cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN BISNIS UNTUK WIRAUSAHA PEMULA Risna Resnawaty; Nurliana Cipta Apsari; Budhi Wibhawa; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.495 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i1.13058

Abstract

Pembangunan masyarakat saat ini berlandaskan paradigma bottom up, sebuah pemahaman pembangunan yang tidak hanya berangkat dari bawah, namun paradigma ini juga memiliki arti bahwa masyarakatlah yang mengendalikan pembangunan. Dalam kegiatan PKM ini, tim berusaha mengajak masyarakat untuk dapat mengenali, memahami kondisi-kondisi aktual dalam masyarakat; dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan PKM yang diawali dengan proses assessment bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi lokal yang ada di lingkungan masyarakat, sehingga dapat memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, selain itu dengan adanya PKM ini juga, kapasitas masyarakat dapat ditingkatkan terutama pengetahuan dan pemahaman mengenai wirausaha kepada masyarakat.Berdasarkan hasil pemetaan/assessment diketahui bahwa Desa Sukarasa tidak hanya memiliki potensi alam yang melimpah, namun didukung pula oleh sumber daya manusia yang terampil terutama dalam kerajinan tangan dan olahan makanan. Walaupun demikian kondisi kehidupan masyarakat, terutama pada aspek ekonomi belumlah memadai, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi kualitas SDM yang masih rendah dan infrastruktur desa yang juga belum memadai. Sebagai contoh masyarakat pelaku industri kerajinan tangan dan olahan makanan belum mampu untuk menghasilkan produk yang ‘berbeda’ dan berkualitas bagus sehingga memiliki nilai jual tinggi. Dengan pertimbangan dari berbagai kondisi tersebut, maka kegiatan PKM ini diarahkan pada aspek ekonomi dengan menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Pelatihan Perencanaan Bisnis Untuk Wirausaha Pemula”.Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi untuk melakukan kegiatan wirausaha, sebab masyarakat sudah memahami mengenai strategi usaha terutama mengenai pemasaran, dan masyarakat berharap kegiatan serupa dapat dilakukan kembali di Desa Sukarasa.
PENGARUH MOTIVASI, MINAT, KEDISIPLINAN DAN ADAPTASI DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PESERTA PROGRAM AFIRMASI PENDIDIKAN MENENGAH ASAL PAPUA DAN PAPUA BARAT DI KOTA BANDUNG Carlos Kambuaya
Share : Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.827 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i2.13140

Abstract

Affirmative Action adalah kebijakan yang bertujuan agar kelompok/golongan tertentu memperoleh peluang yang setara dengan kelompok/golongan lain dalam bidang yang sama. Program afirmasi pendidikan menengah (ADEM) bagi siswa asal Papua dan Papua Barat bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara Jawa dan Papua. Program ini juga bertujuan untuk mencegah para siswa afirmasi pendidikan mengalami gegar budaya ketika kuliah di perguruan tinggi negeri di Jawa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel motivasi, minat, kedisiplinan dan adaptasi diri terhadap prestasi belajar siswa peserta program ADEM, serta menganalisis variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap prestasi belajar siswa peserta program ADEM asal Papua dan Papua Barat di Kota Bandung. Penelitian dilakukan di SMA dan SMK kota Bandung yang menerima siswa program ADEM. Responden penelitian sebanyak 80 siswa dengan teknik pengumpulan data kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS 18.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan antara motivasi terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dari uji parsial dengan uji (t) yang diperoleh probabilitas 0,003 < 0,05 atau nilai t hitung (3,201) > t tabel (1,983). Ada pengaruh yang signifikan antara minat terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dari uji parsial dengan uji (t) diperoleh probabilitas 0,042 < 0,05 atau nilai t hitung (2,021) > t tabel (1,983). Ada pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dari uji parsial dengan uji (t) yang diperoleh probabilitas 0,000 < 0,05 atau nilai t hitung (6,679) > t tabel (1,983). Ada pengaruh yang signifikan antara adaptasi diri terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dari uji parsial dengan uji (t) yang diperoleh probabilitas 0,031 < 0,05 atau nilai t hitung (2,189) > t tabel (1,983).
HASIL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH KOPERASI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PETANI DAERAH CEPOGO Mustangin Mustangin
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.494 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Kospin Tekun dan hasil yang diperoleh dari adanya pemberdayaan masyarakat di Kospin Tekun ini. Dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada informan yaitu kepada pengurus Kospin Tekun, Petugas dari Kospin Tekun yang melakukan pendampingan kelompok, serta petani yang tergabung menjadi anggota Kospin Tekun, serta studi dokumen dan observasi partisipan. Temuan Penelitian mengungkapkan adanya proses pemberdayaan masyarakat yaitu mengupayakan masyarakat untuk lebih mudah dalam mengakses permodalan. Dengan adanya Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Tekun maka masyarakat mengalami perubahan dari segi ekonomi. Dampak lain seperti terjaganya tradisi bersih desa karena masyarakat harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk membeli kebutuhan, selain itu ada peningkatan pengetahuan masyarakat karena selain program keuangan Kospin Tekun memberikan kesempatan untuk masyarakat petani dalam mengakses pengetahuan melalui pelatihan yang telah dirancang.
PENGEMBANGAN POTENSI PEMUDA - PEMUDI BANDUNG MELALUI GERAKAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL Salsabila Wahyu Hadianti; Yana Safitri
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.008 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i2.13214

