cover
Contact Name
Nisaul Barokati Selirowangi
Contact Email
nisa@unisda.ac.id
Phone
+6285733591295
Journal Mail Official
humanis@unisda.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS ISLAM DARUL 'ULUM LAMONGAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Alamat : Jl. Airlangga No.03 Sukodadi (62253), Lamongan, Indonesia
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Humanis : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 20851413     EISSN : 25798987     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Humanis, Journal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora is a journal published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Darul Ulum Lamongan Indonesia with its main aim to disseminate critical and original analysis from researchers and academic practitioners on various contemporary social and political issues both local and foreign. The manuscript is published after undergoing a peer-review process by providing an exclusive analysis on social and political issues from various perspectives. HUMANIS provides high quality study outcomes and new thoughts for academic practitioners, researchers and decision makers to break down the complexity and dynamics of contemporary sociopolitical changes. Published twoo times a year, in June and December. Humanis provides itself as a medium for-also invites- researcher, academic practitioners and intellectuals to submit their critical writing and to contribute to the development of social and political sciences.
Articles 169 Documents
EVALUASI PROGRAM BANYUMAS SEJAHTERA SEBAGAI BENTUK LOKALISASI NORMA GLOBAL DALAM REINTEGRASI PEKERJA MIGRAN Setyorini, Fitri Adi; Amalia, Rifka; Pujiyanto, M. Aris
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.10982

Abstract

Mobilitas pekerja migran merupakan fenomena global yang tidak hanya berdampak pada negara penerima, tetapi juga menghadirkan tantangan signifikan bagi negara asal, terutama dalam hal reintegrasi sosial dan ekonomi pasca-kepulangan. Kabupaten Banyumas menjadi salah satu kantong migran asal Indonesia yang menghadapi problematika serupa. Program Banyumas Sejahtera hadir sebagai inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung reintegrasi pekerja migran melalui pelatihan keterampilan, dukungan ekonomi, dan pendampingan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Banyumas Sejahtera sebagai bentuk lokalisasi norma global dalam kebijakan reintegrasi pekerja migran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah menjangkau sebagian besar pekerja migran yang kembali, terutama kelompok prosedural, melalui intervensi sosial-ekonomi berbasis komunitas. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi migran non-prosedural, dan kurangnya kerangka evaluasi berbasis norma internasional. Secara konseptual, program ini mencerminkan proses lokalisasi norma global seperti safe and dignified return dan reintegrasi berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Global Compact for Migration dan SDG 10.7. Studi ini berkontribusi pada kajian Hubungan Internasional dengan menyoroti dinamika penerjemahan norma global ke dalam praktik kebijakan lokal, serta pentingnya penguatan peran pemerintah daerah dalam tata kelola migrasi transnasional.
THE PORTRAYAL OF SECTARIAN LEADERS AND THE DEMONS THEY MADE PACTS WITH IN PENGABDI SETAN AND HEREDITARY Adiyana, Anissa Ayu; Millatina, Nina Fahri; Nida, Nadifa Hasna; Andriyani, Febri Rizki; Aristiyani, Aranjani; Ma'rufah, Happy Allam
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11261

Abstract

The phenomenon of sects in modern horror films depicts the tension between belief, social power, and trauma inherited from patriarchal systems. This research examines the relationship between the sectarian leader and the demon in the films Pengabdi Setan and Hereditary as a representation of power and gender dynamics. A qualitative approach uses Daitz's (1960) theory to analyze the character formation of the sectarian leader. The results show that both films not only depict a pact with the demon but also depict intergenerational inheritance mechanisms that reinforce patriarchal structures and gender inequality. In Pengabdi Setan, the sectarian leader makes a pact with the demon Raminom to obtain offspring and success. In Hereditary, the sectarian leader is not physically visible but controls a family tragedy to summon the demon king Paimon. Both films demonstrate that the sect power does not end after the leader’s death, but rather leaves a legacy of darkness for the next generation. This study contributes to horror studies by highlighting the relationship between power, gender, and collective fear and enriches film studies through an in depth understanding of social anxiety and patriarchal systems in supernatural symbolism.
LANGUAGE AS A WEAPON: THE PRAGMATIC FUNCTION OF POINTERS AND REFERENCES IN SUPER SUS IMPOSTOR COMMUNICATION STRATEGIES Luthfia, Anisa; Nareswara, Shina Bella
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11264

