cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Preventia
ISSN : 25282999     EISSN : 25283006     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Preventia merupakan jurnal dari program studi ilmu kesehatan masyarakat. Jurnal Preventia terbit pertama kali bulan Juni tahun 2016. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, memuat artikel hasil penelitian dan hasil pemikiran dibidang Kesehatan Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
Penerimaan Cergam Pakai Masker Yuk pada Guru Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Blimbing Kota Malang Rany Ekawati
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p1-6

Abstract

COVID-19 (coronavirus diseaseĀ 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2 dengan menunjukkan gejala gangguan pernafasan akut seperti demam diatas 38 derajat celcius, batuk dan sesak nafas bagi manusia. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini dibagi menjadi empat bagian yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, pembuatan laporan. Jumlah kasus Positif covid-19 di Kecamatan Blimbing terbanyak dari pada kecamatan lain di Kota Malang sehingga anak-anak berisiko terkena Covid-19. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini mengedukasi anak sekolah TK di Kecamatan Blimbing dengan cerita bergambar Pakai Masker Yuk agar mau menggunakan masker di masa pandemi COVID-19. Media edukasi cergam mendapaTKan respon dari guru yaitu isi cerita baik sebanyak 71 persen, kalimat yang digunakan baik sebanyak 61,3 persen, suara dalam video baik sebanyak 54,8 persen. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sekolah TK yang berada di Kecamatan Blimbing dengan jumlah 31 TK mendapatkan edukasi dengan story telling Cerita Bergambar (cergam) Pakai Masker Yuk, dan dilengkapi dengan video edukasi yang menarik sehingga mendapatkan respon yang baik dari murid beserta guru.
Gambaran Penggunaan Garam Beryodium di Desa Telemung Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Ary Kusmita; Ayik Mirayanti Mandagi
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p7-12

Abstract

Masalah Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Pemetaan GAKY pada anak sekolah yang dilakukan melalui survey nasional GAKY oleh Departemen Kesehatan menunjukan angka TGR di Indonesia mencapai 11,1 persen. GAKY diketahui mempunyai kaitan yang erat dengan gangguan perkembangan mental dan kecerdasan sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan kualitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran praktek penggunaan garam beryodium di Desa Telemung Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu rumah tangga yang ada di Desa Telemung sebanyak 80 orang dipilih dengan menggunakan metode accident sampling. Data tentang pengetahuan penggunaan garam beryodium dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dengan dipandu instrumen kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 93,8 persen dari 80 ibu rumah tangga yang telah menggunakan garam beryodium. 33,8 persen dari 80 ibu rumah tangga yang menambahkan garam pada makanan setelah matang. 95 persen dari 80 ibu rumah tangga yang mennyimpan garam di wadah yang tertutup. Dan 3,8 persen dari 80 ibu rumah tangga yang meletakkan garam jauh dari kompor yakni lebih dari satu meter. Kesimpulan penelitian ini adalah ketersediaan dan penggunaan garam, wadah dan lokasi penyimpanan garam sudah sangat baik, akan tetapi praktek penggunaan garam masih kurang.
Need, Demand dan Supply Pada Kualitas Layanan Fasilitas Kesehatan Tingkat I Bpjs Kesehatan Era Pandemi Covid-19 Di Wilayah Malang Raya Sendhi Tristanti Puspitasari; Dian Mawarni
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p13-22

Abstract

Awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yang menjadi pandemik, yaitu Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Data 14 Mei 2020 menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 16.006 kasus dan 1.403 kasus kematian. Di era pandemi COVID-19, Puskesmas sebagai gerbang utama pasien memperoleh pelayanan kesehatan. Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki kesempatan lebih luas dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan di FKTP serta kemampuan FKTP dalam menyediakan pelayanan kesehatan khususnya terkait penanganan COVID-19 di Malang Raya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik berdesain observasional dengan pendekatan crossectional. Pengambilan sample dilakukan dengan metode purposive sampling, kemudian hasil penelitian dikaji dengan Performance Prism.Berdasarkan hasil penelitian need demand diketahui bahwa pemanfaatan teknologi pada FKTP sebagaimana yang dibutuhkan masyarakat belum terlaksana secara maksimal. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai persentasi 89,6 persen responden lebih memilih antrian offline dan sebesar 76,6 persen responden mendapatkan informasi melalui teman/ saudara. Pemanfaatan teknologi yang belum maksimal juga ditunjukkan berdasarkan hasil penelitian supply bahwa aspek teknologi berada pada interval 67 persen yang berarti baik. Berdasarkan data penelitian dan ditengah maraknya Pandemi Covid-19 maka dibutuhkan pengoptimalan pemanfaatan teknologi pada FKTP (e-health) sebagai upaya untuk mencegah transmisi Covid-19.
Gambaran Aktivitas Sedenter, Tingkat Stress, dan Tingkat Depresi pada Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Malang Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Olivia Andiana
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p23-35

