cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
PELAYANAN SOSIAL DI BIDANG PENDIDIKANPADA FAITH BASED ORGANIZATION (STUDI DI RUMAH YATIM AT-TAMIM KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG) Eni Setiyawati; Santoso Tri Raharjo; Muhammad Ferdryansyah
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.967 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13087

Abstract

Pendidikan merupakan hak bagi semua orang. Pendidikan juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. Di bidang pendidikan, Pemerintah telah mengupayakan program wajib belajar 9 tahun dan dibebaskan dari biaya pendidikan. Akan tetapi, masih banyak anak yang putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu faktor seperti ketidaksanggupan orang tua dalam membiayai pendidikan anak karena keterbatasan ekonomi menjadi pemicu anak mengalami putus sekolah. Selain itu, akses pendidikan yang belum merata termasuk di dalamnya ketersediaan sarana dan prasarana dalam menunjang pendidikan khususnya bagi daerah yang berada di wilayah timur masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan studi dokumentasi.Rumah Yatim At-Tamim merupakan salah satu lembaga pelayanan sosial berbasis keagamaan yang berada di bawah naungan pondok pesantren At-Tamim hadir sebagai alternatif dalam memberikan solusi bagi anak yatim dhuafa dan muallaf khususnya bagi anak-anak yang berasal dari luar pulau Jawa, yaitu NTT dan NTB dikarenakan keterbatasan dana dan kesulitan dalam megakses pendidikan. Rumah Yatim At-Tamim berbasis semi panti ini memberikan pelayanan sosial dalam bidang pendidikan melalui pembiayaan sekolah formal (biaya sehari-hari termasuk uang saku), pemberian pendidikan informal yang diselenggarakan di dalam Rumah Yatim berupa program-program pendidikan yang kental dengan kurikulum berbasis agama Islam diantaranya mengaji Al-Qur’an dan setor hafalan, fiqih, ceramah dan bentuk keterampilan lain seperti wirausaha termasuk penyediaan sarana dan pra sarana yang menunjang dalam bidang pendidikan. Keseimbangan antara ilmu yang diperoleh di sekolah dengan ilmu agama yang diperoleh di lembaga ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang memiliki wawasan dan akhlak yang baik serta dapat menjalankan keberfungsian sosialnya di masyarakat.
Comparative Study on Human Development Index (HDI): Indonesia and Bangladesh Context Soni Ahmad Nulhaqim; M D Kamrujjaman
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10018

Abstract

The Human Development Index (HDI) is a development indicator since 1990, operated by theUnited Nations Development Programme. Our entitled “Comparative Study on HumanDevelopment Index (HDI): Indonesia and Bangladesh Context” paper will focus oncomparison of both countries situation. In common scenes Indonesia is in advance thanBangladesh but what is the real situation are exist in both countries will be explained by ourstudy. Here we will compare series data (1980-2011) & its trends, value comparison (2011-2012), of two countries. In this paper we have analysis following segments of two countriesnamed Inequality-adjusted HDI(IHDI), Gender Inequality Index (GII), Multidimensional PovertyIndex (MPI) and Cross-Analysis of Indonesia & Bangladesh related to others relevant data like:Demographic Situation, Education Condition, Health Situation, Gender Observation etc. In ourpaper we have used New method for 2011 data onwards that Published on 4 November 2010(and updated on 10 June 2011), starting with the 2011 Human Development Report the HDIcombines three dimensions: A long and healthy life: Life expectancy at birth, Education index:Mean years of schooling and Expected years of schooling, A decent standard of living: GNI percapita (PPP US$). Hopefully this paper will give us a clear idea about two countries currentsocio-economic condition as well.
KEADAAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK REMAJA PASCA REUNIFIKASI Nurliana Cipta Apsari; R. Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.8 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15687

Abstract

ABSTRACTFamily is the first and utmost place for child rights fulfilment. Commonly, family is the place to guarantee the development and child rights fulfilment, however, many children are being placed in orphanages in order for the children to acquire their rights of education. Children reside in orphanages are vulnerable of discrimination. In order to protect the vulnerable children, Save the Children with its program of Child and Family Support Center (PDAK) returning children residing in orphanages into their families, known as reunification, to receive family based care and still acquiring their rights including rights of education. Sequential mixed of quantitative and qualitative approach is used in this research. Data is collected from children and parents involved with reunification process and child care. The focus of this research is the fulfillment of child rights to develop and survival, mainly rights of education.The result shows that after reunification, one youth is not pursuing his study and decided to work because his father could not afford the educational expenses. The result also found that although the parents are economically deprived, but no youth have return to orphanages to receive institution based care. The research found strength of parent and resiliency of children thus keeping the children reside in their family and receive family based care. The strength of parent and child resilience exists because of social work support through case management model of PDAK Save the Children. The social workers have assisted the parents to gain access needed in order for them to fulfill the child rights. The social workers also assist and provide understanding to the children about their parents’ condition which then resulting in child resilience. Case management model serves as model for direct services for children and their families in keeping the continuity of family based care received by children after reunification. With this model, service providers will be able to synergized the policies and programs of social insurance planned and implemented by the government thus overcoming the limited access of parents to fulfill their children’s rights.
KEBIJAKAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.236 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i1.13159

