Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KRIPTOGRAFI HYBRIDA MENGGUNAKAN ALGORITMA HILL CIPHER DAN ALGORITMA RSA UNTUK KEAMANAN PENGIRIMAN INFORMASI PADA EMAIL Pangaribuan, Lisda Juliana; Simbolon, Fauzi Haris
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 1, No 1 (2017): Intelligence of Cognitive Think and Ability in Virtual Reality
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.348 KB) | DOI: 10.30865/komik.v1i1.464

Abstract

This research aims to analyze the performance of the algorithm that can improve the security message with a hybrid cryptosystem using algorithm hill cipher and RSA asymmetric key with  a key so that the size of file after the encrypted small time for process encryption and decryption fast. The algorithm used is a modification algorithms Hill Cipher. This research uses  hybrid cryptosystem, which message is hidden by using hill cipher and the key is hidden by using RSA algorithm. The results of this research is that a better message security by making the hybrid cryptosystem using fingerprint image of sender as a key that will be secured because the encryption key is not equal tothe decryption key. Besides it is very difficult to guess the key figures for the sum of characters that is sent to the recipients key is not equal to the actual number of key characters. The time is used to decrypt the ciphertext with hybrid hill cipher and RSA algorithm for the number of characters and fingerprint image with the same threshold value turned out to be longer than the time that is used to decrypt the cipher text with hill cipher algorithm. The sum of characters (size of file) after encrypted and decrypted same. This is because the use of modulo 256 in the calculation of the encryption so the limit of character  after encrypted and decrypted between 0 to 255. Each character encrypted will be 1 ASCII character as well.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Penyampaian Tata Acara Ibadah Gereja HKBP Getsemane Ressort HKBP Tapian Nauli Sunggal Marice Hotnauli Simbolon; Fauzi Haris Simbolon; Sartana; Maranata Pasaribu; Dumariani Silalahi; Bertha Nerpy Siahaan
KARYA UNGGUL - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : KARYA UNGGUL - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.547 KB)

Abstract

HKBP Getsemane Sei Semayang dalam penyampaian tata ibadah/warta jemaat dan laporan pertanggungjawaban kegiatan Gereja masih menggunakan papan pengumuman sebagai wadah informasi yang dibuat setiap Minggunya. Dengan keterbatasan ukuran papan informasi yang hanya berukuran 50 x 70 cm, penyampaian berita dan susunan acara ibadah harus disingkat-singkat dan sebahagian besar informasi kegiatan gereja dalam 1 (satu) minggu disampaikan secara lisan. Serta laporan pertanggungjawaban arus kas keuangan masih dalam bentuk buku jurnal sehingga terkadang mengalami kesalahan dalam perhitungannya. Lembaga pendidikan AMIK MBP melalui dosen dan mahasiswa mencari alternatif solusi pemecahan masalah tersebut, maka diadakan lokakarya dan pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Penyampaian Tata Acara Ibadah Gereja HKBP Getsemane Ressort HKBP Tapian Nauli Sunggal Distrik Medan – Aceh bagi Naposo Bulung/Remaja dan Pengurus Gereja. Dengan tujuan untuk melatih Naposo Bulung/Remaja dan Pengurus Gereja membuat warta atau dokumen untuk kepentingan kegiatan/aktivitas Gereja dengan memanfaatkan teknologi informasi khususnya mengoperasikan komputer. Dalam pembuatan warta jemaat, peserta dilatih berfokus pada pembuatan tabulasi selayaknya kolom majalah/koran dengan menggunakan Microsoft Word. Dalam hal pelaporan arus kas keuangan gereja, peserta dilatih menggunakan fungsi perhitungan pada Microsoft Excel. Saat ini, Warta jemaat HKBP Getsemane telah melakukan perubahan dalam penyampaian tata ibadah setiap minggunya dalam bentuk hand out/selebaran baik dalam bentuk hardcopy maupun digital dan pelaporan arus kas bulanan sampai tahunan sudah dalam bentuk yang rapi dan terstruktur menggunakan fasilitas Microsoft Office, khususnya Microsoft Word dan Excel. Dari hasil evaluasi tingkat kepuasan peserta, diperoleh 92,17% peserta merasa sangat puas atas hasil pelaksanaan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi dalam penyampaian tata acara ibadah dan pelaporan arus kas bulanan maupun tahunan.
KRIPTOGRAFI HYBRIDA MENGGUNAKAN ALGORITMA HILL CIPHER DAN ALGORITMA RSA UNTUK KEAMANAN PENGIRIMAN INFORMASI PADA EMAIL Lisda Juliana Pangaribuan; Fauzi Haris Simbolon
KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) Vol 1, No 1 (2017): Intelligence of Cognitive Think and Ability in Virtual Reality
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/komik.v1i1.464

