Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SIMS) Menggunakan Metode NIST 800-30 Muhammad Salmon Hardani; Kalamullah Ramli
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/jurikom.v9i3.4181

Abstract

The development of an information system used in a government institution becomes very important if the system is part of storing data that is a state asset. SIMS contains data on frequency spectrum users who already have permits and contribute to Non-Tax State Revenue (PNBP). SIMS consists of public service applications and non-public service applications. In this study, an evaluation of SIMS risk management was developed using the NIST 800-30 framework. This research begins with risk identification, risk mitigation and evaluation of existing risks then provides recommendations for the control needed for SIMS.The results of the documentation of the information security risk assessment stages on SIMS using the NIST 800-30 method, it is necessary to take risk control and risk mitigation actions
PENGELOMPOKAN TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA KEAMANAN INFORMASI DATA PRIBADI BERDASARKAN CLUSTERISASI K-MEANS MENGGUNAKAN EUCLIDIEN DISTANCE Yoyon Arie Budi Suprio; Mohamad Farid
I N F O R M A T I K A Vol 14, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : STMIK DUMAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36723/juri.v14i1.311

Abstract

ABSTRAK Keamanan informasi adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh semua orang. Banyaknya celah bocornya keamanan informasi menyebabkan semua orang harus berhati-hati dalam berbagai hal. Bocornya keamanan informasi dapat menyebabkan risiko yang sangat fatal, diantaranya penggunaan data pribadi sembarangan dan lain sebagainya. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan pengukuran masalah dari dimensi kesadaran (attitude, knowledge dan behaviour) dengan menggunakan metode clustering untuk penentuan kelompok kesadaran masyarakat. Dengan algoritma K-Means sistem akan mengolah data dan mengelompokkan sesuai dengan nilai terdekat dengan titik pusat cluster. Dengan adaya penelitian ini akan didapat kelompok kesadaran masyarakat dengan tingkat rendah, sedang, dan tinggi sehingga dapat dilakukan pembinaan petingnya kesadaran masyarakat tentang keamanan informasi mereka sesuai dengan kelompok yang didapat. Kata kunci : Clustering, k-means, keamanan informasi
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI DATA CENTER STANDART SNI ISO/IEC 27001:2013 (Studi Kasus PT Indoguna Utama) nurkomar hidaya
JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) Vol 7 No 1 (2022): JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jusim.v7i1.1420

Abstract

Informasi adalah sebuah aset bernilai bagi organisasi dan keamanan informasi bertujuan untuk menjaga aspek kerahasiaan (Confidentiality), keutuhan (Integrity), dan ketersediaan (Availability). Sejak meningkatnya ancaman terhadap keamanan informasi, Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) sangat diperlukan. SMKI bukan merupakan suatu produk melainkan suatu proses untuk menentukan bagaimana mengelola, memonitor dan memperbaiki informasi agar menjadi aman. Perencanaan SMKI yang baik akan memberikan perlindungan terhadap proses bisnis informasi dan terhindar dari kemungkinan resiko yang terjadi. ISO 27001:2013 merupakan standar internasional yang dapat digunakan oleh organisasi sebagai pedoman untuk menerapkan SMKI. ISO 27001:2013 menyediakan model yang lengkap terkait dengan bagaimana membangun, menerapkan, operasional, memonitor, menguji ulang, memelihara dan mengembangkan SMKI. Setelah melakukan observasi awal pada PT Indoguna Utama didapat. belum adanya pedoman yang berhubungan dengan pengamanan informasi, kurangnya pemahaman tentang resiko kehilangan informasi dan pengendalian terhadap informasi pada Data Center. Oleh karena itu perlu dilakukan proses perancangan SMKI sebagai langkah awal untuk mengamankan informasi dengan memberikan gambaran tentang resiko yang terjadi, dampak serta pengendalian terhadap resiko keamanan informasi. Sehingga dihasilkan Dokumen Manual Mutu, Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu dan Instruksi Kerja SMKI Data Center sebagai pedoman umum dalam penerapan ISO 27001:2013 yang selaras dengan kebutuhan PT Indoguna Utama.
EVALUASI RESIKO KEAMANAN MENGGUNAKAN MODEL DREAD TERHADAP SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNIVERSITAS XYZ dina dalilah
JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) Vol 7 No 1 (2022): JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jusim.v7i1.1547