Abstract

Kebijakan sosial dan program pelayanan telah banyak dilakukan oleh pemerintah. Meskipun suatu kebijakan sosial telah dirancang dengan baik, tidak berarti pelaksanaannya akan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Keberhasilan suatu kebijakan dilihat dari bagaimana kebijakan tersebut dapat diwujudkan menjadi pedoman yang lebih aplikatif untuk menjadi panduan dalam implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang interpretasi kebijakan Peraturan Bupati Sumedang No. 12/2013 oleh aparat pemerintah daerah terkait.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman aparat pemerintah mengenai kebijakan dilihat dari pemahaman mengenai masalah sosial yang menjadi sasaran dari kebijakan, tujuan dari kebijakan, serta regulasi lain yang terkait dengan kebijakan. Selain itu, pada aspek pilihan implementasi terdapat nilai-nilai dan kriteria yang muncul dari aspek-aspek pilihan. Adapun nilai-nilai yang muncul adalah equality dan equity, sedangkan kriteria yang muncul adalah effectiveness dan efficiency. Ketika menginterpretasikan kebijakan tersebut, aparat pemerintah juga memahami kendala dalam implementasi kebijakan. Adapun kendala dalam implementasi antara lain kondisi sosial budaya masyarakat, kebijakan pendukung, serta ketersediaan fasilitas pendukung.Penelitian ini merekomendasikan beberapa hal antara lain pelibatan dinas teknis lain dalam implementasi kebijakan, penyusunan peraturan pendukung, serta memaksimalkan pelibatan masyarakat dan pihak swasta dalam implementasi kebijakan.
KOMPETENSI LOKAL DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI DAERAH INDUSTRI Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.786 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13076

Abstract

Kemiskinan di daerah industri menarik untuk dikaji karena daerah industri selayaknya menjadi potensi yang akan mendatangkan keuntungan bagi wilayah yang bersangkutan. Namun, pada kenyataannya, banyak daerah industri dengan kondisi masyarakatnya tergolong miskin.Kecamatan Majalaya merupakan salah satu daerah industri di Jawa Barat yang masyarakatnya sejak abad ke-18 memiliki keterikatan yang sangat erat dengan kegiatan industri sehingga masyarakatnya mempunyai kompetensi lokal yang khas.Kompetensi lokal yang dimiliki masyarakat Majalaya mestinya menjadi modal yang kuat bagi upaya membangun kehidupan yang sejahtera. Namun faktanya, angka kemiskinan di Kecamatan Majalaya masih tinggi. Hal ini terjadi karena ada banyak faktor yang menyebabkan kurang optimalnya kontribusi kompetensi lokal dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Majalaya.Dalam keberadaannya, kompetensi lokal yang tumbuh dan berkembang di dalammasyarakat tidak bisa dipisahkan dari aspek kondisi geografis, historis, dan sosio-politis.Kompetensi lokal di dalam masyarakat mempunyai keragaman dan mengalami dinamika dari waktu ke waktu; setiap kompetensi lokal mempunyai kompleksitasnya sendiri dan senantiasa terkait dengan potensi wilayah setempat. Jumlah dan kondisi kemiskinan di daerah industri tidak bisa dilepaskan dari laju industrialisasi yang tidak berbasis pada pemberdayaan warga setempat dan kurangnya perhatian pihak-pihak terkait terhadap kompetensi lokal di dalam masyarakat.
PERSEPSI MASYARAKAT PADA PERCERAIAN Society Perception Of Divorce Noeranisa Adhadianty Gunawan; Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.329 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i1.19863

