cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sport Science
ISSN : 19075111     EISSN : 26204681     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Sport Science diterbitkan oleh jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, setiap dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
ANALISIS GERAKAN THREE POINT SHOOT (STUDI KOMPARASI PADA PEMAIN BASKET KYRIE IRVING DENGAN SANDY KURNIAWAN) Raden Arfin Kusuma; Mahmud Yunus; Saichudin Saichudin
Jurnal Sport Science Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.099 KB) | DOI: 10.17977/um057v8i2p94-99

Abstract

Abstract: This study aims to determine the three-point motion analysis results of a comparative study shoot a basketball player Kyrie Irving with Sandy Kurniawan. Motion analysis research this three point shoot using quantitative descriptive method. Data collection techniques using object measurement instruments that use a laptop, modem/wifi, youtube video download application, application dartfish program, as well as stationery. Video obtained will be analyzed using a program known dartfish for distance, angle of the foot, arm angle, the angle of the throw, the ball groove, high jump. Based on the results of three point shoot motion analysis using the program dartfish show that there is no significant difference in movement analysis three point shoot between Irving and Sandy with three point shoot percentage of 42% and 41%. The results of this study showed no significant difference between the two objects of the whole match.Keywords: Three Point Shoot, Motion Analysis.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis gerak three point shoot studi komparasi pemain basket Kyrie Irving dengan Sandy Kurniawan. Penelitian analisis gerak three point shoot ini mengunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan instrumen pengukuran objek yaitu menggunakan laptop, modem/wifi, aplikasi download video youtube, aplikasi program dartfish, serta alat tulis. Video yang diperoleh, akan dianalisis menggunakan program dartfish untuk diketahui jarak, sudut kaki, sudut lengan, sudut lemparan, alur bola, tinggi lompatan. Berdasarkan hasil analisis gerak three point shoot memakai program dartfish menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan analisis gerakan three point shoot antara Irving dan Sandy dengan persentase three point shoot sebesar 42% dan 41%. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua objek dari keseluruhan pertandingan.Kata Kunci: Three Point Shoot, Analisis Gerakan.
PENGARUH LATIHAN HYDROTHERAPY UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN BERJALAN PADA ANAK CEREBAL PALSY SPASTIC DIPLEGIA DI YPAC KOTA MALANG Hariyati Hariyati; Slamet Raharjo; Rias Gesang Kinanti
Jurnal Sport Science Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.215 KB) | DOI: 10.17977/um057v8i2p138-147

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out 1) the effect of hydrotherapy exercise on increasing the running speed in CP Spastic Diplegia students of SMPLB in YPAC Malang, and 2) factors influencing the running speed in CP Spastic Diplegia child. This research uses quantitative qualitative approach, data collection technique through observation, test walk 10meter walk test, and documentation. Results: 1) there is the effect of hydrotherapy exercise to increase the walking speed of spastic cerebral palsy diplegia 2) the speed of walking speed of cerebral palsy children can be improved through hydrotherapy exercise. The conclusion of the research results showed that hydrotherapy exercise can improve the speed of walking CP Spastic Diplegia child.Keywords: cerebral palsy spastic diplegia, hydrotherapy exercise, walking speedAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) pengaruh latihan hydrotherapy terhadap peningkatan kecepatan berjalan pada anak CP Spastic Diplegia siswa SMPLB di YPAC Kota Malang, dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan berjalan pada anak CP Spastic Diplegia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, tes berjalan 10meter walk test, dan dokumentasi. Hasil penelitian: 1) ada pengaruh latihan hydrotherapy untuk meningkatkan kecepatan berjalan anak cerebral palsy spastic diplegia 2) kemampuan kecepatan berjalan anak cerebral palsy dapat ditingkatkan melalui latihan hydrotherapy.Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa latihan hydrotherapy dapat meningkatkan kecepatan berjalan anak CP Spastic Diplegia.Kata Kunci: cerebal palsy spastic diplegia, latihan hydrotherapy, kecepatan berjalan.
PENGARUH WILLIAM FLEXION EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID (DYSMENORRHEA) PADA SISWI SMAN 7 KOTA MALANG Jaenal Abidin; Supriyadi Supriyadi; Mulyani Surendra
Jurnal Sport Science Vol 9, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.51 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i1p39-49