Abstract

Sistem Informasi Akademik (PMB) pada Universitas XYZ yang digunakan sebagai kegiatan kampus yang terjadi saat ini mengalami kelemahan terhadap keamanan aset berupa data dan handware SIA PMB, dari permasalahan diatas penting dilakukannya analisis ancaman risiko dan mengukur potensi kerenatan yang terjadi pada sistem IT, tahapan analisis risiko dapat meniminalisir dan mengandilakan risiko sesuai peringkat nilai level risiko atau tingkat insiden sistem yang dialamin di institusi perguruan tinggi dari ancaman keamanan risiko Univ.BI. Lubuklinggau. Kegiatan penilaian risiko di sistem informasi akadekmik hanya berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang sebatas pada pengenalan teknologi informasi, belum dilaksanakan secara khusus. Semakin besar aset informasi yang dilayankan kepada petugas melalui teknologi web, semakin besar sumber ancaman yang akan mengganggu kelancaran sistem informasi pmb. Pada penelitian ini. pentingnya evaluasi resiko dilakukan untuk membuat keputusan tindakan kedepan, seperti resiko mana yang perlu ditangani serta prioritaskan. Dalam aktifitas ini perlu dilakukan penilaian untuk mengetahui level risiko dari risiko tinggi, sedang, dan rendah, Hasil evaluasi pada keamanan sistem informasi akademik pada Univ.BI lubuklinggau. dari data penilaian dengan model DREAD yang telah dilakukan dapat diketahui tingkat resiko pada keamanannya, yaitu potensial kerusakan (D) dari web yang dibangun tinggi (tidak aman) dengan nilai 12, reproduktifitas (R) yaitu kemampuan ancaman untuk mereproduksi serangan adalah sedang dengan nilai 10, Eksploitasi (E) ancaman sedang untuk menyerang web dengan nilai 11, pengaruh terhadap pengguna (A) dengan tingkat ancaman sedang dengan nilai 11 artinya serangan yang terjadi mempengahui tidak terlalu besar (sedang), tingkat ancaman disciverability (D) adalah sedang dengan nilai 11 artinya untuk menemukan ancaman pada web adalah tidak sulit / sedang.
PENILAIAN RISIKO KEAMANAN INFORMASI APLIKASI ONLINE TRAVEL AGENT: STUDI KASUS PT XYZ Hendra Dwi Hadmanto; Rizal Fathoni Aji; Jihan Prama Nurahman
Jurnal RESTIKOM : Riset Teknik Informatika dan Komputer Vol 3 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/restikom.v3i2.82

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan milik swasta yang bergerak di bidang Online Travel Agent (OTA). PT XYZ menggunakan Aplikasi OTA berupa web dan mobile apps untuk menjalankan bisnis utamanya menjual produk untuk kebutuhan perjalanan dan pariwisata, baik penjualan tiket transportasi, akomodasi dan Event. Aplikasi OTA sebagai aset penting dari PT XYZ harus dilindungi dari segala ancaman yang dapat mengganggu proses bisnis dan memberikan kerugian bagi perusahaan. Adanya berbagai ancaman dan kerentanan terhadap aplikasi OTA membutuhkan adanya hasil Penilaian Risiko Keamanan Informasi (PRKI) yang mampu mendeteksi risiko-risiko beserta dampaknya bagi perusahaan dan seperti apa penanganan terhadap risiko-risiko tersebut. Penentuan metode PRKI pada penelitian ini menggunakan Core Unified Risk Framework (CURF) untuk melakukan evaluasi terhadap sembilan metode PRKI yang dipilih berdasarkan kriteria pemilihan metode PRKI dan dengan melakukan studi literatur terhadap metode PRKI dengan skor tertinggi berdasarkan hasil evaluasi menggunakan CURF. Berdasarkan hasil evaluasi, metode ISO 27005 dipilih untuk menjalankan PRKI aplikasi OTA PT XYZ. Penilaian Risiko aplikasi OTA menggunakan ISO 27005 menghasilkan 16 risiko yang kemudian dipetakan dengan 18 penanganan risiko
Penerapan ISO27001 dalam Menjaga dan Meminimalisir Risiko Keamanan Informasi : Literatur Review Hilaluddin Jauhary; Geta Eldisa Pratiwi2; Ariq Zamzami Salim; Fitroh Fitroh
Media Jurnal Informatika Vol 14, No 1 (2022): Media Jurnal Informatika
Publisher : Teknik Informatika Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/mji.v14i1.1581

