Jurnal Orientasi Baru
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles
26 Documents
Search results for
, issue
"VOLUME 13, TAHUN 2000"
:
26 Documents
clear
Agama yang Jatuh Bangun
Sudiarja, Antonius
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1301.807 KB)
Penelitian ilmu-ilmu agama di abad XX menempatkan pertanyaan mengenai plausibilitas sebuah agama dalam konteks baru. Refleksi ini mengangkat suatu proses penyadaran dari pengalaman sejarah kristianisme, yang mungkin berlaku untuk semua agama. (1) Penghayatan iman seakan-akan dengan sendirinya mewujudkan diri dalam pelbagai bentuk budaya yang memberi wajah pada agama. (2) Oleh karena itu, agama cenderung mencari koalisi dengan politik dan terbuka untuk dikuasai oleh kepentingan politik. (3) Perjumpaan, apalagi perbenturan dengan agama lain di lingkungan budaya lain, membangkitkan kesadaran bahwa iman sebagai pokok agama tidak dapat disamakan dengan wujud budaya teftentu; dan kritik dunia sekuler terhadap agama yang berpolitik membebaskan agama bagi kepentingannya yang sejati. (4) Agama dalam keanekaragaman itu diteliti oleh ilmu-ilmu agama sebagai fenomena manusiawi, dan justru pendekatan yang bukan-metafisik-mutlak ini membuka peluang untuk mengerti agama secara baru, dari kenyataan hidupnya: dari iman yang dihayati dalam budaya. (5) Dapatkah perjumpaan antara living-faith yang beraneka ragam menjadi dialog yang memperlihatkan kekayaan? Plausibilitas sebagai perjumpaan dalam keanekaragaman?
Kesaksian Hidup Kristiani. Semakin Menjadi "Kabar Gembira" Karena Menerima Kabar Gembira
budi, Joannes Hartono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1149.742 KB)
Tulisan ini merupakan sebuah pendasaran kristotogi sebagai refleksi ,atas praksis mengikuti Kristus; adapun acuan bagi tulisan ini adalah ketiga karya besar tentang kristologi oleh Jon Sobrino, yakni Christology at the Crossroads (1976), Jesus in Latin America (1982) dan Jesus the liberator (1991). Oleh penderitaan seluas dunia, pewartaan dan teologi kristiani ditantang supaya meniadi realistis-real.Teologi yang berlaku nyata itu mempertanggungjawabkan iman bukan hanya dalam rangka kesadaran kritis melainkan dalam rangka praksis pembebasan. Teologi merupakan refleksi atas praksis –teologi kristiani merupakan refleksi atas praksis mengikuti Kristus. Maka perjumpaan dengan Yesus, dengan hidup dan ajaran-Nya, dengan relasi dan wafat-Nya dalam sejarah manusia, menjadi andalan pokok bagi teologi.  Sebab peristiwa Yesus itu merupakan awal dari peristiwa-peristwa sejarah lainnya; kalo tidak demikian, Yesus-kendati segala gelar keagungan yang dikenakan kepada Dia-hanya merupakan sebuah kenyataan masa lampau.Kristus yang hidup adalah perintis iman para pengikutNya; dalam dunia yang penuh egoisme struktural dan sarat dengan kematian, usaha untuk mengikuti Kristus menjadi kesaksia pengharapan; refleksi mengenai praksis mengikuti Kristus- semoga!- membebaskan.Tulisan ini dimaksudkan"sebagai sebuah pendasaran teologis-kistologis terhadap komitmen kristiani di tengah kenyataan penderitaan karena kemiskinan dan marginalisasi dalam segala bentuknya. Konteks demikian ini mengemukakan urgensi tindakan untuk memilih "jalan" Yesus Kristus. Tulisan ini secara khusus akan didasarkan pada tiga buku Jon Sobrino: Christology at tne Crossroads, Jesus in Latin America, dan Jesus the Liberator yang secara khusus menggali tema tersebut; serta diuraikan menurut pembagian subjudul: kristologi dan kemuridan, praksis mendahului teori, semakin mengenal Yesus Kristus setelah mengikutiNya, mulai dengan Yesus dari Nazaret, dan kesaksian hidup kristiani dalam masyarakat yang miskin.
Kebijaksanaan Ilahi Menyegarkan Kebijaksanaan Manusiawi?