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh William Flexion Exerciseterhadap penurunan intensitas nyeri haid. Penelitian ini menggunakan rancanganeksperimen semu dengan desain non equivalent control group design. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI SMAN 7 Kota Malang yang mengalaminyeri haid yang berjumlah 143 orang. Sampel yang diambil 20 orang untuk masingmasingkelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Instrumen yang digunakan yaitu Numeric Pain Rating Scale (NPRS). Hasil ujiANOVA diperoleh nilai p = 0,006. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkanbahwa terdapat pengaruh William Flexion Exercise terhadap penurunan intensitasnyeri haid (Dysmenorrhea) antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol padasiswi SMAN 7 Kota Malang.Kata Kunci: nyeri haid, william flexion exerciseAbstractThe purpose of this study was to determine the effect of william flexion exerciseon decreasing the intensity of menstrual pain. This study used quasy experimentaldesign with a non equivalent control group design. The population in this study wereall XI of SMAN 7 Malang City who experienced 143 people. Samples were taken by 20people for each group. The sampling technique used purposive sampling instrument.Used is the Numeric Pain Rating Scale (NPRS). ANOVA test results obtained values p= 0,006. Based on the reluts of data analysis it can be concluded that there are in theinfluence of william flexion exercise on the decrease in menstrual pain intensity(Dysmenorrhea) between control group on female students of SMAN 7 Malang City.Keywords: dysmenorrhea, william flexion exercise
PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DOUBLE LEG SPEED HOP DAN HOPSCOTCH TERHADAP PENINGKATAN POWER TUNGKAI PADA ATLET UKM PENCAK SILAT PSHT (PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE) DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Arif Rahman; Mulyani Surendra; Sapto Adi
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.982 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p149-157

Abstract

Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh latihan pliometrik double leg speed hop danhopscotch terhadap peningkatan power tungkai pada atlet pencak silat PSHT (PersaudaraanSetia Hati Terate) di Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian eksperimental. Dalam penelitian ini peneliti mengambilan sampel 14 orangdengan menggunakan penarikan sampel nonprobability sampling dengan teknik samplingjenuh di UKM pencak silat PSHT di Universitas Brawijaya Malang. Penelitian inimenggunakan teknik pengumpulan data uji normalitas, uji homogenitas, uji ANOVA. Hasilanalisis menunjukkan bahwa latihan pliometrik double leg speed hop lebih baik dalammeningkatkan power tungkai atlet UKM pencak silat PSHT di Universitas BrawijayaMalang daripada latihan hopscotch.
PELATIHAN PENANGANAN DAN PENCEGAHAN CEDERA UNTUK PELATIH CABANG OLAHRAGA KONI KOTA BATU Mu'arifin Mu'arifin; Ari Wibowo Kurniawan; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.378 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p158-162