Abstract

Di Masa Sekarang Keamanan data (Data Security) menjadi isu yang sangat penting dan kritis dalam manajemen organisasi. Keamanan data sangat penting untuk melindungi aset atau informasi dengan memberikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaannya tidak hanya di industri telekomunikasi tetapi juga di sektor lain. Jurnal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya peretasan suatu sistem dengan menekankan kebijakan standar ISO 27001. Prosedur penelitian berfokus pada dimensi ISO27001, Data Security, ISMS, Risk Management. Studi yang dipilih dari database utama yakni Scopus. Metode atau tahapan yang digunakan pada jurnal ini yaitu menggunakan Publish or Perish 7, Mendeley, Zotero, VOSViewer dan Microsoft Excel. Proses seleksi dilakukan menggunakan Microsoft Excel dengan melibatkan pencarian sumber literatur dan penyaringan dan penyaringan studi berdasarkan judul, abstrak, dan bacaan teks lengkap. 13 dokumen akhirnya dipilih dan diadopsi dalam jurnal ini. Berdasarkan jurnal yang sudah dipilih, diidentifikasi bahwa ada 11 jurnal yang membahas terkait ISO27001 dengan keamanan data 
Analisis Keamanan Sistem Informasi Akademik Menggunakan Open Web Application Security Project Framework Muh. Amirul Mu'min; Abdul Fadlil; Imam Riadi
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/mib.v6i3.4099

Abstract

Information system security is one of the important things in the development of technology to protect comprehensive and structured data or information. The Academic Information System (SIA) has a service to receive requests in the form of HTTP or HTTPS protocol website pages from clients called browsers. Intruders can hack websites without the owner's knowledge. This research was conducted to find the vulnerability of SIA STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. The framework used is the Open Web Application Security Project (OWASP) which is usually used to evaluate systems or applications. The tools used are WhoIs, SSL Scan, Nmap, and OWASP Zap. The results obtained were finding 12 vulnerabilities with four vulnerabilities at the medium level, namely Absence of Anti-CSRF Tokens, Cross-Domain Misconfiguration, Missing Anti-clickjacking Header, and Vulnerable JS Library, six at the low level namely Cookie Without Secure Flag, Cookie without SameSite Attribute, Cross-Domain JavaScript Source File Inclusion, Server Leaks Information via "X-Powered-By" HTTP Response Header Field(s), Timestamp Disclosure – Unix,  and X-Content-Type-Options Header Missing, and two at the informational level namely Content-Type Header Missing and Information Disclosure - Suspicious Comments. 
PENINGKATAN KESADARAN DAN LITERASI HUKUM TERHADAP KEAMANAN SERTA PRIVASI DATA DAN INFORMASI Saut Pintubipar Saragih; Mesri Silalahi; Irene Svinarky
PUAN INDONESIA Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Puan Indonesia Vol 4 No 1 Juli 2022
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v4i1.105

