Filter By Year

1945 2024


Found 190 documents
Search Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 Tahun

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA DUA TAHUN PADA TATARAN LINGUISTIK Washadi Washadi
Pena Literasi Vol 4, No 2 (2021): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.4.2.128-136

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemerolehan bahasa pada anak usia dua tahun pada tataran linguistik, yaitu fonologi, sintaksis, dan semantik. Peneliti mengamati subjek penelitian seorang anak berusia dua tahun dalam pemerolehan bahasanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan bahasa anak usia dua tahun pada tataran linguistik, yaitu fonologi, sintaksis, dan semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untuk memaparkan hasil penelitian dalam bentuk penjabaran hasil dari penggambaran penelitian yang telah dilakukan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik simak yang meliputi sadap, simak libat cakap, rekam, dan catat. Hasil yang diharapkan dalam penelitian adalah anak usia dua tahun sudah mampu mengujarkan huruf vokal dan konsonan.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK TUNA RUNGU SEKALIGUS TUNA WICARA PADA USIA 6 TAHUN (STUDI KASUS ROSMAWATI) rahmi, ulva
Lingua Vol 16, No 2 (2020): July 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak tuna rungu sekaligus tuna wicara pada usia 6 tahun. Data penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil observasi langsung tuturan anak tuna rungu sekaligus mengalami tuna wicara. Sumber data penelitian ini berasal dari seorang anak bernama Rosma berasal dari Desa Padang Luar, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode cakap dan metode simak. Hasil dalam penelitian ini yaitu pemerolehan bahasa anak tuna rungu sekaligus tuna wicara berbeda jauh dengan anak normatif. Pemerolehan berbahasa anak tuna rungu sekaligus menderita tuna wicara, khususnya aspek berbicara terjadi sangat lambat sehingga memerlukan waktu yang lama agar dapat menggunakan bahasa yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Anak anak tuna rungu sekaligus menderita tuna wicara lebih menguasai huruf vokal dibandingkan konsonan.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3 TAHUN PADA TATARAN FONOLOGI Mardhyana, Zilvia
Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 4 (2020): VOLUME 3 NOMOR 4 , JULI 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/p.v3i5p735-746.5365

Abstract

Language is a communication device that humans use to interact with fellow humans. They are dynamic and unique because they will continue to grow and grow as the ages grow. Language development may be marked by either a new term or a change in its meaning. Every language has its own distinctive feature. The purpose of this study is to identify the language of 3-year-olds by analyzing spoken speech. The method used is a qualitative descriptive method with a competent libat. In this case the writer described the results of his analysis. Researchers listen closely and listen to speech uttered by children, as well as researchers engage directly in communication activities and interact with children on the subject of research. Researchers ran a diagnostic analysis into the phonology landscape, with the majority of 3-year-olds removing or replacing the phones as they should. It is a fair one, since at age 3 an articulation and mastery of a child's language are not yet adequate, so it is best to tell a story and communicate well, for that is how the child has gained a new language.
Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 Tahun Yulia Eka Salnita; Atmazaki Atmazaki; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 3 tahun. Pemerolehan bahasa anak usia 3 tahun ini dikaji pada tataran fonologi, sintaksis, dan semantik. Data dalam penelitian ini adalah tuturan anak usai 3 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Tahap analisis data dalam penelitian ini ada tiga, yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tataran fonologi, subjek penelitian belum bisa mengujarkan fonem /r/ dan /s/ dengan benar. Pada tataran sintaksis, subjek penelitian sudah mampu mengujarkan empat jenis kalimat, yaitu kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan eksklamatif. Kata yang dikuasi anak adalah kata-kata yang dekat dengan lingkungan anak. Pada tataran semantik, semua ujaran anak mengandung makna denotatif.
PENGARUH GAWAI TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN DENGAN ANALISIS SINTAKSIS tartila, aulia
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 1 (2020): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v3i1.1800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengaruh gawai terhadap pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun dengan analisis sintaksis kalimat deklaratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian yang dipaparkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini memaparkan tentang ketidaktepatan bahasa yang digunakan anak dan peniruan-peniruan bahasa yang dilakukan oleh anak usia 4 tahun dalam menggunakan gawai, serta pengaruh gawai terhadap pemerolehan bahasa anak. Hal ini dialami oleh anak bernama Fatir yang merupakan anak yang diteliti bahasanya yang digunakannya  pada penelitian ini. Gawai adalah alat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan ukuran yang dapat digenggam oleh tangan. Pemakaian gawai yang berlebih akan menimbulkan masalah-masalah pada diri seseorang. Adapun faktor penyebab utama dalam penelitian ini pemakaian gawai yang berlebih sehingga berdampak negatif pada pengucapan anak dalam berkomunikasi. Hal itu menjadi faktor utama dalam data yang telah ditemukan  peniliti dalam kasus ini.Kata Kunci: gawai; pemerolehan bahasa; sintaksis; deklaratif.
Pengaruh Komunikasi Ibu Terhadap Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia 2 Tahun Niswah, Awaliyah Ainun
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.169 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.4707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kemampuan berbahasa pada dua anak di usia yang sama 2 tahun berdasarkan frekuensi komunikasi dari ibunya. Subjek penelitian pertama bernama Gibran dan subjek penelitian kedua, yaitu Noval. Penelitian ini akan meninjau pemerolehan bahasa pertama pada tahap fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan pragmatik kedua anak tersebut berdasarkan perbedaan frekuensi komunukasi dari ibunya. Riset ini mengandalkan teori pemerolehan bahasa anak Indonesia yang disusun oleh Soenjono Dardjowidjojo (2012). Dengan teori itu, dapat dilihat kemampuan berbahasa anak pada tahap fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi komunikasi orang tua terutama ibu sangat mempengaruhi dalam pemerolehan bahasa pertama anak. Selain itu, penerapan pola asuh komunikasi verbal yang aktif dari pengasuh juga dianggap sangat penting dalam proses pemerolehan bahasa pertama anak. Kurangnya komunikasi ibu sekaligus penerapan pola asuh komunikasi verbal yang pasif kepada anak bisa menyebabkan anak mengalami keterlambatan dalam pemerolehan bahasa pertama. Anak yang sering diajak berkomunikasi oleh ibu memiliki kemampuan berbahasa lebih baik dari pada anak yang menerima ajakan berkomunikasi terbatas oleh ibu ataupun pengasuh
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN (TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK) Rerin Maulinda
Jurnal Bahastra Vol 4, No 1 (2019): Edisi September 2019
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v4i1.3210