Abstract

Permasalahan pada kota – kota besar di Indonesia tentunya semakin hari semakin kompleks, hal ini jugalah yang sama dialami oleh Kota Bandung. Walaupun Kota Bandung saat ini telah melakukan banyak inovasi dan pengembangan, namun sayangnya Kota Bandung sendiri tidak dapat menghindari beragam permasalahan sosial yang ada. Salah satu upaya dalam mengatasi persoalan di Kota Bandung sendiri salah satunya yakni melalui gerakan kewirausahaan sosial dengan melibatkan generasi muda (pemuda – pemudi) Kota Bandung yang terkenal kreatif sebagai potensi bagi Kota Bandung sendiri. Praktik kewirausahaan sosial ini merupakan sebuah alternatif berbasis masyarakat yang berpotensi menyempurnakan proses pembangunan, dimana masyarakat dijadikan partner dalam proses pembangunan. Dengan adanya gerakan kewirausahaan sosial, hal ini tentunya mendorong kita untuk dapat memecahkan permasalahan sosial bukan didasarkan kepada hal – hal yang bersifat patologis semata, melainkan melalui pengembangan potensi melalui kegiatan – kegiatan yang menyenangkan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM DESA TERNAK MANDIRI (DTM) DOMPET PEDULI UMAT DARUUT TAUHIID (DPUDT) DI NESA NEGLASARI KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Fiki Hari Nugraha; Agus Wahyudi Riana; Maulana Irfan
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.64 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13117

Abstract

Masalah sosial yang ada di Indonesia sangatlah banyak salah satunya yaitu fenomena kemiskinan, kemiskinan disini terbagi menjadi 2 dimensi atau di katagori yaitu kemiskinan di kota dan kemiskinan di desa. Contoh kemiskinan di desa salah satunya di Desa Neglasari Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Desa Neglasari merupakan daerah basis ekonomi pertanian dan perternakan di daerah majalaya yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan pertanian dan lahan ternak. Namun, Desa Neglasari pun termasuk ke dalam penduduk miskin yang tinggi. Menurut data Desa Neglasari memiliki 3.062KK yang mayoritas dari kalangan keluarga pra sejahtera Undang-undang No.10 tahun 1992 menyebutkan bahwa keluarga pra sejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, belum mampu memenuhi kebutuhan makan minimal dua kali sehari, pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja, sekolah, dan berpergian, memiliki rumah yang bagian lantainya bukan dari tanah, dan belum mampu untuk berobat di sarana kesehatan moderen. Hal ini sesuai dengan keadaan penduduk Desa Neglasari yang mayoritas menjadi buruh tani dan buruh ternak dengan penghasilan rata-rata Rp 35.000/hari, yang tentunya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan tanggungan keluarga lainnya. Dalam mengahadapi masalah kemiskinan, salah satu pendekatan pemecahan masalah kemiskinan di pedesaan yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat (community empowerment). Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang kini sering digunakan dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan mengangkat harkat martabat keluarga miskin. Selain pemerintah pun organisasi- organisasi pelayanan sosialpun melakukan hal sama dalam konsep pemberdayaan masyarakat. Desa Neglasari merupakan salah satu sasasran DPU DT dalam melaksanakan program DTM wilayah Jawa Barat. Penentuan lokasi atau sasaran penerima program tersebut melihat tingkat keluarga pra sejahtera yang tinggi, potensi pertanian, perternakan, juga sumber daya peternak yang harus dikembangkan, serta berusaha memperluas jaringan wilayah penerima program DTM di sekitar kabupaten Majalaya.
KEARIFAN LOKAL,KEBERFUNGSIAN SOSIAL DAN PENANGANAN BENCANA Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10021

