Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 (2017)"
:
14 Documents
clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK TIPE ASSISTED LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWADI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 BIRINGKANAYA MAKASSAR
Ana Cahayani Fatimah
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.498 KB)
Penelitian ini bertujuan mengkaji Bentuk dan Efektivitas penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan jenis kolaboratif. Tahap penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik-Âteknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi dan (4) tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dikemukakan bahwa penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar dapat meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa. Dari data di lapangan, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggukan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learningyang semula nilai rata-rata pra siklus 68,15% meningkat menjadi 69,60 atau meningkat sekitar 1,45% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 78,15 atau sekitar 8,55%. Dan pada Siklus III lebih meningkat lagi Menjadi 88,15% atau sekitar 10%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pembelajar konstruktivistik tipe assisted learning sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak peserta didik.
URGENSI PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI DI KELURAHAN BAJI PA’MAI KECAMATAN MAROS BARU KABUPATEN MAROS
Sampara Palili
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.875 KB)
Penelitian ini berkenaan dengan pendidikan agama Islam sebagai salah satu aspek penting dalam membangun keluaga islami di Kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Pokok permasalahan penelitian lapangan ini adalah urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Hasil penelitian mengungkap urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Pa’mai adalah pemahaman materi Pendidikan Agama Islam melalui pendidikan formal maupun non formal.Salah satu usaha yang harus ditempuh adalah dengan memperdalam pengetahuan tentang Islam melalui jalan pendidikan Islam, karena pendidikan Islam baik formal maupun non formal adalah satu-satunya jalan yang akan memberikan pemahaman kepada anggota keluarga, bagaimana cara membangun keluarga islami. Adapun faktor-faktor yang menghambat dan mendukung upaya keluarga memahami materi pendidikan Islam dalam membangun keluarga islami adalah faktor internal dan eksternal, di antaranya besarnya keinginan masyarakat membangun keluarganya terlihat dari tingginya partisifasi masyarakat mengikuti kegiatan pengajian dan pelatihan-pelatihan yang diadakan pemerintah setempat. Adapun beberapa faktor penghambat adalah minimnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan pengajian dan pelatihan yang ada di kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru.
MADRASAH SEBAGAI BENTUK TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Nur Syarifuddin
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.299 KB)
Madrasah pada mulanya merupakan perkembangan dari institusi pendidikan Islam di masjiddan pesantren. Selanjutnya, perkembangan madrasah mengikuti zamannya dan tidak sepenuhnya merupakan kelanjutan lembaga pendidikantradisional yang sudah ada sebelumnya. Artikel ini merupakan analisis historis yang memaparkan proses kelahiran dan perkembangan madrasah (pendidikan agama Islam) sebelum dan pasca kemerdekaan, era SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri, serta struktur kurikulum dari madrasah di Indonesia dari masa ke masa. Temuan penelitian ini adalah pada dasarnya sistem pendidikan dan pengajaran di madrasah merupakan perpaduan antara sistem yang berlaku di pondok pesantren dengan sistem yang berlaku di sekolah-sekolah modern. Untuk mengenai pembinaan dan pengembangan madrasah tetap dilaksanakan semenjak munculnya istilah madrasah sampai lahirnya SKB 3 Menteri, di mana madrasah dipersamakan dengan sekolah umum, yang dalam hal ini adalah sekolah negeri umum yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang sederajat. Dan demikian jelasnya bahwa pemerintah tetap memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan madrasah di Indonesia. Dalam hal pengembangan kurikulum madrasah sama dengan prosedur pengembangan kurikulum berbasis sekolah, mengingat term madrasah dengan sekolah memiliki substansi yang sama, yaitu keduanya merupakan lembaga pendidikan formal.
