cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi" : 35 Documents clear
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN STATUS KEBERSIHAN MULUT PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN SEBAGAI LEPASAN DI KELURAHAN BATU KOTA KECAMATAN MALALAYANG Muluwere, Vlorenzy O.; Mariati, Ni Wayan; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.7252

Abstract

Abstract: Oral health is an important factor in human life. One of the causes of a person ignores his/her mouth and dental health problems is lacking of knowledge about oral hygiene. Oral hygiene of a removable denture wearer should still be noted. Denture should be kept clean to prevent further tooth loss, gingival inflammation or infection of bacteria and fungi, as well as unpleasant smell of the denture. This study aimed to describe the knowledge and oral hygiene status of the wearers of removable partial dentures in Batu Kota village, Malalayang. This was a descriptive study. Respondents were selected with a total sampling method. The sample size was equal to the total population of 30 people. Examination was performed by using mouth mirror and probe. Knowledge and oral hygiene status in removable partial denture wearers were calculated in percentages and the frequency distribution was evaluated by using the index O-HIS. The results showed that most respondents had less knowledge of oral hygiene. There were 24 respondents (80%) had less knowledge in maintaining dental health. Frequency distribution of respondents by using examination of O-HIS majority status was poor oral hygiene in 16 respondents (53.33%). Conclusion: In this study, most respondents had less knowledge in maintaining dental health meanwhile a half of the respondents had poor oral hygiene.Keywords: knowledge, dentures, oral hygiene. Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Salah satu penyebab seseorang mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulutnya ialah faktor pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut yang kurang. Kebersihan rongga mulut pada pemakai gigi tiruan lepasan harus tetap diperhatikan. Gigi tiruan harus dijaga kebersihannya untuk mencegah kehilangan gigi lebih lanjut, radang gingiva atau infeksi bakteri dan jamur, juga agar gigi tiruan tersebut tidak berbau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan status kebersihan mulut pada pemakai gigi tiruan sebagian lepasan di kelurahan Batu Kota kecamatan Malalayang. Penelitian ini bersifat deskriptif. Responden dipilih dengan metode total sampling dengan jumlah sampel sama dengan jumlah populasi 30 orang. Pemeriksaan dilakukan menggunakan kaca mulut dan sonde. Pengetahuan dan status kebersihan mulut pada pemakai gigi tiruan sebagian lepasan dihitung persentase dan distribusi frekuensinya dievaluasi dengan indeks O-HIS. Hasil penelitian menunjukkan 24 orang (80%) memiliki pengetahuan kurang dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Distribusi frekuensi responden berdasarkan status pemeriksaan O-HIS terbanyak ialah status kebersihan gigi dan mulut buruk dengan jumlah 16 orang (53,33%). Simpulan: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang mengenai kebersihan gigi dan mulut dan sekitar separuh responden memiliki status kebersihan gigi dan mulut yang buruk.Kata kunci: pengetahuan, gigi tiruan, kebersihan gigi dan mulut
GAMBARAN STATUS GINGIVA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU MANADO Warongan, Gabrielle; Wagey, Freddy; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6459