Abstract

Masyarakat Indonesia kaya akan beragam bencana alam yang seringkali terjadi, namundibalik itu semua juga kaya sumber-sumber lokal dalam upaya mengatasi kehidupantermasuk mengatasi bencana alam tersebut. Kesadaran untuk mengangkat dan menggalikembali pengetahuan lokal atau kearifan budaya lokal adalah karena kemajuan ekonomidan sosial masyarakat dunia sekarang telah diiringi oleh pelbagai kerusakan lingkungan.Pembelajaran dan penggalian terhadap sumber-sumber kearifan budaya lokal (indigenous) menjadi penting dan menguat dalam dekade belakangan ini. Pekerjaan sosial perlumemahami beragam sumber lokal yang telah lama tumbuh dan berkembang dalammasyarakat, sebagai alternatif upaya penanganan masalah sosial masa kini dan masamendatang.
PROFIL PENDUDUK KABUPATEN CIANJUR Nunung Nurwati; Nandang Mulyana
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.328 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15721

Abstract

Informasi tentang kependudukan memiliki peran yang penting dalam penyusunan program pembangunan, oleh karena itu penduduk tidak saja sebagai objek pembangunan tetapi sebagai subjek, artinya penduduk tidak hanya menikmati pembangunan tetapi juga yang menggerakkannya.Sehingga penyusunan program pembangunan harus didasarkan pada data atau informasi tentang karakteristik penduduk di suatu walayah dalam waktu tertentu. Untuk itu, kajian ini tujuan menyusun profil kependudukan.Metode yang digunakan dalam kajian ini dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan bersumber dari data hasil publikasi yakni Data Sensus Penduduk tahun 2010, Sensus Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survey Sosial Ekonomi Daerah (Suseda).Kajian ini dilakukan di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.Hasil kajian ini menemukan bahwa tingkat kepadatan penduduk di daerah penelitian tidak merata. Tertinggi ada di Kecamatan Cianjur, Pacet, Cegenang, dan Cipanas. Wilayah ini merupakan kecamatan yang menjadi tujuan wisata, sehingga banyak menarik penduduk dari luar daerah untuk mendatanginya.Gambaran ini akan menjadi informasi awal tentang kependudukan bagi pembuat kebijakan. Information on population has an important role in the development programming, therefore the population is not only the object of development but as the subject, meaning that the people not only enjoy the development but also who mobilize it. So the development program should be based on data or information about the characteristics of the population in a walayah within a certain time. For this purpose, this study aims to develop a population profile.The method used in this study with a qualitative approach. The data used are from data of publication result that is 2010 Population Census Data, Indonesian Demographic and Health Census (SDKI) 2012, National Socioeconomic Survey (Susenas), Survey of Socio-Economic Area (Suseda). This study was conducted in Cianjur Regency, West Java .The results of this study found that the population density in the study area was uneven. The highest is in District Cianjur, Pacet, Cegenang, and Cipanas. This region is a sub-district that became a tourist destination, so much to attract residents from outside the region to visit him. This picture will be the initial information about the population for policy makers.
PENDAMPINGAN BAGI ANAK PENYANDANG THALASEMIA DAN KELUARGANYA Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.492 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i2.13197

