cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi" : 11 Documents clear
Kualitas pelayanan publik dan kedisiplinan tenaga SDM di Poliklinik Gigi dan Mulut BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.12315

Abstract

Abstract: The quality of public services in the era of globalization and regional authority, particularly in the field of health is a priority and the demands of society. This has to be supported by human resources in health facilities as the primary important factor to fulfil the qualified health services. Issues of human resources in health facilities that need attention are less efficient, effective, and professionalism in handling health problems. The seriousness of the government to anticipate and improve the quality of public services was stated with the establishment of national policies issued as a benchmark to assess the level of Indeks Kepuasan Masyarakat in KEP/25/KEP/M.PAN/4/2004. This study aimed to analyze the relationship between the discipline of human resources and the quality of public services in the Dental and Oral Clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital in Manado.This was a descriptive analytical study with a cross-sectional design. Samples were 80 people obtained by using purposive sampling technique. The independent variable was discipline while the dependent variable was the quality of public services. The instrument used in this study was questionnaires. The result of chi square test to analyze the relatonship between discipline and the quality of public services showed a p value of 1.000 (>0.05). Conclusion: There was no significant relationship between discipline and the quality of public services in the Dental and Oral Hygiene Clinic Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital in Manado. Keywords: discipline, human resources in health facilities, quality of public services Abstrak: Kualitas pelayanan publik di era globalisasi dan otonomi daerah khususnya pada bidang kesehatan merupakan prioritas dan tuntutan masyarakat. Hal ini harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang merupakan faktor penting dan penunjang utama dalam pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu. Masalah yang perlu mendapat perhatian tentang SDM kesehatan ini ialah kurang efisien, efektif, dan profesionalisme dalam menanggulangi permasalahan kesehatan. Keseriusan pemerintah untuk mengantisipasi serta memperbaiki mutu dan kualitas pelayanan publik dengan dibentuknya kebijakan nasional yang diterbitkan sebagai tolok ukur menilai tingkat mutu yaitu Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dalam Keputusan Menpan No. KEP/25/KEP/M.PAN/4/2004. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara disiplin tenaga SDM dan mutu pelayanan publik di Poliklinik Gigi dan Mulut BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 80 pasien diperoleh dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas ialah disiplin tenaga SDM di Poliklinik Gigi dan Mulut BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, sedangkan variabel terikat ialah mutu pelayanan publik. Instrumen penelitian ialah kuesioner. Hasil uji chi square untuk mengetahui hubungan disiplin dan mutu pelayanan publik mendapatkan nilai signifikansi 1,000 (>0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara disiplin SDM dan mutu pelayanan publik di Poliklinik Gigi dan Mulut BLU RSUP Prof. Dr. R. D Kandou ManadoKata kunci: disiplin, tenaga SDM kesehatan, mutu pelayanan publik
Gambaran maloklulsi pada siswa kelas 10 di SMA Negeri 9 Manado Rorong, Gabrielly F. J.; Pangemanan, Damajanty H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.10813

Abstract

Abstract: Malocclusion is an important oral health issue. Its effects on oral function and facial aesthetics have become a major concern. This study aimed to obtain the profile of malocclusion in grade 10 students of SMA Negeri 9 Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Population in this study was all students in grade 10 at SMA Negeri 9 Manado totaling 544 students. Samples were 30 students obtained by using purposive sampling technique. The results showed that the majority of respondents had malocclusion of Angle class I classification Dewey modification as many as 23.3% of type 2 and 20% of type 1. Malocclusion of Angle class I type 5 was found in 3.3% of respondents. Respondents with Angle Class II Division 1 and Division 2 were 13.3% each. Respondents with Angle Class III type 1 were as many as 6.7%. Conclusion: Malocclusion Angle classification Dewey modification with the highest percentage was class I type 2. Malocclusion of class II division 1 and division 2 had the same percentage. Of malocclusion class III, only the type 1 was found.Keywords: malocclusion, senior high school studentsAbstrak: Maloklusi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup besar. Pengaruhnya terhadap fungsi mulut dan estetika wajah telah menjadi perhatian besar di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran maloklusi pada siswa kelas 10 di SMAN 9 Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian potong lintang. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas 10 di SMA Negeri 9 Manado yang berjumlah 544 orang. Jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis maloklusi terbanyak dengan klasifikasi Angle kelas I modifikasi Dewey tipe 2 sebanyak 23,3% dan tipe 1 sebanyak 20% responden. Jenis maloklusi Angle kelas I tipe 5 paling sedikit yaitu sebanyak 3,3%. Responden dengan Angle kelas II divisi 1 dan divisi 2 masing-masing sebanyak 13,3%. Responden dengan Angle kelas III tipe 1 sebanyak 6,7%. Simpulan: Maloklusi klasifikasi Angle modifikasi Dewey yang terbanyak ialah kelas I tipe 2. Maloklusi kelas II divisi 1 dan divisi 2 sama banyak. Maloklusi kelas III yang ditemukan hanya tipe 1.Kata kunci: maloklusi, siswa SMA
Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi anak dengan tingkat keparahan karies anak TK di Kota Tahuna Rompis, Christian; Pangemanan, Damajanty; Gunawan, Paulina
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.11483