Abstract

Online multiplayer games such as Super Sus have become new linguistic environments where persuasion, deception, and identity are enacted through digital communication. This study investigates the pragmatic use of pointing (deixis) and referring (reference) expressions by Impostor players in Super Sus. By applying Levinson’s (1983) deixis theory and Yule’s (1996) reference framework, the study examines how linguistic expressions function as strategic tools for manipulating attention and constructing credibility. Data were collected qualitatively from in-game text and voice interactions between June and August 2025. Findings indicate that Impostors use four main pragmatic strategies: (1) vague deixis to diffuse suspicion, (2) specific reference to target others, (3) spatial–temporal deixis to fabricate alibis, and (4) person deixis to align or disalign with player groups. These findings demonstrate that in Super Sus, language functions not merely as communication but as a weapon, an instrument of survival and deception in digital interaction.
DILEMA FINANSIAL MAHASISWI PERANTAU: PERAN KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU BERHUTANG Firdaus, Mu'minatus Fitriati; Kardila Meliani, Nur; Regina Salve, Henny; Habibah, Sulhatul
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11293

Abstract

Pendidikan tinggi sebagai jenjang pendidikan yang mendukung kehidupan profesionalitas serta kesejahteraan membuat individu memutuskan untuk menjadi mahasiswi yang merantau dengan konsekuensi dapat mengatur kehidupan khususnya masalah keuangan dengan baik. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kontrol diri terhadap perilaku berhutang pada mahasiswi yang merantau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penentuan sampel melalui purposive sampling, perilaku berhutang diukur berdasarkan skala debt behavior dan kontrol diri diukur menggunakan disposisional self control sedangkan data dalam penelitian ini dianalisa menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa kontrol diri berpengaruh signifikan terhadap perilaku berhutang. Dengan demikian, kemampuan individu dalam mengendalikan dirinya dalam konteks finansial dapat menurunkan kecenderungan individu dalam berhutang.
FORUM KONSULTASI PUBLIK BGTK BANTEN: WADAH DIALOG UNTUK MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Fadilah, Siti; Damanhuri, Damanhuri
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana Forum Konsultasi Publik (FKP)yang diselenggarakan BGTK Banten dijalankan sebagai ruang dialog untuk memperkuattransparansi, akuntabilitas, dan mutu pelayanan publik di bidang pendidikan. Penelitianmenggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggabungkan observasi, wawancaramendalam, dan penelusuran dokumen. Informan terdiri dari pegawai BGTK, perwakilanBPMP Banten, serta peserta forum seperti guru dan tenaga kependidikan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa FKP mampu menjadi sarana evaluasi layanan melalui komunikasi duaarah antara penyedia layanan dan penerima manfaat. Berbagai masukan yang muncul dalamforum berkontribusi pada penyempurnaan standar pelayanan, penyederhanaan prosedur, danpenguatan sistem informasi. Namun demikian, pelaksanaan FKP masih terkendala olehminimnya publikasi, rendahnya frekuensi kegiatan, dan partisipasi peserta yang belum merata.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa FKP memiliki peran penting dalammendorong keterbukaan informasi serta memperluas keterlibatan masyarakat. Pengembanganforum ke depan perlu diarahkan pada peningkatan strategi komunikasi publik, pemanfaatanmedia digital secara optimal, serta pelibatan lebih banyak pemangku kepentingan.
PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN DI SEKOLAH Putri, Najwa Bening; Yuni Lestari, Ria
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11571

Abstract

Karakter merupakan seperangkat nilai, prinsip, dan pola perilaku yang tertanam pada diriindividu yang tercermin melalui cara berpikir, bersikap, bertindak, dan berinteraksi denganlingkungan. Perundungan pada peserta didik dipahami sebagai tindakan kekerasan, intimidasi,pelecehan, serta perlakuan merendahkan baik secara fisik, verbal, sosial, maupun digital yangterjadi secara berulang sehingga memberikan tekanan emosional pada korban. Artikel inimengkaji pembentukan karakter peserta didik melalui penerapan program anti perundungan disekolah sebagai upaya menanamkan empati, rasa saling menghargai, serta tanggung jawabsosial sebagai fondasi pembentukan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan metodestudi kepustakaan dengan menelaah literatur dan dokumen yang berhubungan denganpendidikan karakter dan pencegahan bullying di satuan pendidikan. Tantangan utama yangdihadapi adalah belum terinternalisasinya nilai dan perilaku positif secara merata dalamkeseharian peserta didik, sehingga kesadaran sosial, kontrol diri, dan empati belum terbentuksecara kuat. Melalui pelaksanaan program anti perundungan, peserta didik diharapkanmemiliki moralitas yang baik, mampu menolak tindakan kekerasan, serta menciptakanlingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan karakter secaramenyeluruh.
KENAIKAN TARIF TRANSJAKARTA DALAM PANDANGAN PEKERJA: ANTARA KEBUTUHAN DAN BEBAN EKONOMI Sipayung, Carlo Geryn; Ganendra, Daffa Muza; Utami, Yeski Putri
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11615