Abstract

Thalasemia adalah penyakit genetis yang terdeteksi disaat seseorang masih dalam usia anak-anak. Sebagai efek dari penyakit ini, anak tidak dapat terlepas dari perawatan transfusi darah. Perawatan transfusi darah masih merupakan satu—satunya cara mencegah kematian pada anak penyandang thalassemia ini. Bagi anak dan keluarganya, fakta bahwa anak di diagnosa mengidap thalassemia bagaikan mimpi buruk karena beberapa hal, seperti diantaranya adalah ancaman kematian, perawatan transfusi darah se umur hidup anak, dan perubahan bentuk fisik anak yang terlihat jelas. Dampak dari diagnosa thalassemia salah satunya adalah perubahan kehidupan berinteraksi mereka dengan orang lain.
THE PRIMARY PROFESSION OF SOCIAL WORKER: EKSISTENSI PEKERJA SOSIAL SEBAGAI SUATU PROFESI Rizki Bunga Lestari; Soni Akhmad Nulhaqim; Maulana Irfan
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.326 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13078

Abstract

Esensi mendasar dari kemasan pembangunan kesejahteraan sosial melalui berbagai pelayanan adalah pemerataan kesejahteraan hidup seluruh komponen bangsa dengan standar hak asasi manusia. Dengan basis hak asasi, kualitas pelayanan sudah menjadi tuntutan. Pelayanan sosial sebagai tuntutan hak asasi manusia sangat penting, dan kualitas pelayanan yang baik menjadi keharusan yang tidak dapat dipungkiri. Karenanya, pelayanan sosial harus terencana secara sistematis, serta memenuhi standar kualitas pelayanan yang sesuai dengan filosofi bangsa, dan tuntutan profesionalisme. Dalam situasi dan kondisi perkembangan permasalahan sosial dan tuntutan publik terhadap orientasi kebijakan dan program pembangunan kesejahteraan sosial yang bertumpu pada keadilan untuk semua dan melindungi hak asasi manusia pada masa yang akan datang, dibutuhkan tenaga-tenaga profesional pekerjaan sosial. Maka, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengubah mindset masyarakat, meningkatkan eksistensi pekerja sosial sebagai suatu profesi kepada khalayak bukan hanya sekedar kegiatan charity melainkan sebagai suatu profesi yang memiliki knowledge, skill, dan values dalam praktiknya.
Pengetahuan Dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pemenuhan Hak Anak Dengan Disabilitas Di Kabupaten Bandung Barat Risna Resnawaty; Rudi Saprudi Darwis; Agus Wahyudi Riana
Share : Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.368 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i1.20213

Abstract

Artikel ini merupakan hasil riset mengenai tanggapan masyarakat terhadap keberadaan anak dengan disabilitas di lingkungan mereka. Setiap anak dengan kondisi apapun memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang, pendidikan, kesehatan ataupun layanan lainnya tanpa perbedaan dalam hidupnya. Akan tetapi kondisi fisik dan mental membuat anak-anak penyandang cacat berada dalam posisi yang cenderung mendapat perlakuan tidak nyaman seperti pengucilan, dan kekerasan fisik dari masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Orangtua yang memiliki anak penyandang cacat memainkan peran sangat kompleks, oleh karena itu orang tua yang memiliki anak penyandang cacat membutuhkan dukungan dari lingkungannya.Peneliti berasumsi bahwa pengetahuan dan kesadaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak dengan disabilitas akan mendorong mereka untuk mencari informasi maupun layanan yang optimal bagi tumbuh kembang anak mereka. Sementara itu masyarakat di lingkungan terdekat memiliki kewajiban untuk turut menciptakan lingkungan yang nyaman bagi tumbuh kembang anak dengan disabilitas.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di kabupaten Bandung Barat. Fakta menyebutkan bahwa orang tua memiliki kesadaran dalam memberikan kasih sayang dan memenuhi kebutuhan anak. Namun tingkat ekonomi yang rendah menyebabkan orang tua tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai cara pengasuhan dan mengakses layanan yang terbaik bagi anak. Sementara itu masyarakat belum sepenuhnya sadar mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan bagi anak dengan disabilitas yang ada di lingkungan mereka.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue