cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018)" : 14 Documents clear
KHULAFAUR RASYIDIN DAN ANATOMI-DIALEKTIK PENDIDIKAN POLITIK PENGUASA Afandi
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada masa Khalifah Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan Pendidika pada masa Rasulullah. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab Pendidikan sudah lebih meningkat di mana pada masa Umar guru-guru sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukkan. Pada masa Khalifah Ustman bin Affan, Pendidikan diserahkan kepada rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah saja, tetapi sudah dibolehkan ke daerah-daerah untuk mengajar. Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Pendidikan kurang mendapat perhatian, ini disebabkan pemerintahan Ali selalu dilanda konflik yang berujung kepada kekacauan
ISLAM DAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN Nurcholish, Ahmad
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peace education (pendidikan perdamaian) masih menjadi kebutuhan vital bagi umat manusia dan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan dunia belum sepenuhnya menikmati rasa aman, hidup damai nirkekerasan.Konflik dan kekerasan, bahkan perang masih mewarnai berbagai belahan dunia.Oleh karena itu dunia merasa perlu untuk menghelat peringatan khusus demi terciptanya perdamaian.Itulah sebabnya, atas kesepakatan bersama Negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace/IDP).Pada tahun 1981, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi No 36/37 tentang Hari Perdamaian Internasional.Tahun 2002, Majelis Umum PBB secara resmi mendeklarasikan tanggal 21 September sebagai IDP.Setiap tahun dunia memperingati IDP dengan tema berbeda-beda.Peace Education (Pendidikan Perdamaian) inilah yang menjadi tema IDP pada tahun 2013 lalu.[1] Peace Education (PE) sendiri telah menjadi gerakan global. Pada tahun 1999, ribuan orang yang mewakili ratusan organisasi hadir dalam acara International Peace Conference di The Hague, Belanda.Dalam acara tersebut dicetuskan The Hague Appeal for Peace, yang menyerukan penghentian segala peperangan dan penyebarluasan budaya perdamaian.Salah satu hasil The Hague Appeal, pembentukan Global Peace Education Network guna mendukung aplikasi PE seluruh dunia. Lantas bagaimana PE ini diimplementasikan di dunia Islam?Dalam ajaran Islam, PE atau Pendidikan Perdamaian sejatinya bukan hal baru.Islam sendiri dari sisi kebahasaan memiliki makna damai.Oleh sebab itu tidaki berlebihan jika Islam merupakan agama perdamaian.Setidaknya ada tiga alasan, yakni: pertama, Islam itu sendiri berarti kepatuhan diri (submission) kepada Tuhan dan perdamaian (peace). Kedua, salah satu dari nama Tuhan dalam al-asma` al-husna adalah Yang Mahadamai (al-salam). Ketiga, perdamaian dan kasih-sayang merupakan keteladanan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW.Lebih lanjut, Zuhairi Misrawi menambahkan bahwa perdamaian merupakan jantung dan denyut nadi dari agama.Menolak perdamaian merupakan sikap yang bisa dikategorikan sebagai menolak esensi agama dan kemanusiaan.[2] Itulah misi dan tujuan diturunkannya Islam kepada manusia.Karena itu, Islam diturunkan tidak untuk memelihara permusuhan atau kekerasan di antara umat manusia.Konsepsi dan fakta-fakta sejarah Islam menunjukkan bahwa Islam mendahulukan sikap kasih sayang, keharmonisan dan dan kedamaian. Di antara bukti konkrit dari perhatian Islam terhadap perdamaian adalah dengan dirumuskannya Piagam Madinah (al-sahifah al-madinah), perjanjian Hudaibiyah, dan pakta perjanjian yang lain.
PENDIDIKAN MORAL SEBAGAI INTERAKSI SOSIAL: Paradigma Islam dan Buddha Dalam Menciptakan Perdamaian Muawaroh, Mundiroh Lailatul
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk membahas mengenai salah satu ajaran agama yaitu pendidikan moralitas sebagai interaksi sosial untuk menciptakan perdamaian. Melihat seringnya terjadi konflik dan sentimen antar kelompok, sesama manusia dan lain sebagainya, oleh karena itu perlu kiranya untuk melihat kembali ajaran agama yang diturunkan sebagai pedoman hidup manusia. Namun penelitian ini dilakukan dengan library reseach. Metode penelitian pustaka digunakan karena ingin mengulas kembali ajaran agama (moral) dari beberapa pustaka yang ada termasuk dari kitab suci Buddha dan Islam. Untuk itu penelitian kali ini tidak hanya membahas apa itu moral, namun lebih melihat kembali relevansi ajaran agama yang digunakan sebagai interaksi sosial. Penelitian ini dapat membantu menganalisis dan menyumbang dalam ranah keilmuan mengenai fenomena kekerasan yanga ada. artinya, ajaran agama tidak hanya sebatas dipahami secara sempit, namun secara luas termasuk dalam kehidupan sosial.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DENGAN ALAT PERAGA KABARU PADA MATERI LUAS PERMUKAAN PRISMA DAN LIMAS Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran yang berlangsung selama ini cenderung berpusat pada guru, siswa tidak diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, serta jarangnya penggunaan alat peraga sehingga siswa merasa kesulitan untuk memahami suatu konsep atau materi, akibatnya siswa menjadi pasif dan pembelajaran menjadi membosankan. Salah satu altertatif model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk mengaktifkan siswa sehingga siswa bereksperimen secara langsung menggunakan alat peraga dalam mencari dan menemukan konsep/prinsip matematika adalah penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan: mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran penemuan penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII-A dari dua kelas yang diambil secara acak di MTs Al-Falah Dakiring-Socah Bangkalan untuk kelas ujicoba. Pengembangan perangkat dilakukan menggunakan model 4-D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Hasil analisis data menunjukkan perangkat pembelajaran penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas yang dihasilkan baik, ini terlihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran efektif, respon siswa positif, tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel, dan sensitif, serta ketuntasan hasil belajar secara klasikal terpenuhi.

Page 2 of 2 | Total Record : 14