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa dimana pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial, yang berpotensi menimbulkan masalah atau gangguan jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat. Diantara masalah yang dapat dihadapi remaja adalah kurangnya aktivitas fisik, yang mengacu pada peningkatan aktivitas sedenter, yang telah diketahui berhubungan erat dengan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) sejak usia muda. Selain itu, permasalahan kesehatan remaja yang lain dari dimensi kesehatan jiwa adalah peningkatan prevalensi depresi, terutama pada remaja putri. Depresi ini dapat disebabkan karena ketidakmampuan remaja memanajemen stress dan memilih mekanisme koping stress yang salah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran aktivitas sedenter, stress, dan depresi pada siswi Sekolah Menengah Umum di Kota Malang. Jenis penelitian adalah deskriptif menggunakan rancangan potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswi kelas X SMUN 4 Malang dengan teknik total sampling sehingga didapatkan 116 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas sedenter tinggi (85,34 persen), tingkat stress sedang (76,72 persen), dan tingkat depresi minimal (81,89 persen). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar siswi kelas X SMUN 4 Malang memiliki aktivitas sedenter yang tinggi, tingkat stress sedang, dan tingkat depresi minimal. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya remaja di SMUN 4 Malang, disarankan kepada pihak terkait untuk menyusun kebijakan tentang kewajiban aktivitas fisik di lingkungan institusi pendidikan serta meningkatkan peran bimbingan dan konseling remaja baik di institusi pendidikan maupun di institusi kesehatan.
Model Sistem Informasi untuk Asesmen Risiko HIV Menggunakan Data Perilaku Rohana Uly Pradita Siregar; Kemal Nazaruddin Siregar
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p36-42

Abstract

Pelaporan kasus HIV di Indonesia mengalami kenaikan tiap tahun. Namun, jumlah kumulatif kasus HIV yang masuk ke Kementerian Kesehatan sampai tahun 2019 hanya sebesar 59 persen dari estimasi ODHA. WHO merekomendasikan targeted screening pada individu berisiko tinggi sebagai sarana untuk meningkatkan penemuan kasus HIV. Perlu dikembangkan alat untuk memperkirakan secara objektif risiko seseorang terkena infeksi HIV. Salah satu model prediksi HIV yang disusun dari data perilaku adalah Denver HIV Risk Score. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi yang dapat melakukan asesmen risiko HIV sehingga individu yang berisiko tinggi dapat diarahkan untuk melakukan VCT. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah prototyping yang dimulai dari analisis kebutuhan sistem, perencanaan sistem, sampai perancangan sistem. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan sistem informasi untuk asesmen risiko HIV berbasis web.
Model Sistem Pendataan Contact Tracing COVID-19 Berbasis Mobile dan Web Shabrina Gatenia; Artha Prabawa
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p43-50

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan Virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi, artinya COVID-19 telah menyebar luas di dunia. Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Untuk menekan jumlah penularan COVID-19, pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan mulai dari PSBB, Social Distancing hingga New Normal yang dilengkapi dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Namun tetap saja belum cukup, untuk menekan angka penularan, setiap daerah harus memiliki sistem pengawasan yang berkualitas didukung dengan pendataan yang baik. Salah satu indikator pelacakan kontak surveilans kesehatan masyarakat adalah, data harus memiliki lebih dari 80 persen kasus baru di mana kontak dekat dapat diidentifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem yang dapat mengumpulkan data secara terintegrasi mengenai pelacakan kontak COVID-19. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan melakukan prototyping yang meliputi 1) analisis kebutuhan sistem dan 2) perancangan sistem. Analisis kebutuhan sistem terdiri dari 1) masukan, 2) proses dan 3) analisis keluaran dilakukan dengan tinjauan pustaka dari berbagai sumber. Perancangan sistem terdiri dari rancangan logika yang meliputi 1) diagram alir, 2) diagram konteks, 3) diagram relasional entitas, dan 4) diagram relasional tabel; dan desain antarmuka untuk web dan aplikasi seluler. Setelah dilakukan analisis, sistem contact tracing saat ini mengalami banyak kendala, dan akan terbantu jika sistem tersebut diupdate menggunakan media selain kertas. Kesimpulannya, perancangan sistem ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mengembangkan sistem revolusi pelacakan kontak dari sistem manual menjadi berbasis web dan aplikasi berbasis seluler.
Rancangan Desain Sistem Monitoring Home Quarantine Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala Covid-19 Berbasis Web-Mobile Di Surabaya Hamidah Indrihapsari; Sabarinah Prasetyo; Kemal Nazaruddin Siregar
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v6i1p51-66

Abstract

As a new emerging and highly infectious disease, the cases of Coronavirus Disease (COVID-2019) have been growing rapidly. To curb the spread of COVID-19, one of the measures is quarantining the patients who are infected in the hospital or in a dedicated monitoring center. However, because of the fast spread of the coronavirus, the health resources such as health facilities, healthcare workers, and monitoring centers, are overwhelmed. To handle this problem, asymptomatic patients are suggested to self-quarantine in their own home. However, this can be challenging because it is hard to monitor these patients all the time. Global Positioning System (GPS) & Geofencing technology can become solution for this issue, to monitor the COVID-19 patients by tracking the location of these home-quarantined patients. Web-mobile application for monitoring COVID-19 home-quarantined patients is proposed to handle the problems arising because of COVID-19. The prototyping method is used in this system development until step 2; 1) system requirement analysis, and 2) system design. System requirement analysis was done with qualitative method via online in-depth interviews with 5 (five) potential users (a staff from District Health Office of Surabaya, one from Primary Healthcare Centers in Surabaya, one surveillance staff, one doctor, and one asymptomatic COVID-19 patient from Surabaya) and literature review. System design consists of logic designs and interface designs which is designed to fulfill the requirements needed in the first step. Most of the potential users interviewed, stated that the development of this system will be really helpful for them, but it must be followed with the local regulation about the consequences of breaking the home quarantine rule. In conclusion, this system design can be the basic concept for developing the system in the next step.

Page 1 of 1 | Total Record : 7