Abstract

Abstract: Pregnancy is a unique period in a woman's life and is characterized by a complex physiological changes such as nausea and vomiting . These changes can affect oral health during pregnancy due to a change in diet and oral hygiene is lacking. Gingivitis is one that is highly susceptible to periodontal disease occurs when the maintenance of oral health in pregnant women is not properly maintained. The purpose of this study was to describe the gingival status of pregnant women in health centers Bahu Manado. This was a descriptive cross sectional (cross-sectional) study. There were 34 samples obtained by using consecutive sampling and their gingival indexes were measured with Loe and Sillness method. The results showed that among the pregnant women in the second trimester there were 11 (79%) that experienced inflammation. Most pregnant women in the third trimester experienced severe inflammation as many as 16 people (80%). There were 2 pregnant women with mild, 14 moderate, and 18 with severe inflammation. Conclusion: All pregnant women in this study did not have normal gingival status and their inflammation were severe, moderate, and mild respectively. Pregnant women with gestational age third trimester had higher gingival indexes which meant more inflammed status. It is expected that health centers improve the program of oral health care of pregnant women, such as promotional activities on the importance of health and oral hygiene during pregnancy, motivation, and advicing the pregnant women to check to the dentists during pregnancy. Keywords: gingival status, pregnant womenAbstrak: Kehamilan adalah masa yang unik dalam kehidupan seorang wanita dan ditandai oleh perubahan fisiologis yang kompleks seperti mual dan muntah. Perubahan ini dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan yang disebabkan adanya perubahan pola makan dan kebersihan mulut yang kurang. Gingivitis merupakan salah satu penyakit periodontal yang sangat rentan terjadi jika pemeliharan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil tidak terjaga dengan baik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gingiva ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bahu Manado dengan subjek penelitian sebanyak 34 orang.Dengan menggunakan metode Convecutive samplingdan diukur dengan indeks gingival menurut Loe and Sillness.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil pada Trimester II rata-rata mengalami inflamasi sedang berjumlah 11 orang (79%). Terdapat 2 orang dengan inflamasi ringan, 14 orang inflamasi sedang dan 18 orang inflamasi berat. Kebanyakan ibu hamil pada Trimester III mengalami inflamasi berat sebanyak 16 orang (80%). Simpulan: Semua ibu hamil tidak memiliki status gingiva normal, dimana Ibu hamil dengan usia kehamilan Trimester III memiliki indeks gingiva lebih tinggi yang menggambarkan lebih banyak mengalami inflamasi.Bagi Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan program pelayanan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil seperti kegiatan promotif tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan mulut selama kehamilan, memberi motivasi dan nasehat kepada ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan rongga mulutnya ke dokter gigi bersamaan pada saat pemeriksaan kehamilannya.Kata kunci: status gingiva, ibu hamil.
GAMBARAN KEKUATAN TEKAN BAHAN TUMPATAN SEMEN IONOMER KACA YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN BERALKOHOL Roeroe, Vanessa M.; Wicaksono, Dinar A.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6408

Abstract

Abstract: Glass ionomer cement is restorative materials that attached on the enamel and dentin through chemical combination, that consists of powder and liquid. GIC powder and liquid are alumino silikat glass and from poliakrilik acid. Characters of GIC are biocompatible, removing fluoride, prevent developing cariest, esthetic, translucent, low solubility, anti bacterial. Nowadays, aperitif that consumed by people has sour nature and solvent. The purpose of this research is to know description compressive strength transformation of type II GIC that soaked in variant percentage of aperitif. This was an experimental research used post test only control group design. Each samples were 5 for every treat. Sample consisted of Type II SIK materials which soaked during 24 hours in 5%, 10%, 40% aperitif, and aquades as control. Endurance and Strength of Type II GIC measured by compression test device. From research result available that mean of strength GIC measurement which soaked in aperitif 5%, 10%, 40%, aquades such as 2,84 MPa, 3,36 MPa, 4,5 MPa, and 2,58 MPa as control variable. Description of this research is transformation of compressive strength GIC increasing if soaked in higher percentage aperitif because sample appication was not yet perfect.Keywords: compressive strength, glass ionomer cement, aperitifAbstrak: Semen ionomer kaca adalah bahan restorasi yang melekat pada enamel dan dentin melalui ikatan kimia, terdiri dari campuran powder dan liquid. PowderSIK adalah kaca aluminosilikat dan liquid larutan asam poliakrilik. Beberapa sifat yang dimiliki semen ionomer kaca yaitu biokompatibilitas melepas fluor sehingga dapat mencegah karies lebih lanjut, estetis, daya larut rendah, translusen, dan bersifat anti bakteri. Minuman beralkohol yang banyak dikonsumsi masyarakat saat ini mempunyai sifat asam dan sebagai pelarut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perubahan kekuatan tekan bahan tumpatan SIK tipe II yang direndam dalam minuman beralkohol dengan berbagai presentase. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only control group design. Masing-masing sampel dibuat 5 buah untuk setiap perlakuan. Sampel terdiri atas bahan SIK tipe II yang direndam dengan variasi presentase 5%, 10%, 40% alkohol dan aquades sebagai kontrol selama 24 jam. Kekuatan tekan SIK diukur menggunakan alat tes kompresi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata pengukuran kekuatan SIK yang direndam dalam alkohol 5%, 10%, 40%, dan kontrol aquades masing-masing 2,84 MPa, 3,36 MPa, 4,5 MPa, 2,58 MPa. Gambaran dari hasil penelitian ini bahwa perubahan kekuatan tekan SIK semakin meningkat apabila direndam dalam kadar minuman beralkohol lebih tinggi karena proses pembuatan sampel SIK belum sempurna.Kata kunci: kekuatan tekan, semen ionomer kaca, minuman beralkohol
UJI KEKERASAN KOMPOSIT TERHADAP RENDAMAN BUAH JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) Sitanggang, Patar; Tambunan, Elita; Wuisan, Jane
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.8198

