cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Orientasi Baru
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
Kitab Yunus. Suatu Pengamatan Stanislaus Darmawijaya
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 04, TAHUN 1990
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

----
Reformasi Gereja dan Ham Bernard Temple Adeney Risakotta
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 11, TAHUN 1998
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Tradisi Kenabian: Relasi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam terang Dokumen Komisi Kitab Suci V. Indra Sanjaya
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 21, NOMOR 02, OKTOBER 2012
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Christianity has taken the Hebrew Bible as part of its scriptures. This, unavoidably, creates a long time discussion with regard to the relationship between the Old and the New Testament. One of the most popular understanding is to consider the New Testament as the fulfillment of what has been proclaimed in the Old Testament. The teaching of the Church, delivered through various documents, comfirms this popular notion, though not always explicit. However, a document from the Pontifical Biblical Commission published in 2002, shows a particular nuance. This article sought to read it carefully and to draw some practical implications.
Multikulturalisme dalam Mal Dionius Bismoko Mahamboro; Sem Porak Tangkeliku; Salvinus Salamba
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 16, NOMOR 01, APRIL 2007
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local identity has been considered as one legitimate concern in the rise of the culture of globalization. The establishing of malls in the city of Yogyakarta which is well-known as 'the city of culture' has provoked discourse about local identity since malls are often considered as a symbol of globalization. Some say that traditional market, one of the icons of the city, will not be able to compete with the modern one, and it could be marginalized and eventually eliminated by the global market. But, malls should not merely be regarded as menace for local identity especially if it is seen as a 'cultural moment'. Malls could become a place of encounter among local cultural products as well as with global elements which might result an empowering multiculturalism.
Haruskah Teologi Indonesia Mengenal Filsuf-Filsuf Modern? Jacques Veuger
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Agama yang Jatuh Bangun Antonius Sudiarja
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ilmu-ilmu agama di abad XX menempatkan pertanyaan mengenai plausibilitas sebuah agama dalam konteks baru. Refleksi ini mengangkat suatu proses penyadaran dari pengalaman sejarah kristianisme, yang mungkin berlaku untuk semua agama. (1) Penghayatan iman seakan-akan dengan sendirinya mewujudkan diri dalam pelbagai bentuk budaya yang memberi wajah pada agama. (2) Oleh karena itu, agama cenderung mencari koalisi dengan politik dan terbuka untuk dikuasai oleh kepentingan politik. (3) Perjumpaan, apalagi perbenturan dengan agama lain di lingkungan budaya lain, membangkitkan kesadaran bahwa iman sebagai pokok agama tidak dapat disamakan dengan wujud budaya teftentu; dan kritik dunia sekuler terhadap agama yang berpolitik membebaskan agama bagi kepentingannya yang sejati. (4) Agama dalam keanekaragaman itu diteliti oleh ilmu-ilmu agama sebagai fenomena manusiawi, dan justru pendekatan yang bukan-metafisik-mutlak ini membuka peluang untuk mengerti agama secara baru, dari kenyataan hidupnya: dari iman yang dihayati dalam budaya. (5) Dapatkah perjumpaan antara living-faith yang beraneka ragam menjadi dialog yang memperlihatkan kekayaan? Plausibilitas sebagai perjumpaan dalam keanekaragaman?
PERTOBATAN : JALAN MANUSIA MENEMUKAN KEINDAHAN YANG SEJATI Agus Edy Cahyono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 24, NOMOR 02, OKTOBER 2015
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A man is created as image of God (Imago Dei) so he has beauty as attribute of God. For his sin and weakness, beauty is polluted, he is fell into vulnerable and superficial. He is far from his dignity especially from image of God. The way to make his beauty come back is a repentance. A man keeps repenting in process in order to be united with God, the source of beauty. Repentance is not easy because a man sometime is trapped into artificial beauty and satisfied in appearance. The way to come back on an eternal beauty is difficult. A man just does not give a beauty of God but he needs to find a way to be united with God so he goes forward to An eternal beauty.
SCHOOL-BASED MANAGEMENT: THE CHALLENGES OF ITS IMPLEMENTATION IN INDONESIA Eny Winarti
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 20, NOMOR 01, APRIL 2011
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan mencapai puncaknya pada tahun1997/ 1998 telah mendorong ditetapkannya Undang-undang tentang OtonomiDaerah. Beranggapan bahwa otonomi daerah dan otonomi pendidikan akan membantu mengatasi masalah tersebut, maka pemerintah menetapkan School-Based Management (SBM) sebagai bentuk sistem pendidikan Indonesia. Penelitian mengenai SBM memunculkan dua pendapat yang berbeda. Temuan positif mengenai penerapan SBM menunjukkan bahwa penerapan SBM dianggapmampu memberdayakan daerah setempat; sementara itu, penelitian yang lainmenunjukkan bahwa penerapan SBM justru dianggap memunculkan masalahbaru. Karena fokus penelitian yang terpisah-pisah, penulis beranggapan bahwapenelitian tersebut kurang dapat memberikan gambaran mengenai fenomenapendidikan di Indonesia secara menyeluruh. Bertolak dari kondisi tersebut,penulis mencoba menyatukan informasi untuk memunculkan konteks yangdapat membantu pembaca dalam memahami dinamika penerapan SBM dan kemudian mengenali tantangan penerapan SBM tersebut.
Ragi Dalam Adonan Asia. Evangelisasi Gereja Untuk Perubahan Matheus Purwatmo
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 12, TAHUN 1999
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

----
Kerohanian Imam Kieser, B.
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 01, TAHUN 1987
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

----