cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Preventia
ISSN : 25282999     EISSN : 25283006     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Preventia merupakan jurnal dari program studi ilmu kesehatan masyarakat. Jurnal Preventia terbit pertama kali bulan Juni tahun 2016. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, memuat artikel hasil penelitian dan hasil pemikiran dibidang Kesehatan Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS (TB) PARU PADA PASIEN PASCA PENGOBATAN DI PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Yulinda Nur Maulidya; Endang Sri Redjeki; Erianto Fanani
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.611 KB) | DOI: 10.17977/um044v2i1p44-57

Abstract

Abstract :Pulmonary tuberculosis (TB) become the most important health problem in the world. However, seeing the large number of cases of illness and death form TB, the disease can still be cured through treatment..The indicator used as a treatment evaluation is the success rate of treatment, and there are many factors that can influence the success of TB treatment. This study aims to determine the factors that can influence the success of treatment seen from aspects of age, education, income, type of treatment, knowladge, attitude of patients and the presence or absence of drug supevisor (PMO) in patients with post-treatment pulmonary TB in Puskesmas Dinoyo. This research is a case control study with 20people in case group and 10 people in the control group. Tha case group is a pulmonary TB patients who has been declared cured and the control group is a pulmonary TB patients who otherwise not cured (failed, dropped out, stopped treatment).Analysis using Kolmogorov Smirnov test and Fisher’s Exact test indicates that patients attitude and presence/absence of drug supervisor (PMO) have a significant relationship with successful treatment of pulmonary TB. While age, education, income, type of treatment and knowledge have no significant relationship with the successful treatment of pulmonary TB. Patients with a “good”attitude have an opportunity to recover 4.3 times more than patients who have “bad” or “good enough” attitudes. Patients who have drug supervisor (PMO) also tend to have an opportunity to recover 13.5 times greater than patients who do not have a drug supervisor (PMO)Abstrak :Penyakit tuberkulosis (TB) paru menjadi masalah kesehatan yang paling utama didunia. Namun, melihat banyaknya jumlah kasus kesakitan dan kematian akibat TB, penyakit ini masih dapat disembuhkan melalui pengobatan. Indikator yang digunakan sebagai evaluasi pengobatan yaitu angka keberhasilan pengobatan, dan ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapatmempengaruhi keberhasilan pengobatan dilihat dari aspek usia, pendidikan, penghasilan, tipe pengobatan, pengetahuan, sikap pasien serta ada/tidaknya Pengawas Minum Obat (PMO) pada pasien TB paru pasca pengobatan di Puskesmas Dinoyo. Penelitian ini berupa penelitian case control dengan 20 orang pada kelompok kasus dan 10 orang pada kelompok kontrol. Kelompok kasus merupakan pasien TB paru yang telah dinyatakan sembuh dan kelompok kontrol merupakan pasien TB paru yang dinyatakan tidak sembuh (gagal, drop out, putus berobat). Hasil analisis menggunakan uji kolmogorov smirnov dan uji fisher’s exact menunjukkan bahwa sikap pasien dan ada/tidaknya PMO memiliki hubungan yang signifikan dengan keberhasilan pengobatan TB paru. Sedangkan usia, pendidikan, penghasilan, tipe pengobatan dan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keberhasilan pengobatan TB paru. Pasien yang memiliki sikap yang “baik” memiliki kesempatan untuk sembuh 4,3 kali lipat daripada pasien yang memiliki sikap “tidak baik” atau “cukup baik”. Pasien yang memiliki PMO juga cenderung memiliki kesempatan untuk sembuh 13,5 kali lebih besar dibandingkan pasien yang tidak memiliki PMO.Kata Kunci :tuberkulosis (TB) paru, faktor resiko, keberhasilan pengobatan
PENGEMBANGAN BUKU SAKU SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN TENTANG CACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI TANAH PADA SISWA KELAS IV SDN 01 KROMENGAN KABUPATEN MALANG Andi Ahmad; Sapto Adi; Rara Warih Gayatri
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.988 KB) | DOI: 10.17977/um044v2i1p25-36