Abstract

Abstract: Lime (Citrus aurantifolia) contains an acid agent which can affects the surface hardness of composite. Change of surface hardness of composite is caused by infiltration of water containing the acid agent that affects the bonding of matrix to filler of composite.This study aimed to determine the effect of immersed lime on surface hardness of composite. This was an experimental laboratory study with a pre and post test control group design. The samples of resin composite had 5 mm in diameters and 4 mm in thickness (n = 24). Samples were divided into two groups: mineral water as the control group and immersed lime as the trial group. Samples were alternately immersed for 30, 60, 120 minutes. Post immersion, the changes of composite hardness were measured with Mico Vickers Hardness Tester. Post immersion Vickers hardness was compared by using paired t-test. The result showed that immersed lime significantly reduced the surface hardness of composite (p<0.05). Duration of 60 and 120 minutes of lime immersion reduced significantly the surface hardness of composite (p<0.05). It is suggested to reduce the duration of acidic fruit exposure such as lime to the composite.Keywords: resin composite, surface hardness changes, limeAbstrak: Buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mempunyai kandungan asa m yang dapat memengaruhi kekerasan komposit. Perubahan kekerasan komposit disebabkan oleh menyerapnya air yang mengandung asam pada komposit yang memengaruhi ikatan matriks dan filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman buah jeruk nipis terhadap perubahan kekerasan komposit. Jenis penelitian ini ialah eksperimental laboratorium dengan desain pre and post test control group. Jumlah sampel penelitian ialah 24 resin komposit dengan diameter 5 mm dan tebal 4 mm. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol air mineral dan kelompok perlakuan yang direndam dalam sari jeruk nipis dengan 3 durasi waktu yang berbeda 30, 60, dan 120 menit. Setelah perendaman diukur nilai perubahan kekerasan dengan Mico Vickers Hardness Tester. Hasil perendaman berdasarkan uji Vickers diuji banding secara statistik menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh perendaman buah jeruk nipis terhadap perubahan kekerasan komposit (p<0,05). Pada durasi waktu 60 dan 120 menit terdapat pengurangan yang bermakna dari kekerasan permukaan resin komposit (p<0,05). Disarankan untuk mengurangi durasi paparan komposit terhadap buah-buahan yang mengandung asam seperti jeruk nipis.Kata kunci: resin komposit, perubahan kekerasan permukaan, jeruk nipis
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERUBAHAN DENYUT NADI PADA PASIEN EKSTRAKSI GIGI DI PUSKESMAS TUMINTING MANADO Pontoh, Beatrix I.; Pangemanan, Damajanti H. C.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6399

