Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BENTUK FLIPBOOK WISATA BAHARI PANTAI (WISPA) “TEMA WISATA” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT DASAR Yasmina Majidah Imanamahirah
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol. 17 No. 28 (2022): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan pembelajaran BIPA diperlukan media pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menarik, untuk itu dikembangkan media pembelajaran yang menambah sebagai pendamping buku utama, yang berupa buku suplemen bentuk flipbook sesuai dengan perkembangan di era digital ini. Peneliti mengembangkan media tersebut dengan tujuan 1) Mendeskripsikan analisis kebutuhan Buku Suplemen Bentuk Flipbook Wisata Bahari Pantai (WISPA) “Tema Wisata” Dalam BIPA Tingkat Dasar. 2) Mendeskripsikan proses pengembangan Buku Suplemen Bentuk Flipbook Wisata Bahari Pantai (WISPA) “Tema Wisata” Dalam BIPA Tingkat Dasar. 3) Mendeskripsikan hasil uji kelayakan Buku Suplemen Bentuk Flipbook Wisata Bahari Pantai (WISPA) “Tema Wisata” Dalam BIPA Tingkat Dasar. Penelitian pengembangan ini termasuk dalam jenis penelitian R&D (Research and Development) dan menggunakan model pengembangan menurut Plomp dengan lima fase, terdiri dari fase invstigasi awal, fase desain, fase realisasi/kontruksi, fase evaluasi dan revisi, dan fase implementasi. Adapun alasan memilih model pengembangan Plomp ini karena model pengembangan ini mudah dipahami. Selain itu, model pengembangan ini sudah disusun secara terprogram dan sistematis. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) proses pengembangan media pembelajaran flipbook WISPA untuk pemelajar asing tingkat BIPA 2 atau A2 di Universitas Islam Malang (2) hasil Pengembangan media pembelajaran flipbook WISPA untuk pemelajar asing tingkat BIPA 2 atau A2 di Universitas Islam Malang (3) uji Validasi.Kata Kunci : Pengembangan buku suplemen flipbook, Tema Wisata, BIPA tingkat dasar.
CHALLENGES OF TEACHING INDONESIAN FOR FOREIGN SPEAKERS (BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING/BIPA) IN AUSTRIA DURING THE PANDEMIC COVID-19 Robita Ika Annisa; M. Maman Sumaludin
Academic Journal PERSPECTIVE: Education, Language, and Literature Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian (The Institute of Research) Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/perspective.v10i2.7226

Abstract

Out of the 41 countries that run the Indonesian Language Learning Program for Foreign Speakers, in collab with the Language Development and Cultivation Agency under the auspices of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Austria is one of them. When the learning went online due to the Covid-19 pandemic, teachers, students, and Indonesian Language for Foreign Speakers class organizers, the Indonesian Embassy in Vienna together with the University of Vienna, faced challenges. Based on this background, this study aims to describe the challenges of Indonesian Language teachers for Austrian when they implement the learning by online. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The writer got the data through interviews and questionnaires to Indonesian Language teachers for Austrian from winter 2020 to winter 2021 and was strengthened by literature studies. As a result, teachers face various challenges such as technical issues with the devices and internet networks, and time gaps between Indonesia and Austria. Online classes are widely open for everyone in Austria, but at the same time amount of students is also rising because some of them preferred to do it face to face, and the difficulty of managing online classes with high heterogeneity. The efforts made by teachers in responding to these challenges include varying learning activities, opening communication spaces with students through various platforms, utilizing various online platforms that are relevant to learning topics, and organizing and inviting guest lecturers for speaking class and cultural topics.
Bahasa Informal dalam WhatsApp Grup sebagai Sarana Pemerolehan Bahasa Bagi Pemelajar BIPA di Indonesia Defina Defina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.3614