Abstract

This research aims to analyze the performance of the algorithm that can improve the security message with a hybrid cryptosystem using algorithm hill cipher and RSA asymmetric key with  a key so that the size of file after the encrypted small time for process encryption and decryption fast. The algorithm used is a modification algorithms Hill Cipher. This research uses  hybrid cryptosystem, which message is hidden by using hill cipher and the key is hidden by using RSA algorithm. The results of this research is that a better message security by making the hybrid cryptosystem using fingerprint image of sender as a key that will be secured because the encryption key is not equal tothe decryption key. Besides it is very difficult to guess the key figures for the sum of characters that is sent to the recipient's key is not equal to the actual number of key characters. The time is used to decrypt the ciphertext with hybrid hill cipher and RSA algorithm for the number of characters and fingerprint image with the same threshold value turned out to be longer than the time that is used to decrypt the cipher text with hill cipher algorithm. The sum of characters (size of file) after encrypted and decrypted same. This is because the use of modulo 256 in the calculation of the encryption so the limit of character  after encrypted and decrypted between 0 to 255. Each character encrypted will be 1 ASCII character as well.
Perancangan Perangkat Lunak Pembelajaran Algoritma Hamming Code dalam Mencari Bit Error pada Komunikasi Data Misdem Sembiring; Fauzi Haris Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.86 KB) | DOI: 10.58918/lofian.v1i1.161

Abstract

Dalam ilmu komputer terdapat bermacam-macam algoritma dalam mendeteksi serta mengoreksi error ketika transmisi data digital berlangsung. Salah satu algoritma untuk mendeteksi error adalah dengan menggunanakan Hamming Code dengan single error corrention. Metode ini sangat cocok digunakan pada situasi dimana terdapat beberapa error yang teracak (randomly occurring errors). Metode Hamming Code menyisipkan (n + 1) check bit ke dalam 2n data bit. Metode ini menggunakan operasi XOR (Exclusive - OR) dalam proses pendeteksian error, dengan nilai Input dan output data berupa bilangan biner. Peneliti bermaksud untuk merancang perangkat lunak pembelajaran yang mampu menjelaskan teknik pendeteksian error dari algoritma Hamming Code. Panjang data input dan output pada algortima Hamming Code minimal harus sama dengan 4 bit. Atau dengan perkataan lain, algortima Hamming Code tidak mendukung data dengan panjang 2 bit. Algortima Hamming Code tidak mampu melakukan pengecekan terhadap posisi data error (bad bit) yang lebih dari satu buah.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Di PT. Telkomsel (Grapari Telkomsel) Tebing Tinggi Fauzi Haris Simbolon; Maradu Sihombing
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.207 KB) | DOI: 10.58918/lofian.v1i2.169

Abstract

Proses pemilihan karyawan terbaik diperusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan analisa dan perhitungan manual, yaitu dengan menghitung rata-rata nilai kepentingan kriteria dan subkriteria dan dikalikan dengan persentase yang telah ditetapkan dandijumlahkan kembali. Dari hasil pengolahan data tadi karyawan yang memiliki nilai tertinggi hasil pengolahan ditetapkan menjadi karyawan terbaik, tentang reward yang diperoleh tergantung dari kebijakan perusahaan. Dibuatlah sistem yang akan mengatasi permasalahan agar perhitungan dapat dilakukan selektif mungkin dengan menerapkan suatu metode perangkingan yang dapat mempermudah penghitungan dalam menentukan karyawan terbaik. Pada kasus pemilihan karyawan terbaik ini metode perankingan yang dapat diterapkan yaitu menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Hasilnya adalah aplikasi sistem pendukung keputusan yang menerapkan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memudahkan dalam mengambil keputusan terhadap pemilihan karyawan terbaik pada Perusahaan. Sistem ini hanya menjadi alat bantu bagi pengambil keputusan, keputusan akhir tetap berada ditangan pengambil keputusan.Proses dari penentuan rangking pemilihan karyawan terbaik yang dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dimulai dengan pembobotan kriteria, pembobotan alternatif, kemudian perhitungan dan penentuan rangking.Sistem pendukung keputusan ini telah mampu menampilkan rangking dari karyawan terbaik pada Perusahaan yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan alat bantu dalam pengambilan keputusan.
Analisa Pembuatan Aplikasi Pencarian Kata Dalam Dokumen Teks Dengan Metode Hashing Jimmy Peranginangin; Fauzi Haris Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 2 No 1 (2022): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.035 KB) | DOI: 10.58918/lofian.v2i1.187