Abstract

Abstract: The prevalence of soil transmitted helminth at SDN 01 Kromengan reached 48 % and higher when it’s compared to other schools in Malang Regency. Soil transmitted helminth prevalence of fourth grade students reached 61.25% and became the highest of the other classes. According to Andini (2015), it is advisable to provide a posters as a health promotion media. Since it only has a little material coverage and can’t be taken anywhere, while the facilities and infrastructure is not sufficient for other media then it is necessary to develop the appropriate media that is a pocket book. The development model used is a procedural model with adopted steps according to Sugiyono (2016). The analysis technique used is quantitative analysis technique that is descriptive analysis and qualitative analysis technique. The result of this research and development is a pocket book titled "Aku Anak Sehat Bebas Cacingan". It contains the definition of helminthiasis, soil transmitted helminth, the kinds, the dangers, the trans-mission mode, the prevention and the treatment of it. Assessment by material expert and media expert shows the percentage of 75% - 100% and categorized as feasible and highly feasible on every aspect of their assessment. The first and second trial step result shows the precentage are above 90% then categorized as highly feasible. The final product result of the "Aku Anak Sehat Bebas Cacingan" pocket book is still unclear how much impact on the increase of students knowledge, therefore it is necessary to do further research related to it.Keywords: pocket book, health promotion media, helminthiasis, soil.Abstrak: Prevalensi cacingan yang ditularkan melalui tanah di SDN 01 Kromengan mencapai 48% dan lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah lain di Kabupaten Malang. Prevalensi pada kelas IV mencapai 61,25% dan menjadi yang tertinggi dari kelas lainnya. Menurut Andini (2015), disarankan memberikan media promosi kesehatan berupa poster. Karena poster hanya memiliki cakupan materi sedikit dan tidak dapat untuk dibawa kemana-mana, sedangkan sarana dan prasarana belum memadai untuk media lain maka perlu dikembangkan media lain yaitu buku saku. Model pengembangan yang digunakan adalah model prosedural dengan mengacu langkah-langkah pengembangan menurut Sugiyono (2016). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif yaitu analisis deskriptif dan teknik analisis kualitatif. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah buku saku dengan judul “Aku Anak Sehat Bebas cacingan”. Buku saku ini berisi materi tentang pengertian cacingan, cacingan yang ditularkan melalui tanah, macamnya, bahayanya, penularannya, pencegahan dan pengobatannya. Penilaian yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan angka 75%-100% yang dikategorikan layak dan sangat layak pada setiap aspek penilaiannya. Berdasarkan hasil uji coba 1 dan 2 presentase yang dihasilkan di atas angka 90% sehingga tergolong sangat layak. Hasil produk akhir buku saku “Aku Anak Sehat Bebas Cacingan” masih belum diketahui berapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan siswa, maka perlu penelitian lanjutan terkait hal tersebut.Kata Kunci: buku saku, media promosi kesehatan, cacingan, tanah.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Riski Dani Simanjuntak; Solichin Solichin; Erianto Fanani
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.104 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i2p174-185

Abstract

Abstract:Manual Plastic Injection Machine is a tool used to mold the plastics powder to the plastics product. The working process may cause accidents and harm the workers, this supported by interview and observation which held at the preliminary survey that there was accidents but only one of 13 workers who used PPE.Due to these reason, counseling intervention is an effort to improve PPE usage behavior.The aim of this study is to know the effect of counseling to PPE usage behavior to the workers and the method is observational cross sectional. This studied used one group pretes posttest design to 13 workers which is working with injection machine and on the day shift. Data accumulated with test form instrument for knowledge aspect, questionnaire form for attitude aspect and observation method for act aspect. Hypothesis test was conducted by using Wilcoxon Test.The result showed knowledge mean score before counseling 6,08 and after counseling score 9,00. Based on Wilcoxon test was acquired p score 0,002<0,05. Attitude aspect mean score that was acquired before counseling 27 and after counseling 28,85 which the Wilcoxon test showed p score 0,049<0,05.Mean score was acquired by observation before counseling 0,08 and after conseling mean score was acquired 2,53 by three times observation.The conclusion is, that there is difference in PPE usage behavior of CV. Rangros Plastik workers by counselling.Keywords:counselling, PPE,behaviorAbstrak:Mesin injeksi plastik manual merupakan alat yang digunakan dalam mencetak plastik dari butiran menjadi produk plastik. Proses pekerjaan pencetakan plastik memiliki risiko kecelakaandan mengganggu kesehatan pekerja,didukung dari hasil wawancara bahwa pernah terjadi kecelakaan kerja. Pekerja tidak menggunakan APD saat bekerja merupakan salah satu perilaku tidak aman karena berisiko kecelakaan. Survey pendahuluan menunjukan hanya satu dari sembilan pekerja yang mengenakan sarung tangan, sehingga penyuluhan dilakukan sebagai upaya meningkatkan perilaku penggunaan APD pekerja.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan perilaku penggunaan APD. Penelitian dilakukan dengan metode observational cross sectional dengan desainone group pretest posttest pada 13 pekerja dengan karakteristik pekerja menggunakan mesin injeksi dan bekerja pada waktu pagi. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes untuk aspek pengetahuan, kuesioner pada aspek sikap dan observasi untuk melihat tindakan. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil yang didapatkan menunjukan rata-rata pengetahuan pekerja sebelum penyuluhan 6,08 dan setelahnya 9,00 yang berarti ada peningkatan rata-rata pengetahuan. UjiWilcoxon diperoleh skor p 0,002<0,05 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan setelah adanya penyuluhan. Rata-rata sikap sebelum penyuluhan 27 dan setelahnya 28,85 yang berarti terdapat peningkatan sikap, uji Wilcoxon diperoleh skor p 0,049<0,05 yang berarti terdapat perbedaan sikap setelah adanya penyuluhan. Rata-rata tindakan pekerja dari observasi sebelum penyuluhan 0,08 dan setelah tiga kali observasi diperoleh 2,53 yang berarti terdapat perbedaan tindakan pekerja dalam menggunakan APD.Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan perilaku penggunaan APD pada pekerja di CV. Rangros Plastik setelah adanya penyuluhan.Kata Kunci: penyuluhan, APD, perilaku
PENGARUH REDESAIN KURSI GAZEBO FIK YANG ERGONOMIS TERHADAP MUSCULOSKELETAL DISORDER Silvia Trias Putri; Solichin Solichin; Erianto Fanani
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.69 KB) | DOI: 10.17977/um044v3i1p35-48

Abstract

Abstract: Based on preliminary survey of student in FIK UM who sitting in gazebo FIK chair, there are 72.7% student that not comfortable while sitting in gazebo FIK,  because of the buttock on the edge of the chair (63.6%), the chair is not high enough (45.5%), the chair has a long distance with the table (45.5%). Perceived symptoms such as upper back pain (39.4%), waist pain (36.4%), lower back pain (30.3%), and buttock pain (33.3%). It is because of the chair design is not appropriate with the user anthropometry. The purpose of the research is to know the effect of redesigning ergonomic gazebo FIK’s chair to musculoskeletal disorders of student in FIK UM. The research is a Pre Experimental with one group pretest and posttest design. The sample of this research is 49 people, who selected by using purposive sampling. Based on statistic test, it found that P Value 0.000 < 0.05 which is significant, it means that there is different of average value before and after redesign. The conclusion of the research is there is an effect of redesigning ergonomic gazebo FIK chair to musculoskeletal disorder of student in FIK UMKeywords: redesign, ergonomic, chair, musculoskeletal disorders.Abstrak: Berdasarkan survei pendahuluan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) yang sedang duduk di gazebo FIK, sebanyak 72,7% mahasiswa mengeluh tidak nyaman saat duduk di gazebo FIK. Keluhan tersebut dikarenakan duduk dengan posisi pantat berada diujung kursi gazebo FIK (63,6%), kursi gazebo FIK kurang tinggi (45,5%), kursi gazebo FIK memiliki jarak yang terlalu jauh dengan meja (78,7%). Keluhan yang dirasakan antara lain sakit pada punggung (39,4%), sakit pada pinggang (36,4%), sakit pada bokong (30,3%), dan sakit pada pantat (33,3%). Keluhan-keluhan tersebut disebabkan desain kursi yang tidak sesuai dengan antropometri pengguna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh redesain kursi gazebo FIK yang ergonomis terhadap musculoskeletal disorders pada mahasiswa FIK UM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre test and post test design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 orang, yang dipilih dengan menggunakan teknik  purposive sampling. Hasil analisis perbedaan keluhan muskuloskeletal sebelum dan sesudah redesain dengan menggunakan uji wilcoxon diperoleh p value  0,000 < 0,05 yang bermakna signifikan, artinya ada perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah redesain kursi gazebo FIK. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh redesain kursi gazebo FIK terhadap musculoskeletal disorders pada mahasiswa FIK UM.Kata kunci: redesain, kursi, ergonomi, gangguan muskuloskeletal.
HUBUNGAN ANTARA NYERI HAID (DISMENORE) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR PADA SISWI KELAS XI SMA NEGERI 52 JAKARTA Salsabilla Alifah Putri; Moch Yunus; Erianto Fanani
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.024 KB) | DOI: 10.17977/um044v2i2p85-92

