Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

PENYULUHAN MENGENAI KEAMANAN DAN KEBENARAN INFORMASI DIGITAL SAAT PANDEMIK COVID-19 Adikara, Fransiskus; Sandfreni, Sandfreni; Alam, Putra Fajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i4.3549

Abstract

Implementation of Community Service in the context of the Scientific Forum of Lecturers conducted jointly with the Research and Community Service Institute, Esa Unggul University, West Jakarta. This outreach program is intended for lecturers, educators, and other general participants who aim to share knowledge or transfer knowledge about the security and truth of digital information in today's special era during the Covid-19 pandemic. With this activity, the specific target to be achieved is so that participants can understand the concept of digital information security and be able to understand the truth of digital information that is currently circulating a lot. With this knowledge and understanding, especially for participants who are unfamiliar with digital technology, which in this pandemic period must follow the development of technology, it is hoped that they will gain the ability to maintain the security and correctness of their information. The method used is in the form of counseling with practical delivery through knowledge transfer and presentation of features and practical examples delivered online through a webinar event using the Zoom method. After the webinar event was finished, the participants filled out a questionnaire to get a conclusion on the knowledge transfer that had been carried out. Keywords :digital information security, truth of digital information security, covid-19
Evaluasi Tingkat Kesiapan Keamanan Informasi Pada Lembaga Pendidikan Menggunakan Indeks Kami 4.0 Ferdiansyah, Pramudhita; Subektiningsih, Subektiningsih; Indrayani, Rini
Mobile and Forensics Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v1i2.1001

Abstract

Evaluasi keamanan sistem informasi sangat diperlukan bagi sebuah organisasi, instansi, maupun perusahaan guna mencegah kebocoran data ataupun kerusakan sistem informasi. Penelitian ini dilakukan di sektor pendidikan pada lembaga UPTD XYZ di bawah kuasa Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Evaluasi kematangan dan tata kelola keamanan informasi diterapkan berdasarkan standar ISO/IEC 27001:2017 dengan menggunakan indeks keamanan informasi KAMI versi 4.0. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan interview terhadap penanggungjawab sistem informasi. Hasil yang didapatkan dari evaluasi untuk kebutuhan sistem elektronik sebesar 20, sedangkan tingkat kelengkapan informasi mendapatkan skor 245. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat keamanan informasi masih sangat rendah dan diperlukan perbaikan sistem keamanan informasi dengan bekerja sama dengan pengembang keamanan informasi dari pihak ketiga. Information system security evaluation is indispensable for an organization, agency, or company to prevent data leakage or damage to information systems. This research was conducted in the education sector at the UPTD XYZ institution under the authority of the Yogyakarta Provincial Education Office. Information security maturity and governance evaluation is implemented based on ISO / IEC 27001: 2017 standard by using the WE information security index version 4.0. The data collection method is done by direct observation and interviews with the person in charge of the information system. The results obtained from the evaluation for electronic system requirements were 20, while the level of completeness of information got a score of 245. From these results it can be concluded that the level of information security is still very low and it is necessary to improve information security systems in collaboration with information security developers from third parties.
Threat Modeling Menggunakan Pendekatan STRIDE dan DREAD untuk Mengetahui Risiko dan Mitigasi Keamanan pada Sistem Informasi Akademik azis catur laksono; yudi prayudi
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/justindo.v6i1.3944

Abstract

Penerapan sistem informasi akademik ternyata membuka peluang risiko baru berupa ancaman-ancaman yang dapat mengganggu keberlangsungan sistem. Risiko ini bahkan lebih buruk dapat mengakibatkan kerugian pada organisasi. Sistem informasi akademik memiliki peran penting dalam proses bisnis Universitas XYZ, sehingga keberlangsungan sistem ini perlu dijaga dari kemungkinan ancaman dan risiko yang merugikan perguruan tinggi. Threat modeling (pemodelan ancaman) merupakan salah satu upaya untuk menganalisis ancaman pada sistem informasi. Threat modeling diterapkan dengan tahapan dekomposisi aplikasi, klasifikasi ancaman, penilaian risiko ancaman, dan penyusunan langkah mitigasi. Setiap ancaman diidentifikasi berdasarkan jenis ancaman yang telah dikategorikan pada metodologi STRIDE. Hasil klasifikasi ancaman selanjutnya dinilai tingkat risikonya menggunakan metodologi DREAD. Tahapan ini akan menghasilkan ranking risiko setiap ancaman sehingga dapat disusun kontrol mitigasi setiap ancaman untuk meminimalkan risiko. Melalui tahapan threat modeling, diketahui bahwa ancaman yang memiliki risiko tinggi pada Sistem Informasi Akademik Universitas XYZ adalah ancaman kategori Spoofing, Tampering, dan Repudiation. Fokus penyusunan kontrol mitigasi dilakukan pada ketiga kategori ancaman ini karena memiliki peringkat risiko tinggi.
Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi dan Privasi Pada Ibu Rumah Tangga dan Remaja di Desa Jrebeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik Luvia Friska Narulita; Agung Kridoyono
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.096 KB)

