cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
KEKERASAN GENDER DALAM NOVEL REMBANG JINGGA KARYA TJ OETORO DAN DWIYANA: PENDEKATAN FEMINISME Catharina Novia Christanti
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.914

Abstract

Kekerasan gender hingga saat ini masih terjadi pada kaum perempuan. Terjadinya kekerasan gender merupakan dampak pemikiran masyarakat bahwa tugas perempuan adalah melayani suami dan menjaga kebersihan rumah (sektor domestik). Akibatnya jika wanita ingin bekerja di luar rumah (sector public), dianggap bertentangan dengan adat kebiasaan dan norma umum masyarakat. Oleh sebab itu, para perempuan berusaha melawan pemikiran masyarakat dengan menggunakan teori feminisme.Kata Kunci: kekerasan gender, feminisme, perempuan, sastra.
PERSOALAN FEMINISME DALAM CERPEN BERI AKU WAKTU KARYA EVI IDAWATI Silvya Vidensiana Tellu; Mei Sartika Nurhayati
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.915

Abstract

Sastra merupakan sebuah media untuk menuangkan ide, imajinasi maupun pengalaman kehidupan manusia dalam sebuah karya dengan menggunakan bahasa yang khas sehingga memiliki nilai estetis. Berbagai macam karya sastra itu dapat dikaji melalui beberapa teori salah satunya adalah melalui teori atau pendekatan feminisme. Feminisme (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis ingin mengkaji cerita pendek (cerpen) Beri Aku Waktu karya Evi Idawati dengan menggunakan pendekatan feminisme. Hal yang menonjol dari cerpen ini ialah ketidakadilan gender dalam rumah tangga serta kekerasan terhadap kaum perempuan.Kata Kunci: karya sastra, cerita pendek, feminisme, beri aku waktu.
KONTESTASI IDEOLOGI DALAM CERPEN BOIKOT KARYA PUTU WIJAYA: SEBUAH KAJIAN MENGGUNAKAN TEORI HEGEMONI GRAMSCI Carlos Venansius Homba; Wilhelmus Dawa
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.916

Abstract

Wacana ideologi merupakan salah satu perhatian yang terdapat dalam kajian hegemoni Gramsci. Subjek yang dipakai dalam analisis ini adalah cerpen Boikot karya Putu Wijaya. Setelah dianalisis, terdapat beberapa ideologi yang saling berkontestasi, yaitu ideologi kapitalisme magis melawan humanisme-realisme. Selain dua kubu ideologi yang saling beroposisi, terdapat pula ideologi yang digunakan untuk menegosiasi perlawanan dua kubu ideologi di atas, yaitu demokrasi dan anarkisme. Pada akhirnya, ideologi dominan kapitalisme kalah oleh ideologi humanisme yang notabene membawa nilai budaya asli Indonesia.
PERTENTANGAN KELAS DALAM DRAMA MARSINAH: NYANYIAN DARI BAWAH TANAH KARYA RATNA SARUMPAET: PERSPEKTIF MARXISME Putri, Gabriela Melati
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.917

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai pertentangan kelas kaum buruh dalam drama Marsinah: Nyanyaian dari Bawah Tanah karya Ratna Sarumpaet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertentangan kelas dalam drama Marsinah: Nyanyian dari Bawah Tanah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode formal dan metode analisis isi. Metode penyajian analisis data yang digunakan adalah metode deskrisi kualitatif. Langkah pertama adalah menganalisis drama Marsinah: Nyanyian dari Bawah Tanah secara struktural. Langkah kedua adalah menganalisis pertentangan kelas serta hal-hal yang diperjuangkan buruh berdasarkan analisis pertama.Hasil analisis struktural menunjukkan bahwa 1) tokoh-tokohnya terdiri dari kelas atas (Tokoh, Kuneng, Nining, dan Itut) dan kelas bawah (Hakim, Corong, Pengawas Pabrik, dan Lelaki III), serta 2) latar dalam drama ini secara implisit menunjukkan pada masa orde baru dengan nuansa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Secara khusus, latar tempat dalam drama ini dibedakan menjadi dunia kematian dan dunia manusia.Hasil analisis pertentangan kelas menunjukkan bahwa ada pertentangan kelas dalam 1) bidang pendidikan antartokoh, 2) atasan pabrik dengan para buruh, 3) pemerintah dengan lembaga hukum, 4) pemerintah dengan masyarkat kecil, dan 5) lembaga hukum dengan masyarakat kecil.Kata kunci: buruh, pemilik modal, marsinah, sosiologi marxis, pertentangan kelas.
KAJIAN HISTORIS KOMPARATIF CERITA BATANG GARING Puji Santosa; Djamari Djamari
Sintesis Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v9i2.913

Abstract

Penelitian ini mengkaji cerita Batang Garing, cerita rakyat dari Kalimantan Tengah, dengan pendekatan historis komparatif seperti yang dilakukan oleh mazhab Finlandia. Masalah penelitian adalah bagaimanakah tipe, motif, dan historis komparatif cerita Batang Garing? Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan tipe, motif, dan historis komparatif cerita Batang Garing dengan cerita lain yang setipe dan semotif, seperti cerita Kalpataru, Pohon Bodhi, Pohon Pengetahuan Baik dan Buruk, Pohon Kuldi, dan Gunungan cerita Pewayangan dari Jawa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Batang Garing termasuk tipe cerita mitologi religius keagamaan yang bersifat supranatural, yakni cerita yang dipercayai oleh pemeluk agama Hindu Kaharingan yang termaktub dalam kitab Panaturan. Terdapat delapan motif utama dalam cerita Batang Garing, yaitu motif penciptaan alam semesta, motif kepercayaan akan adanya satu Tuhan, motif pohon kehidupan, motif binatang yang luar biasa, motif penciptaan manusia, motif kematian binatang sebagai awal kehidupan, motif kematian tanaman sebagai awal kehidupan, dan motif bagian-bagian tanaman yang melambangkan keberadaan Tuhan. Secara historis komparatif Batang Garing memiliki keluasan dan kedalaman makna yang berbeda dari cerita yang setipe dan semotif lainnya di dunia, bahkan lebih tua daripada Tree of Life kebudayaan Mesir. Cerita Batang Garing menjadi cerita sakral yang melegenda dan dipercayai sebagai cerita asal-usul nenek moyang suku Dayak di Kalimantan.Kata Kunci: deskriptif, tipe, motif, historis komparatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5