Abstract

Pencarian (searching) merupakan suatu kegiatan yang sering sekali dilakukan oleh pengguna komputer dengan tujuan untuk mendapatkan suatu informasi. Proses pencarian data sangat bergantung pada cara penyimpanan, media penyimpanan serta kerumitan data pada saat penyimpanan. Salah satu cara penyimpanan data yang di kenal adalah penyimpanan data secara acak (random) dan secara berurutan (sequential). Analisis pencarian alamat data dengan empat teknik menggunakan algoritma yang sesuai dengan teknik masing-masing pada metoda Hashing dengan data teks yang tingkat kerumitan data yang sama, yaitu: Teknik dengan sisa pembagian, Teknik Pemenggalan, Teknik Lipatan, dan Teknik Perkalian. Setelah mengaplikasikan dalam perangkat lunak, maka dapat diambil kesimpulan bahwa proses pencarian lokasi penyimpanan dalam satu dokumen teks dengan menggunakan empat teknik pada metoda Hashing memberikan alamat lokasi penyimpanan dan waktu yang berbeda. Dan hasil yang berbeda pada keempat teknik pada metoda Hashing bertujuan untuk mencegah tubrukan (collision).
Perancangan Perangkat Lunak Pembelajaran Algoritma Hamming Code dalam Mencari Bit Error pada Komunikasi Data Misdem Sembiring; Fauzi Haris Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2021): September
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (MBP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58918/lofian.v1i1.161

Abstract

Dalam ilmu komputer terdapat bermacam-macam algoritma dalam mendeteksi serta mengoreksi error ketika transmisi data digital berlangsung. Salah satu algoritma untuk mendeteksi error adalah dengan menggunanakan Hamming Code dengan single error corrention. Metode ini sangat cocok digunakan pada situasi dimana terdapat beberapa error yang teracak (randomly occurring errors). Metode Hamming Code menyisipkan (n + 1) check bit ke dalam 2n data bit. Metode ini menggunakan operasi XOR (Exclusive - OR) dalam proses pendeteksian error, dengan nilai Input dan output data berupa bilangan biner. Peneliti bermaksud untuk merancang perangkat lunak pembelajaran yang mampu menjelaskan teknik pendeteksian error dari algoritma Hamming Code. Panjang data input dan output pada algortima Hamming Code minimal harus sama dengan 4 bit. Atau dengan perkataan lain, algortima Hamming Code tidak mendukung data dengan panjang 2 bit. Algortima Hamming Code tidak mampu melakukan pengecekan terhadap posisi data error (bad bit) yang lebih dari satu buah.
MODEL CASE BASED REASONING DALAM MENDIAGNOSA PENYAKIT KELAPA SAWIT Sihaloho, Tulus Pramita; Tarigan, Wanra; Siallagan, Sariadin; Haris Simbolon, Fauzi
Jurnal Mnemonic Vol 5 No 2 (2022): Mnemonic Vol. 5 No. 2
Publisher : Teknik Informatika, Institut Teknologi Nasional malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/mnemonic.v5i2.5248