Abstract

Abstract: Mother's knowledge about children dental health is very important. It could be observed from some aspects such as knowledge of the causes of dental health problems, children dental care, dietary, and time schedule to the dentist. Def-t index is a measurement of the severity of dental caries in children. This study aimed to determine the relationship of mother's knowledge about the dental health and dental caries severity of kindergarten children in the town of Tahuna. This was an analytical study with a cross-sectional design. There were 65 kindergarten children as samples. Data were collected by using a questionnaire and the def-t examination sheet. The results showed as follows: the mother's knowledge about the dental health of children of good category 93.8% and poor category 6.1%. The examination of the severity of dental caries resulted in 4.61% low severity category, 26.1% moderate severity category, 60% high severity category, and very high severity category 9.23%. The contingency coefficient correlation test showed a significance of 0.270 (> p = 0.05); therefore, the relationship was weak. Conclusion: There was no relationship between mother's knowledge about dental health of the children and caries severity of kindergarten children in the city of Tahuna.Keywords: def- t, severity of caries, knowledge of motherAbstrak: Pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi anak menjadi salah satu hal yang penting di era sekarang ini. Pengetahuan ibu mengenai kesehatan gigi anak dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu pengetahuan tentang penyebab masalah kesehatan gigi, akibat masalah kesehatan gigi, perawatan gigi anak, pengaturan makanan serta waktu memeriksakan gigi anak ke dokter gigi. Tingkat keparahan karies merupakan pengukuran seberapa parah karies gigi pada anak dengan menggunakan indeks def-t. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi terhadap tingkat keparahan karies anak TK di kota Tahuna. Jenis penelitan ini analitik dengan rancangan potong lintang. Jumlah sampel yang diambil dari beberapa TK di Kota Tahuna sebanyak 65 anak. Teknik pengumpulan data mengunakan kuesioner dan lembar pemeriksaan def-t. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi anak di Kota Tahuna kategori baik 93,8% sedangkan kategori buruk 6,1 %. Pemeriksaan tingkat keparahan karies gigi mendapatkan kategori keparahan rendah 4,61%, kategori keparahan sedang 26,1%, kategori keparahan tinggi 60%, dan kategori keparahan sangat tinggi 9,23%. Hasil analisis menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi mendapatkan hasil signifikansi 0,270 (> p = 0,05), yang menunjukkan hubungan yang terjadi lemah. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi anak dengan tingkat keparahan karies anak TK di Kota Tahuna.Kata kunci : def- t, tingkat keparahan karies, pengetahuan ibu
Pengaruh maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial pada siswa SMA Negeri 1 Luwuk Sambeta, Dediyanto C.; Anindita, P.S.; Juliatri, .
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.12207

