cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Preventia
ISSN : 25282999     EISSN : 25283006     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Preventia merupakan jurnal dari program studi ilmu kesehatan masyarakat. Jurnal Preventia terbit pertama kali bulan Juni tahun 2016. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, memuat artikel hasil penelitian dan hasil pemikiran dibidang Kesehatan Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELLITUS DAN GAYA HIDUP DENGAN TIPE DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS WONODADI KABUPATEN BLITAR Wizna Choirul Amalia; Ekawati Sutikno; Reny Nugraheni
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.133 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p14-19

Abstract

Abstract: Based on data obtained from the office of blitar district health , the incident Diabetes Mellitus fall into the order to 8 out of 10 largest disease , puskesmas who ranks first with of diabetes mellitus are puskesmas wonodadi Diabetics Mellitus year 2014 at puskesmas wonodadi 1.178 people as much as . This research aims to understand the relationship between the level of knowledge about Diabetes mellitus and life style to puskesmas wonodadi diabetes mellitus in the blitar district . The kind of research used is analytic survey by using technic sampling purposive of sampling. Population as many as 37 respondents and 37 samples from respondents . The collection of data using a questionnaire. To analyze the relationship between the level of knowledge about diabetes mellitus and lifestyle against diabetes mellitus scene used statistical tests bivariate test with using chi square . The results of research known that the level of knowledge 10,82 percent of respondents having enough and 89,18 percent of respondents having a level of lacking knowledge . Of respondents having the style of life is not healthy by 67,6 percent while respondents who have a healthy lifestyle by 32,4 % . Of the chi square statistics showed there was an association between the level of knowledge of diabetes mellitus with an occurrence diabetes mellitus of 0,027 < α=0.05 , and there was an association between lifestyle with an occurrence diabetes mellitus of 0,049 < α =0.05 .Keywords: knowledge , life Style, diabetes mellitusAbstrak: Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Tipe Diabetes mellitus masuk pada urutan ke 8 dari 10 penyakit terbesar, puskesmas yang menempati urutan pertama dengan penyakit Diabetes mellitus adalah puskesmas Wonodadi. Penderita Diabetes mellitus tahun 2014 di Puskesmas Wonodadi sebanyak 1.178 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Diabetes mellitus dan gaya hidup terhadap Tipe Diabetes Mellitus di Puskesmas Wonodadi Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan tehnik sampling purposive sampling. Populasi dan sampel sebanyak 37 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Diabetes mellitus dan gaya hidup terhadap Tipe Diabetes mellitus menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diketahui sebesar 10,82% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebesar 89,18% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Responden memiliki gaya hidup tidak sehat sebesar 67,6%. Dari uji statistik chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Diabetes mellitus dengan Tipe Diabetes mellitus sebesar 0,027 < α= 0,05, dan ada hubungan antara gaya hidup dengan Tipe Diabetes mellitus sebesar 0,049 < α= 0,05.Kata kunci: pengetahuan, gaya hidup, diabetes mellitus
DESKRIPSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KOTA WILAYAH SELATAN KOTA KEDIRI Nurnaningsih Herya Ulfah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.761 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p20-24

Abstract

Abstract: Kota Wilayah Selatan Public Health Center of Kediri is a public health center that had less performance achievement in the community empowerment activities of the exclusive breastfeeding, in 2010 was 67% and in 2011 was 35% of the target ≥ 80%. The objective of this study was to arrangea recommendation the community empowerment activities planning of the exclusive breastfeeding in Kota Wilayah Selatan Public Health Center of Kediri. This research was a descriptive study with cross-sectional design. Population from this research was a woman who has 6-12 month baby. This research has 123 respondent. The variables were 5 component of community empowerment. The study results showed the whole component of community empowerment of the exclusive breastfeeding that the community participation, the social functioning, the institutional development, the increased capacity and the social capital level were in the low category.Keywords: empowerment, exclusive breastfeeding, public health centerAbstrak: Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri merupakan salah satu Puskesmas di Kota Kediri yang memiliki pencapaian pemberdayaan masyarakat dalam pemberian ASI Eksklusif yang rendah. Pada tahun 2010 diketahui pencapaian nya adalah 67% dan pada tahun 2011 adalah 35% dari target nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun rekomendasi kegiatan pemberdayaan pemberdayaan masyarakat dalam pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 6–12 bulan di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kota Kediri dengan jumlah sampel 123 responden. Variabel dari penelitian ini adalah evaluasi pemberdayaan masyarakat yang memiliki 5 komponen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen pemberdayaan masyarakat dalam ASI Eksklusif yaitu partisipasi masyarakat, keberfungsian sosial, berkembangnya kelembagaan, peningkatan kapasitas, tingkat modal sosial berada pada kategori rendah.Kata kunci: pemberdayaan, ASI eksklusif, puskesmas
PENGARUH GLUTAMIN & GLUKOSA UNHIDRAT PADA JUMLAH LIMFOSIT TIKUS MODEL KURANG ENERGI PROTEIN Septa Katmawanti; Bambang Wirdjadmaji; Annis Catur Adi
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.859 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p25-34

Abstract

Abstract: Protein-energy malnutrition condition causes lymphocytes number to decrease which then lead to body's cellular immune system disorders, the condition where patient is more vulnerable to infection. Number of lymphocytes in the body is dependent to some factors, some of them are anti-oxidant, amino acid glutamine and glucose. The aim of his research is to study the effect of L-glutamine and glucose unhidrate administration in rat model of protein-energy malnutrition to the increase of lymphocytes number in the blood. This is an experimental study with Completely Random Design. Sample is malnutrition induced with parched rice for 15 days (n=20). Then some samples are examined to figure out the lymphocytes number after the rate model experience lack of energy and protein. Sample is then divided into four treatment groups, they are: group with normal diet (control), normal diet + L-glutamine, normal diet + glucose unhidrate, and normal diet + L-glutamine + glucose unhidrate. Lymphocytes content is measured again after 10 days. The result of the study shows that number of lymphocytes increase significantly (P<0.05) in the four treatment groups after the intervention compared with number of lymphocytes in the malnutrition induced group. Statistical analysis of the four groups with L-glutamine and glucose unhidrate administered shows significant difference each other (p<0.05). These observations imply that the glutamin and gluocose unhidrat has an effect to the increase of lymphocytes number in the blood.Keywords: Protein-Energy Malnutrition (PEM), lymphocyte, l-glutamine, glucose unhidrateAbstrak: Kondisi KEP menyebabkan penurunan jumlah limfosit yang mengakibatkan gangguan sistem imun seluler tubuh, sehingga penderita menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Jumlah sel limfosit pada tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keberadaan antioksidan, asam amino glutamin dan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian glutamin dan glukosa unhidrat pada tikus model KEP terhadap kenaikan jumlah limfosit darah. Studi ekperimental menggunakan metode Rancang Acak Lengkap. Sampel diinduksi malnutrisi dengan nasi aking (karak) selama15 hari (n=20). Kemudian subsampel diperiksa untuk mengetahui jumlah limfosit setelah tikus mengalami kekurangan energi dan protein. Sampel kemudian dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok dengan diet normal (kontrol), diet normal + glutamin, diet normal + glukosa unhidrat, dan diet normal + glutamin + glukosa unhidrat. Kadar limfosit diukur kembali setelah 10 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi terdapat kenaikan jumlah limfosit secara bermakna (P<0,05) pada keempat kelompok perlakuan dibandingkan dengan jumlah limfosit pada kelompok induksi malnutrisi. Analisis secara statistik pada keempat kelompok yang diberikan intervensi Glutamin dan glukosa unhidrat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna satu sama lain (p<0,05).Kata kunci: Kekurangan Energi Protein (KEP), limfosit, glutamin, glukosa unhidrat
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PEKERJA DENGAN KEPATUHAN DALAM PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETUGAS LABORATORIUM KLINIK DI RUMAH SAKIT BAPTIS KOTA KEDIRI Moch Fatkhun Nizar; Hartati Tuna; Ningsih Dewi Sumaningrum
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.298 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p1-6

Abstract

Abstract: Compliance officer clinical laboratories in the use of Personal Protective Equipment (PPE) may reduce the risk of accidents or occupational diseases. Compliance is influenced by the characteristics of workers. This research aims to study the relationship between the characteristics of workers with compliance in the use of personal protective equipment at the clinic laboratory officer at Baptist Hospital Kediri. This type of research was observational Analytical. The study population was all clinical laboratory workers Baptist Hospital Kediri numbered 13 people consisting of 8 officers analysts, two helpers analysts, and 3 nurses samplers patients. By using total sampling technique, obtained the sample size, which is 13 respondents. Collecting data using questionnaires and observation sheets. Analysis of data using statistical test of Rank Spearman to analyze each of the factors that affect the characteristics of workers to compliance with PPE use of clinical laboratory workers. Based on these results known clinical laboratory workers who are obedient to the use of PPE amounted to 76.92%. Age (0.075> 0.05) are not related to compliance in the use of PPE. And education (0.014 <0.05), tenure (0.009 <0.05), knowledge (0.009 <0.05), no relation to compliance in the use of PPE. The conclusion from this study is there is no relationship between age and compliance in the use of PPE. There is a relationship between education, employment, knowledge of compliance in the use of PPE.Keywords: characteristics of workers, complianceAbstrak: Kepatuhan petugas laboratorium klinik dalam pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) dapat mengurangi resiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Kepatuhan dipengaruhi oleh karakteristik pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan karakteristik pekerja dengan kepatuhan dalam pemakaian alat pelindung diri pada petugas laboratorium klinik di Rumah Sakit Baptis Kota Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik. Populasi penelitian ini adalah semua petugas laboratorium klinik Rumah Sakit Baptis Kota Kediri yang berjumlah 13 orang terdiri dari 8 petugas analis, 2 pembantu analis, dan 3 perawat pengambil sampel pasien. Dengan menggunakan teknik total sampling, diperoleh jumlah sampel, yaitu 13 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman untuk menganalisis masing-masing faktor yang mempengaruhi karakteristik pekerja dengan kepatuhan pemakaian APD petugas laboratorium klinik. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui petugas laboratorium klinik yang patuh terhadap pemakaian APD sebesar 76,92%. Usia (0,075> 0,05) tidak ada hubungan dengan kepatuhan dalam pemakaian APD. Dan pendidikan (0,014 < 0,05), masa kerja (0,009 < 0,05), pengetahuan (0,009 < 0,05), ada hubungan dengan kepatuhan dalam pemakaian APD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara usia dengan kepatuhan dalam pemakaian APD. Ada hubungan antara pendidikan ,masa kerja, pengetahuan dengan kepatuhan dalam pemakaian APD.Kata kunci: karakteristik pekerja, kepatuhan
HUBUNGAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA UMUR 1-5 TAHUN (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri) Endah Retnani Wismaningsih; Oktovina Rizky Indrasari; Rully Andriani
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.684 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p35-44

Abstract

Abstract: Food’s diversification and exclusive breastfeeding’s provision are the risk factors which may cause malnutrition. Java health government’s data shows the prevalence of malnutrition was 18,4 % in 2007 17,9 % in 2010 12.6 % in 2012 and increase to 13.26 % in 2013. The purpose this research isthe was correlation between food’s diversification and exclusive breastfeeding’s provision with toddler’s malnutrition status aged 1-5 years old.This type of research is analytic survey using Total sampling techniques with total sample is 33. To analyze, this research used bivariate analyze using chi-square and multivariate analyze Multiple Linier Regression.From the result, the bivariate test show that toddler’s with no diversification were 6 time more risk of having malnutrition, and toddler’s with no exclusive breastfeeding were 7 time more risk of having malnutrition. From the multivariate test showed that there was significance correlation of 0,000<0.05 and R=78,8. The Conclution is there was strong correlation between food’s diversification and exclusive breastfeeding’s provision with toddler’s malnutrition status aged 1-5 years old. That is by 78.8 it that both independent variable’s showed have strong correlation with the status of malnutrition in toddlers aged 1-5 years.Keywords: food’s diversification, exclusive breastfeeding provision, malnutrition status, toddlerAbstrak: Penganekaragaman Pangan dan Pemberian ASI Eksklusif merupakan faktor risiko yang dapat menimbulkan gizi kurang. Data Dinas Kesehatan Jawa Timur menunjukkan prevalensi gizi kurang yaitu sebesar 18,4% pada tahun 2007, 17,9% tahun 2010, 12,6% pada tahun 2012 dan meningkat pada tahun 2013 sebesar 13,6%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penganekaragaman pangan dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian status gizi kurang pada balita umur 1-5 tahun. Jenis Penelitian adalah survey analitik dengan menggunakan teknik sampling total sampling dengan total sampel 33. Analisa yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Squaredan multivariat menggunakan Regresi Linier Berganda.Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa balita yang tidak mendapat penganekaragaman pangan berisiko 6 kali lipatmengalami gizi kurang dan balita dengan pemberian ASI yang tidak eksklusif lebih berisiko 7 kali lipat mengalami gizi kurang. Hasil analisa multivariat menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000<0,05, dan nilai R=78,8. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penganekaragaman pangan dan pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan dengan kejadian status gizi kurang pada balita umur 1-5 tahun. Sebesar 78,8, hal ini menunjukkan variabel independen memiliki hubungan yang kuat dengan kejadian status gizi kurang pada balita umur1-5 tahun.Kata kunci: penganekaragaman pangan, pemberian ASI eksklusif, status gizi kurang, balita
HIGIENE PENJAMAH DAN SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GAMBIRAN KOTA KEDIRI Iqdhana Chantika; Dadiek Sumardianto; Ningsih Dewi Sumaningrum
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.781 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p7-13

Abstract

Abstract: This study aims to identify the hygiene and sanitation of food processing in the Installation Nutrition Regional General Hospital Gambiran Kediri. This type of research is descriptive observational. The study population was food handlers in the Installation Nutrition totaling 29 respondents composed of 20 food processors and renderers 9 lodging in Graha Wijaya Kusuma. By using sampling techniques was obtained total number of samples, namely 29 respondents. Installation of Nutrition showed that in hospitals Gambiran of Kediri in the category qualify yet because there are still 20.7% handlers who had suffered from typhoid and tuberculosis suspect 3.4%, 100% handlers do not have a course certificate hygiene and sanitation, 3.4% handlers who did not have a medical examination and medical examination of books and 44.8% handlers have never been vaccinated, 91.4% food management in the category qualify, as well as 95% of food processing equipment in the category qualify. Rate food hygiene and sanitation of food in hospitals Gambiran Nutrition Installation of Kediri conducted by Ministry of Health of the Republic of Indonesia. No.1096 / Menkes / Per / VI / 2011 on Sanitation Hygiene Hospitality.Keywords: hygiene of food handlers, food sanitation, hospitalsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi higiene dan sanitasi pengelolaan makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Populasi penelitian ini adalah penjamah makanan di Instalasi Gizi berjumlah 29 responden terdiri dari 20 orang pengolah makanan dan 9 orang penyaji khusus di Graha Wijaya Kusuma. Dengan menggunakan teknik total sampling diperoleh jumlah sampel, yaitu 29 responden. Menunjukan bahwa pada Instalasi Gizi RSUD Gambiran Kota Kediri dalam kategori belum memenuhi syarat karena masih ada 20,7% penjamah yang pernah menderita penyakit tipus dan 3,4% suspect TBC, 100% penjamah tidak memiliki sertifikat kursus higiene sanitasi, 3,4% penjamah yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan dan tidak memiliki buku pemeriksaan kesehatan serta 44,8% penjamah belum pernah divaksinasi, 91,4% tempat pengelolaan makanan dalam kategori memenuhi syarat, serta 95% peralatan pengelolaan makanan dalam kategori memenuhi syarat. Penilaian higiene makanan dan sanitasi pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RSUD Gambiran Kota Kediri dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. No.1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga.Kata kunci: higiene penjamah makanan, sanitasi makanan, rumah sakit
GAMBARAN STATUS KARIES GIGI ANAK SEKOLAH DASAR KOTA MALANG Rara Warih Gayatri; Mardianto Mardianto
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.326 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p45-54

Abstract

Abstract: This study aims to describe the caries status of primary school children in the city of Malang. The method used is descriptive method with cross-sectional design and was conducted in two elementary schools, SDN Kauman 2 and SDN Percobaan 2 Malang. The sampling method used is random sampling with the variable being measured is characteristic of primary school children by age, gender and DMF-T index. Techniques of data collection used are interviews and observations. The observation aims to conduct dental examinations using diagnostic tools 2 pieces of glass mouth. The data analysis is done by counting the total number of DMF-T each of the research subjects and the mean DMF-T of whole sample. Conclusion of the data results was analyzed using DMF-T index according to the WHO. The result of this study is DMF-T index of primary school children in the city of Malang is 5.75. The conclusion of this study is the prevalence of dental caries in elementary school in Malang city students is high. The need for policy improvements related to ease of access to obtain the services of dental and oral health care facilities for primary school children. Besides, the need for oral health program of comprehensive primary school with good coordination of related partnership. Further research on dental caries and risk factors is necessary.Keywords: caries, DMF-T, elementary school childrenAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies anak sekolah dasar di Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan dilakukan di 2 SD yaitu SDN Kauman 2 Malang dan SD Percobaan 2 Malang. Metode sampling yang digunakan merupakan metode random sampling dengan variable yang diukur adalah karakteristik anak sekolah dasar berdasarkan usia dan jenis kelamin serta indeks DMF-T. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan melakukan pemeriksaan gigi menggunakan alat bantu diagnostic 2 buah kaca mulut. Analisa data dilakukan dengan cara menghitung jumlah total DMF-T masing-masing subyek penelitian dan rerata DMF-T seluruh sampel. Kesimpulan hasil analisa data disesuaikan dengan pengukuran indeks DMF-T menurut WHO. Hasil dari penelitian ini adalah indeks DMF-T anak sekolah dasar di Kota Malang adalah 5,75. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi karies gigi siswa sekolah dasar kota malang adalah tinggi. Perlu adanya perbaikan kebijakan terkait kemudahan akses memperoleh layanan fasilitas kesehatan gigi dan mulut bagi anak sekolah dasar. Selain itu perlu adanya program kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif di sekolah dasar disertai koordinasi yang baik dari pihak terkait. Penelitian lanjutan mengenai karies gigi dan faktor resikonya sangat diperlukan untuk perbaikan penelitian ini.Kata kunci: karies, DMF-T, anak sekolah dasar

Page 1 of 1 | Total Record : 7