Abstract

Tanaman kelapa sawit mempunyai peran penting bagi pembangunan perkebunan nasional di Indonesia. Selain sumber perolehan devisa negara, juga sebagai pencipta lapangan kerja kerja yang dapat mensejahteraan masyarakat. Kurangnya informasi untuk menangani penyakit kelapa sawit tersebut bahkan susahnya orang awam dalam berkonsultasi langsung dengan seorang pakar membuat petani kesulitan dalam menangani penyakit pada tanaman kelapa sawit tersebut. Dari penjelasan di atas untuk itu penulis membuat suatu sistem pakar mendiagnosa penyakit tanaman kelapa sawit dengan metode Case Base Reasionong (CBR) yang dimaksudkan untuk membantu kerja petani dalam memberikan informasi serta kesimpulan dari penyakit yang di derita pada tanaman kelapa sawit tersebut. Experimen yang dilakukan dengan mendiagnosa gejala-gejala penyakit tanaman kelapa sawit dan jenis penyakit kelapa sawit tersebut, dan memberikan solusi yang tepat untuk penanganannya. CBR dikembangkan dari sistem pembelajaran berbasis kesamaan (similarity). Berdasarkan pengujian dan analisis sistem pakar diagnosa penyakit Tanaman Kelapa Sawit mampu mendiagnosis dengan perhitungan kemiripan dengan metode CBR. Berdasarkan hasil perhitungan metode CBR kedekatan terhadap kasus lama sebesar 0,78.
Efektivitas Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal Pada Perguruan Tinggi Swasta (Studi Kasus Universitas Mandiri Bina Prestasi) Sartana; Fauzi Haris Simbolon; Ratna Wati Simbolon; Maradu Sihombing; Marice Hotnauli Simbolon
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 4 No 2 (2025): Pebruari
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58918/lofian.v4i2.286

Abstract

Based on Minister of Education and Culture Regulation No. 53 of 2023, universities as educational institutions have a big responsibility to provide quality educational services through the Internal Quality Assurance System (SPMI). It is hoped that the presence of SPMI can make a positive contribution to the quality of education in a tertiary institution. SPMI can be called the foundation of higher education which must be implemented by ensuring that every element in the environment moves according to higher education standards. The implementation of SPMI has indeed become a benchmark for determining the quality of a tertiary institution, but there are still many who have not implemented it according to the standards that have been set, resulting in the level of effectiveness of implementing SPMI in tertiary institutions being low. The private university Mandiri Bina Prestasi University (UMBP) has complete SPMI documents and refers to Minister of Education and Culture Regulation No. 53 of 2023 and measures the level of effectiveness of SPMI implementation through SPMI implementation effectiveness indicators by conducting Internal Quality Audits (AMI) and Monitoring and Evaluation (Monev) on the performance and quality of each work unit within the UMBP environment including all Study Programs. In this way, by filling out questionnaires and questionnaires which are distributed to all elements and work units, the level of effectiveness of the implementation of SPMI at UMBP Higher Education can be measured, making it easier for decision makers and policy makers to improve and even increase the standards that apply at UMBP so that Good University Government can be achieved.
Implementasi Algoritma Principal Component Analisys dan Jaringan Syaraf Tiruan Dalam Mengoptimasi Fitur dan Performa Intrusion Detection System Fauzi Haris Simbolon; Maranata Pasaribu; Marice Hotnauli Simbolon; Maradu Sihombing; Sartana
LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 5 No 1 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58918/yyzrza47

Abstract

Mengamankan data dan informasi merupakan aktivitas yang sangat dibutuhkan dalam dunia idustri, bisnis maupun perkantoran terutama terkait dengan data dan informasi yang dikirim melalui jaringan. Intrusion Detection System atau Sistem deteksi intrusi (IDS) merupakan suatu produk perangkat keras atau perangkat lunak yang mampu mendeteksi aktivitas yang janggal, aneh dan mengandung unsur bahaya di jaringan komputer atau di host yang terpisah. IDS hanya memantau lalu lintas yang disalin, dan memberi peringatan, bahwa  paket yang sebenarnya bermasalah telah terkirim ke target yang dituju. Bahkan jika telah dilakukan pengaturan IDS untuk memperbarui firewall dengan aturan pemblokiran, paket serangan awal sudah terlanjur masuk Pelaksanaan proses intrusi berkecepatan tinggi tentunya akan menimbulkan beberapa kendala yang cukup signifikan terutama masalah dimensionalitas yang sangat besar, untuk itu dibutuhkan algoritma Principal Component Analisys (PCA) untuk menangani masalah tersebut, dengan algoritma ini memungkinkan peningkatan kinerja pengklasifikasian Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dalam deteksi intrusi. Melalui bantuan algoritma PCA dapat diidentifikasi 15 fitur teratas dari 41 fitur yang terdapat pada kumpulan fitur KDD Cup 1999, dan perolehan peningkatan lebih dari 62% pada saat pelatihan JST. melalui pengujian menggunakan JST dapat disimpulkan bawa Jaringan Saraf Tiruan Multi Layer Perceptron dapat meningkatkan akurasi bahkan setelah mereduksi fitur-fitur yang ada.