cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
IDEOLOGI DAN APARATUS NEGARA DALAM TIGA CERPEN KARYA PUTU WIJAYA : PERSPEKTIF LOUIS ALTHUSSER Atria Graceiya; Yoseph Yapi Taum; Susilawati Endah Peni Adji
Sintesis Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v15i2.3119

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas ideologi dan aparatus negara dalam tiga cerpen karya Putu Wijaya. Penelitian ini menggunakan paradigma Abrams, yaitu pendekatan objektif dan pendekatan diskurtif. Pendekatan objektif digunakan untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik tiga cerpen Putu Wijaya. Pendekatan diskurtif digunakan untuk membongkar ideologi dengan perspektif ideologi Louis Althusser. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dengan mengandalkan jenis data kualitatif. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa bentuk ideologi dan aparatus negara yang ditemukan beragam, yakni (1) tiap tokoh utama direpresentasikan hal-hal yang melekat pada permasalah tokoh utama; (2) ada interpelasi pada tokoh utama agar diakui sebagai subjek; (3) bentuk ideologi yang ditemukan yakni ideologi dominan, ideologi terkungkung, ideologi bebas, ideologi resistensi, dan ideologi tengah terdapat di dalamnya; (4) aparatus ideologi negara (ISA) mendominasi dalam tiga cerpen karya Putu Wijaya.Kata Kunci: ideologi, aparatus negara, Putu Wijaya, Althusser ABSTRACT This article discusses ideology and the state apparatus in three short stories by Putu Wijaya. The study employs the Abrams paradigm, namely an objective and discursive approach. This study applies an objective approach to analyzing the intrinsic elements of three short stories by Putu Wijaya. A discursive approach is used to dismantle ideology with the ideological perspective of Louis Althusser. Qualitative data were collected using library research method. The results of this study show that ideology and state apparatus are represented in a variety of ways; first, each main character is represented by the problems he experiences; second, there is an interpellation on the main character to be recognized as subject; third, the ideological forms found are dominant ideology, confined ideology, free ideology, ideological resistance, and central ideology; last, the ideological state apparatuses are prominent in three of Putu Wijaya's short stories..Keywords: ideology, state apparatus, Putu Wijaya, Althusser
KESEPADANAN MAKNA DALAM TERJEMAHAN LIRIK LAGU “PURA-PURA LUPA” KE DALAM “PRETEND TO FORGET” Adventina Putranti
Sintesis Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v15i2.3192

Abstract

ABSTRAK Menerjemahkan lirik lagu memerlukan metode khusus karena ada beberapa batasan yang harus diperhatikan oleh seorang penerjemah. Beberapa hal yang harus diperhatikan seorang penerjemah dalam proses penerjemahan lirik lagu adalah mempertahankan ritme dan jumlah suku kata maupun ketukan dalam setiap baris liriknya. Metode penerjemahan puisi yang lebih banyak menekankan faktor eksternal dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini, akan tetapi hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan lain, di antaranya adalah kesepadanan makna. Dengan menggunakan salah satu lagu populer Indonesia yang berjudul “Pura-pura Lupa”, yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “Pretend to Forget”, tulisan ini bermaksud membahas dampak metode penerjemahan lirik lagu pada kesepadanan makna teks terjemahan lirik lagu. Metode genre translation diterapkan dalam penelitian ini. Kata Kunci: kesepadanan makna, penerjemahan lirik lagu, “Pura-Pura Lupa”, “Pretend to Forget” ABSTRACT Translating song lyrics requires a special method because there are several limitations that a translator must pay attention to. Some things that must be considered by a translator in the process of translating song lyrics are maintaining the rhythm and the number of syllables and beats in each line of the lyrics. The method of translating poetry which emphasizes more on external factors can be used to overcome this problem, however this can cause other problems, including meaning equivalence. By using one of popular Indonesian songs, entitled “Pura-pura Lupa”, which is translated into “Pretend to Forget”, this paper intends to discuss the impact of the method of translating song lyrics on the meaning of the translation of the song lyrics. Genre Tranlation is applied in doing the analysis. Keywords: meaning equivalence, translating song lyrics, “Pura-Pura Lupa”, “Pretend to Forget”
KEKERASAN DALAM NOVEL LOLONG ANJING DI BULAN KARYA ARAFAT NUR: PERSPEKTIF JOHAN GALTUNG Sunarto, Scolastika Elsa Resty; Taum, Yoseph Yapi; Adji, Susilawati Endah Peni
Sintesis Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v15i2.3816