Tanureja, V. Indra Sanjaya
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1700.193 KB)
Pertanyaan mengenai plausibilitas iman diajukan sebagai pertanyaan mengenai tempat dan makna sastra Kebijaksanaan dalam Kitab Suci Perjanjian lama. Humanitas dan universalitas menghubungkan karangan-karangan dalam Kitab Suci dengan alam pikiran di luar lingkungan agama Israel; dengan membahas masalah-masalah manusiawi yang menjadi pertanyaan semua manusia, diteguhkan iman orang dalam tradisi Israel yang kini hidup dalam lingkungan lain. Pemikiran mengenai ibadat membuka wawasan melampaui perspektif Yahudi dan menantang penghayatan iman di luar tempat ibadat. Maka, dari analisis tentang sastra itu menjadi jelas bahwa dialog mengenai kata-kata iman dan perwujudan iman dalam hidup perlu diperhatikan sebagai jalur agar warta agama dapat menyapa manusia secara eksistensial.
Mewartakan Yesus Kristus dalam Dunia Modern
Jacobs, Tom
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1558.054 KB)
Kristologi merupakan bagian sentral dalam Katekismus Gereja Katolik, yang berusaha untuk merumuskan iman gereja kristiani dan ajaran Katolik, sebagaimana diakui dan dimengerti pada akhir abad XX, satu generasi setelah Konsiti vatikan ll, dan sebagaimana hendaknya diwartakan di abad XXI. Namun, dipertanyakan, apakah dengan perhatian utama pada ajaran dogmatis Konsili Kalkedon, Katekismus memang mengungkapkan pengertian iman akan Kistus dan memperlihatkan arah pada pewartaan. Usaha-usaha teologi di abad XX., yakni tafsir Kitab suci untuk mengerti pewarlaan Kristus yang awali, penelitian historis mengenai dogma Konsili Nikea. dan Konsili Kalkedon dan teologi sistematik mengenai artl Yesus Kristus dalam iman kristiani di saat sekarang ini, memperlihatkan: Yesus Kristus diwartakan,karena pribadi Yesus Kristus diakui sebagai unsur konstitutif .bagi .keselamatan seluruh umat manusia. Bagaimana manusia dewasa ini mengerti dan mengakui Yesus Kristus sebagai Wahyu Allah? Ajaran iman (antara lain dalam bentuk Katekismus) ingin menjamin kesatuan antara orang beriman dan supaya "diberitakan seluruh maksud Allah". Kini pewartaan berlangsung dalam alam pikiran pluralistis, dan orang kristiani hidup dan beriman di tengah-tengah pluralisme agama. Manakah pengandaian-pengandaian hermeneutik agar orang dapat mengerti bahwa dalam Yesus 'yang disebut Kristus, Allah mengkomunikasikan Hidup-Nya?
Kehadiran Kristus di Tengah Umat Manusia Zaman Ini
Martasudjita, E.P.D.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2260.454 KB)
Plausibilitas iman bukan hanya tantangan bagi rasionaritas: rasionalitas iman mendapat tempatnya dalam pengertian dan perjumpaan pribadi. Iman itu menjadi plausibel sebagai pengenalan, dari hidup ke hidup. Maka, karangan ini membahas bagaimana orang dapat mengerti dan menghayati kehadiran Kristus yang sakramental (khususnya dalam Sakramen Ekaristi) sebagai kehadiran dan perjumpaan Kristus di tengah umat manusia sekarang ini.Kehadiran itu hanya dapat dimengerti dalam pengalaman eksistensial manusia, yakni dalam pengalaman transendensi manusia yang berhadapan dengan misteri, dan dalam pengalaman akan Allah yang memberikan diri, tak terjangkau oleh manusia, demi pengampunan dosa. Orang beriman kristiani mendapatkan pengalaman itu dalam perjumpaan dengan Yesus Kristus sebagai tanda kehadiran Allah, dan pewartaan dan hidup Gereia hendaknya mengantarai perjumpaan dengan Yesus Kristus itu.Kristus hadir yakni di tengah umat manusia yang aktual. Kehadiran melibatkan hidup manusia yang kongkret-aktual dan membawa manusia ke dalam keagungan Allah yang selalu lebih besar.
Kaitan Antara Pewartaan Iman Katolik dengan Pembinaan Watak dan Visi Hidup Kaum Muda (Evaluasi Atas Buku Iman Katolik)
Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1638.664 KB)
Menyangkut plausibilitas pewartaan, karangan ini mengevaluasi buku Iman Katolik, Buku Informasi dan Referensi, yang pada tahun 1996 diluncurkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia, antara lain dan terutama sebagai bantuan untuk katekese. Maka, karangan ini membahas maksud katekese, khususnya di Indonesia, dan lebih khusus lagi katekese untuk kaum muda. Adalah tugas dan tantangan katekese kaum muda untuk membina watak, supaya dikembangkan kesanggupan untuk memikul beban tanggung jawab dan keleluasaan untuk membina.solidaritas. Katekese dan seluruh pewartaan kristiani, sebagaimana terlihat pada pewartaan Yesus maupun pewartaan,Gereja perdana mengenai Yesus Kristus, dapat menyambung pada tantangan itu. Untuk itu, buku Iman Katolik menyediakan bahan pengetahuan iman luas (dari Kitab Suci, Tradisi, dan Ajaran Gereja) dan dengan metode penalaran yang induktif-empiris merangsang penghayatan iman. Perubahan situasi sejak tahun terbitan mengingatkan: para pewarta mesti mahir untuk mengantar dan menerjemahkan warta kristiani ke dalam tanggung jawab hidup pribadi dari tantangan sosial.
Gugatan Imanuel Terhadap Doktrin Trinitas. Jembatan Bagi Hubungan Kristen dan Islam di Indonesia
Prakosa, J.B. heru
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (884.972 KB)
Sejarah perjumpaan Kristen-lslam diwarnai oleh pemahaman timbal balik dan perseteruan, dan keduanya mengenai Trinitas dalam peranan Yesus Kristus dalam hubungan manusia dengan Allah. Dengan dasar Sabda Allah dalam Al-Qur'an mengenai Trinitas, teologi lslam sepanjang sejarah mempersoalkan kristologi serta ajaran tentang Trinitas itu; sebaliknya, teologi kristiani menjawab pertanyaan dan peftentangan itu, pada umumnya secara apologetis, untuk membenarkan ajaran kristiani. Bukankah dalam perdebatan itu juga pantas dipertanyakan rumus iman kristiani?Buku lmanuel memperlihatkan bagaimana terbentuk kristologi (dan ajaran tentang Trinitas), mulai dari pengalaman-pengalaman murid-murid Kristus sampai monjadi dogma dan kaidah iman. Sejarah itu menghadapkan pada pembaca dengan pertanyaan inti: bagaimana bicara dewasa ini sehingga orang dapat mengerti bahwa Allah menyertai kita dalam Yesus Kristus (lmanuel!) ? lmanuel membuka kembali pertanyaan bagi orang kristiani: Ajaran kristologi menekankan bahwa manusia Yesus Kristus berelasi amat khusus dengan Allah dan ajaran itu sekaligus harus menghindari kesan triteisme. Buku lmanuel - semoga - menyambung dengan teologi lslam.Â
Aku Datang Bukanlah Membawa Damai, Melainkan Pertentangan (Luk 12:51). Sebuah Usaha Melihat Sejarah Gereja Dari Sudut Perutusan Yesus
Rosariyanto, Floribertus Hasto
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1391.732 KB)
Sejarah kehadiran Gereja Katolik di wilayah Republik Indonesiamemperlihatkan: Gereja mulai hidup di kawasan Nusantara, bukan karena kebetutan, juga bukan bagaikan hasil samping kolonisasi: jemaat-jemaat kristiani mulai tumbuh, karena orang kristiani bermaksud dan berusaha untuk memberikan kesaksian akan Injil. Maka, pertumbuhan Gereja Katolik di Indonesia ini harus dinilai dari sudut perutusan Yesus: sejauh mana kesaksian hidup gereja membuat injil Yesus berarti dalam lingkungan hidup Manusia?Selama seratus lima puluh tahun Gereja Katolik hadir di kawasan Indonesia, usaha pendidikan mewujudkan keprihatinan injili itu; apakah situasi baru menuntut perwujudan yang diperbaharui? Bagaimana, kalau kini umat Katolik makin tampil dalam sosok para awam, kalau gereja makin menemukan diri sebagai kelompok kesil di antara banyak agama lain yang besar, di tengah-tengah masyarakat mobil, denganbanyak pengungsi dan dengan kemiskinan yang makin menonjol? manakah kesaksian yang membuat kabar gembira plausibel bagi manusia dewasa ini? Kesaksian yang diperbaharui menuntut keberanian untuk bertentangan.