Abstract

Abstract: Dental practice surely will always be accompanied by patient’s anxiety. The anxiety itself is manifested through many ways. The physiological symptoms may occur, from the increasing pulse rate or excessive sweating. The objective of this research is to find out the relationship between the level of anxiety and the changes in the pulse rate of the patients who undergo tooth extraction. The methodological used in this study is descriptive and analytical from a cross sectional study performed in Puskesmas Tuminting Manado from 11 September to 1st October 2014. The population and sample were derived from the entire patients who visit Puskesmas Tuminting and undergo tooth extraction. The sample was drawn from the entire population according to specified inclusion criteria. The data was collected from questionnaires with Hamilton Anxiety Scale and the measurement of patient’s pulse rate was performed during the waiting time and tooth extraction preparation. The data was computed by using SPSS Program version 20 and analyzed through univariate and bivariate Spearmen analysis. The result shows that patients who undergo tooth extraction were experiencing anxiety and the patients’ pulse rate were increasing accordingly. The range of 31-40 years old were the highest age group who were experiencing anxiety and female experienced the highest level of anxiety. The relationship between anxiety and the changes in the pulse rate from the statistical study shows p value = 0.703, hence Ha is rejected. Conclusion: is there is no relationship between level of anxiety and the changes of pulse rate on the patients who undergo tooth extraction in Puskesmas Tuminting, Manado.Keywords: anxiety, pulse rate, tooth extractionAbstrak: Praktik Kedokteran Gigi tentunya tidak lepas dari kecemasan yang dialami oleh pasien. Kecemasan dapat bermanifestasi dalam berbagai cara. Tanda-tanda fisiologis yang dapat timbul, ditandai dengan meningginya denyut nadi atau berkeringat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan perubahan denyut nadi pada pasien ekstraksi gigi di Puskesmas Tuminting Manado.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional study) yang dilakukan di Puskesmas Tuminting Manado pada tanggal 11 September - 1 Oktober 2014. Populasi dan sampel ialah seluruh pasien yang berkunjung di Puskesmas Tuminting dan melakukan tindakan ekstraksi gigi yang berusia di atas 17 tahun serta sudah pernah melakukan ekstraksi gigi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi sesuai kriteria inklusi. Data diambil menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Scale dan pengukuran denyut nadi dilakukan saat menunggu dan saat berada di kursi dental sebelum tindakan ekstraksi gigi. Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 20 dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Spearmen.Hasil penelitian menunjukkan dalam tindakan ekstraksi gigi terdapat pasien yang mengalami kecemasan dan terdapat pasien yang mengalami peningkatan denyut nadi. Usia 31-40 tahun merupakan usia terbanyak yang mengalami kecemasan serta jenis kelamin perempuan paling banyak merasa cemas. Hubungan antara kecemasan ekstraksi gigi dengan perubahan denyut nadi dari hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,703 maka Ha ditolak. Simpulan: tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan perubahan denyut nadi pada pasien ekstraksi gigi di Puskesmas Tuminting Manado.Kata kunci: kecemasan, denyut nadi, ekstraksi gigi
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENYEBAB PENCABUTAN GIGI SULUNG DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KOTA MANADO PADA TAHUN 2012 Rakhman, Dwi Nur; Lampus, Benedictus S.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6649

Abstract

Abstract: Primary tooth extraction is a common action in dental clinic. There are many reasons for tooth extraction for example periodontal problem that damaged teeth could not be treated with pulp capping or endodontic treatment. Another reason for tooth extraction is orthodontic treatment that require tooth extraction. Some traumatic injury can be considered as a reason for tooth extraction. The purpose of this research is to know description of characteristics and reasons of primary tooth extraction in was Health Center Paniki Bawah Manado on 2012. This was a descriptive study with retrospective approach. Data was collected secondarily from all inform consent for primary tooth extraction in Helath Center Paniki Bawah Manado in 2012 with a total number 122. The result based on age showed that in age 2 – 4 there was 1 extraction (0.81%), age 5 – 9 there was 105 extraction (86.06%), whereas age 10 – 14 there was 16 extraction (13.3%). Based on the gender, 59 were males (48.36%) whereas 63 were females (51.64%). Based on the reasons of extraction there were 3 major reasons that is caries, persistent and mobility. Caries was the most common reason for extraction with 70 case (57.37%), another reason are mobility with 38 case (31.14%) and persistent with 14 case (11.49%).Keywords: characteristic, reasons of tooth extraction, primary toothAbstrak: Pencabutan gigi sulung merupakan tindakan yang umum dilakukan di poli gigi. Terdapat banyak penyebab dilakukannya pencabutan gigi seperti adanya masalah periodontal dimana gigi yang rusak sudah tidak dapat dirawat dengan perawatan pulpa atau perawatan saluran akar. Penyebab lain dilakukannya pencabutan gigi ialah akan dilakukannya perawatan ortodonti yang mengharuskan dilakukannya pencabutan gigi. Adanya cedera traumatik juga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu penyebab umum dilakukannya pencabutan gigi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran karakteristik dan penyebab pencabutan gigi sulung di Puskesmas Paniki Bawah kota Manado pada tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data yang diambil merupakan data sekunder berupa seluruh kartu status pasien pencabutan gigi sulung pada tahun 2012 yang berjumlah total 122. Hasil penelitian berdasarkan usia menunjukan pada usia 2 – 4 tahun terdapat 1 pencabutan (0,81%), usia 5 – 9 tahun terdapat 105 pencabutan (86,06%) sedangkan usia 10-14 tahun terdapat 16 pencabutan (13,13%). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki berjumlah 59 anak (48,36%) sedangkan perempuan berjumlah 63 anak (51,64%). Berdasarkan penyebab pencabutan gigi diketahui terdapat tiga penyebab pencabutan gigi yaitu karies, mobilitas, dan persistensi gigi. Dari ketiga penyebab tersebut, karies gigi merupakan penyebab terbanyak dengan total 70 pencabutan gigi ( 57,37%). Penyebab lainnya yaitu mobilitas sebanyak 38 gigi (31,14%) dan persistensi sebanyak 14 gigi (11,49%).Kata kunci: karakterisktik, penyebab pencabutan, gigi sulung
GAMBARAN KEBERSIHAN MULUT DAN KARIES GIGI PADA VEGETARIAN LACTO-OVO DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS KLABAT AIRMADIDI Candra, Michael W.; Ticoalu, Shane H. R.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6455

Abstract

Abstract: Good oral hygiene status can support oral health. The disease of the people in community is caries. Caries occur because of a lack of awareness about oral health. The purpose of this study to determine oral health overview and dental caries on lacto-ovo vegetarian in the department of nursing at the klabat university airmadidi. The population in this study that all students lacto-ovo vegetarian status III-VII semester student with a number of 150 people. The number of samples obtained from 60 people using the Slovin formula and how sampling using purposive sampling method. This kind of research is a descriptive cross sectional study. Based on the result of the study showed 60 samples examined 24 (40%) students who have optioned good oral hygiene, 36 (60%) students have mild oral hygiene, and no student has bad oral hygiene. Showed caries status 38(44,19%) students have caries, 27 (31,40%) students whose teeth removed due to decay or other indications. And 21 (24,42%) students get a permanent or temporary densities are still good. From the result about oral health overview and dental caries showed oral hygiene on lacto-ovo vegetarian in the department of nursing at the klabat university airmadidi in mild category however caries in low category.Keywords: oral hygiene and teeth caries, lacto-ovo vegetarianAbstrak: Status kebersihan mulut yang baik dapat menunjang kesehatan rongga mulut. Penyakit gigi yang banyak dialami masyarakat yaitu karies. Karies terjadi karena kurangnya kesadaran seseorang untuk menjaga kebersihan rongga mulutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kebersihan mulut dan karies gigi pada vegetarian Lacto-Ovo di jurusan keperawatan Universitas Klabat Airmadidi. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa vegetarian lacto-ovo yang berstatus mahasiswa semester III-VII dengan jumlah 150 orang. Jumlah sampel 60 orang diperoleh menggunakan rumus Slovin dan cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dari 60 sampel yang diperiksa didapatkan 24 (40%) mahasiswa yang mempunyai OHI-S baik, 36 (60%) mahasiswa mempunyai OHI-S sedang, dan tidak ada mahasiswa yang mempunyai OHI-S buruk. Status karies menunjukkan 38 (44,19%) mahasiswa mengalami karies, 27 (31,40%) mahasiswa yang giginya dicabut karena karies atau indikasi lainnya, dan 21 (24,42%) mahasiswa mendapatkan tumpatan tetap atau sementara yang masih bagus. Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran kebersihan mulut dan karies maka disimpulkan bahwa status kebersihan mulut pada vegetarian lacto-ovo di jurusan keperawatan Universitas Klabat Airmadidi termasuk kategori sedang sedangkan status karies termasuk dalam kategori rendah.Kata kunci : Kebersihan mulut dan karies gigi, Vegetarian lacto-ovo
GAMBARAN PERILAKU DAN CARA MERAWAT GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN PADA LANSIA DI PANTI WREDHA MINAHASA INDUK Lengkong, Pingkan E.O.; Pangemanan, Damajanti H. C.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6404