Abstract

ABSTRAKPenulis menggunakan paradigma Werren dan Wellek yang membagi penelitian sastra atas dua pendekatan, yaitu pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Pendekatan intrinsik digunakan untuk menganalisis struktur cerita dalam Novel Lolong Anjing di Bulan karya Arafat Nur. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis data, deskriptif kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, dan studi pustaka. Hasil analisis struktur intrinsik pembangun cerita yang terdiri atas alur, tokoh dan penokohan, serta latar dalam Novel Lolong Anjing di Bulan karya Arafat Nur adalah sebagai berikut. Alur dalam novel terbagi atas (1) peristiwa, (2) konflik, dan (3) klimaks. Tokoh dan penokohan terbagi atas (1) tokoh utama, (2) tokoh tambahan. Latar terbagi atas (1) latar tempat, (2) latar waktu, dan (3) latar sosial. Hasil dari penelitian bentuk-bentuk kekerasan sebagai berikut. Kekerasan yang terdapat dalam novel dibagi menjadi tiga, yaitu kekerasan langsung, kekerasan struktural, dan kekerasan budaya. Kekerasan langsung dalam penelitian ini masih dibagi lagi menjadi tiga, yaitu (1) kekerasan langsung terhadap tokoh utama, (2) kekerasan langsung terhadap rakyat Aceh, dan (3) kekerasan langsung terhadap perempuan. Dalam kekerasan struktural, pemerintah menjadi penggerak terjadinya peristiwa kerusuhan di Aceh. Pemerintah melalui kebijakankebijakannya telah membuat alam di Aceh terkuras, rakyat Aceh yang berjuang untuk merebut kembali juga mendapatkan penindasan dari tentara suruhan pemerintah, dan kekerasan budaya dalam penelitian ini juga masih dibagi lagi menjadi tiga, yaitu (1) Gerakan Aceh Merdeka, (2) Ideologi Islam, dan (3) kekerasan terhadap perempuan. Kata Kunci: Kekerasan Langsung, Kekerasan Struktural, Kekerasan Budaya, Johan Galtung, Deskriptif Kualitatif ABSTRACTThe author uses Werren and Wellek's paradigm which divides literary research into two approaches, namely intrinsic and extrinsic approaches. An intrinsic approach is used to analyze the structure of the story in Arafat Nur's Lolong Dog di Bulan Novel. In this study, researchers used data analysis methods, qualitative descriptive, and data collection techniques using note-taking techniques, and literature study. The results of the analysis of the intrinsic structure of the story builder consisting of plot, characters and characterizations, as well as the setting in Arafat Nur's Lolong Dog di Bulan Novel are as follows. The plot in the novel is divided into (1) events, (2) conflict, and (3) climax. Characters and characterizations are divided into (1) main character, (2) additional character. The setting is divided into (1) place setting, (2) time setting, and (3) social setting. The results of the research on forms of violence are as follows. The violence contained in the novel is divided into three, namely direct violence, structural violence, and cultural violence. Direct violence in this study is further divided into three, namely (1) direct violence against the main character, (2) direct violence against the people of Aceh, and (3) direct violence against women. In structural violence, the government became the driving force behind the riots in Aceh. The government through its policies has depleted nature in Aceh, the Acehnese who are struggling to reclaim it have also received oppression from government troops, and cultural violence in this study is still further divided into three, namely (1) the Free Aceh Movement, (2) Ideology Islam, and (3) violence against women. Keywords: Direct Violence, Structural Violence, Cultural Violence, Johan Galtung, Qualitative Descriptive
DASAR PENAMAAN PENYAKIT FISIK DALAM BAHASA JAWA Agustinus Yoga Primantoro; Praptomo Baryadi Isodarus
Sintesis Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v15i2.3843

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dasar penamaan penyakit fisik dalam bahasa Jawa. Objek penelitian ini adalah nama-nama penyakit dalam bahasa Jawa. Nama-nama penyakit fisik tersebut didapatkan dari Kamus Bahasa Jawa, Kamus Kedokteran Bahasa Jawa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V Daring, serta Bausastra Jawa-Indonesia Jilid I dan II. Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak. Metode simak adalah pengumpulan data bahasa dengan mendengarkan atau membaca penggunaan bahasa (Kesuma, 2007:44). Selanjutnya, peneliti menggunakan teknik lanjutan, yakni teknik catat. Teknik catat adalah teknik menjaring data dengan hasil penyimakan data pada kartu data (Kesuma, 2007:44). Selanjutnya, data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode padan. Metode padan adalah metode analisis data yang alat penentunya berada di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang diteliti (Sudaryanto, 1993:13; Kesuma, 2007:47). Kemudian, hasil penelitian disajikan dengan teknik informal. Penyajian analisis secara informal adalah penyajian hasil analisis data dengan menggunakan kata-kata biasa (Sudaryanto, 1993:145; Kesuma, 2007:71). Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semantik. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan lima dasar penamaan nama penyakit fisik dalam bahasa Jawa, antara lain (i) bagian tubuh yang sakit, (ii) penyebab sakit, (iii) rasa, (iv) konvensi, dan (v) tiruan bunyi.
METAFORA KONSEPTUAL DALAM LIRIK LAGU BERTEMA PANDEMI CORONA KARYA MUSISI INDONESIA: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Ida Rahmawati; Millatuz Zakiyah
Sintesis Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v15i2.3487

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the use of conceptual metaphors in song lyrics. Similar to poetry, the use of language in song lyrics often brings up metaphors or other language styles with specific purposes and different backgrounds. Based on this, this study discusses the use of Lakoff and Johnson's version of the metaphor in the lyrics of songs with the theme of the corona pandemic by Indonesian musicians. Data retrieval using the technique of listening, notes and documentation. The data that has been collected is then analyzed using Lakoff and Johnson's conceptual metaphor theory. From the results of the analysis, the researchers found 31 forms of metaphor based on the classification of conceptual metaphor types proposed by Lakoff and Johnson consisting of 15 data containing structural metaphors (structural metaphors), 4 data containing orientational metaphors, 9 data containing ontological metaphors and 3 data containing the conduit metaphor. The purpose of using the metaphor which describes the negative point of view of Indonesian musicians in seeing the corona virus outbreak is stated in the lyrics of the song with the hope that the song aims to warn the wider community to always be careful and obey health protocols because the corona virus is very dangerous. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5