Abstract

ABSTRAKPerceraian merupakan terputusnya hubungan pernikahan yang telah diputuskan sesuai dengan hukum yang berlaku dan sudah berdasarkan kepada kesepakatan antara kedua belah pihak. Perceraian saat ini fenomena yang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, karena perceraian ini menandakan bahwa makna-makna yang terdapat dalam pernikahan tidak dijalankan dengan semestinya. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat tentang permasalahan yang terjadi dalam keluarga sebagai pemicu perceraian dan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap banyaknya kasus perceraian saat ini. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data berupa wawancara dengan informan, studi litelatur, dan studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mempresepsikan perceraian sebagai sesuatu yang tidak baik, terutama kasus gugat cerai yang diajukan istri. Masih adanya label di masyarakat yang menunjukan bahwa perempuan harus berperan sesuai kodratnya, walaupun saat ini telah banyak perempuan yang bekerja di luar rumah. Masyarakat mengungkapkan bahwa seharusnya pernikahan harus dapat dipertahankan agar makna kesakralannya sendiri tetap terjaga.Kata Kunci : Perceraian, Persepsi, Masyarakat
NEED ASSESSMENT MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS DI JATINANGOR Nandang Mulyana
Share : Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.449 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i1.13143

Abstract

Keberadaan perguruan tinggi di Jatinangor sesuai dengan SK Gubernur Nomor 593/3590/1987 yang menjadikan Wilayah Jatinangor sebagai kawasan pendidikan. Dengan dijadikannya kawasan pendidikan, perguruan tinggi yang berdiri di Jatinangor diharapkan untuk dapat membantu perkembangan masyarakat kearah yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang salah satu butirnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diimplementasikan dalam berbagai program yang direncanakan sesusia dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan.Lokasi penelitian untuk melihat kebutuhan dan potensi serta program yang telah di lakukan oleh perguruan tinggi ini di tiga desa. Ketiga desa tersebut adalah Desa Hegarmanah, Sayang, dan Cilayung. Pemilihan ketiga desa ini karena ketiga desa tersebut dekat dengan lokasi berdirinya perguruan tinggi dan memiliki karakteristik yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan mengambil sampel penelitian secara acak.Hasil penelitian menitikberatkan pada kebutuhan aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Selama ini kebutuhan dari masyarakat ketiga desa tersebut dari aspek pendidikan hampir sama yaitu masih sedikitnya putra-putra yang berasal dari ketiga desa tersebut yang dapat diterima perguruan tinggi yang ada di Jatinangor. Kebutuhan dari aspek kesehatan adalah masih kurangnya sarana pelayanan kesehatan bagi Desa Cilayung, dan masih dirasakan mahal biaya untuk pelayanan kesehatan. Sedangkan aspek ekonomi lebih kepada masih banyaknya tenaga kerja setempat yang belum tertampung dunia usaha disana.Ditinjua dari sisi potensi, ketiga desa yang dijadikan lokasi penelitian mempunyai potensi yang berbeda-beda. Desa Hegaramanah mempunyai potensi untuk mengembangkan usaha jasa, sedangkan Desa Sayang masih merupakan desa peralihan yang dapat dikembangkan menjadi desa yang lebih maju lagi. Desa Cilayung mempunyai potensi pengembangan petanian dan kerajinan.Program pengabdian kepada masyarakat juga dirasakan belum merata. Hal ini dapat dilihat bahwa kegiatan yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang ada di Jatinangor lebih banyak dilakukan di Desa Hegarmanah dan Desa Sayang. Sedangkan Desa Cilayung sangat jarang. Hal ini disebabka karena untuk mencapai Desa Cilayung cukup jauh padahal secara geografis letaknya sangat dekat desa Univarsitas Padjadjaran.
TEORI PEKERJAAN SOSIAL DALAM LINTASAN MODERNISME DAN POSMODERNISME Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.314 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13061