Abstract

Penggunaan internet menjadi hal yang wajar di kalangan ibu rumah tangga dan remaja, seringkali ibu rumah tangga menggunakan internet untuk berbagai keperluan, misalnya belanja atau hanya sekedar untuk komunikasi. Begitu juga dengan remaja. Tidak jarang remaja memanfaatkan internet untuk hiburan atau untuk mengerjakan tugas sekolah. Mudahnya penggunaan internet, apalagi didukung dengan mudahnya memiliki telepon pintar atau smartphone, membuat pengguna internet semakin meningkat. Seiring meningkatkan penggunaan internet tersebut juga mendorong adanya kejahatan internet berupa penipuan, pencurian data maupun penyebaran berita palsu yang marak di kalangan masyarakat. Dalam penelitian ini dilakukan observasi dan pengumpulan data dari ibu rumah tangga serta remaja pengguna internet di Desa Jrebeng melalui penyebaran kuisioner untuk mengetahui tingkat kesadaran pengguna terhadap keamanan informasi. Pengukuran tingkat kesadaran terhadap keamanan informasi dilakukan dengan memperhatikan tiga variabel KAB, yaitu Knowledge, Attitude dan Behaviour yang dijabarkan lebih lanjut dalam pengukuran skala likert.
AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI KANTOR BAPPEDA KABUPATEN SLEMAN Putra, Andriyan Dwi; Winarno, Wing Wahyu; Huizen, Roy Rudolf
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 10, No 30 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v10i30.126

Abstract

ABSTRAKPencegahan dapat menghindarkan dari timbulnya kejahatan, kerugian yang besar, atau biaya yang besar dalam upaya melakukan deteksi terhadap sistem informasi yang rentan terhadap celah keamanan (security hole) sistem informasi. Untuk mengelola risiko yang mungkin terjadi terhadap sistem informasi BAPPEDA Kabupaten Sleman, perlu dilakukan audit sistem informasi dalam konteks risiko, guna mengurangi kerugian kerugian yang mungkin terjadi pada sistem informasi BAPPEDA Kabupaten Sleman. Metode OCTAVE-S digunakan dalam penelitian ini karena metode tersebut mampu mengelola risiko dan mengenali tingkat risiko yang mungkin terjadi pada sebuah sistem informasi. Dan berdasarkan analisa OCTAVE-S maka mendapatkan hasil bahwa masih ada beberapa praktek keamanan yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu sistem crash dan kode berbahaya pada bagian sistem 22,67% faktor kesengajaan pada akses fisik rata- rata 21% , akses jaringan rata- rata 24,51%, dan masalah pihak ketiga pada faktor lainnya sebesar 15,17%. Dengan hasil tersebut, maka dibuatlah saran/ rekomendasi pengamanan rekomendasi/ saran pemantauan dan audit keamanan fisik, rekomendasi/ saran pengamanan sistem informasi, rekomendasi terkait akses jaringan dan kebijakan masalah pihak ketiga. Dengan harapan dapat membantu pihak BAPPEDA mengurangi tingkat resiko yang dihadapi.Kata Kunci— Audit, BAPPEDA Sleman, OCTAVE-S
ASESMEN KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN INDEKS KAMI SY Yuliani; Nadika Tsaniya Ramadhini; Ahmad Ilham Gustisyaf; Aceng Wahyudin
Naratif (Jurnal Nasional Riset, Aplikasi Dan Teknik Informatika) Vol 2 No 1 (2020): Naratif : Jurnal Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.217 KB) | DOI: 10.53580/naratif.v2i1.76

