cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi" : 36 Documents clear
Profil status karies pada anak usia 13-15 tahun dan kadar fluor air sumur di daerah pesisir pantai dan daerah pegunungan Iswanto, Lidia; Posangi, Jimmy; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13649

Abstract

Abstract: Dental caries is a destructive process that starts from the enamel to the dentine caused by Streptoccocus mutans bacteria. Fluorine is the most affecting chemical substance to the percentage of dental caries. Residents with geographically different locations have different caries risks. This study aimed to obtain the differences in the status of dental caries in children aged 13-15 years and the fluoride content of well water in the coastal area and mountainous area. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were 60 people obtained by using purposive non-probability sampling method. Examination of dental caries was carried out by using DMF-T index and fluorine content was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometer AAS type A230 with a wavelength of 525 nm. The results showed that the status caries of children aged 13-15 years in the coastal area (Lihunu village) based on DMF-T index was 2.5 (low caries status) meanwhile the status of caries in children aged 13-15 years in the mountainous area (Rurukan village) based on DMF-T index was 6.2 (high caries status). Fluorine content of well water consumed in the coastal village was 0.25 ppm (categorized as very low) and the fluorine content of well water consumed in the rural mountainous area was 0.28 ppm (categorized as very low).Keywords: caries status, fluoride water content, mountainous area, coastal areaAbstrak: Karies gigi merupakan suatu proses kerusakan yang dimulai dari enamel hingga ke dentin yang disebabkan oleh bakteri Streptoccocus mutans. Fluor merupakan unsur kimia yang paling memengaruhi persentase karies gigi. Penduduk yang secara geografis letak kediamannya berbeda memiliki risiko karies yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status karies gigi pada anak usia 13-15 tahun dan kadar fluor air sumur di daerah pesisir pantai dan di daerah pegunungan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive non probability sampling dengan sampel sebanyak 60 orang. Pemeriksaan karies gigi menggunakan indeks DMF-T dan pengukuran kadar fluor menggunaan spektrofotometer serapan Atom, AAS tipe A230 dengan panjang gelombang 525 nm. Hasil penelitian status karies pada anak usia 13-15 tahun di daerah pesisir pantai (Desa Lihunu) berdasarkan pemeriksaan indeks DMF-T sebesar 2,5 berada pada status karies rendah dan status karies pada anak usia 13-15 tahun di daerah pegunungan (Kelurahan Rurukan) berdasarkan pemeriksaan indeks DMF-T sebesar 6,2 termasuk dalam status karies tinggi. Kadar fluor air sumur yang dikonsumsi di daerah pesisir pantai sebesar 0,25 ppm (kategori sangat rendah) dan kadar fluor air sumur yang dikonsumsi di daerah pegunungan sebesar 0,28 ppm (kategori sangat rendah).Kata kunci: status karies, kadar fluor air, daerah pegunungan, daerah pesisir pantai
Status gingiva anak usia 14-15 tahun di daerah dataran tinggi dan di daerah pesisir pantai Zarra, Jizel; Siagian, Krista V.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14220

Abstract

Abstract: Gingiva is prone to any disturbances. Poor dental and oral health can cause inflammation of the gingiva. Children aged 14-15 years have already permanent teeth that had fully grown. This study was aimed to obtain the gingival status of children aged between 14-15 years old living in the highland and at the coastal area. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. The study population was all students aged 14-15 years at SMP GMIM Rurukan and SMP PGRI Tandurusa (Junior high schools). Subjects were 30 students obtained by using purposive sampling. Data of gingival status were obtained from examination of gingival index according to Loe and Silness. The results showed that the gingival status of subjects living in the highland were mild inflammatory category (66.7%) and moderate inflammatory category (33.3%), whereas of those at the coastal area were mild inflammatory category (93.4%) and moderate inflammatory category (3.3%). Keywords: gingival status, children 14-15 years, highland, coast Abstrak: Gingiva merupakan jaringan yang rentan terhadap berbagai gangguan. Buruknya kesehatan gigi dan mulut dapat menimbulkan peradangan gingiva. Pada kelompok usia 14-15 tahun anak telah memiliki gigi permanen yang sudah tumbuh lengkap dalam rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gingiva anak usia 14-15 tahun di daerah dataran tinggi dan di daerah pesisir pantai. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah seluruh siswa berusia 14-15 tahun yang bersekolah di SMP GMIM Rurukan dan SMP PGRI Tandurusa. Subjek penelitian diambil sebanyak 30 siswa menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva Loe and Silness. Hasil penelitian mendapatkan status gingiva subjek di daerah dataran tinggi tergolong kategori inflamasi ringan (66,7%) dan kategori inflamasi sedang (33,3%), sedangkan status gingiva subjek di pesisir pantai tergolong kategori inflamasi ringan (93,4%) dan kategori inflamasi sedang (3,3%). Kata kunci: Status gingiva, usia 14-15 tahun, dataran tinggi, pesisir pantai
Keparahan karies gigi yang tidak dirawat pada siswa SD GMIM 31 Manado berdasarkan indeks PUFA Sumual, Inriyani A.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Wowor, Vonny N.S.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13937

Abstract

Abstract: Dental caries is one of the infectious diseases that can damage the tooth structure resulted in tooth decay. Untreated dental caries will continue damaging the teeth and create infection around the surrounding structure. This infection destroys tissue around the teeth and can cause ulceration, abscess, and fistula. Moreover, it acts as focal infection to other organs. Children are vulnerable to dental caries. This study was aimed to determine the severity of untreated dental caries in SD GMIM 31 Manado based on PUFA index. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population consisted of 90 students grade I to grade VI of SD GMIM 31 Manado. There were 80 samples obtained by using total sampling method. The results showed the average indexes of untreated dental caries which caused exposed pulp (P) was 1.5; caused ulceration (U) 0.2; no fistula (F); caused abscesses (A) 0.03, or almost nothing. The highest index was in the 11 years old group and females. The average PUFA index of untreated dental caries was 1.7. Keywords: severity of untreated dental caries, PUFA index. Abstrak: Penyakit karies gigi merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat merusak struktur gigi dan menyebabkan terjadinya lubang pada gigi. Karies gigi yang tidak dirawat akan terus berlanjut kerusakannya, bertambah parah dan dapat menimbulkan infeksi dan merusak jaringan sekitar gigi seperti ulserasi, abses, dan fistula, bahkan dapat menyebabkan fokus infeksi bagi organ tubuh lainnya. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan untuk terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keparahan karies gigi yang tidak dirawat pada siswa SD GMIM 31 Manado berdasarkan indeks PUFA. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian yakni siswa kelas I hingga kelas VI SD GMIM 31 Manado berjumlah 90 orang. Jumlah sampel yang sesuai kriteria inklusi sebesar 80 sampel, diambil menggunakan total sampling method. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata angka keparahan karies gigi yang tidak dirawat dan menyebabkan pulpa terbuka (P) sebesar 1,5; menyebabkan ulserasi (U) sebesar 0,2; tidak ada yang menimbulkan fistula (F); menyebabkan abses (A) 0,03 atau hampir tidak ada. Keparahan terbanyak pada kelompok usia 11 tahun dan pada siswa berjenis kelamin perempuan. Angka rata-rata keparahan karies gigi yang tidak dirawat (indeks PUFA) sebesar 1,7.Kata kunci: keparahan karies gigi yang tidak dirawat, indeks PUFA
Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Steenis) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Warokka, Klaudya E.; Wuisan, Jane; ., Juliatri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13766

Abstract

Abstract: Inadequate oral and dental hygiene can cause plaques containing various kinds of bacteria; one of them is Streptococcus mutans which is the main cause of dental caries. Binahong leaf (Anredera cordifolia Steenis) is a medicinal herb that contains antibacterial compounds namely flavonoids, alkonoid, terpanoid, and saponins. This study aimed to determine the minimal inhibitory concentration (MIC) of binahong leaf extract to the growth of Streptococcus mutans. This was a true experimental study with a randomized pretest-posttest control group design. The method used in this study was serial dilution method with turbidimetry and spectrophotometry as the test methods. Binahong leaves were taken from Tempok village and were extracted with maceration method using ethanol 96%. Streptococcus mutans bacteria were obtained from a pure bacterial stock in Microbiology Laboratory of Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science University of Sam Ratulangi Manado. The result showed that the minimal inhibitory concentration (MIC) of binahong leaf extract (Anredera cordifolia steenis) to the growth of Streptococcus mutans was 6.25%.Keywords: Streptococcus mutans, binahong leaf, MIC, tooth cariesAbstrak: Kebersihan gigi dan mulut yang buruk dapat menyebabkan terbentuknya plak yang mengandung berbagai macam bakteri, salah satu diantaranya Streptococcus mutans yang menjadi penyebab utama terjadinya karies gigi. Daun binahong (Anredera cordifolia steenis) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa antibakteri yaitu flavonoid, alkonoid, terpanoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dari daun binahong terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ini ialah eksperimental murni dengan randomized pretest-posttest control group design. Penelitian ini menggunakan metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Daun binahong diperoleh di desa Tempok, dan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diambil dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian mendapatkan bahwa KHM daun binahong terhadap pertumbuhan streptococcus mutans ialah pada konsentrasi 6,25%.Kata kunci: Streptococcus mutans, daun binahong, KHM, karies gigi
Perbandingan efektivitas pendidikan kesehatan gigi menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak Kantohe, Zakarias R.; Wowor, Vonny N. S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13490

Abstract

Abstract: Currently, the oral health of children in Indonesia is still a problem dominated by caries and periodontal disease. A highly influential factor to these two diseases is behavior. One way to change that behavior is by intervening through education to improve children knowledge by using media or tools. This study aimed to compare the effectiveness of dental health education using video media and flip chart in increasing children knowledge about oral health. This was a quasi experiment with a non equivalent control group design. Samples were students of SDN Kolongan aged 10-11 years old obtained by using total sampling method and were divided into two treatment groups: video media and flip chart. This study used the Mann-Whitney hypothesis test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that the p-value of dental health education influence using video media and flip chart to the improvement of oral health knowledge of children was 0.000 for each media. The statistical test comparing the effectiveness of dental health education using both media showed a p-value of 0.007. Conclusion: Dental health education using video and flip chart media improved effectively the oral health knowledge of students. Moreover, dental health education using video media was more effective in improving the oral health knowledge of students than using flip chart media.Keywords: dental health education, video media, flip chart media, children knowledgeAbstrak: Saat ini kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia masih menjadi masalah yang didominasi oleh penyakit karies gigi serta periodontal. Faktor yang sangat bepengaruh pada kedua penyakit ini yaitu faktor perilaku. Salah satu cara untuk merubah perilaku yakni dengan melakukan intervensi lewat pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anak. Pemberian pendidikan kesehatan gigi dan mulut (PKG) pada anak akan lebih efektif dan optimal bila menggunakan media atau alat bantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Jenis penelitian ialah quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Sampel yaitu siswa SDN Kolongan yang berusia 10-11 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media video dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak masing-masing dengan nilai p=0,000. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas PKG dengan menggunakan kedua media tersebut mendapatkan nilai p= 0,007. Simpulan: PKG menggunakan media video dan flip chart efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. PKG menggunakan media video lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak dibandingkan menggunakan media flip chart.Kata kunci: PKG, media video, media flip chart, pengetahuan anak
Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Lolongan, Raymond A.; Waworuntu, Olivia; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14161

Abstract

Abstract: Impatiens balsamina L. is an herbal plant which contains flavonoids that has been proven to inhibit the growth of Streptococcus mutans. This study was aimed to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf extract on the growth of Streptococcus mutans. This was a true experimental study with a randomized pretest-postest control group design. The method used was serial dilution and tested with the spectrophotometer and turbiditry measurements. Balsamina leaf was extracted by using maceration method with 96% ethanol. The Streptococcus mutans bacteria were obtained from pure stock bacteria at Microbiology Laboratory of Pharmacy Faculty of Mathematics, University of Sam Ratulangi. The results indicated that the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf (Impatiens balsamina L.) extract on the growth of Streptococcus mutans was at a concentration of 3.125%.Keywords: balsamina leaf (Impatiens balsamina L.), Streptococcus mutans, MIC Abstrak: Pacar Air (Impatiens balsamina L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung flavonoid yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Daun Pacar air diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diperoleh dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada konsentrasi 3,125%. Kata kunci: daun pacar air (Impatiens balsamina L), Streptococcus mutans, KHM
Pengaruh berkumur larutan teh hijau dalam menurunkan akumulasi plak pada gigi anak usia 8-10 tahun Nubatonis, Nikhe D.; Gunawan, Paulina N.; Wuisan, Jane
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13925

Abstract

Abstract: Oral health is still a major problem in Indonesia. Ignorance towards oral health has lead to accumulation of dental plaques. Children aged 8-10 are susceptible to have dental caries because they like to consume rich-sugar foods. Moreeover, these children are in the process of teeth changes and the growth of new teeth. There are many methods to prevent plaque forming besides tooth brushing inter alia oral rinsing which can cover wider surfaces of the oral cavity. This study was aimed to determine the effect of oral rinsing with green tea solution on reducing dental plaque accumulation among children aged 8-10 years. This was a quasi-experimental study with a pre-test and post-test group design. Population of study was students of SDN 126 Manado aged 8-10 years old. Samples were obtained by using total sampling method. There were 32 participants divided into two groups: rinsing with green tea solution and rinsing with 0.2% chlorhexidine solution (control group). The paired t-test stated that the accumulation of plaque was decreased after rinsing with green tea solution significantly (p=0.001). Meanwhile, the t-independent test on green tea solution and chlorhexidine had different scores in reducing plaque accumulation (p=0.004). Conclusion: Oral rinsing with green tea solution could reduce plaque accumulation in students aged 8-10 years, however, the mean reduction of plaque accumulation after rinsing with green tea solution was less than after rinsing with 0.2% chlorhexidine solution. Keywords: dental plaque, green tea Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian di Indonesia. Salah satu penyebab ialah terabaikannya kesehatan gigi dan mulut yang mengakibatkan timbulnya akumulasi plak pada gigi. Usia 8-10 tahun sangat rentan terhadap karies karena anak senang mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Pada usia ini diperlukan perawatan lebih intensif karena terjadi pergantian gigi dan tumbuhnya gigi baru. Pendekatan pencegahan yang dikenal selain menyikat gigi ialah dengan berkumur yang mencapai lebih banyak permukaan rongga mulut, sehingga efektivitas kontrol plak meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan larutan teh hijau dalam menurunkan akumulasi plak pada gigi anak berusia 8-10 tahun. Jenis penelitian ialah kuasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test group design. Metode pengambilan sampel ialah total sampling Populasi penelitian ialah siswa SDN 126 Manado berusia 8-10 tahun dengan 32 orang responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dengan larutan teh hijau, dan kelompok kontrol dengan chlorhexidine 0,2%.. Uji t-paired menyatakan antara sebelum dan sesudah berkumur larutan teh hijau terjadi penurunan akumulasi plak yang bermakna (p=0,001). Berdasarkan uji t-independent larutan teh hijau dan chlorhexidine memiliki penurunan akumulasi plak yang berbeda (p=0,004). Simpulan: Larutan teh hijau dapat menurunkan akumulasi plak pada siswa berusia 8-10 tahun. Rerata penurunan akumulasi plak gigi berkumur dengan larutan teh hijau lebih kecil daripada berkumur dengan chlorhexidine 0,2%.Kata kunci: plak gigi, teh hijau
Perbandingan efektivitas pemberian asam mefenamat dan natrium diklofenak sebelum pencabutan gigi terhadap durasi ambang nyeri setelah pencabutan gigi Pangalila, Kartika; Wowor, Pemsi M.; Hutagalung, Bernat S. P.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13650

Abstract

Abstract: Tooth extraction is one of a minor operative surgery in dentistry that could cause uncomfortable sense of pain at its surrounding area. In order to reduce that feeling, some pain management could be performed, such as local anesthetic administration or analgesic medication. This study aimed to compare the effectiveness of mefenamic acid and diclofenac sodium given before the extraction procedure against the pain threshold duration after tooth extraction. This was a clinical study with a case-control design and was carried out in July 11th – August 12th 2016 at Department of Oral Surgery RSGM FK Unsrat. There were 30 samples obtained by using the purposive sampling method, divided into three groups, each of 10 samples, as follows: the control group without any analgesic treatment; the treated group with mefenamic acid; and another treated group with diclofenac sodium before the extraction. The results showed that the control group had a lower average of pain threshold duration than the treated groups with a difference of 2 hours and 42 minutes. The group treated with mefenamic acid before the extraction had the highest average of pain threshold duration compared to the group of diclofenac sodium with 4 hours and 11 minutes vs. 3 hours and 49 minutes. Conclusion: Mefenamic acid given before the tooth extraction procedure had greater effect and higher pain threshold duration than diclofenac sodium.Keywords: tooth extraction, mefenamic acid, diclofenac sodium, pain threshold duration.Abstrak: Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan dalam bidang kedokteran gigi yang dapat menimbulkan rasa nyeri akibat adanya trauma pada soket gigi yang dicabut. Untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien maka diberikan tindakan manajemen nyeri berupa anestesi lokal dan pemberian analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas pemberian asam mefenamat dan natrium diklofenak sebelum pencabutan gigi terhadap durasi ambang nyeri setelah pencabutan gigi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian klinis dengan rancangan case-control study. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan total sampel 30 pasien: 10 pasien dalam kelompok kontrol tanpa perlakuan; 10 pasien dalam kelompok uji dengan asam mefenamat; dan 10 pasien dalam kelompok uji dengan natrium diklofenak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2016 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unsrat. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 sampel, 10 sampel yang tidak mengonsumsi analgesik apapun sebelum pencabutan memiliki rata-rata durasi ambang nyeri lebih rendah dibandingkan dengan sampel-sampel lain yang mengonsumsi analgesik sebelum pencabutan dengan selisih 2 jam 42 menit. Pasien dengan rata-rata durasi ambang nyeri terbesar ialah yang diberikan asam mefenamat yaitu 4 jam 11 menit dan yang diberikan natrium diklofenak memiliki rata-rata durasi ambang nyeri sebesar 3 jam 49 menit dengan selisih 22 menit. Simpulan: Pemberian asam mefenamat sebelum pencabutan gigi memiliki efektivitas dan rata-rata durasi ambang nyeri yang lebih tinggi dibandingkan pemberian natrium diklofenak dengan selisih durasi ambang nyeri 2 jam 42 menit jika dibandingkan dengan kelompok tanpa pemberian analgesik.Kata kunci: pencabutan gigi, asam mefenamat, natrium diklofenak, durasi ambang nyeri
Uji efektivitas ekstrak daun sendok (Plantago major L.) terhadap waktu perdarahan pada tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus) Kainde, Abedneju R.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Hutagalung, Bernart S.P.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14221

Abstract

Abstract: Herbal plant is often used to treat any kind of disease. There are many kinds of plants in Minahasa used as traditional medicine, inter alia daun sendok (Plantago major L.). Daun sendok is often used to treat bleeding. This study was aimed to obtain the effectiveness of daun sendok extract on bleeding time in male Wistar rats. This was a true experimental study with a posttest only group design. This study was conducted at the Laboratory of Pharmacology Faculty of Medicine University of Sam Ratulangi. Total samples were 14 rats divided into 2 groups: control group and treatment group. Wounds of 2 mm depth were perfomed on the rat tails of the treatment group followed by application of daun sendok extract. The results showed that the average bleeding time of the control group was 51.87 seconds meanwhile of the treatment group was 29.67 seconds. The unpaired t-test between the two groups showed a p value of 0.000. Conclusion: Daun sendok (Plantago major L.) extract could reduce the bleeding time in male Wistar rats. Keywords: bleeding time, daun sendok, Wistar rat Abstrak: Tanaman obat seringkali digunakan untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit. Di wilayah Minahasa terdapat banyak jenis tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional, salah satunya ialah daun sendok (Plantago major L.) yang seringkali digunakan untuk mengobati perdarahan. Penelitian ini berrtujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sendok terhadap waktu perdarahan tikus Wistar jantan. Jenis penelitian ialah true experimental dengan post test only control group design yang dilakukan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Unsrat dengan total sampel berjumlah 14 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menggunakan ekstrak daun sendok. Pada kelompok uji diaplikasikan ekstrak daun sendok setelah dilakukan perlukaan di bagian ekor tikus sedalam 2 mm. Hasil penelitian memperlihatkan rerata waktu perdarahan pada kelompok kontrol ialah 51,87 detik sedangkan pada kelompok perlakuan 29,67 detik. hasil uji t tidak berpasangan antara kedua kelompok mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan: Ekstrak daun sendok (Plantago major L.) efektif dalam memperpendek waktu perdarahan pada tikus Wistar.Kata kunci: waktu perdarahan, daun sendok, tikus Wistar
GAMBARAN KEMAMPUAN MASTIKASI PADA PASIEN PENGGUNA GIGI TIRUAN PENUH DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Panjaitan, Yuniar P.; Ticoalu, Shane H. R.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13334

Abstract

Abstract: Full dentures are made for people with missing teeth entirely. One of the objectives of full denture usage is to improve and enhance the function of mastication. Mastication is a process of pulverizing food to be swallowed and digested. This study aimed to assess the mastication ability of patients with full denture made at Dental Hospital of the University of Sam Ratulangi Manado. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 56 respondents in this study obtained by using total sampling method. Respondents were patients with full dentures made at the Dental Hospital University of Sam Ratulangi during January 2014 - December 2015. The instrument consisted of questionnaires about mastication ability. Data were processed and analyzed descriptively then were presented in tables. The results showed that 60.71% of respondents had good ability of mastication. Conclusion: The mastication ability of patients with full denture at the Dental Hospital of the University of Sam Ratulangi was in good categoryKeywords: full denture, mastication, the ability of masticationAbstrak: Gigi tiruan penuh dibuat untuk penderita kehilangan gigi seluruhnya yang bertujuan antara lain untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi mastikasi. Mastikasi merupakan proses melumatkan makanan untuk ditelan dan dicerna. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan mastikasi pasien pengguna gigi tiruan penuh di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Terdapat 56 responden yang diperoleh dengan metode total sampling yaitu pasien yang membuat gigi tiruan penuh di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi periode Januari 2014-Desember 2015. Instrumen penelitian berupa kuesioner mengenai kemampuan mastikasi. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan berdasarkan distribusi dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,71% responden memiliki kemampuan mastikasi yang baik. Simpulan: Kemampuan mastikasi pasien pengguna gigi tiruan penuh di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi dalam kategori baik.Kata kunci: gigi tiruan penuh, mastikasi, kemampuan mastikasi

Page 1 of 4 | Total Record : 36