Abstract

Salah satu penyebab tingginya angka cedera atlet ialah karena perilaku atlet yang cenderung memaksakan diri untuk tetap latihan pada saat sudah mengalami cedera karena takut tidak diikutsertakan dalam kompetisi, hal ini justru hanya akan menyebabkan proses pemulihan semakin lama. Artinya para atlet bahkan mungkin termasuk pelatih belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara menangani cedera olahraga. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberian pelatihan pencegahan dan penanganan cedera olahraga kepada pelatih-pelatih cabang olahraga di KONI Kota Batu. Secara umum program ini bertujuan untuk mengurangi angka kejadian cedera olahraga serta mengurangi tingkat keparahan akibat cedera olahraga. Kelompok sasaran program ini ialah pelatih cabang olaharaga di KONI Kota Batu. Pelaksanaan pengabdian dilakukan di mana peserta diberikan materi serta diberikan multimedia interaktif pencegahan dan penangan cedera. Solusi yang diambil tim pengusul adalah sebuah bentuk pelatihan pencegahan dan penanganan cedera bagi atlet, yang disampaikan kepada pelatih-pelatih KONI Kota Batu. Untuk pencegahan cedera yang disampaikan adalah pelatihan teknik-teknik stretching berpasangan yang lebih rinci mulai dari stretching otot leher sampai tungkai kaki, sehingga para pelatih memiliki pengetahuan pencegahan cedera yang sangat detail. Secara keseluruhan pelatihan ini dapat disimpulkan berhasil dan keterampilan pencegahan cedera dapat dikuasai dengan baik oleh peserta.
PENGARUH HYDROTHERAPY TERHADAP PENINGKATAN GERAK SENDI LUTUT PADA CEREBAL PALSY SPASTIC DIPLEGIA DI YPAC KOTA MALANG Himawan Artistiyanto; Slamet Raharjo; Rias Gesang Kinanti
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.783 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p111-119

Abstract

This study aims to determine the effect of Hydrotherapy to increasemovement of articulation genu at cerebal palsy spastic diplegia. This research usingExperimental with Single Subjek Research method and A-B design. The samplecontain of one children with cerebal palsy spatic diplegia which the treatment isfloating in the pool with 35-60 minutes in duration and three times every week infrequency through 12 times meeting. The movement of articulation genu will bemeasured after training program has done. The sample analyzation using SSR methodand the instrument that used is Goneometer with stabilization criteria are 15%. Andthe conclusion, there is a significant improvement at the articulation of genu afterhaving a treatment.
TERAPI LATIHAN DENGAN METODE FELDENKRAIS BERPENGARUH TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA Nungki Marlian Yuliadarwati; Auliya Vanissa; Septiyorini Septiyorini
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.49 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p120-124

Abstract

bertambahnya usia seseorang akan mengalami penurunan fungsi atau sistem fisiologis yang akan menyebabkan munculnya gangguan, seperti penurunan fisiologis yang sangat berperan dalam mengendalikan keseimbangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan metode Feldenkrais terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Metode dalam penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan desain pretest-posttest dengan satu kelompok intervensi. Time Up and Go Test (TUG) untuk mengukur keseimbangan dinamis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon menggunakan program aplikasi SPSS. Hasil analisis data menunjukkan P = 0,000 <α = 0,05, menunjukkan bahwa H1 diterima dari penelitian ini dan H0 ditolak. Kesimpulannya metode feldenkrais berpengaruh terhadap keseimbangan dinamis pada lansia.
PENGARUH LATIHAN BEBAN LEG PRESS DAN SQUAT TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PELARI DI PASI KOTA MALANG Jaya Suprapto; Supriyadi Supriyadi; Desiana Merawati
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.469 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p163-170