Abstract

Abstract: Facial appearance, especially the eye and mouth part, has the highest level in affecting people perception of aesthetic. Adolescence is a stage of self-identity formation. Adolescent face and mandible teeth aesthetic play an important role in forming a self-concept and pride. An unattractive appearance of face and the mandible teeth has a horrible impact on psychosocial development in adolescence. This study aimed to obtain the impact of anterior malocclusion on psychosocial status of SMA Negeri 1 Luwuk students. This was an analytical observational study with a cross sectional design. Subjects were obtained by using purposive sampling. This study was conducted in 2014 on September 14 to Oktober 10. Data were collected from the subjects with anterior malocclusion who underwent intraoral examination. There were 50 subjects selected to fill the PIDAQ questionnaire. The Spearman correlation test showed the coefficient of correlation (r) = 0.176, which indicated that the anterior malocclusion had no impact towards psychosocial status of SMA Negeri 1 Luwuk students. Conclusion: Anterior malocclusion had no impact towards psychosocial status of SMA Negeri 1 Luwuk students. Keywords: anterior malocclusion, adolescence, psychosocial status, psychosocial impact, PIDAQ Abstrak: Penampilan wajah, terutama pada bagian mata dan mulut, memiliki tingkatan tertinggi dalam memengaruhi persepsi estetika seseorang. Masa remaja merupakan tahap pembentukan identitas diri. Estetika wajah dan gigi-geligi remaja berperan penting dalam pembentukan konsep diri dan harga diri. Tampilan wajah dan gigi-geligi yang tidak menarik mempunyai dampak yang tidak menguntungkan pada perkembangan psikologis dan sosial seorang remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial siswa SMA Negeri 1 Luwuk. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memeriksa subjek yang mengalami maloklusi anterior. Penelitian ini dilakukan sejak 14 September-10 Oktober 2014. Terdapat 50 siswa sebagai subyek dan mengisi kuesioner PIDAQ. Uji Korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi (r) = 0,176, yang berarti tidak ada pengaruh antara maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial pada siswa SMA Negeri 1 Luwuk. Simpulan: Tidak terdapat pengaruh maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial pada siswa SMA Negeri 1 Luwuk.Kata kunci: maloklusi anterior, remaja, status psikososial, PIDAQ
Gambaran tindakan perawatan gigi anak di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2011 Cambu, Dominikus W.; Gunawan, Paulina N.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.11063

Abstract

Abstract: Dental caries are often found in children around the world, especially in developing countries, including Indonesia. According to Riskesdas of North Sulawesi province in 2013, the prevalence of active dental caries in children aged 12 years in Manado was 46.3% with DMF-T index 2.9%. Some efforts should be made to prevent and reduce the high prevalence of dental and oral diseases through promotion, prevention, treatment, and rehabilitation.This study aimed to obtain a profile of the child dental care actions at the Hospital of Sam Ratulangi University in 2011. This was a retrospective descriptive study. The results showed that most dental care actions were among children aged 8 years (58 cases; 20%) compared to the other children’ ages; and tooth extraction in 125 cases (43.2%), dental care actions among boys as many as 163 cases (56.3%) meanwhile among girls 127 cases (43.6%); and extractions in 125 cases (43.2%). Most dental care actions were performed in the lower jaw region (187 cases; 65.5%), tooth extraction in 125 cases (43.2%); dental care actions in the posterior region in 196 cases (67.5%) which was more frequent than in the anterior region 94 cases(32.5%) and tooth extraction was as many as 125 cases (42.3%).Keywords: dental care, childrenAbstrak: Karies gigi banyak dijumpai pada anak-anak di seluruh dunia terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) provinsi Sulawesi Utara tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi aktif pada anak usia 12 tahun di kota manado sebesar 46,3% dengan indeks DMF-T 2,9%. Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah dan menurunkan tingginya prevalensi penyakit gigi dan mulut ini, yaitu melalui usaha promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tindakan perawatan gigi anak di RSGM Universitas Sam Ratulangi tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan tindakan perawatan gigi paling banyak pada anak usia 8 tahun bila dibandingkan usia anak yang lain yaitu sebanyak 58 kasus (20%) dan tindakan pencabutan gigi sejumlah 125 kasus (43,2%); tindakan perawatan gigi pada anak laki-laki sebanyak 163 kasus (56,3%) lebih banyak dari perempuan 127 kasus (43,6%); tindakan pencabutan gigi sebanyak 125 kasus (43,2%); tindakan perawatan gigi paling banyak pada regio rahang bawah sebanyak 187 kasus (65,5%) dan juga tindakan pencabutan gigi sebesar 125 kasus (43,2%); tindakan perawatan gigi pada regio posterior sebanyak 196 kasus (67,5%), lebih banyak dari regio anterior 94 kasus (32,5%) dan tindakan pencabutan gigi sebanyak 125 kasus (42,3%).Kata kunci: perawatan gigi, anak
Pengaruh nilai intelligence quotient (IQ) terhadap status karies gigi siswa di SMA Binsus Manado Kukus, Jessica B. K.; Ticoalu, Shane H. R.; Parengkuan, Wulan G.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.11061

