knowledge about the use of technology and lack of facilities and infrastructure. Abstrak. Penelitian ini fokus pada pelaksanaan pelayanan kunjungan berbasis Teknologi Informasi (IT) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar dan kendala yang menjadi penghambat pelayanan kunjungan berbasis Teknologi Informasi (IT). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, kepustakaan dan studi dokumentasi. Setelah melakukan penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar, penulis memperoleh hasil bahwa implementasi pelayanan kunjungan yang berbasis IT di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar sudah diterapkan sesuai dengan prosedurnya, pelayanan berlangsung cepat, pengunjung diberikan tempat yang nyaman, keterbukaan pun diberikan sesuai dengan porsinya, sehingga walaupun masih terdapat kekurangan namun dapat diminimalisir dengan pelayanan yang jujur, cepat, dan baik. Proses pelayanan kunjungan sudah lebih efektif terutama mengatasi pungutan liar yang selama ini terjadi untuk mempercepat proses pelayanan, dengan telah teritegrasikan dengan IT pelayanan yang diberikan sudah dapat dijalankan dengan lebih tertib. Di balik banyaknya perubahan yang tentunya dianggap lebih baik oleh masyarakat khususnya yang menerima pelayanan kunjungan tersebut, namun masih terdapat kendala yang masih menghambat pelaksanaan pelayanan kunjungan yang berbasis IT seperti jaringan internet yang terkadang tidak lancar, kurangnya pengetahuan pengunjung tentang penggunaan teknologi dan kurangnya sarana dan prasarana.

Page 398 of 2525 | Total Record : 25247