Abstract

Kemampuan lari maksimal memerlukan power tungkai yang besar sebagai dayadorong sehingga pelari mampu melakukan lari dengan kecepatan tinggi. Power otot tungkaiberfungsi sebagai dorongan ketika melakukan start, proses berlangsungnya lari sampaimenyentuh garis finish. Kualitas power otot tungkai yang baik dapat ditingkatkan melalui latihanbeban. Latihan beban yang tepat untuk meningkatkan power otot tungkai adalah leg press dansquat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan beban leg press dan squatterhadap power otot tungkai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Pre-Experimental) berupa Desain prates-pascates kelompok statik (The Static Grup Pretest-PosttestDesign), Selanjutnya data dianalisis dengan bantuan SPSS seri 23.0. Berdasarkan uji bedaANOVA pada SPSS seri 23.0 antara latihan beban leg press dan squat didapatkan hasil, Fsquat=5.065, lebih besar dibandingkan F leg press=1.081. Ditinjau dari hasil mean latihan legpress diperoleh sebesar 260.139, sedangkan latihan squat diperoleh mean sebesar 307.778.Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan squat lebih berpengaruh terhadappeningkatan power otot tungkai dibandingkan latihan leg press.Kemampuan lari maksimal memerlukan power tungkai yang besar sebagai dayadorong sehingga pelari mampu melakukan lari dengan kecepatan tinggi. Power otot tungkaiberfungsi sebagai dorongan ketika melakukan start, proses berlangsungnya lari sampaimenyentuh garis finish. Kualitas power otot tungkai yang baik dapat ditingkatkan melalui latihanbeban. Latihan beban yang tepat untuk meningkatkan power otot tungkai adalah leg press dansquat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan beban leg press dan squatterhadap power otot tungkai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Pre-Experimental) berupa Desain prates-pascates kelompok statik (The Static Grup Pretest-PosttestDesign), Selanjutnya data dianalisis dengan bantuan SPSS seri 23.0. Berdasarkan uji bedaANOVA pada SPSS seri 23.0 antara latihan beban leg press dan squat didapatkan hasil, Fsquat=5.065, lebih besar dibandingkan F leg press=1.081. Ditinjau dari hasil mean latihan legpress diperoleh sebesar 260.139, sedangkan latihan squat diperoleh mean sebesar 307.778.Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan squat lebih berpengaruh terhadappeningkatan power otot tungkai dibandingkan latihan leg press.
HUBUNGAN DAYA LEDAK TUNGKAI DAN KESEIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH SISWA SMP NEGERI 1 EREMERASA KABUPATEN BANTAENG Haeril Haeril; Andi Tenri Arum
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.63 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p125-130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara daya ledak tungkai terhadap kemampuan lompat jauh siswa; (2) hubungan antara keseimbangan terhadap kemampuan lompat jauh siswa; (3) hubungan secara bersama-sama antara daya ledak tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lompat jauh siswa. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa SMP Negeri 1 Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Sampel yang digunakan adalah siswa putra sebanyak 30 orang. Teknik penentuan sampel adalah dengan pemilihan secara acak dengan cara undian (Simple Random sampling). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasi dan analisis regresi pada taraf signifikan α = 0,05 melalui program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak tungkai terhadap kemampuan lompat jauh siswa dengan nilai rhitung = 0,87 (ρ < α = 0,05); (2) terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan terhadap kemampuan lompat jauh siswa dengan nilai rhitung = 0,80 (ρ < α = 0,05); (3) terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara daya ledak tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lompat jauh siswa dengan nilai rhitung = 0,92 (ρ < α = 0,05).
DAMPAK PEMBERIAN KAFEIN TERHADAP HASIL TES KECEPATAN DAN TES KELINCAHAN MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Aldhika Nugraha Wirama; Mahmud Yunus; Olivia Andiana
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.599 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p131-139

Abstract

Di dalam olahraga banyak metode yang digunakan untuk meningkatkan performa pada saat latihan salah satunya dengan cara menambah asupan suplemen atau doping. Kopi dianggap doping alami yang memiliki kandungan kafein. Kafein memiliki efek singkat untuk meningkatkan kemampuan tubuh dengan singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kafein terhadap olahraga anaerobik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan analisis data kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa laki-laki Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang Angkatan Tahun Akademik 2018, dengan jumlah 68 orang. Teknik pengumpulan data berbentuk tes lari 100 meter dan illinois tes. Sedangkan teknik analisa data menggunakan uji beda ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05 atau (p < 0,05). Sebelum melakukan uji beda ANOVA terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai prasyarat untuk melakukan uji beda ANOVA. Setelah kedua syarat terpenuhi dan dilakukan uji beda ANOVA, hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara subyek yang diberi asupan kafein dan tidak diberi asupan kafein (sig. 0.001 atau p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat dampak yang ditimbulkan karena mengkonsumsi kafein. Dampak yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi kafein yaitu tubuh lebih siap menuju zona latihan sehingga dapat meningkatkan performa mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Diharapkan dapat dilakukan peneliti lanjutan yang mempertimbangkan faktor-faktor yang lain.