cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Orientasi Baru
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
Pemimpin dan Kebebasan Umat? Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 11, TAHUN 1998
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
PAHAM YESUS KRISTUS MENURUT ATHANASIUS DARI ALEKSANDRIA DALAM CONTRA GENTES DE INCARNATIONE Hendri Mulyana Sendjaja
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 21, NOMOR 01, APRIL 2012
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In his double treatise, Contra Gentes and De Incarnatione, Athanasius proposes a Logos Christology from the soteriological perspective. According to him, Christ is the Logos of God, Fathers proper offspring, the only Fathers Begotten Son, the Unchanging Image of the Father. Christ as the Logos of God does Gods works, both Creation, Providence and Salvations works. In His Salvation work, by the works indicated through His human body, Jesus Christ, the Incarnate Logos, does the Gods works, reveals God who is good, who is the lover of humanity, to human that fall into sin. Jesus surrenders His own body as an offering and a sacrifice for the sake of salvation of all creation.
Approaching The Word of God: A Study on Schleiermacher and Karl Barth (The First Part Of The Two Articles) Y.B. Heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 17, NOMOR 01, APRIL 2008
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teologi (refleksi iman akan sabda Allah) di zaman ini tidak dapat dilepaskan dari hermeneutika. Ulasan dan pengembangan sebuah teologi selalu berciri interpretatif. Oleh karena itu pula teologi perlu jelas dengan prinsip-prinsip yang mendasari pendekatannya sebagai bagian penting dari pertanggungjawaban metodologisnya. Sementara itu hermeneutika sendiri sebagai ilmu masih terus berkembang. Paparan berikut ini akan mengulas dan mengevaluasi prinsip dan metode interpretasi yang dikembangkan oleh F. Schleiermacher dan K. Barth. Bagaimana mengusahakan sebuah refleksi iman terhadap sabda Allah khususnya yang dituangkan dalam Kitab Suci secara intelligible bertanggungjawab dan komunikatif?
Teologi Praktis Dewasa Ini Ferdinadus Haselaars Hartono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Persekutuan Peguyuban-Peguuban. Menggereja dalam Konteks Masyarakat Majemuk Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iman menjadi plausibel dalam diskursus hidup yang berlangsung dalam paguyuban iman, sehingga iman terjalin dengan soal hidup. Oleh karena itu, pantas diperhatikan proses penegasan dalam Gereja setempat, pembawa warta kabar gembira di dunia, pada sisi mereka yang tersingkir dan miskin.Karangan ini memperkenalkan sekaligus merefleksikan suatu proses seperti itu. Dalam, rangkaian Temu-Pastoral keuskupan Agung Semarang, umat menegaskan Arah Dasar Keuskuan, sekaligus membentuk diri sebagai communion of communities, yakni persekutuan dari peguyuban basis gerejawi, yang menghayati iman secara inklusif-toleran dalam tanggung jawab sosial-politik sehari-hari. Proses ini mengandaikan bahwa wujud hidup umat telah berubah dari Gereja-pelayanan menjadi Gereja peguyuban-peguyuban yang berkumpul dalam tanggung jawab manusiawi (basic human communities), untuk menghayati iman dalam hidup pribadi dan sosial yang aktual. Peralihan itu menggeserkan pusat grafitasi Gereja pada jemaat basis, membuka dalam hidup jemaat setempat suatu sumber baru bagi inisiatif kristiani, menempatkan para pelayan pastoral sebagai penghubung antara inisiatif paguyuban manusiawi dan Gerejasemesta yang ingin mengabdi pada kabar gembira. Apakah dengan temu Pastoral seperti itu tercipta suatu kejalinan baru antara iman dan soal-soal hidup?
Paham Eskatologi dalam Injil Yohanes dan Makna Temporalnya Gratiana Tafaib
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 02, OKTOBER 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gospel of John offers new ideas and meanings about eschatology. One of those newnesses is about the temporal meaning of the eschaton. This paper will discuss the Johns presentation on the eschatology and its meaning by analyzing some particular passages in the Gospel of John. The meaning of eschatology is found in public service and preachings of Jesus. Each person who believes in Jesus and lives in His way reach eternal life.
Gerakan Misioner dalam Kalangan Yahudi pada Periode 200 Seb.M-200 Ses.M Wim Van Der Weiden
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 06, TAHUN 1992
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Pergulatan Hikmat dalam Kitab Pengkhotbah V. Indra Sanjaya
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 02, OKTOBER 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing intends to investigate the development of biblical wisdom tradition by comparing the Book of Qoheleth to the Book of Proverbs which was composed earlier. The comparison between those two textual traditions which is focused on two themes, namely, the reality and the human life, clearly indicates a significant development of ideas. Qoheleth argues that in real life, the Law of Retribution which is marshalled by traditional wisdom represented by Proverbs does not work. Nevertheless, Qoheleth has not arrived at a better solution yet. What it offers is just a carpe diem ideology as a preliminary solution to the problem.
Ketika Kristianisme Berkembang dalam Dunia Yunani: Pemandangan Umum dalam Perjanjian Baru Ignatius Suharyo
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 05, TAHUN 1991
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-----
Panitia Pastoral Keluarga. Terobosan Pastoral Bagi yang Berada dalam Lilitan Hukum Robertus Rubyatmoko
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 12, TAHUN 1999
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

----