Abstract

Abstract: Health is the most important thing for human, as well as the oral health. Intelligence Quotient (IQ) is the ability to think in an abstract way, solving problems using verbal symbols and the ability to learn and adjust oneself with daily experience. Knowledge is so related to education where is expected that a person with high education where it is expected that a person with high education has wide scope of knowledge. This research was a descriptive research with cross sectional observational study. Sample were collected using purposive random sampling method with 82 from 455 students as samples. The results showed the average of DMF-T on students at SMA Binsus Manado was 2,91 and in the middle category according to WHO criteria. From this, the result of the Spearmen analysis shows that the relationship between IQ score and caries has a p value of 0,141. Hence, there is no relationship or influence of IQ score to the caries status in SMA Binsus Manado.Keywords: intelligence quotient, status cariesAbstrak: Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Demikian juga halnya dengan kesehatan gigi dan mulut. Intelligence Quotient (IQ) merupakan kemampuan berpikir secara abstrak, memecahkan masalah dengan menggunakan simbol-simbol verbal dan kemampuan untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan pengalaman-pengalaman hidup sehari-hari. Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling dengan jumlah subyek penelitian 82 dari 455 siswa. Hasil penelitian ini menujukkan rerata indeks DMF-T siswa SMA Binsus Manado sebesar 2,91 dan berdasarkan kriteria WHO berada pada kategori sedang. Dari hasil penelitian menunjukkan hasil analisis Spearmen tentang pengaruh nilai Intellegence Quotient (IQ) dengan status karies didapatkan p value 0, 141 (p<0,05). Jadi, tidak terdapat pengaruh nilai IQ terhadap status karies di SMA Binsus Manado.Kata kunci: intelligence quotient, status karies
Alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien poliklinik gigi di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Jatuadomi, .; Gunawan, Paulina N.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.12135

Abstract

Abstract: Teeth are very important to human being. Tooth loss may caused by caries, periodontal diseases, and trauma. Tooth loss may influence the social activities. Treatment with dentures as a replacement for missing teeth is very important because it can improve the aesthetics, restore chewing mechanism, restore speech function, maintain or retain the tissue around oral cavity, maintain jaw relation, and improve the quality of human life. There are some factors that influence people to use denture, inter alia: aesthetics, social relation, function, education, and culture. This study aimed to determine the reason to use removable denture among patients of Dental Clinic Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was is a descriptive study with cross sectional design. There were 32 samples with removable dentures made in the Dental Clinic aged 17-70 years who filled the questionnaires. Data were processed and analyzed desriptively, and presented based on frequency distribution in tables. The results showed that the reasons of removable denture usage of patients were perception to substitute the missing teeth, appearance of not toothless, confidence restoration, and interaction with other people. Albeit, based on the social economics,the construction of denture need a lot of cost. Keywords: tooth loss, removable denture Abstrak: Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang berperan penting bagi manusia. Terjadinya kehilangan gigi dapat disebabkan oleh karies, penyakit periodontal dan trauma. Kehilangan gigi dapat berpengaruh terhadap aktivitas sosial. Perawatan dengan pemakaian gigi tiruan sebagai pengganti gigi yang hilang sangat penting karna dapat memperbaiki estetik, mengembalikan mekanisme penguyahan, memulihkan fungsi bicara, memelihara atau mempertahankan jaringan sekitar mulut, relasi rahang dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Beberapa faktor yang memengaruhi masyarakat terhadap pemakaian gigi tiruan diantaranya estetik, sosial, fungsional, pendidikan dan faktor kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien Poliklinik Gigi di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diperoleh dengan metode total sampling. Terdapat 32 pasien yang membuat gigi tiruan lepasan di Poliklinik Gigi, berusia 17-70 tahun, dan bersedia mengisi kuisioner. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan berdasarkan distribusi frekuensi dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien di Poliklinik Gigi berdasarkan persepsi yang paling sering muncul yaitu memakai gigi tiruan bisa menggantikan gigi yang hilang; berdasarkan penampilan yaitu tidak ingin terlihat ompong, mengembalikan rasa percaya diri serta agar tidak merasa malu berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan sosial ekonomi pembuatan gigi tiruan membutuhkan biaya yang besar.Kata kunci: kehilangan gigi, gigi tiruan lepasan
Hubungan konsumsi jajanan dan status karies gigi siswa di SMP NEGERI 1 Tareran Wawointana, Iwan P.; Umboh, Adrian; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.10761