Abstract

Abstract: Removable partial dentures (RPDs) is a denture that replaces one or more missing teeth in the maxilla or mandible and can be removed by the patient. Patients maintain hygiene habits removable partial dentures can be seen from the frequency, time, and method used to clean dentures varies between individuals and different communities. The purpose of this study is to describe the behavior and how to care RPDs for the elderly in Panti Wredha Minahasa.This type of research is a descriptive study with cross sectional study. The samples were all elderly who meet the inclusion criteria were age 60-80 years using RPDs in seven nursing homes in Minahasa.Based on the research that has been conducted, most respondents RPDs cleaning by brushing without toothpaste 1 (3.3%) and brushing with toothpaste totaled 29 respondents (96.67%). A total of 13 respondents (43.3%) did immersion RPDs. Most respondents simply did immersion by using water that are 17 respondents (56.67%), and no one do immersion using a chemical solution. Most respondents, 13 respondents (43.3%) RPDs cleaning once a day, as many as 28 respondents (93.33%) did not find any difficulty in cleaning RPDs, all respondents (100%) did not get instruction after assembling, as many as 22 respondents (73.3%) using RPDs at night when sleeping.Conclusion: from the study based on behavior, most respondents use RPDs at night when sleeping. Based on how to brush, most respondents RPDs cleaning by brushing use a toothbrush and toothpaste. Based on how to care for the soaking, most respondents did soaking with water.Keywords: removable partial dentures, elderlyAbstrak: Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang pada rahang atas atau rahang bawah dan dapat dilepas oleh pasien. Kebiasaan pasien memelihara kebersihan gigi tiruan sebagian lepasan dapat dilihat dari frekuensi, waktu, dan cara yang digunakan untuk membersihkan gigi tiruan bervariasi pada setiap individu dan masyarakat yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku dan cara merawat GTSL pada lansia di Panti Wredha Minahasa Induk. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel adalah semua lansia yang memenuhi kriteria inklusi yaitu yang berusia 60-80 tahun, menggunakan GTSL di tujuh Panti Wredha di Minahasa Induk. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, responden paling banyak membersihkan GTSL dengan cara menyikat tanpa pasta gigi 1 orang (3,3%) dan menyikat gigi dengan pasta gigi berjumlah 29 responden (96,67%). Sebanyak 13 responden (43,3%) tidak melakukan perendaman GTSL. Responden terbanyak hanya melakukan perendaman dengan menggunakan air yaitu 17 responden (56,67%), dan tidak seorangpun yang melakukan perendaman dengan menggunakan larutan zat kimia. Sebagian besar responden yaitu 13 responden (43,3%) membersihkan GTSL sekali sehari, sebanyak 28 responden (93,33%) tidak menemukan kesulitan dalam membersihkan GTSL, semua responden (100%) tidak mendapatkan isntruksi setelah pemasangan, sebanyak 22 responden (73,3%) menggunakan GTSL pada saat malam hari ketika tidur. Simpulan: dari hasil penelitian berdasarkan perilaku, sebagian besar responden menggunakan GTSL pada saat malam hari ketika tidur. Berdasarkan cara menyikat, responden paling banyak membersihkan GTSL dengan cara menyikat memakai sikat gigi dan pasta gigi. Berdasarkan cara merawat dengan merendam, sebagian besar responden melakukan perendaman dengan menggunakan air.Kata kunci : gigi tiruan sebagian lepasan, lansia
GAMBARAN KECEMASAN TERHADAP PENAMBALAN GIGI PADA ANAK UMUR 6 – 12 TAHUN DI POLI GIGI DAN MULUT PUSKESMAS TUMINTING MANADO Wuisang, Melisa; Gunawan, Paulina; Kandou, Joyce
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.7663