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGANPSIKOLOGIS ANAK
Rina Nur Azizah
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.042 KB)
Dalam keluarga dibutuhkan suasana hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak karena kerukunan di dalam rumah tangga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangan dan pendidikan anak. Namun pada kenyataannya sudah menjadi kodrat manusia bahwa kebahagiaan, kesengsaraan, penderitaan, suka, duka, kerukunan, keharmonisan dan perselisihan merupakan peristiwa yang selalu dating silih berganti dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak perceraian terhadap perkembangan psikologis anak. Dengan jenis penelitian kajian pustaka, penulis memaparkan bahwa merupakan bukan akhir dari hubungan suami istri, namun orang tua yang telah bercerai harus tetap memikirkan perkembangan dan pendidikan anak selanjutnya karena perceraian tidak hanya berdampak pada suami istri namun dampak terbesar adalah perkembangan psikologis anak. Temuan penelitian ini adalah bahwa perceraian mempunyai dampak negatif terhadap perkembangan psikologi anak, karena pada umumnya perkembangan psikologi anak yang orang tuanya bercerai sangat terganggu, selain itu faktor negatif dampak dari perceraian adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Keutuhan rumah tangga dibutuhkan dalam membantu perkembangan psikologi dan pendidikan anak. Kurangnya perhatian dan kasih sayang bagi anak terhadap perceraian orang tua anak menimbulkan perasaan cemas, bingung, resah, malu dan sedih. Terlebih bagi anak usia remaja, maka anak akan mengalami gangguan emosional dan akan lari pada kenakalan remaja dan narkoba.
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL REMAJA; PENDEKATAN BEHAVIORISME
Muhammad Husni
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.525 KB)
Penelitian ini menguraikan tentang layanan konseling individual terhadap siswa yang bermasalah dan perubahan positif yang akan terjadi pada siswa setelah mendapatkan layanan konseling individual.Konseling individual dilakukan dengan pertemuan antara konselor dengan seorang klien secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberi bantuan untuk mengembangkan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi.Analisis dilakukan dengan mengkombinasikan konseling individual dengan penanganan kasus kenakalan remaja. Dalam pengamatan yang penulis lakukan, menghasilkan beberapa temuan di antaranya: kenakalan remaja merupakan konflik dalam proses psikologis dan sosial dalam perkembangan remaja. Sebagai langkah efektif, konseling individual dengan pendekatan behaviorisme penting untuk dilakukan. Konseling inibertujuan untuk mengubah perilaku remaja yang salah dalam penyesuaian dengan cara-cara memperkuat perilaku yang diharapkan dan meniadakan perilaku yang tidak diharapkan serta membantu menemukan cara-cara berperilaku yang tepat. Dalam proses konseling ini, tugas dari Guru BK/Konselor adalah melakukan pendekatan secara intensif. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui permasalahan seperti apa yang sedang dihadapi dan nantinya dapat ditemukan solusinya. Tidak cukup hanya sebatas penyelesaian masalah, guru BK/Konselor juga harus terus memantau perkembangan anak setelah terselesaikannya permasalahan.
OPTIMALISASI PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH
abd wahed
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.327 KB)
Sejak era reformasi,pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dibidang pendidikan yaitu program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah sebagai jalur alternatif. Namun, dalamprosesnya mengalami berbagai persoalan sebagai sebuah dinamika. Selama ini, dapat diketahui bahwa efektivitas pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah dapat dikategorikan belum begitu efektif. Oleh sebab itu, program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah perlu perencanaan yang baik, pelaksanaan yang optimal dan evaluasi yang benar dengan disertai manajemen integral yang koordinatif. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah. Di sisi lain, penelitian pustaka ini dapat dijadikan sebagai kerangka konseptual dan kajian epistemologis untuk pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar, terutama di pondok pesantren salafiyah. Dari penelitian ini, ditemukan bahwadalam mengoptimalkan program wajib belajar belajar pendidikan dasar dipondok pesantren salafiyah secara umum dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu: pertama, dalam tataran pelaksanaannya yang menyangkut sasaran atau objek materil, kurikulum dan sistem evaluasinya. Kedua, hal yang menjadi penghambat, antara lain: jenjang, prosedur penyelenggaraan dan proses belajar mengajarnya.