Abstract

Adanya perbedaan sudut pandang dalam memahami teori pada ilmu-ilmu sosial termasukpekerjaan sosial seringkali memunculkan pertanyaan seperti: apa sebenarnya teori itu? Apakahpekerjaan sosial memiliki teori? Apa gunanya teori dalam praktik pekerjaan sosial?Paling tidak dalam skema yang besar, pemahaman teori dapat berakar dari dua pandanganutama yang selama ini mempengaruhi pengetahuan pekerjaan sosial yaitu pemahaman teori yangberasal dari pandangan positivis atau modernis dan teori yang berasal dari pandangan posmodernis.Tentunya dilihat dari perjalanannya, teori dari aliran modernis-positivis adalah yang lebih dahuluberpengaruh, yang kemudian berkembang ke arah posmodernis.Struktur pengetahuan positivisme yang dibangun dari tradisi ilmu alam dianggap kurangmemadai dalam mengungkap kompleksitas gejala sosial atau interaksi dan perilaku manusia.Positivisme tidak sanggup mengungkap aspek-aspek yang tidak kasat mata dari fenomena sosial.Pengetahuan hanya sah bila sudah diuji oleh metode ilmiah. Sementara posmodernisme memberiruang yang lebih terbuka dalam mengungkap aspek-aspek penting dibalik sebuah pengetahuan.Realitas tunggal, universalisme dan generalisasi yang luas ditolak oleh pandangan ini. Pengetahuandianggap bukan gambaran sebenarnya dari realitas.Implikasi pada pekerjaan sosial dari dua pandangan ini diantaranya adalah memperkayaconceptual framework dari pengetahuan pekerjaan sosial serta memberi kesadaran baru akanpentingnya memperhatikan konteks, lokalitas, keragaman, relativitas kebenaran pengetahuan, sertaaspek-aspek penting lain dari kehidupan manusia atau dunia klien yang tidak terungkap olehmetode positivis. Terdapat pula relevansi pandangan posmodernisme dengan pekerjaan sosialsebagai ilmu terapan ketika pemaknaan teori tidak lagi dibatasi hanya sebagai penjelasan ekplanatifsaja.
Tantangan Pekerjaan Sosial di Masa Depan dalam kaitannya dengan Era Marketing 3.0 dan CSR 2.0 Hery - Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10024

Abstract

Berbagai analisis pemasaran mengatakan bahwa saat ini dunia memasuki era Marketing3.0, dimana dunia industri sudah harus memandang individu (konsumen) dianggapsebagai mahluk yang bukan rasional dan emosional, namun juga memiliki kebutuhan danrasa spiritual. Artinya, dibutuhkan sebuah cetak biru baru bagi pemikiran terkait strategipertumbuhan perusahaan. Dengan bahasa yang lain, dapat dikatakan bahwaPerkembangan ini, ternyata selaras dengan perkembangan CSR, yang semakin tidakbersifat charitas semata, namun semakin tergabung dengan grand strategy perusahaan.Kemajuan tersebut, dikenal dengan nama Corporate Social Responsibility 2.0, yaitusebuah semangat untuk memperbaiki segela kekurangan dari strategi CSR sebelumnya.Mengamati perkembangan tersebut, maka sangat perlu kiranya bagi praktisi pekerjaansosial untuk tetap berperan serta aktif dalam perkembangan pemikiran dunia ini. Hal inimengingat bahwa ranah pekerjaan sosial, terutama pekerjaan sosial industri sangat dekatdengan isu perkembangan marketing 3.0 dan CSR 2.0 yang memang berpotensimengubah wajah dunia industri kedepan
MODEL PELAYANAN SOSIAL BERBASIS SISTEM SUMBER DALAM MASYARAKAT INDUSTRI KERAJINAN BORDIR Nandang Mulyana; Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.25 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16024

Abstract

Sistem sumber digali dari nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi. Hal ini dikarenakan sistem sumber dalam masyarakat memberikan pelayanan sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat yang bersangkutan. Sistem sumber ini berupa daya, dana, barang, jasa, peluang, jalur, maupun informasi. Semakin banyak sistem sumber yang ada dalam masyarakat maka semakin banyak pelayanan sosial yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan mengatsi permasalahan yang ada. Penggunaan pelayanan sosial yang didasarkan sistem sumber lebih mudah diakses karena ada di dalam masyarakat yang bersangkutan termasuk dalam masyarakat industri kerajinan bordir. Pelayanan sosial pada dasarnya dapat dilakukan dengan  memanfaatkan lembaga yang ada dalam masyarakat ataupun dengan memanfaatkan hubungan yang terjadi dalam masyarakat.Metode penelitian adalah dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dari wawancara mendalam dan observasi. Sementara data sekunder didapat dari catatan tertulis, gambar, grafik, kliping Koran, rekaman, dan informasi yang berasal dari media elektronik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan sosial dalam masyarakat industri kerajinan bordir terbagi dalam tiga kategori. Pertama pelayanan sosial berdasarkan sistem sumber formal yang mentikberatkan pada organisasi khusus tempat masyarakat menjadi anggotanya. Kedua pelayanan sosial berdasarkan sistem sumber informal yang menitikberatkan pada hubungan yang terjalin dinatara anggota masyarakat. Ketiga, pelayanan sosial berdasarkan sistem sumber kemasyarakatan yang menitikberatkan pada pelayanan yang diberikan bagi semua anggota masyarakat. Selain itu juga model pelayanan sosial juga didasarkan pada cakupan dan kesinambungan serta penyelenggara pelayanan sosial.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue