Jurnal Orientasi Baru
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014"
:
12 Documents
clear
Konstitusi Liturgi Konsili Vatikan II: Prasejarah, Sejarah, dan Naskahnya
Saramae, Petrus Bine
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.03 KB)
Constitution on the sacred liturgy of the Second Vatican Council speaks about the nature and meaning of liturgy for the life of the Church as well as important directions on the ecclesial renewal through liturgical renewal. This article presents a study, a library research on the history of the respective constitution. This study should help to unfold a rich meaning of this liturgical renewal in the context of an ecclesial renewal in general as well as of a liturgical renewal for the last 50 years after the Council. Significant thoughts of the fathers of the council should serve as source of inspiration, also for our pastoral-liturgical ministry. Finally, the study will indicate some concrete steps to promote a continuation of the liturgical-ecclesial renewal for the life of the pilgrim Church.
Implementasi 50 Tahun Sacrosanctum Concilium di Gereja Katolik Indonesia
Martasudjita, E. Pranawa Dhatu
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.588 KB)
Liturgical renewal has been the driving force of the renewal of the entire life of the Catholic Church of the Second Vatican Council. After 50 years of the Council, the question of its implementation remains crucial and relevant. How the “letter and spirit†of the Council have been translated and manifested into a renewed life of different ecclesial communities within the Catholic Church up to now? This study will address this question of implementation. A modest research on the liturgical renewal guided by important insights of the Sacrosanctum Concilium will be done while taking into account carefully an anniversary publication on 50 years Vatican II entitled Mozaik Gereja katolik Indonesia – 50 years After Vatican II (2013) by the Pontifical Faculty of Wedabhakti, Yogyakarta. This publication presents an insider-reflection of the dioceses in Indonesia precisely on the implementation of the call of renewal of the Second Vatican Council. Subsequently, some liturgical concern will be addressed to promote a possible further renewal.
Suicide and Christian Hope
Sanchez, Rachel Joyce Marie O.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.909 KB)
Kasus bunuh diri di antara kaum muda yang bertambah jumlahnya misalnya di Filipina, Korea, Jepang dan China merupakan masalah kemanusiaan yang sekaligus menantang kaum beriman. Apakah pengalaman keputusasaan itu nyata? Manakah pesan kristiani yang layak disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan dan kepada masyarakat yang dibayang-bayangi kasus bunuh diri? Bagaimanakah memahami dan mewartakan iman kristiani yang berdimensi pengharapan? Struktur pengharapan kristiani berdiri pada Yesus Kristus yang dibangkitkan Allah dengan jiwa dan raganya. Hal ini mendorong kita untuk meyakini kebaikan intrinsik dan integral dari setiap ciptaan, serta untuk tidak mnutup mata terhadap kekuatan kejahatan yang dapat menggerogotinya.
CONSIDERING THE STATUS AND PURPOSE OF JBAPTIST PASSAGES IN THE PROLOGUE OF THE FOURTH GOSPEL
Riyadi, St. Eko
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.651 KB)
Kehadiran dua unit narasi tentang Yohanes Pembaptis (Yoh 1:6-8.15) di dalam prolog puitis Injil Yohanes (Yoh 1:1-18) yang berbicara tentang Sabda/ Terang memunculkan beberapa pertanyaan penting tentang status kedua unit narasi tersebut dan fungsi mereka baik di dalam prolog maupun di dalam keseluruhan Injil Yohanes. Tidak ada keraguan bahwa kedua unit tersebut merupakan tambahan yang disisipkan ke dalam madah puitis yang dijadikan sebagai materi dasar prolog Yohanes. Namun demikian, status sebagai “sisipan†ini tidak berarti bahwa kedua unit narasi ini tidak penting sehingga bisa diabaikan dalam memahami prolog Yohanes. Kehadiran kedua unit tetang Yohanes Pembaptis di dalam prolog menampakkan peran penting Yohanes Pembaptis dan mempersiapkan kehadirannya di dalam Injil sebagai saksi utama bagi Sabda yang menjelma menjadi manusia. Dengan menempatkan dua unit narasi dalam dua unit paralel prolog, penginjil secara cermat menyisipkan informasi tentang Yohanes Pembaptis tanpa merusak susunan kiastik yang dibangun dalam madah aslinya.
A Pragmalinguistic Perspective of Phatic Discourse Particles in the Lord’s Prayer’s Text
Rahardi, R. Kunjana
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.211 KB)
Analisis pragmalinguistik tentang partikel phatic sebagai entitas linguistik dalam teks Doa Bapa Kami menghasilkan suatu pemahaman yang lebih baik dari sekedar melulu analisis linguistik. Konteks situasional yang menyangkut juga unsur-unsur eksternal dari linguistik memungkinkan penutur menafsirkan teks Doa Bapa Kami yang mengandung partikel phatic ‘-lah’ dan ‘-pun’ dengan berbagai cara. Tuturan yang sama, yang pada suatu saat tertentu dipahami sebagai mengandung ‘permintaan’ (‘requesting’), pada saat yang lain bisa berarti ‘permohonan’ (‘supplicating’). Tuturan yang lain, yang pada kali yang satu mengandung ‘pengharapan’ (‘hoping’), pada kali yang lain bisa berarti ‘permohonan’ (‘begging’). Dengan menafsirkan makna pragmatik dari suatu tuturan, pembicara atau penutur bisa berkomunikasi dengan Allah dalam doa secara lebih intim dan intens lebih dari sekedar mendoakannya sebagai sesuatu rutinitas belaka.
MENGHADIRKAN YESUS KRISTUS YANG MEMBEBASKAN “PARA PETANI MISKIN YANG TERSALIB†DI PAROKI MARA SATU: Sebuah Sintesa Kristologi Kontekstual
Timmerman, Bobby Steven
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.47 KB)
The First FABC Plenary Assembly explained that the Asian Church has to participate in a “dialogue of life†with the poor which involves a genuine experience and understanding of the poverty, deprivation, and oppression of many of the Asian peoples. Among of the Asians poor are the farmers in Mara Satu Parish, Tanjung Selor Diocese of North Kalimantan. This paper presents a christological synthesis based on the context of structural poverty of those poor farmers in dialogue with biblical-christological reflection, mainly the Beatitudes (Matthew 5:3-12). Through his words and acts, Jesus liberated the poor and oppressed in his time. The Church has received from Jesus the mission to help the poor. Therefore, the Church is called to implement its ministry for the poor.
MENGHADIRKAN YESUS KRISTUS YANG MEMBEBASKAN PARA PETANI MISKIN YANG TERSALIB DI PAROKI MARA SATU: Sebuah Sintesa Kristologi Kontekstual
Bobby Steven Timmerman
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The First FABC Plenary Assembly explained that the Asian Church has to participate in a dialogue of life with the poor which involves a genuine experience and understanding of the poverty, deprivation, and oppression of many of the Asian peoples. Among of the Asians poor are the farmers in Mara Satu Parish, Tanjung Selor Diocese of North Kalimantan. This paper presents a christological synthesis based on the context of structural poverty of those poor farmers in dialogue with biblical-christological reflection, mainly the Beatitudes (Matthew 5:3-12). Through his words and acts, Jesus liberated the poor and oppressed in his time. The Church has received from Jesus the mission to help the poor. Therefore, the Church is called to implement its ministry for the poor.
Konstitusi Liturgi Konsili Vatikan II: Prasejarah, Sejarah, dan Naskahnya
Petrus Bine Saramae
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Constitution on the sacred liturgy of the Second Vatican Council speaks about the nature and meaning of liturgy for the life of the Church as well as important directions on the ecclesial renewal through liturgical renewal. This article presents a study, a library research on the history of the respective constitution. This study should help to unfold a rich meaning of this liturgical renewal in the context of an ecclesial renewal in general as well as of a liturgical renewal for the last 50 years after the Council. Significant thoughts of the fathers of the council should serve as source of inspiration, also for our pastoral-liturgical ministry. Finally, the study will indicate some concrete steps to promote a continuation of the liturgical-ecclesial renewal for the life of the pilgrim Church.
CONSIDERING THE STATUS AND PURPOSE OF JBAPTIST PASSAGES IN THE PROLOGUE OF THE FOURTH GOSPEL
St. Eko Riyadi
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehadiran dua unit narasi tentang Yohanes Pembaptis (Yoh 1:6-8.15) di dalam prolog puitis Injil Yohanes (Yoh 1:1-18) yang berbicara tentang Sabda/ Terang memunculkan beberapa pertanyaan penting tentang status kedua unit narasi tersebut dan fungsi mereka baik di dalam prolog maupun di dalam keseluruhan Injil Yohanes. Tidak ada keraguan bahwa kedua unit tersebut merupakan tambahan yang disisipkan ke dalam madah puitis yang dijadikan sebagai materi dasar prolog Yohanes. Namun demikian, status sebagai sisipan ini tidak berarti bahwa kedua unit narasi ini tidak penting sehingga bisa diabaikan dalam memahami prolog Yohanes. Kehadiran kedua unit tetang Yohanes Pembaptis di dalam prolog menampakkan peran penting Yohanes Pembaptis dan mempersiapkan kehadirannya di dalam Injil sebagai saksi utama bagi Sabda yang menjelma menjadi manusia. Dengan menempatkan dua unit narasi dalam dua unit paralel prolog, penginjil secara cermat menyisipkan informasi tentang Yohanes Pembaptis tanpa merusak susunan kiastik yang dibangun dalam madah aslinya.
Suicide and Christian Hope
Rachel Joyce Marie O. Sanchez
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 01, APRIL 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus bunuh diri di antara kaum muda yang bertambah jumlahnya misalnya di Filipina, Korea, Jepang dan China merupakan masalah kemanusiaan yang sekaligus menantang kaum beriman. Apakah pengalaman keputusasaan itu nyata? Manakah pesan kristiani yang layak disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan dan kepada masyarakat yang dibayang-bayangi kasus bunuh diri? Bagaimanakah memahami dan mewartakan iman kristiani yang berdimensi pengharapan? Struktur pengharapan kristiani berdiri pada Yesus Kristus yang dibangkitkan Allah dengan jiwa dan raganya. Hal ini mendorong kita untuk meyakini kebaikan intrinsik dan integral dari setiap ciptaan, serta untuk tidak mnutup mata terhadap kekuatan kejahatan yang dapat menggerogotinya.