PLURALISME DANMULTIKULTURALISME DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI; KAJIAN PARADIGMATIK
Mohammad Fahrur Rozi
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.023 KB)
Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk (pluralistic society) suku bangsa, bahasa,adat istiadat dan agama. Oleh karena itu, pluralisme dan multikulturalisme dapat memberikan implikasi bahwa setiap individu merasa dihargai sekaligus merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama dalam komunitasnya. Realitas yang tidak dapat dipungkiri adalah keragaman yang lahir dari suku, budaya, bahasa dan agama yang terus dipaksakan dalam pemahaman yang tidak sejalan, golongan minoritas dan mayoritas, strata ekonomi dan sosial yang berbeda pandangan (point of view) sebagai masalah dan mengandung potensi konflik. Oleh karena itu, agar pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia berjalan dengan baik, maka masyarakat Indonesia harus mengembangkan nilai-nilai multikultularisme baik dalam suku, agama, bahasa dan agama. Apabila pluralisme dan multikulturalisme dapat diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari,makanegara Indonesia akan menjadi masayarakat madani dan lahir sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK TIPE ASSISTED LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWADI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 BIRINGKANAYA MAKASSAR
Fatimah, Ana Cahayani
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengkaji Bentuk dan Efektivitas penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan jenis kolaboratif. Tahap penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik-Âteknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi dan (4) tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dikemukakan bahwa penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar dapat meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa. Dari data di lapangan, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggukan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learningyang semula nilai rata-rata pra siklus 68,15% meningkat menjadi 69,60 atau meningkat sekitar 1,45% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 78,15 atau sekitar 8,55%. Dan pada Siklus III lebih meningkat lagi Menjadi 88,15% atau sekitar 10%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pembelajar konstruktivistik tipe assisted learning sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak peserta didik.
MADRASAH SEBAGAI BENTUK TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Syarifuddin, Nur
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Madrasah pada mulanya merupakan perkembangan dari institusi pendidikan Islam di masjiddan pesantren. Selanjutnya, perkembangan madrasah mengikuti zamannya dan tidak sepenuhnya merupakan kelanjutan lembaga pendidikantradisional yang sudah ada sebelumnya. Artikel ini merupakan analisis historis yang memaparkan proses kelahiran dan perkembangan madrasah (pendidikan agama Islam) sebelum dan pasca kemerdekaan, era SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri, serta struktur kurikulum dari madrasah di Indonesia dari masa ke masa. Temuan penelitian ini adalah pada dasarnya sistem pendidikan dan pengajaran di madrasah merupakan perpaduan antara sistem yang berlaku di pondok pesantren dengan sistem yang berlaku di sekolah-sekolah modern. Untuk mengenai pembinaan dan pengembangan madrasah tetap dilaksanakan semenjak munculnya istilah madrasah sampai lahirnya SKB 3 Menteri, di mana madrasah dipersamakan dengan sekolah umum, yang dalam hal ini adalah sekolah negeri umum yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang sederajat. Dan demikian jelasnya bahwa pemerintah tetap memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan madrasah di Indonesia. Dalam hal pengembangan kurikulum madrasah sama dengan prosedur pengembangan kurikulum berbasis sekolah, mengingat term madrasah dengan sekolah memiliki substansi yang sama, yaitu keduanya merupakan lembaga pendidikan formal.
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL REMAJA; PENDEKATAN BEHAVIORISME
Husni, Muhammad
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menguraikan tentang layanan konseling individual terhadap siswa yang bermasalah dan perubahan positif yang akan terjadi pada siswa setelah mendapatkan layanan konseling individual.Konseling individual dilakukan dengan pertemuan antara konselor dengan seorang klien secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberi bantuan untuk mengembangkan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi.Analisis dilakukan dengan mengkombinasikan konseling individual dengan penanganan kasus kenakalan remaja. Dalam pengamatan yang penulis lakukan, menghasilkan beberapa temuan di antaranya: kenakalan remaja merupakan konflik dalam proses psikologis dan sosial dalam perkembangan remaja. Sebagai langkah efektif, konseling individual dengan pendekatan behaviorisme penting untuk dilakukan. Konseling inibertujuan untuk mengubah perilaku remaja yang salah dalam penyesuaian dengan cara-cara memperkuat perilaku yang diharapkan dan meniadakan perilaku yang tidak diharapkan serta membantu menemukan cara-cara berperilaku yang tepat. Dalam proses konseling ini, tugas dari Guru BK/Konselor adalah melakukan pendekatan secara intensif. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui permasalahan seperti apa yang sedang dihadapi dan nantinya dapat ditemukan solusinya. Tidak cukup hanya sebatas penyelesaian masalah, guru BK/Konselor juga harus terus memantau perkembangan anak setelah terselesaikannya permasalahan.