Abstract

Abstract: Dental caries is caused by email and dentin demineralization. In general, school age children have a high caries risk because they like to consume cariogenic foods. This was a descriptive analytical study with a cross sectional approach. This study aimed to obtain the relationship between cariogenic food consumption and dental caries status among students of SMP Negeri 1 Tareran.The whole study population as many as 258 students were used as samples. Primary data consisted of the dental caries examination to obtain the number of dental caries status (DMF-T) and of the questionnaire by using Food Frequency Questionnaire (FFQ) to obtain the consumption of cariogenic foods. The results showed that cariogenic food consumption of the majority of students in SMP Negeri 1 Tareran was categorized as occasionally which meant several times weekly. Dental caries status of the students belonged to the low category with an average DMF-T 1,82 which meant each student had two caries teeth. The statistical test showed that there was a relationship between consumption of cariogenic food and dental caries status.Keywords: consumption of cariogenic foods, dental caries statusAbstrak: Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin. Anak-anak usia sekolah umumnya berisiko tinggi terhadap karies karena mereka memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi jajanan dan status karies gigi di SMP Negeri 1 Tareran. Populasi penelitian yaitu seluruh murid di SMP Negeri 1 Tareran yang berjumlah 258. Sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling. Pengambilan data primer yaitu pemeriksaan karies gigi untuk melihat status karies gigi (DMF-T) dan pengisian kuesioner dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat konsumsi jajanan pada siswa di SMP Negeri 1 Tareran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jajanan sebagian besar siswa SMP Negeri 1 Tareran termasuk dalam kategori kadang-kadang yakni beberapa kali dalam seminggu. Status karies gigi siswa SMP Negeri 1 Tareran termasuk dalam kategori rendah dengan rata-rata DMF-T 1,82 yang artinya siswa mengalami karies rata-rata 2 gigi. Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan konsumsi jajanan dan status karies gigi.Kata kunci: konsumsi jajanan, status karies gigi
Uji pelepasan ion nikel dan kromium pada beberapa braket stainless steel yang direndam di air laut Lombo, Cliff G.; Anindita, P. S.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.11062

Abstract

Abstract: Orthodontics is the branch of dentistry that studies about how to prevent, protect, and care of malocclusion involving teeth, as well as skeletal and soft tissues of dentofacial region. Fixed orthodontic appliance is one of the means used to achieve the treatment goal. The use of orthodontic bracket is one of the main components in fixed orthodontic treatment which serves to deliver the required force on the teeth. This study aimed to determine the amount of Cr and Ni ions released from the stainless steel bracket (brand A, B, and C) immersed in sea water. This was a laboratory experimental study with a pre-experimental and nonequivalent control group designs. Samples were assayed using UV-Vis spectroscopy to determine the release of the metals: nickel and chromium. The samples consisted of 4 kinds of brand bracket immersed in sea water for 48 hours at a temperature of 37ºC. The results showed that the release of nickel and chromium ions in sea water varied in each sample. In sample A, the release of nickel 0.096 ppm and of chromium 0.202 ppm. In sample B, the release of nickel 0.154 ppm and of chromium 0.027 and. In sample C, the release of nickel 0,066 ppm and of chromium 0,019 ppm. The release of chromium in each sample was higher than the release of nickel. The results showed that there was no particular pattern of the released ions. This might be due to the different composition of the stainless steel brackets depending on the terms of each manufacturer.Keywords: bracket stainless steel, nickel and chromium, UV-Vis spectroscopy, seawaterAbstrak: Ortodonsia adalah cabang dari ilmu kedokteran gigi yang mempelajari tentang cara mencegah, melindungi, dan merawat maloklusi yang melibatkan gigi geligi, skeletal, dan jaringan lunak regio dentofasial. Alat ortodontik cekat merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan perawatan ontodontik. Penggunaan braket ortodonti merupakan salah satu komponen utama dalam perawatan ortodonti cekat yang berfungsi untuk menghantarkan gaya yang diperlukan pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya ion Cr dan Ni yang terlepas pada braket stainless steel merek A, B, dan C yang direndam dalam air laut. Jenis penelitian yang digunakan ialah eksperimental laboratorik dengan rancangan pra eksperimental serta desain penelitian nonequivalent control group. Sampel diuji menggunakan spektroskopi UV-Vis untuk mengetahui pelepasan logam nikel dan cromium. Sampel terdiri dari 4 macam merek braket direndam dalam air laut selama 48 jam pada suhu 37ºC. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pelepasan logam nikel dan kromium dalam air laut yang bervariasi di tiap sampel. Sampel A memiliki pelepasan nikel 0,096 ppm dan kromium 0,202 ppm; sampel B memiliki pelepasan nikel 0,154 ppm dan kromium 0,027; sampel C memiliki pelepasan nikel 0,066 ppm dan kromium 0,019 ppm. Pelepasan kromium pada tiap sampel lebih tinggi dibandingkan dengan pelepasan nikel. Hasil penelitian tidak menunjukan pola tertentu. Hal ini dapat disebabkan karena komposisi yang berbeda-beda dari braket stainless steel tergantung ketentuan masing-masing pembuatnya.Kata kunci: braket stainless steel, nikel dan cromium, spektroskopi UV-Vis, air laut
Pengaruh konsumsi semangka (Citrullus lanatus) dalam menurunkan indeks debris pada anak usia 8-10 tahun Lusnarnera, Rafi; Tendean, Lydia E. N.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.11484