Abstract

One of the current means of communication that students widely use is WhatsApp (WA), and in communicating, they often use non-standard language. This paper identifies 1) non-standard words, affixes, phrases, and rephrases with their abbreviations, 2) slang vocabulary and its abbreviations, and 3) regional and foreign vocabularies often obtained by BIPA students in WA and their abbreviations. This analytical descriptive research method analyzes slang, foreign, regional, and abbreviations obtained through WA. The informants are KNB students from the 2018/2019 class, totaling six people. The data collection technique was that they sent conversations in WA groups for two days, 18-19 June 2019, and wrote down the words they had just obtained. As a result, 1) standard-non-standard root words, affixes, and abbreviated phrases are in 7 forms, while repeated words are in two forms; 2) the slang vocabulary obtained is in the form of phonemes, abbreviations, and acronyms; 3) foreign, regional, and mixed vocabulary obtained in 5 forms and there are original forms. In conclusion, the language obtained by BIPA students is not only found in slang but also in regional and foreign expressions. The research implication is that the WA group can be a means of acquiring a non-formal variety of Indonesian for international students. AbstrakSalah satu sarana berkomunikasi saat ini yang banyak digunakan oleh mahasiswa adalah WhatsApp (WA) dan dalam berkomunikasi mereka sering menggunakan bahasa tidak baku. Tulisan ini mengidentifikasi 1) kata-kata baku-nonbaku, kata berimbuhan, frasa, dan kata ulang dengan penyingkatannya; 2) kosakata gaul dan penyingkatannya, dan 3) kosakata daerah serta asing yang sering diperoleh pemelajar BIPA dalam ber-WA serta penyingkatannya. Metode penelitian ini deskriptif analitis dengan menganalisis kata gaul, asing, daerah, dan singkatan yang diperolehnya melalui WA. Informan adalah mahasiswa KNB angkatan 2018/2019 yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data adalah mereka mengirimkan percakapan dalam grup WA selama dua hari, 18-19 Juni 2019 serta menuliskan kata-kata yang baru mereka peroleh. Hasilnya, 1) kata dasar baku-nonbaku, kata berimbuhan, dan frasa yang disingkat ada dalam 7 bentuk, sedangkan kata ulang dalam dua bentuk; 2) kosakata gaul yang diperoleh ada berupa fonem-fonetik, singkatan, akronim; 3) kosakata asing, daerah, dan campuran yang diperoleh ada dalam 5 bentuk dan ada bentuk aslinya. Simpulan, bahasa yang diperoleh pemelajar BIPA tidak hanya ditemukan bahasa gaul, tetapi juga ungkapan daerah dan asing. Implikasi penelitian adalah grup WA dapat menjadi sarana pemerolehan bahasa Indonesia ragam nonformal bagi mahasiswa asing. 
Survival Book to Help BIPA Learners Off the Hook of Culture Shock Hespi Septiana; Him’mawan Adi Nugroho; Warsita Noer Ardiyanti; Masilva Raynox Mael; Agus Ridwan
Jurnal Lingua Idea Vol 12 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2021.12.2.4915

Abstract

From time to time, Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) continues to grow, including BIPA at the State University of Surabaya (Unesa). It cannot be denied that in its journey, BIPA Unesa encountered various problems. One of them is a report from a foreign student who was confused when he first arrived in Surabaya. Their confusion includes finding the ideal place to live, using online motorcycle taxi applications, and using public facilities such as markets, hospitals, and police stations. Not only that, but the understanding of academic rules on campus has also not been able to be conveyed on target. Some local students and lecturers have helped, but the limited number and time have made it impossible to assist students. Therefore, this research focuses on making a pocketbook called "survival book" in five different languages ​​for foreign students. The benefits of this research are expected to be able to solve the concerns of BIPA students when they first come to Surabaya with the development of a pocketbook. This research belongs to the category of product development. With this research, it is hoped that it will produce an output in the form of a survival book for BIPA Unesa students as well as scientific articles that will be published in accredited national journals.
ANALISIS KETIDAKLANCARAN TUTURAN (SPEECH DISFLUENCIES) PADA PIDATO BERBASIS NASKAH DAN PIDATO EKSTEMPORAN PEMELAJAR BIPA Fida Pangesti; Arti Prihatini; NFN Fauzan
Widyaparwa Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.849 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i1.739

