Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 26, No 2 (2014)"
:
14 Documents
clear
PENGETAHUAN MENGENAI DISIPLIN KELAS PADA GURU-GURU SD X
Darmawan, Sella;
Pandia, Weny Savitry S.
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6077 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru-guru SD X mengenai disiplin kelas. Pengetahuan adalah tahap awal di mana seseorang dapat menyebutkan , mengingat dan mengidentifikasi suatu informasi, sedangkan disiplin kelas adalah metode guru dalam mengatasi maslah perilaku murid di kelas dan mendorong murid untuk berperilaku sesuai. Seharusnya disiplin kelas dilakukan tanpa kekerasan, namun masih banyak disiplin yang dilakukan dengan kekerasan. Pengetahuan guru mengenai disiplin kelas dilihat berdasarkan dimensi preventif, aksi dan resolusi. Penelitian dilakukan dengan pemberian kuesioner kepada 17 guru, FGD kepada 8 murid kelas 4-6 SD, dan wawancara kepada kepala sekolah dan 4 orang guru. Pengetahuan guru SD X mengenai disiplin kelas berada pada kategori sedang (53%), rendah (29%) dan tinggi (18%). Yang belum diketahui guru adalah cara membuat dan mengubah peraturan, mengatasi perasaan negatif saat mengajar dan perdebatan di kelas, serta melakukan follow up.
MERANCANG RENCANA PEMBELAJARAN TPACK UNTUK SEKOLAH DASAR KELAS BAHASA INGGRIS
Setyawan, Theresia Yunia
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6622.461 KB)
Pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran telah menjadi hal yang sangat umum dalam konteks pendidikan global sekarang ini. Dengan banyaknya jenis teknologi yang tersedia secara luas, guru bahasa Inggris di sekolah dasar harns berhati-hati dalam mendesain pembelajaran bahasa yang mengintegrasikan teknologi dan karenanya juga harus elektif dalam memilih jenis-jenis teknologi yang akan digunakan di dalam kelas. Model Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) merupakan kerangka yang sangat berguna bagi para guru babasa Inggris di sekolab dasar dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Karena proses penyusunan rencana pembelajaran yang sekaligns merupakan proses pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran bnkan merupakan bal yang sederhana, artikel studi pustaka ini mencoba untnk mendeskripsikan langkab-langkab yang dapat dilaknkan oleh para guru babasa Inggris di sekolab dasar yang berkeinginan mendesain rencana pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dan yang menggnnakan kerangka TPACK sebagai model.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS X SMA SWASTA DI JAKARTA SELATAN
Paramastuti, Laurensia Lindi;
Ajisuksmo, Clara R. P.
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5913.843 KB)
Menentukan karier di masa depan merupakan togas perkembangan para remaja. Kematangan karier pada remaja ditandai dengan kemampuan dalam menentukan sikap dan kompetensi terhadap karier. Dalam proses menuju kematangan karier, siswa SMA memerlukan bimbingan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Bimbingan karier ditujukan untuk membantu para siswa memahami kebutuhan, tujuan masa depan dan langkah-Iangkah yang tepat untuk mencapainya. Melalui pengisian Kuesioner Kematangan Karier dan focus group discussion (FGD), ditemukan tingkat kematangan karier yang bervariasi pada 65 orang siswa kelas X. Berdasarkan FGD dengan 2 kelompok siswa dan wawancara dengan guru BK, diketahui bahwa terdapat beberapa kegiatan yang efektif diterapkan bagi siswa. Sementara itu, juga terdapat peran guru BK yang butuh dikembangkan agar lebih efektif untuk ditcrapkan, seperti penentuan tujuan masa depan yang perlu dilakukan sedini mungkin. Hasil tersebut menunjukkan babwa para siswa membutubkan bimbingan yang efektif dalam mengidentifikasi masalah karier dan langkah-Iangkah yang tepat dalam menentukan karier. Untuk dapat memenuhi keburuban siswa, guru BK perlu meningkatkan pengetahuan ten tang perkembangan karier remaja dan keterampilan menginlplementasikan program pengembangan karier.