Abstract

Data and information security, which is currently increasingly important, has resulted in many parties making efforts to control data and information at a better level, including data and information held by students at SMK Tunas Muda Karya Batam, community service activities targeting schools. implemented will provide training and guidance to students and students in the school to improve skills in securing personal data and information so that there is no misuse to the detriment of participants in the development of laws related to information and telecommunications technology or IT will also be given to increase the awareness of students and students or all participants in using internet-based platforms. Increasing the ability of participants in the information technology aspect along with legal awareness in digital literacy brackets and legal literacy allows participants to have the ability to avoid mistakes and increase expertise in using platforms and the internet. the target of this activity is to reduce the misuse of data and information as well as law violations committed in activities related to digital platforms or the internet.
Perencanaan Tata Kelola Keamanan Informasi dalam Penerapan Cloud Computing Menggunakan ISO 27001:2013 pada PT.SPINDO,Tbk Diana Anggraini; Rahadian Bisma
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.944 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n01.p46-54

Abstract

PT.SPINDO,Tbk merupakan sebuah perusahaan dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia sebagai penghasil pipa baja. Sebagai perusahaan dengan aktivitas produksi besar, PT.SPINDO,Tbk ingin menerapkan layanan mail server berbasis cloud computing untuk memudahkan komunikasi namun tetap secara professional. Layanan cloud computing menjadi layanan yang paling diminati oleh perusahaan karena memberikan kemudahan dan kenyamanan diakses dimana saja melalui jaringan internet serta dapat menghemat biaya infrastruktur TIK. Namun, disamping kemudahan dan kenyamanan yang disediakan layanan cloud computing terdapat berbagai macam ancaman antara lain multi-tenant, kehilangan data, kehilangan kontrol, proteksi data dan privasi, serta penurunan performa. Ancaman dalam penerapan cloud computing sebagian besar terkait pada lingkup keamanan informasi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan perencanaan tata kelola keamanan informasi yang baik. Perencanaan tata kelola keamanan informasi pada penelitian ini menggunakan SNI ISO 27001:2013 sebagai acuan kontrol keamanan informasi. Penelitian ini menggunakan metode OCTAVE dengan pendekatan evaluasi risiko terhadap aspek CIA. Hasil penelitian berupa perencanaan kebijakan dan prosedur yang diperlukan untuk menjaga keamanan informasi dalam penerapan layanan berbasis cloud computing.
ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN TOGAF: STRATEGI PENINGKATAN KEAMANAN PADA PERUSAHAAN JASA PENGIRIMAN Angela Malau
Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.957 KB) | DOI: 10.36706/jsi.v11i1.7854

Abstract

Perusahaan jasa pengiriman ini telah memiliki ribuan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan berkembangnya era teknologi ini, perusahaan jasa pengiriman ini membutuhkan perkembangan keamanan yang baik untuk mengetahui dan mencegah ancaman-ancaman yang terjadi dari berbagai sisi. Dalam penanganan masalah atau insiden di perusahaan ini masih tergolong lambat karena pencatatan atau ticketing yang masih berupa form manual. Penanganan maupun insiden yang terjadi masih belum bisa diselesaikan atau diselidiki secara tepat waktu sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam mencari solusi alternatif terbaik. Selain itu belum adanya sistem untuk menangani penanganan masalah atau insiden di perusahaan ini. Untuk itu, solusi dalam meningkatkan pelayanan yang ada di perusahaan perlu diterapkan suatu sistem yang sesuai untuk meningkatkan keamanan di perusahaan. Adapun perancangan yang dapat digunakan sebagai panduan dalam membangun Sistem Informasi/ Teknologi Informasi di perusahaan. Rancangan enterprise architecture diharapkan dapat memaksimalkan peran bisnis, informasi dan teknologi yang sesuai dengan permasalahan yang ada di organisasi sehingga dapat mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Dengan menggunakan framework TOGAF ADM dari preliminary phase hingga information architecture phase dan kontrol standar manajemen keamanan informasi dalam penelitian ini dapat memenuhi kebutuhan pengembangan sistem dengan menyelaraskan domain bisnis hingga aplikasi dan data yaitu perancangan dari fase preliminary phase, Phase A : Architecture Vision, Phase B: Business Architecture dan  Phase C: Information System Architecture (Data Architecture & Application Architecture) sebagai panduan dalam penerapan sistem untuk meningkatkan keamanan di perusahaan jasa pengiriman.

Page 50 of 131 | Total Record : 1305