Abstract

This study aims to describe the comparison of the following items: (1) the form and (2) the location of speech disfluencies in script-based speech and extemporaneous speech by BIPA students. This research is a qualitative descriptive study. The research data is in the form of speech impediments in the speeches of BIPA students who were captured using the listening method and then analyzed using the disappearing technique. The results of data analysis showed that the fluency of extemporaneous speech was significantly higher than that of script-based speech. The forms of speech impediment include (1) pause filler, (2) repetition, (3) lengthening, and (4) revision. In this case, there is no difference in the characteristics of speech impediments in the two speeches. The speech impediment occurs: (1) before the sentence, (2) the clause limit, (3) the constituent limit, and (4) within the constituent. In this case, extemporaneous speech is dominated by the location of speech impediments (1) and (2), while script-based speech is dominated by (3) and (4) which indicates that the obstacle in script-based speech lies in word recall, while the obstacle in extemporary speech lies in message formulation.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan (1) bentuk dan (2) letak ketidaklancaran tuturan (speech disfluencies) pada pidato berbasis naskah dan pidato ekstemporan pemelajar BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ketidaklancaran tuturan dalam pidato mahasiswa BIPA yang dijaring dengan metode simak kemudian dianalisis dengan teknik lesap. Hasil analisis data menunjukkan ketidaklancaran tuturan pidato ekstemporan secara signifikan lebih tinggi daripada pidato berbasis naskah. Bentuk ketidaklancaran tuturan meliputi (1) pengisi jeda, (2) pengulangan, (3) pemanjangan, dan (4) revisi. Dalam hal ini, tidak ada perbedaan karakteristik bentuk ketidaklancaran tuturan dalam kedua pidato. Ketidaklancaran tuturan terjadi (1) sebelum kalimat, (2) batas klausa, (3) batas konstituen, dan (4) di dalam konstituen. Dalam hal ini, pidato ekstemporan didominasi letak ketidaklancaraan tuturan (1) dan (2), sedangkan pidato berbasis naskah didominasi (3) dan (4) yang mengindikasikan bahwa hambatan pada pidato berbasis naskah terletak pada recall kata, sementara hambatan  pada pidato ekstemporan terletak pada formulasi pesan.
KULINER INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN BIPA SEBAGAI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BERBAHASA BERDASARKAN PERSEPSI PEMELAJAR NFN Defina
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.399 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.545

Abstract

Language learning is closely related to cultural understanding. Culinary is one of the cultures in learning the target language. Culinary practice and culinary tasting are a form of meaningful, authentic learning. Research objectives 1) describe the results of Indonesian culinary practices; 2) student assessment of cultural material by increasing knowledge and language skills; 3) learner advice for culinary teaching materials. Qualitative and quantitative research methods. Data collection techniques through questionnaires, observations, and interviews. Observations and interviews are carried out during culinary practices and when culinary materials are in class, while the survey is distributed after the course ends. There were 10 KNB student respondents. The research was conducted at IPB in December 2018-January, 2019. As a result, with the existence of cultural practices, they were able to share their experiences. In culinary tasting, they express the things that are in their minds. In conclusion, Indonesia's introduction and culinary practices can increase awareness and improve students' language skills.Pembelajaran bahasa berkaitan erat dengan pembelajaran budaya. Kuliner merupakan salah satu budaya dalam pembelajaran bahasa target. Praktik kuliner dan mencicipi kuliner merupakan salah satu bentuk pembelajaran otentik yang bermakna.Tujuan penelitian adalah 1) mendeskripsikan hasil praktik kuliner Indonesia; 2) memberikan penilaian pemelajar terhadap materi kuliner dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa; 3) memberikan saran pemelajar untuk materi ajar kuliner. Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, pengamatan, dan wawancara. Pengamatan dan wawancara dilakukan saat praktik kuliner dan saat materi kuliner di kelas, sedangkan kuesioner disebarkan setelah kursus berakhir. Responden mahasiswa KNB sebanyak 10 orang. Penelitian dilaksanakan di IPB pada Desember 2018-Januari 2019. Hasilnya, dengan adanya praktik kuliner, mereka dapat menceritakan pengalamannya. Pada pencicipan kuliner, mereka mengungkapkan hal yang ada dalam pikirannya. Simpulannya adalah pengenalan dan praktik kuliner Indonesia mampu menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan berbahasa pemelajar.
LITERASI DIGITAL PADA PENGAJARAN BIPA IKAT JERMAN Marsya Fadhia Akmal
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 12 No. 2 (2022): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v12i2.4926

Abstract

Literasi digital ialah salah satu kunci dalam upaya “berdamai” dengan segala perubahan yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Kemampuan literasi digital yang baik sangat penting dan perlu dilakukan, terutama dalam hal pengajaran BIPA yang saat ini sudah sangat berkembang di kancah internasional. Pandemi yang terjadi saat ini bukanlah alasan terhentinya upaya penginternasionalisasian Bahasa Indonesia, melainkan sebagai harapan baru yang bisa diketuk untuk diselami bersama. Salah satu contoh pengoptimalan pengajaran BIPA dengan literasi digital ialah kelas BIPA yang diadakan oleh IKAT Jerman yang memanfaatkan beragam aplikasi pembelajaran dalam jaringan (daring). Kelas BIPA Jerman tidak hanya mengajarkan Bahasa Indonesia bagi warga negara Jerman, melainkan juga bagaimana berbahasa Indonesia dan budaya-budaya apa saja yang ada di Indonesia sehingga kelas ini tidak pernah sepi oleh pemelajar asing yang tertarik dengan Indonesia. Kata Kunci: Literasi digital, BIPA, Jerman.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING DALAM PEMBELAJARAN BIPA LEVEL 1 MELALUI DARING Alya Maulidia Zahra; Khaerunnisa Khaerunnisa
sarasvati Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/sv.v4i2.2300

Abstract

Pembelajaran daring turut mendapat komentar negatif dari masyarakat karena dinilai kurang efektif. Namun, pembelajaran daring juga dapat memudahkan pembelajar BIPA untuk belajar bahasa Indonesia tanpa harus bertemu secara langsung. Pengajar BIPA mampu mengajarkan bahasa Indonesia melalui aplikasi zoom meeting sesuai dengan waktu negara masing-masing. Pengajar BIPA pun mesti menggunakan strategi pembelajaran yang menarik sehingga pembelajar BIPA akan merasa pembelajaran daring sama dengan pembelajaran di kelas. Bahasa Indonesia juga dapat dikatakan sebagai bahasa internasional, karena memiliki penutur asing di berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi penggunaan bahasa Indonesia bagi penutur asing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengambilan data triagulasi metode berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang digunakan adalah tiga orang pembelajar BIPA yang berasal dari negara Malaysia dan Afghanistan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia bagi penutur asing cukup baik dan mampu menuturkan ungkapan-ungkapan kata dan frasa
Lagu dangdut koplo sebagai materi ajar BIPA berbasis kearifan lokal bagi pemelajar tingkat lanjut Dian Uswatun Hasanah; Afrizal Mufti; Ferdian Achsani
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v4i2.4202

Abstract

Keanekaragaman budaya dan kearifan lokal di Indonesia mampu memikat ketertarikan masyarakat Internasional. Dangdut koplo menjadi salah satu nilai keunikan budaya dan kearifan lokal yang jarang dimanfaatkan sebagai materi ajar BIPA berbasis kearifan lokal. Menjawab permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dangdut koplo sebagai materi ajar BIPA tingkat lanjut.  Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai budaya atau kearifan lokal pada lagu dangdut koplo, merelevansikannya sebagai materi ajar pembelajaran BIPA tingkat lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data didapatkan dari informan dan dokumen. Informan yang dipilih adalah pengajar, tutor dan mahasiswa BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta. Dokumen yang digunakan berupa naskah lirik lagu dangdut koplo yang berkembang di Indonesia. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, sehingga data yang dipakai benar-benar terkait dengan permasalahan yang dikaji. Data sampel penelitian difokuskan pada lagu-lagu dangdut koplo yang liriknya mengandung nilai kearifan lokal. Seperti “Mendung Tanpo Udan”, “Ndasku Mumet Ndasmu Piye”, “Tresnoku Kepenggak Itungan Jowo” dan lainnya. Hasil penelitian ini berupa temuan nilai-nilai kearifan lokal pada lagu dangdut koplo seperti sandang atau busana, pangan, alat, cuaca, tranportasi, religi, papan atau tempat rekreasi, pantun, parikan, peribahasa, sistem pekerjaan. Lagu-lagu dangdut koplo bermuatan kearifan lokal dalam riset ini dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mahasiswa BIPA tingkat lanjut, yaitu BIPA 7. Sesuai Permendikbud RI nomor 27 tahun 2017 tentang standar kompetensi lulusan kursus dan pelatihan BIPA, dalam BIPA 7 unit kompetensi mendengarkan.
Pemanfaatan lagu daerah nusantara sebagai media pembelajaran BIPA berbasis local indigenous Ayu Wulandari; Zamzani Zamzani; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v4i2.4959

Abstract

BIPA is currently increasingly in demand by other nations. In addition to learning the language, BIPA students are also introduced to Indonesian culture. Indonesian culture is important and needs to be known by BIPA students so that they can understand well the cultures that exist in Indonesia. One of the BIPA learning media that can be used in learning the language and introducing Indonesian culture is through song. Indonesian songs can be in the form of an archipelago folk song that has many cultural values and moral messages or character values. This research is a descriptive study and the source of data in this study are folk songs of the archipelago. The form data is in the form of words that contain an introduction to basic vocabulary for BIPA learners. Data collection techniques are carried out by observing notes. The results of this study obtained a description of the archipelago's folk songs that can be used as Indigenous digital-based BIPA learning media. The folk songs of the archipelago include Soleram, Cut the Goose Duck, My Goats, Come on Mama, Injit-Injit Ants, and Ondel-ondel. The folk songs of the archipelago can be used as BIPA learning media for basic BIPA learners who are just at the stage of getting to know the basic vocabulary and getting to know Indonesian culture

Page 50 of 118 | Total Record : 1176