cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
YANG ABSURD, YANG ARIF: ANALISIS TOKOH-TOKOH CERPEN BAKDI SOEMANTO Novita Dewi
Sintesis Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i1.1028

Abstract

Artikel ini membahas penokohan dalam sejumlah cerpen karya Bakdi Soemanto yang mengedepankan absurditas lewat tokoh-tokoh utama yang konyol, bernasib sial, dan bahkan dianggap kurang waras. Lewat analogi nama, analogi lanskap, dan analogi antar tokoh, tersibaklah kearifan di balik tokoh-tokoh absurd ini. Absurditas mereka sekaligus menerangi batas-batas kabur antara kewarasan dan kegilaan ketika manusia mencoba mencari makna dalam hidup yang dalam gagasan filsafat eksistensialisme tidak punya makna.Kata kunci: absurd, analogi nama, analogi lanskap, analogi antar tokoh.
KAJIAN SOSIOLOGIS DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN CERPEN MAYAT DI SIMPANG JALAN KARYA KOMANG ADNYANA Y. Niken Sasanti
Sintesis Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i1.1029

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memaparkan masalah sosial yang terkandung dalam cerpen MDSJ, nilai-nilai sosial yang terdapat dalam cerpen MDSJ, dan nilai-nilai pendidikan yang dapat diambil dari cerpen MDSJ. Berdasarkan kajian sosiologis tampak konflik sosial dalam cerpen MDSJ yang terjadi antara tokoh utama dan keluarganya dengan warga desa. Masalah sosial itu muncul karena tokoh utama dan keluarganya yang dulunya orang biasa, mengubah nama mereka dan menyandang gelar kebangsawanan. Masyarakat menilai keluarga tersebut meninggikan diri sendiri dan akhirnya mengucilkan mereka. Nilai-nilai sosial yang terkandung dalam MDSJ adalah nilai kebersamaan dan nilai untuk menjaga adat istiadat. Cerpen MDSJ juga mengandung nilai-nilai pendidikan antara lain keharusan menghargai orang lain, kesabaran, keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat di saat yang tepat, dan keharusan menyelesaikan konflik sosial secara adil, damai, dan prosedural.Kata kunci: cerpen, kajian sosiologis, masalah sosial, nilai-nilai sosial.
BAHASA INDONESIA RAGAM BAKU: SESAT PIKIR, KEKURANGPATUHAN, DAN REKOMENDASI Paulus Ari Subagyo
Sintesis Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i1.1030

Abstract

Artikel ini membahas tiga hal. Pertama, sesat pikir tentang bahasa Indonesia (BI) dan BI ragam baku (BIRB). Kedua, kekurangpatuhan masyarakat kepada BIRB. Ketiga, beberapa rekomendasi tentang pembelajaran BIRB. Ada dua sesat pikir tentang BI dan BIRB, yaitu (a) BI disalahpahami sebagai bahasa yang sudah tua dan mapan dan (b) BIRB disalahpahami hanya berurusan dengan kaidah ejaan yang disempurnakan (terlalu sempit) atau justru dengan semua penggunaan bahasa (terlalu luas). Kekurangpatuhan masyarakat, termasuk masyarakat akademik, kepada kaidah BIRB disebabkan (a) latar kesejarahan bahasa Indonesia, (b) inkonsistensi acuan, (c) rendahnya mutu pembelajaran bahasa, (d) rendahnya minat baca dan tulis masyarakat Indonesia, serta (e) mentalitas bangsa Indonesia yang suka gandrung pada budaya luar, termasuk bahasa asing. Dalam artikel ini juga direkomendasikan (a) pembentukan kepribadian (karakter) mahasiswa melalui perilaku ber-BIRB pada struktur makro hingga mikro, (b) pembelajaran/perkuliahan BI yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, (c) keterpaduan langkah semua dosen mata kuliah apa pun untuk bersama-sama patuh pada BIRB, serta (d) keterpaduan kuliah BI dan kebiasaan ber-BIRB dengan tradisi menulis pada dosen.Kata kunci: bahasa Indonesia, ragam baku, pembakuan, kaidah, kepribadian.
PERGULATAN MULTIKULTURALISME MASYARAKAT YOGYAKARTA DARI PERSPEKTIF BAHASA I. Praptomo Baryadi
Sintesis Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i1.1031

Abstract

Dalam tulisan ini dibicarakan perjuangan masyarakat Yogyakarta sebagai masyarakat yang multikultural untuk mewujudkan pandangan kesetaraan dalam perbedaan dalam kehidupannya dari perspektif bahasa. Pilihan perspektif bahasa ini didasarkan pada kenyataan bahwa masyarakat bahasa di Yogyakarta merupakan masyarakat yang masyarakat diglosik, yaitu masyarakat yang menggunakan banyak bahasa dengan fungsi yang berbeda. Pembahasan menunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta menggunakan bahasa untuk mengaransemen interaksi warganya yang beragam sehingga menciptakan kehidupan bersama yang saling menghargai. Dalam hal ini bahasa berperanan untuk mengaransemen hubungan baik antaranggota masyarakat dalam satu suku maupun antaranggota masyarakat yang berbeda suku. Selain itu, masyarakat Yogyakarta sebagai masyarakat diglosik terus bergulat memperjuangkan kesetaraan antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain.
GAIRAH UNTUK HIDUP DAN GAIRAH UNTUK MATI: PEMBACAAN SIMPTOMATIK ATAS WASIAT KEMUHAR KARYA PION RATULOLY Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i1.1025

Abstract

Makalah ini membahas Kumpulan Cerpen Wasiat Kemuhar karya seorang sastrawan muda NTT, Pion Ratuloly (2015). Melalui pembacaan simptomatik, makalah ini mengungkapkan dua aspek penting dalam kumpulan cerpen Wasiat Kemuhar, yakni: pembacaan struktur penceritaan (atau puitika) dan dilanjutkan dengan pembacaan tema-tema penting cerpen-cerpen Pion Ratulolly.Struktur penceritaan cerpen-cerpen Pion ditandai dengan kentalnya aroma puisi, kelenturan perpindahan sudut pandang, dan dominannya adegan-adegan dramtis. Tema-tema pokok cerpencerpen Pion adalah: territorial imperative, membongkar kemunafikan, membela yang lemah, dan gambaran tentang Lamalera, Lamahala, dan Laut.Kata kunci: insting hidup, insting mati, kemunafikan, territorial imperative.

Page 1 of 1 | Total Record : 5