Abstract

Abstrak. Setiap individu dianugrahi kemampuan berbahasa. Bahasa tersebut diperoleh, diwarisi dan ditumbuhkembangkan dari waktu ke waktu. Setiap manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan alat untuk berinteraksi antara sesamanya. Pemerolehan bahasa pertama adalah proses penguasaan bahasa pertama oleh si anak. Selama penguasaan bahasa pertama ini, terdapat dua proses yang terlibat, yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini tentu saja diperoleh oleh anak secara tidak sadar. Pada tahap awal perkembangannya manusia mulai masuk dalam tahap pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama yaitu proses pemerolehan bahasa yang pertama kali dikenal manusia, biasanya terjadi anata ibu dan anak, bisa diikuti anggota keluarga yang lainya dan dilakukan secara lisan di lingkungan keluarga secara tidak formal. Pemerolehan bahasa Ibu atau bahasa pertama ini terjadi secara sadar dan alamiah pada tataran keterampilan menyimak dan berbicara. Setelah seseorang memperoleh bahasa pertama dan telah mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar keluarga dan kelompoknya. Kebutuhan pemerolehan bahasa muncul karena seseorang memerlukan bahasa baru untuk dapat berkomunikasi dan menyesuaikan diri di lingkungan sosial yang lebih besar, selain itu juga terdapat alasan imigrasi, kebutuhan perdagangan,ilmu pengetahuan dan pendidikan. Istilah bahasa kedua juga digunakan untuk mengambarkan bahasa-bahasa apa saja yang pemerolehanya atau pengusaannya dimulai setelah masa anak-anak awal, termasuk bahasa kedua atau bahasa asing lainnya. Pada umur sekitar 6 minggu, bayi mulai mengeluarkan bunyi-bunyi dalam bentuk teriakan, rengekan, dekur. Bunyi yang dikeluarkan oleh bayi mirip dengan bunyi konsonan atau vokal. Pada tahap celoteh ini, anak sudah menghasilkan vokal dan konsonan yang berbeda seperti frikatif dan nasal. Mereka juga mulai mencampur konsonan dengan vokal. Celotehan dimulai dengan konsonan dan diikuti dengan vokal.Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, Interaksi, Balita, PsikolingusitikAbstract. Every individual is given language skills. The language is acquired, inherited and developed over time. Every human being uses language as a communication tool and a tool to interact with each other. Obtaining first language is the process of mastering the first language by the child. During the mastery of this first language, there are two processes involved, namely the competency process and the performance process. Both of these processes are of course acquired by the child unconsciously. In the early stages of development, humans begin to enter the stage of acquiring Mother language or the first language, namely the process of language acquisition which was first known to humans, usually occurs between mothers and children, can be followed by other family members and is done verbally in a family environment informally. Obtaining this mother language or first language occurs consciously and naturally at the level of listening and speaking skills. After a person has obtained the first language and has been able to interact with the social environment outside the family and group. The need for language acquisition arises because a person needs a new language to be able to communicate and adjust to a larger social environment, besides that there are also reasons for immigration, trade needs, science and education. The term second language is also used to describe any language whose acquisition or mastery begins after early childhood, including a second language or other foreign language. At around the age of 6 weeks, babies begin to make sounds in the form of screaming, whining, sagging. The sound issued by the baby is similar to the sound of consonants or vowels. At this stage of babble, the child has produced different vowels and consonants such as fricative and nasal. They also began to mix consonants with vowels. Chatter starts with a consonant and is followed by a vowel.Keywords: Language Acquisition, Interaction, Toddler, Psycholingusitic
EKSPLORASI PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK DI USIA 2 TAHUN 3 BULAN PADA TATARAN FONOLOGI Devi Apdalia; Sri Sugiarto; Riadi Suhendra
Jurnal Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4842.11 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemerolehan bahasa pertama pada di anak usia 2 tahun 3 bulan khususnya pada tataran fonologi, ditinjau dari pemerolehan fonem bahasa Indonesia, realisasi perubahan fonem pada penyebutan kata dan pembentukan silaba (suku kata). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi cross-sectional. Subjek penelitian adalah anak berusia 2 tahun 3 bulan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan rekam. Teknik analisis data mengunakan teknik padan intralingual dengan teknik dasar hubung banding. Berdasarkan hasil analisis data, anak usia 2 tahun 3 bulan tersebut jika dilihat pada pemerolehan fonem bahasa Sumbawa pada masing-masing anak memiliki keunikan individu. Dari keempat anak yang diteliti bahwa fonem konsonan yang telah diperoleh adalah [b], [p], [m], [w], [d], [t], [l], [s], [c], [j], [g], [k], [h], [?],[y],[n] dan fonem vokal [a], [i], [u], [U], [e], [?], [?], [o], [?], [I]. Pada pemerolehan fonem diftong hanya ada dua anak yang telah memperoleh, yaitu pada anak berinisial SN dan SB sedangkan pada SNR dan KA belum ditemukan adanya kemunculan saat berujar. Selain itu, pada perubahan fonem dalam penyebutan kata, yang sering muncul kesalahan pada saat berujar, yakni: palatalisasi, penghilangan, perubahan, dan labialisasi. Kemudian, pada pembentukan silaba, yaitu: anak memperoleh pola (1) V, (2) KV, (3) VK, (4) KVK, (5) KKV, (6) VKK, (7) KKVK, (8) KVKK.
Penguasaan Fonologi dalam Pemerolehan Bahasa (Studi Kasus pada Anak Usia 1.5 Tahun) Lisma Meilia Wijayanti
Absorbent Mind Vol 1 No 1 (2021): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.21 KB) | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v1i1.783