MENANGANI ANAK BISU SELEKTIF : SEBUAH CONTOH KASUS LAYANAN BIMBINGAN SOSIAL DAN PERSONAL SISWA SD
Kurniastuti, Irine
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7882.071 KB)
Guru merupakan profesi multiperan. Bukan hanya menjadi seorang ahH mengajar, manager pembelajaran, peneJiti, dan praktisi, akan tetapi guru juga bertindak sebagai seorang konselor. Sebagai konselor, guru berkewajiban memberikan layanan bimbingan dan konseJing. Artikel ini bertujuan untuk memberikan saJah satu gambaran deskripsi penanganan kasus individual siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai saJah satu bentuk layanan bimbingan konseling ranah sosial-personal. Kasus yang diangkat ialab kasus seorang siswa kelas 2 SO yang mengalami kesulitan daJam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang 'asing', dalam konteks iill ternan dan guru, padahal ia mampu berbicara normal (bisu seJektif). Kasus dideskripsikan secara intensif dan dianalisis sebagai kasus tunggaJ (studi kasus). Data dari beberapa sumber, termasuk: observasi, wawancara, dan dokumen dideskripsikan secara kualitatif. Metode daJam penanganan iaJab desensitisasi dan penguat positif untuk meningkatkan frekuensi kemarnpuan verbal siswa. Teknik intervensi yang digunakan iaJah response initiation, contingency management, dan stimulus fading. Modul yang digunakan iaJail modul "Lingkar Sahabat" yang dikembangkan oleh Huda (2008). Hasil penanganan menunjukkan kemajuan komunikasi pada subjek.
GAMBARAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGAJAR SISWA TUNARUNGU
Hutami, Priska Ayuningdiah;
Ajisuksmo, Clara R. P.;
Tunjungsari, Harini
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7200.213 KB)
Penelitiau ini bertujuau untuk mengindentifikasi kompetensi pedagogik guru dalam melakukan pengajarau Wltuk siswa tunarungu. Penelitiau dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta yaug merupakan sekolah reguler, namun memililci beberapa siswa tunarungu. Pendekatau yang digWlakau adalah pendekatau kuantitatif dan kualitatif. Dalam pengurnpulan data, peueliti meuyebarkan kuesioner kepada 17 guru untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi pedagogik mereka dalam melakukan pengajaran untuk siswa tuna rungu. Selain ito peneliti juga melakukan observasi, wawaucara dengan kepala sekolah sehubungan dengan kompetensi guru dalam mengajar siswa touarungu, dan wawancara kelompok dengan 3 orang guru yang teridentifikasi sebagai guru yang memililci kompetensi pedagogik tingkat rendah dan sedang dalam mengajarsiswa tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88% guru memililci kompetensi pedagogik tingkat sedang dalam mengajar siswa tunarungu. Hal illi dikarenakan kurangnya pengetahuan guru mellgenai karakteristik siswa twlarungu, yang berpengarub terhadap prinsip pembelajaran, pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, penggunaan media teknologi dan illformasi, memfasilitasi siswa tnnarungu untuk meningkatkan kemampuan belajar, komunikasi yang empatik dan efektif, serta pemberian unlpan batik dan evaluasi untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa tunarungu.
MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI SERVICE LEARNING PROGRAMDI MATA KULIAH ILMU GIZI DAN KESEHATAN
Handoyo, Luisa Diana
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5975.464 KB)
Pcndidikan karakter mcrupakan salah satu program pemerintah seperti tercantum dalam Renstra Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia 2010-2014 dan diterapkan untuk seluruh jenjang pendidikan. Penelitian ini mencoba menurnbuhkembangkan karakter, terutama karakter kreatif, tanggungjawab, kerja keras, komunikatif dan peduli sosial dalam diri mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ilmu gizi dan kesehatan melalui kegiatan service learning. Service learning program merupakan suatu metode pembelajaran dimana siswa dihadapkan langsung pada permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dalam pcnelitian ini, service learning yang dilakukan oleh mahasiswa adalah pclayanan posyandu dan penyuluhan mengenai kesebatan. Hasil penclitian menunjukkan bahwa karakter kreatif, tanggungjawab, kerja keras, komunikatif dan pcduli sosial mahasiswa diasah melalui semua tabap dalam kegiatan service learning mulai dari observasi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan reftcksi mahasiswa. Dari semua karaktcr tcrsebut, karakter yang paling berkembang adalah karakter komunikatif dan peduli sosial.
TINGKAT KETERBACAAN BUKU TEKS CAKAP BERBAHASA INDONESIA SMP KELAS VII PADA SMP BUDYA WACANA DAN SMP DON BOSCO YOGYAKARTA
Dewi, Risbe Purnama
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6946.457 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui tingkat keterbacaan buku teks Cakap Berbahasa Indonesia SMP kelas VII karangan R.R. Novi Kussuji Indrastuti dan Diah Ema Triningsih yang diterbitkan BSE tahun 20 I O. Penelitian keterbacaan ini rnenggunakan tes cloze dengan rnenghilangkan kata ketujuh. Jenis penelitian ini adalah peneUtian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data rnenggunakan panduan penilaian tes cloze kata cocok. Interpretasi skor didasarkan pada kriteria yang disampaikan Hardjasujana, dkk. Populasi penelitian ini sebanyak 24 teks bacaan dan sampel penelitian ini sebanyak 10 teks bacaan. Hasil penelitian pada dua sekolah terscbut diperoleb bahwa tingkat kcterbacaan buku teks pada SMP Budya Wacana berkategori frustasi dengan nilai rata-rata sebesar 34,06 dan tingkat keterbacaan pada SMP Don Bosco berkategori instruksional dengan nilai rata-rata sebesar 43,05. Hal ini bcrarti buku teks tersebut dapat dipergunakan oleh siswa di SMP Don Bosco dengan bimbingan guru dan tidak dapat dipergunakan di SMP Budya Wacana karena terlalu sulit dipaharni siswa.
MERANCANG RENCANA PEMBELAJARAN TPACK UNTUK SEKOLAH DASAR KELAS BAHASA INGGRIS
Theresia Yunia Setyawan
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran telah menjadi hal yang sangat umum dalam konteks pendidikan global sekarang ini. Dengan banyaknya jenis teknologi yang tersedia secara luas, guru bahasa Inggris di sekolah dasar harns berhati-hati dalam mendesain pembelajaran bahasa yang mengintegrasikan teknologi dan karenanya juga haruselektif dalam memilih jenis-jenis teknologi yang akan digunakan di dalam kelas. Model Technological PedagogicalContent Knowledge (TPACK) merupakan kerangka yang sangat berguna bagi para guru babasa Inggris di sekolab dasar dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Karena proses penyusunan rencana pembelajaran yang sekaligns merupakan proses pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran bnkan merupakan bal yang sederhana, artikel studi pustaka ini mencoba untnk mendeskripsikan langkab-langkab yang dapat dilaknkan oleh para guru babasa Inggris di sekolab dasar yang berkeinginan mendesain rencana pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dan yang menggnnakan kerangka TPACK sebagai model.
PENGETAHUAN MENGENAI DISIPLIN KELAS PADA GURU-GURU SD X
Sella Darmawan;
Weny Savitry S. Pandia
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru-guru SD X mengenai disiplin kelas. Pengetahuan adalah tahap awal di mana seseorang dapat menyebutkan , mengingat dan mengidentifikasi suatu informasi, sedangkan disiplin kelas adalah metode guru dalam mengatasi maslah perilaku murid di kelas dan mendorong murid untuk berperilaku sesuai. Seharusnya disiplin kelas dilakukan tanpa kekerasan, namun masih banyak disiplin yang dilakukan dengan kekerasan. Pengetahuan guru mengenai disiplin kelas dilihat berdasarkan dimensi preventif, aksi dan resolusi. Penelitian dilakukan dengan pemberian kuesioner kepada 17 guru, FGD kepada 8 murid kelas 4-6 SD, dan wawancara kepada kepala sekolah dan 4 orang guru. Pengetahuan guru SD X mengenai disiplin kelas berada pada kategori sedang (53%), rendah (29%) dan tinggi (18%). Yang belum diketahui guru adalah cara membuat dan mengubah peraturan, mengatasi perasaan negatif saat mengajar dan perdebatan di kelas, serta melakukanfollow up.
MENANGANI ANAK BISU SELEKTIF : SEBUAH CONTOH KASUS LAYANAN BIMBINGAN SOSIAL DAN PERSONAL SISWA SD
Irine Kurniastuti
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Guru merupakan profesi multiperan. Bukan hanya menjadi seorang ahH mengajar, manager pembelajaran, peneJiti, dan praktisi, akan tetapi guru juga bertindak sebagai seorang konselor. Sebagai konselor, guru berkewajiban memberikan layanan bimbingan dan konseJing. Artikel ini bertujuan untuk memberikan saJah satu gambaran deskripsi penanganan kasus individual siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai saJah satu bentuk layanan bimbingan konseling ranah sosial-personal. Kasus yang diangkat ialab kasus seorang siswa kelas 2 SO yang mengalami kesulitan daJam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang 'asing', dalam konteks iill ternan dan guru, padahal ia mampu berbicara normal (bisu seJektif). Kasus dideskripsikan secara intensif dan dianalisis sebagai kasus tunggaJ (studi kasus). Data dari beberapa sumber, termasuk: observasi, wawancara, dan dokumen dideskripsikan secara kualitatif. Metode daJam penanganan iaJab desensitisasi dan penguat positif untuk meningkatkan frekuensi kemarnpuanverbal siswa. Teknik intervensi yang digunakan iaJah response initiation, contingency management, dan stimulus fading. Modul yang digunakan iaJail modul "Lingkar Sahabat" yang dikembangkan oleh Huda (2008). Hasil penanganan menunjukkan kemajuan komunikasi pada subjek.