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini membahas tentang kenaikan tarif Transjakarta dari perspektif pekerja sebagai pengguna rutin yang bergantung pada transportasi umum untuk mobilitas kerja, di mana kenaikan tarif dipandang menambah beban pengeluaran dan mengharuskan pekerja menyesuaikan prioritas anggaran atau mencari moda alternatif yang lebih ekonomis. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis pernyataan pemerintah dan lembaga terkait mengenai penyesuaian tarif bersama dengan respons pekerja yang merefleksikan pengalaman dan perhitungan ekonomi harian mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pekerja memandang Transjakarta sebagai kebutuhan esensial, kenaikan tarif tetap dianggap sebagai tekanan finansial, terutama bagi mereka yang berpendapat rendah atau harus menggunakan moda transportasi lanjutan, sehingga kebijakan tarif tidak dapat dikecualikan dari masalah kemampuan bayar pekerja masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan penetapan tarif perlu disusun secara lebih sensitif terhadap kondisi sosial ekonomi pekerja serta harus disertai peningkatan kualitas layanan agar kenaikan tarif tidak hanya menjadi beban, tetapi memiliki nilai balik berupa pelayanan yang lebih baik, adil, dan merata bagi seluruh pengguna transportasi publik.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM MAKALAH ILMIAH MAHASISWA Nurafiyani, Desi; Anwar Putri, Nayla; Ruthia Simbolon, Stevana
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesalahan Bahasa Indonesia yang terdapat dalam makalah ilmiah yang ditulis oleh pelajar. Kualitas penulisan akademik sangat bergantung pada ketepatan ejaan, sebab kesalahan dalam ejaan bisa mempengaruhi kejelasan arti dan profesionalisme tulisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek yang terlibat adalah mahasiswa yang menulis makalah ilmiah, dan fokus analisis adalah kesalahan penulisan yang ada dalam makalah tersebut. Data diperoleh melalui observasi dokumen dan teknik mencatat, kemudian dianalisis berdasarkan aturan ejaan yang berlaku seperti PUEBI dan EYD Edisi V. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kesalahan ejaan masih merupakan isu utama, mencakup kesalahan dalam penggunaan huruf kapital, huruf miring, tanda baca, preposisi, afiksasi, serta penghubung kata. Kesalahan-kesalahan ini muncul akibat kurangnya pemahaman mahasiswa akan aturan ejaan yang terbaru, ketidakcermatan, dan rendahnya tingkat bimbingan serta sosialisasi mengenai pedoman ejaan. Akibatnya, kualitas dan kredibilitas karya ilmiah siswa menjadi menurun. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pemahaman ejaan, sosialisasi mengenai EYD Edisi V, dan penerapan kebiasaan revisi mandiri untuk meningkatkan mutu penulisan akademik siswa.
ANALISIS INTERDISIPLINER PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BUKITTINGGI: INTEGRASI PERSPEKTIF EKOLOGIS, SOSIAL, DAN BUDAYA Hasiolan, Ranto; Ahsan, Fadhil
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11822

Abstract

Pengelolaan sampah di wilayah perkotaan merupakan isu kompleks yang melibatkan dimensi ekologis, sosial, dan budaya secara simultan. Tantangan ini tidak hanya berkaitan dengan volume fisik limbah, tetapi juga mencakup perilaku masyarakat serta kebijakan publik yang melingkupinya. Artikel ini menganalisis persoalan pengelolaan sampah di Kota Bukittinggi melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan perspektif ekologis, sosial, dan budaya secara holistik. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini melibatkan observasi lapangan di tiga lokasi strategis, yaitu kawasan wisata, pasar tradisional, dan permukiman warga. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 18 responden yang terdiri dari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pengelola TPS, pedagang, tokoh masyarakat, dan warga, serta didukung oleh analisis dokumen kebijakan terkait. Temuan penelitian ini menunjukkan tiga aspek utama yang saling berkaitan. Pertama, secara ekologis, peningkatan volume sampah (estimasi 120-150 ton/hari) berdampak signifikan pada penurunan kualitas tanah dan air, terutama karena dominasi sampah anorganik yang sulit terurai. Kedua, secara sosial, terdapat kesenjangan yang nyata antara regulasi dan implementasi kebijakan, di mana partisipasi masyarakat masih rendah akibat persepsi bahwa tanggung jawab kebersihan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Ketiga, secara budaya, nilai-nilai lokal seperti gotong royong memiliki potensi besar namun belum terintegrasi secara efektif dalam praktik pengelolaan sampah sehari-hari akibat perubahan gaya hidup modern. Integrasi ketiga perspektif ini mengungkapkan bahwa permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan teknis semata, tetapi memerlukan restrukturisasi kebijakan, rekonfigurasi perilaku sosial, dan revitalisasi nilai budaya lokal secara bersamaan. Sebagai solusi, model tata kelola multi-aktor (multi-actor governance) dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (community-based waste management) menjadi rekomendasi utama untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Bukittinggi.