Abstract

Acquisition of language is a very long process, starting from when the child does not know a language until it is fluent. Mastery of a language by a child begins with acquiring the first language which is often called the mother tongue. Phonological acquisition is a part of language acquisition which is often called language development or growth. This study aims to describe and explain the language acquisition of children aged 1 year and 5 months at the phonological level. This study used a descriptive research design combined with a case study approach. The main data source was the research subject (Rhanidya, 1.5 years old), while the additional data source was Mrs. Rhanidya. The data in this study are utterances that come out of Rhanidya's sense of utterance. While the data collection techniques used by researchers are interview, observation, peer and note-taking techniques. From the results of the analysis of phonological acquisition, it was found that 34 words had been mastered by the research subjects. The 34 words are divided into vowels and consonants and vowel phonemes and consonants from Indonesian and Javanese. The results also show that the acquisition of language in children in the phonological aspect is influenced by environmental factors, especially family, this is indicated by the large number of vocabulary they get in the family environment and around them. Children are also able to pronounce some nouns, verbs, and adjectives.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3;5 TAHUN (STUDI KASUS PADA RAJA) Pramita, Candra
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.046 KB) | DOI: 10.26418/ekha.v2i2.34356

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini  untuk memaparkan pemerolehan bahasa anak usia 3;5 tahun  yang meliputi pemerolehan fonologi, pemerolehan sintaksis, dan pemerolehan semantik. Penelitian ini dilakukan di Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan Maret  2019,  menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap seorang anak yang berusia 3;5 tahun bernama Raja. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, catatan harian, dan wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Raja telah mampu menguasai keseluruhan fonem vokal, yaitu (a,i.u,e,o) dan semua dilafalkannya dengan sempurna. Raja juga sudah mampu merangkai beberapa kata ke dalam sebuah kalimat. Akan tetapi untuk pemerolehan semantik Raja masih terdapat penyimpangan antara makna kata dimana makna yang disebutkannya tidak sesuai dengan makna yang sebenarnya.

Page 9 of 19 | Total Record : 190