Abstract

Abstract: Fresh fruit consumption which is rich in vitamins, minerals, fibers, and water can expedite tooth self cleansing, therefore, debris width surface can be decrease. Watermelon is one of favorable fruits with sweet taste. Watermelon contains 91.45 g water and 0.4 g fiber every 100 g of watermelon flesh. Debris affects the occurrence of caries. According to Basic Health Research (RISKESDAS) in 2013, dental and oral health problems, specifically in North Sulawesi, were 31.6%; caries in North Sulawesi was 5.4%. Preventive efforts towards caries among children must be done systematically and as early as possible. Age category 8th – 10th is the most critical on the occurrence of caries. This study aimed to find out whether watermelon consumption can decrease debris index among children aged 8-10 years old. This was an experimental study with a pre-experimental design one-shot case study and a pre-test and post-test approach. This study was conducted at SDN 118 Manado, with a total population of 38 students. Samples were obtained by using the total sampling method. Based on the Wilcoxon test, the significance probability value was p = 0.000 which meant that there was a significant difference between debris index before and after watermelon consumption. Conclusion: Watermelon consumption can decrease debris index among children aged 8-10 years.Keywords: watermelon, debris index, childrenAbstrak: Konsumsi buah yang segar dan kaya akan vitamin, mineral, serat dan air dapat melancarkan pembersihan sendiri pada gigi, sehingga luas permukaan debris dapat dikurangi. Semangka merupakan buah yang banyak disukai karena rasanya yang manis. Dalam semangka terkandung kadar air yang cukup tinggi yaitu 91,45 g dan kadar serat sebesar 0,4 gr tiap 100 g daging buah semangka. Debris berpengaruh cukup besar terhadap proses terjadinya karies. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013, masalah gigi dan mulut khususnya di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 31,6%, dan yang mengalami karies gigi sebesar 5,4%. Upaya preventif pada anak diperlukan untuk mengatasi karies gigi serta dilakukan secara sistematis dan sedini mungkin. Usia 8-10 tahun merupakan kelompok usia yang kritis terhadap terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi semangka dalam menurunkan indeks debris pada anak usia 8-10 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pra-eksperimental jenis one-shot case study dan pendekatan pre dan post-test perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 118 Manado dengan populasi sebanyak 38 siswa. Sampel penelitian ini didapatkan dengan teknik total sampling. Berdasarkan uji Wilcoxon nilai probabilitas signifikansi p = 0,000 yang artinya terdapat perbedaan bermakna antara selisih indeks debris sebelum konsumsi semangka dan setelah konsumsi semangka. Simpulan: Konsumsi semangka dapat menurunkan indeks debris pada anak usia 8-10 tahun.Kata kunci: buah semangka, indeks debris

Page 1 of 2 | Total Record : 11