Abstract

Abstract: Dental anxiety is the cause of psychological disorders such as depression, anxiety, and discomfort for dental care, especially in dental fillings. Dental anxiety in dental fillings is an obstacle that can lead to negative effects on patients, especially in pediatric patients. This study was conducted to obtain patients’ anxiety before dental fillings. This was a descriptive study with a total sampling method. Total sample of 50 pediatric patients aged 6-12 years consisted of 28 girls and 22 boys. Data were collected by using questionnaires Dental Anxiety Scale (DAS) before performing the dental fillings. The results showed that there were 17 girls (60.69%) and 6 males (27.27%) that experienced severe anxiety. Most severe anxiety was experienced by youngest aged children - the youngest age was 6 years.Keywords: children anxiety, dental fillingsAbstrak: Kecemasan dental adalah penyebab dari gejala gangguan psikologis seperti depresi, ketakutan, dan perasaan tidak nyaman terhadap perawatan gigi terutama dalam penambalan gigi. Kecemasan dental dalam penambalan gigi merupakan halangan yang dapat mengakibatkan efek negatif pada pasien terutama pada pasien anak. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran kecemasan pasien anak yang berusia 6-12 tahun sebelum melakukan proses penambalan gigi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode total sampling. Jumlah sampel 50 pasien anak berusia 6-12 tahun yang terdiri dari 28 anak perempuan dan 22 anak laki – laki. Data diambil menggunakan kuisioner Dental Anxiety Scale (DAS) sebelum dilakukan prosedur penambalan gigi. Hasil penelitian memperlihatkan pada kelompok anak perempuan yang mengalami cemas berat sebesar 17 sampel (60,69%) dan pada kelompok anak laki-laki sebesar 6 sampel (27,27%). Kecemasan berat paling banyak dialami oleh anak-anak yang umurnya paling muda yaitu 6 tahun dengan 6 sampel mengalami cemas berat dari total 8 sampel.Kata kunci: kecemasan anak, penambalan gigi
GAMBARAN RONGGA MULUT PADA LANSIA PEMAKAI GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN DI PANTI WERDA KABUPATEN Watuna, Fransisca F.; Wowor, Mona P.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6562

Abstract

Abstract: Removable partial dentures can be an alternative treatment for tooth loss in the elderly. Users of removable partial dentures without good treatment can cause a variety of changes to the conditions of hard tissue and soft tissues of the oral cavity which is the first driveway for human digestive system. In addition, the use of removable partial dentures in the elderly are particularly susceptible to the occurrence of disorders of the oral cavity. The purpose of this study is to provide a picture of the oral cavity in elderly users of removable partial dentures in elderly nursing home in Minahasa. This is a descriptive cross sectional study. This study used a total sampling method, with respondents is a 30 elderly users of removable partial dentures in elderly nursing home in Minahasa. The results showed that the presence of ulcers as a result of artificial teeth in the upper jaw 66.67%, ulcers due to artificial teeth on the lower jaw 50%, 30% gingival redness, swelling of the gingiva 30%, 36.67% gingival bleeding, gingival recession at 46, 67%, 50% Denture stomatitis, angular celulitis 46.67%, Plaque 43.33%, 56.66% calculus, caries 93.33%. The research shows elderly users of removable partial dentures in elderly nursing home in Minahasa have a conditions change for hard and soft tissues of the oral cavity. Suggested the elderly to pay more attention to health and hygiene denture for more vigorous control the state of the denture and the state of the oral cavity in dentistry.Keywords: oral cavity condition, elderly, dental removable partial denturesAbstrak: Gigi tiruan sebagian lepasan dapat menjadi salah satu alternatif perawatan terhadap kehilangan gigi pada lansia. Pengguna gigi tiruan sebagian lepasan tanpa perawatan yang baik dapat menyebabkan berbagai perubahan terhadap kondisi jaringan keras dan jaringan lunak pada rongga mulut yang merupakan jalan masuk pertama sistem pencernaan manusia. Disamping itu, pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan pada lansia sangat rentan terhadap kejadian kelainan ? kelainan pada rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran keadaan rongga mulut pada lansia pemakai gigi tiruan sebagian lepasan di panti werda Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode total sampling, dengan responden sebanyak 30 orang lansia pemakai gigi tiruan sebagian lepasan yang ada di panti werdha Kabupaten Minahasa. hasil penelitian menunjukan bahwa adanya Ulser akibat gigi tiruan pada rahang atas 66,67%, Ulser akibat gigi tiruan pada rahang bawah 50%, Kemerahan gingiva 30%, pembengkakan gingiva 30%, pendarahan pada gingiva 36,67%, Resesi pada gingiva 46,67%, Denture stomatitis 50%, angular celulitis 46,67%, Plak 43,33%, Kalkulus 56,66%, karies 93.33%, Kegoyangan 23,33%. Hasil penelitian menunjukan lansia pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di panti werda Kabupaten Minahasa mengalami perubahan kondisi jaringan keras dan jaringan lunak pada rongga mulut. Disarankan para lansia untuk lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan gigi tiruan untuk lebih giat mengontrol keadaan gigi tiruan dan keadaan rongga mulut di dokter gigi.Kata Kunci: kondisi rongga mulut, lansia, gigi tiruan sebagian lepasan

Page 1 of 4 | Total Record : 35