Rekayasa Genetis dalam Penalaran Teologi Moral Katolik
Hadiwardaya, Aloysius Purwa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (852.571 KB)
Suatu norma moral mesti plausibel agar dapat menjadi keyakinan bersama dalam masyarakat moral dan agar nyata-nyata menantang masing-masing anggota untuk memperjuangkan nilai-nilai yang dilindunginya. Kalau orang bertanya, manakah pandangan moral Gereja Katolik mengenai rekayasa genetis, diharapkan lebih dari hanya sekadar informasi. Keyakinan moral mesti dikemukakan sehingga menjadi plausibel.Karangan ini telah dibawa dalam Seminar Nasional mengenai rekayasa ganetis yang diadakan di Universitas Padjadjaran, Bandung, pada bulan Mei 2001. Dalam Orientasi Baru, bahan seminar tersebut merupakan kasus yang memperlihatkan cara penalaran moral dalam Gereja dan teologi moral Katolik. Untuk itu, karangan (1) menyebut sumber moralitas (Kitab Suci, ajaran [magisteium] Gereja, dan penalaran moral); (2) menjelaskan asas-asas "akibat ganda" dan "perbandingan nilai" yang dalam penalaran moral Katolik mendasarkan perumusan norma; (3) mengangkat "demokrasi, keadilan dan kedamaian" sebagai nilai dasar bagi moral sosial dan moral ekologi. Atas dasar asas-asas tersebut, (4) ditarik kesimpulan mengenai rekayasa genetis pada tanaman, binatang, dan manusia. Apakah langkah-langkah penalaran klasik tersebut meniamin plausibilitas moral, kalau-seperti dalam kasus rekayasa genetis-tak mungkin kita memperhitungkan akibat tindakan yang tidak mungkin dibatalkan lagi?
Teologi Kitab Suci. Pergumulan Antara Monoteisme Abrahamik dan Doktrin Trinitas
Djam'annuri, Djam'annuri
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1375.69 KB)
Buku karangan Tom Jacobs, lmanuel: Perubahan dalam perumusan iman akan Yesus Kristus, dibahas pada Fakultas Teologi Universlfas Sanata Dharma pada tanggal 17 Juni 2000. Sebagai outsider, dekan Fakultas Ushuluddin menanggapi buku seorang alim-ulama terkemuka kistiani, sebagai sebuah pengembaraan intelektual, juga spiritual. Buku itu menjelajah pergumulan orang beriman kristiani, bagaimana "monoteisme Perjanjian Lama dapat didamaikan dengan wahyu Alkitab mengenai Allah sebagai Bapak, Anak, dan Roh Kudus". Pergumulan iman Abraham akan Allah yang Esa menghubungkan orang yahudi, orang kristiani, dan orang muslim bagaikan dalam satu pengharapan. Juga usaha teologi dewasa ini - dalam lingkungan orang lslam lebih dikonotasikan dengan llmu Kalam, yakni salah satu cara menghayati iman - mengaitkan orang muslim dengan orang kristiani dalam suatu pergumulan serupa. Teologi muslim dan teologi kristiani kini menghadapi pertanyaan, bagaimana sabda Allah menyapa manusia yang menghadapi problem sosial kekinian, problem kehidupan yang aktual dan konkret. Penanggap teologis yang outsider melihat perbedaan yang cukup signifikan antara teosentrik dalam teologi lslam di satu pihak dan kesan yang diberikan oleh teologi kristiani di lain pihak, yakni bahwa teologi itu begitu berkisar seputar tokoh Yesus Kristus, sedemikian rupa sehingga Bapa atau Allah sengaja atau tidak sengaja menjadi terkesampingkan. Selanjutnya, teologi muslim yang mengakui wahyu atau Firman Allah dalam bahasa yang pasti akan mempertanyakan: Bagaimana Allah dan manusia berkomunikasi sungguh kalau bahasa komunikasi hanya merupakan sebuah “metafora"?