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, dapat memberikan kemudahan bagi setiap individu atau institusi yang mengunakannya untuk melakukan tugas dan fungsinya. Keamanan informasi yang digunakan oleh institusi harus dijaga agar dapat melakukan pengelolaan sehingga dapat menghindari terjadinya kegagalan. Oleh karena itu penting melakukan asesmen terhadap institusi terkait untuk mengetahui tingkat kematangan dan kelengkapan keamanan informasinya. Asesmen dilakukan menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) yang dikeluarkan oleh Departemen Komunikasi dan Informasi yang telah memenuhi syarat dan aspek keamanan informasi yang mengacu pada ISO 27001. Pada saat ini, PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) telah menerapkan teknologi informasi. Pada PT TELKOM terdapat akses kontrol yang sudah dilaksanakan dengan baik diantaranya keamanan atau pengawasan lokasi kerja penting (ruang server, ruang arsip) sehingga hanya karyawan yang diberikan username dan password untuk mengaksesnya dan juga sudah menerapkan pengamanan untuk mendeteksi dan mencegah penggunaan akses jaringan (termasuk jaringan nirkabel).
KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN PERANGKAT PRIBADI (BYOD) SELAMA PANDEMI COVID-19 MENGGUNAKAN STANDAR ISO 27001:2013 STUDI KASUS PERGURUAN TINGGI XYZ Saepudin
Naratif (Jurnal Nasional Riset, Aplikasi Dan Teknik Informatika) Vol 2 No 1 (2020): Naratif : Jurnal Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.169 KB) | DOI: 10.53580/naratif.v2i1.84

Abstract

Selama pandemi COVID-19, banyak perusahaan menerapkan karyawan mereka untuk bekerja di rumah atau yang disebut dengan work from home (WFH). Memutus rantai transmisi COVID-19 menurut WHO (World Health Organization) yang sangat efektif dengan menjaga jarak atau dikenal sebagai jarak sosial. Untuk mendukung himbauan pemerintah, karyawan setuju untuk melakukan pekerjaan di luar kantor yang sudah menggunakan teknologi informasi. Keamanan data sensitif dan kritis harus dilindungi sesuai dengan UU ITE. Keamanan sangat penting untuk perlindungan organisasi seperti kerugian finansial dan non-finansial. Institusi pendidikan tinggi telah melakukan pekerjaan yang baik dari divisi rumah atau bahkan dosen dalam hal belajar dan mengajar dengan baik dengan digital dengan melakukan beberapa aplikasi konferensi. Menurut penelitian, membawa perangkat Anda sendiri untuk melakukan pekerjaan yang terkait dengan kantor akan berdampak dan berdampak pada organisasi [1], [2], [3]. Institusi pendidikan tinggi yang telah melakukan teknologi informasi dan menempatkan infrastruktur di dalamnya yang tidak memiliki keamanan yang memadai akan berdampak buruk bagi organisasi ketika melakukan pekerjaan di rumah menggunakan perangkat mereka sendiri. Penelitian ini akan melakukan penelitian di COVID-19 college di mana ada beberapa kasus selama kerja WFH seperti menggunakan tautan atau tautan atas nama seseorang yang menurut data korban benar, sehingga korban bersedia memberikan data sensitif tanpa konfirmasi. Berbagai cara untuk menghemat penggunaan perangkat untuk menghindari tantangan yang membahayakan organisasi [4], [5], [6]. Dalam penelitian ini, laporan ini akan dilengkapi dengan melakukan wawancara dan studi literatur dengan menerapkan praktik terbaik standar ISO 27001: 2013. Dapat membuat strategi keamanan agar orang yang membawa perangkat sendiri dapat menghindari berbagai kemungkinan. Strategi keamanan yang sesuai untuk keselamatan Perguruan Tinggi XYZ dan menghasilkan rencana keamanan yang baik dari perspektif teknis serta kebijakan yang memungkinkan keamanan data yang sensitif dan baik untuk menghindari hak akses yang mudah oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dari hasil penelitian didapatkan rencana keamanan untuk pengguna perangkat sendiri berupa 5 kebijakan secara non teknis dan 1 kebijakan teknis
MENGUKUR KESIAPAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN INDEK KAMI STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS XYZ Saepudin
Naratif (Jurnal Nasional Riset, Aplikasi Dan Teknik Informatika) Vol 2 No 2 (2020): Naratif : Jurnal Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.509 KB) | DOI: 10.53580/naratif.v2i2.97

Abstract

Sistem informasi sudah banyak diadopsi oleh berbagai organisasi pemerintahan dan juga institusi pendidikan, mulai dari sekolah menegah atas sampai pergururuan tinggi. Begitu pentingnya sistem informasi bagi perguruan tinggi mengakibatkan rentannya sistem informasi tersebut kalau tidak dilakukan peninjauan dalam masalah keamanan, keamanan menjadi masalah yang sangat penting mengingat sistem informasi dapat di akses kapan pun dan oleh siapa pun. Keamanan informasi sangat penting untuk itu harus ada bebrapa kebijakan baik teknis dan non teknis. Kebijakan tentang kamanan informasi harus baik dan harus mencakup beberapa prosedur seperti prosedur pengelolaan aset, prosedur pengelolaan sumber daya manusia, prosedur pengamanan fisik dan lingkungan, prosedur pengamanan logical security, prosedur pengamanan operasional teknologi informasi dan prosedur penanganan insiden dalam pengamanan informasi. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran keamanan sistem informasi untuk memastikan keamanan informasi diterapkan sesuai dengan prosedur. ISO/IEC 27001 merupakan dokumen standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) secara umum mengenai apa saja yang seharusnya dilakukan dalam usaha mengimplementasikan konsep-konsep keamanan informasi pada Universitas XYZ dari aspek keamanan sistem informasi berdasarkan standar ISO 27001. Perguruan tinggi perlu dilakukan pengukuran keamanan sistem informasi untuk mendapatkan gambaran kondisi kesiapan dan kematangan keamanan informasi. Indeks Keamanan Informasi disingkat KAMI adalah alat evaluasi yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi yang berfungsi untuk menganalisa tingkat kesiapan pengamanan informasi di instansi pemerintah dan dapat digunakan untuk non pemerintahan.
Pengaruh Persepsi Keamanan, Kemudahan Bertransaksi, Harga, Dan Kualitas Informasi Terhadap Minat Beli Ulang Melalui Kepuasan Pelanggan Pada Online Travel Agency (OTA) Traveloka.com Munawaroh Munawaroh; Hary Sulaksono; Tamriatin Hidayah
JMBI : Jurnal Manajemen Bisnis dan Informatika Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.89 KB) | DOI: 10.31967/prodimanajemen.v2i1.541

Abstract

This study aims to analyze the effect of perceived security, ease of transaction, price and quality of information on buying interest through customer satisfaction at the Online Travel Agency (OTA) Traveloka.Com. This research method uses descriptive quantitative research, data collection techniques use purposive sampling by distributing 60 questionnaires to STIE Mandala Jember students, the analytical method used is path analysis using SPSS version 20 and Sobel test calculator to test hypotheses. The results of this study indicate that: 1) the perceived security, price and quality of information variables have a direct effect on customer satisfaction at the Online Travel Agency (OTA) Traveloka.Com, while the ease of transacting variable has no direct influence, 2) the ease of transaction and quality of information variables. Information has a direct effect on buying interest at the Online Travel Agency (OTA) Traveloka.Com, while the perceived security and price variables do not have a direct influence, 3) customer satisfaction has a direct influence on buying interest at the Online Travel Agency (OTA) Traveloka. Com, and finally 4) the customer satisfaction variable cannot mediate the relationship between the variables of perceived security, ease of transaction, price and quality of information on buying interest through customer satisfaction at the Online Travel Agency (OTA) Traveloka.Com.
KRIPTOGRAFI HYBRIDA MENGGUNAKAN ALGORITMA HILL CIPHER DAN ALGORITMA RSA UNTUK KEAMANAN PENGIRIMAN INFORMASI PADA EMAIL Lisda Juliana Pangaribuan; Fauzi Haris Simbolon
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 1, No 1 (2017): Intelligence of Cognitive Think and Ability in Virtual Reality
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/komik.v1i1.464

Abstract

This research aims to analyze the performance of the algorithm that can improve the security message with a hybrid cryptosystem using algorithm hill cipher and RSA asymmetric key with  a key so that the size of file after the encrypted small time for process encryption and decryption fast. The algorithm used is a modification algorithms Hill Cipher. This research uses  hybrid cryptosystem, which message is hidden by using hill cipher and the key is hidden by using RSA algorithm. The results of this research is that a better message security by making the hybrid cryptosystem using fingerprint image of sender as a key that will be secured because the encryption key is not equal tothe decryption key. Besides it is very difficult to guess the key figures for the sum of characters that is sent to the recipient's key is not equal to the actual number of key characters. The time is used to decrypt the ciphertext with hybrid hill cipher and RSA algorithm for the number of characters and fingerprint image with the same threshold value turned out to be longer than the time that is used to decrypt the cipher text with hill cipher algorithm. The sum of characters (size of file) after encrypted and decrypted same. This is because the use of modulo 256 in the calculation of the encryption so the limit of character  after encrypted and decrypted between 0 to 255. Each character encrypted will be 1 ASCII character as well.

Page 44 of 131 | Total Record : 1304