Abstract

Abstact: Menstrual pain (dysmenorrhea) is one of the disorders during menstruation. One of the activities that can be disrupted due to menstrual pain (dysmenorrhea) is learning activity. Preliminary study conducted by researchers shows that students who experience menstrual pain (dysmenorrhea) feel uncomfortable and not eager to follow the learning activities. The purpose of the research conducted is to find out whether there is a relationship between menstrual pain (dysmenorrhea) to learning activities undertaken by female students of class XI SMA 52 Jakarta. The method used in this research is descriptive analytic with cross sectional research design. The population is all female students of class XI SMA 52 Jakarta amount 171 people, the determination of samples by purposive sampling technique and calculate by the slovin formula obtained 120 people. The result of this research is there is a significant relationship between menstrual pain (dysmenorrhea) with learning activity (0,000<0,05). The conclusion of this research is there is a significant relationship between menstrual pain (dysmenorrhea) with learning activity.Keywords: Menstrual pain (dysmenorrhea), learning activitiesAbstrak: Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu gangguan saat menstruasi. Salah satu aktivitas yang dapat terganggu akibat nyeri haid (dismenore) adalah aktivitas belajar. Survei pendahuluan yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa siswi yang mengalami nyeri haid (dismenore) merasa tidak nyaman dan tidak bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nyeri haid (dismenore) terhadap aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswi kelas XI SMA Negeri 52 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI SMA Negeri 52 Jakarta berjumlah 171 siswi, penentuan sampel dengan teknik purposive sampling dan dihitung dengan rumus slovin diperoleh hasil 120 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara nyeri haid (dismenore) dengan aktivitas belajar (0,000<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara nyeri haid (dismenore) dengan aktivitas belajar pada siswi kelas XI SMA Negeri 52 Jakarta.Kata kunci: Nyeri haid (dismenore), aktivitas belajar
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO Nirmala Tri Kartika; Supriyadi Supriyadi; Agung Kurniawan
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.814 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i2p220-228

Abstract

Abstract: Dengue hemorrhagic fever (DHF) has increased every year. The DHF case ini Sidoarjo district has increased in 3 years. The case was experienced by many children of primary school age. One factor that can increase the risk of this disease is the environmental sanitation of the school. The study aims to determine the relationship between environmental sanitation of elementary school with the incidence of dengue in the Candi subdistrict, Sidoarjo. This type of research is Analytical Survey. The study population is 29 state elementary schools in Candi subdistrict, Sidoarjo. Samplers using cluster random sampling technique, that obtained 24 schools. Collecting data used for the assessment from Health Office of Sidoarjo District. Analysis of data is used statistical test of Rank Spearman. Based on the study results showed that there is no significant relationship between elementary schools environmental sanitation with the incidence of dengue hemorrhagic fever (0,570> 0,05), with the translation of sub variables studied as follows: there is no significant relationship between the availability of clean water to the incidence of dengue fever dengue (0,293> 0,05), there is no significant relationship between the means of waste disposal with the incidence of dengue hemorrhagic fever (0,729> 0,05), and no significant correlation between the density of mosquito larvae with the incidence of dengue hemorrhagic fever (0,031 <0,05). The conclusion of this study is there is no relationship between the school environmental sanitation, sub variable of water supply and waste disposal facilities with the incidence of dengue fever. There is a relationship between sub variable density of mosquito larvae with.Keywords: school environmental sanitation, dengue fever, SidoarjoAbstrak: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan selama 3 tahun terakhir. Kasus tersebut banyak dialami oleh anak usia sekolah dasar. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini ialah sanitasi lingkungan sekolah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan sekolah dasar dengan kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Survei Analitik. Populasi penelitian ini adalah semua Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Candi Kabupaten Siodarjo yang berjumlah 29 sekolah, pengambil sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling, diperoleh jumlah sampel, yaitu 24 sekolah. Pengumpulan data menggunakan format penilaian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siodarjo. Analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman. Berdasarkan hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan sekolah dasar dengan kejadian demam berdarah dengue (0,570 > 0,05), dengan penjabaran sub variabel yang diteliti sebagai berikut: tidak ada hubungan yang signifikan antara ketersedian air bersih dengan kejadian demam berdarah dengue (0,293 > 0,05), tidak ada hubungan yang signifikan antara sarana pembuangan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue (0,729 > 0,05), dan ada hubungan yang signifikan antara kepadatan jentik nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue (0,031 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan sekolah, sub variabel ketersediaan air bersih dan sub variabel sarana pembuangan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue. Ada hubungan antara sub variabel kepadatan jentik nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue.Kata kunci: sanitasi lingkungan sekolah, demam berdarah dengue, Sidoarjo
PENGARUH GLUTAMIN & GLUKOSA UNHIDRAT PADA JUMLAH LIMFOSIT TIKUS MODEL KURANG ENERGI PROTEIN Septa Katmawanti; Bambang Wirdjadmaji; Annis Catur Adi
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.859 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i1p25-34

Abstract

Abstract: Protein-energy malnutrition condition causes lymphocytes number to decrease which then lead to body's cellular immune system disorders, the condition where patient is more vulnerable to infection. Number of lymphocytes in the body is dependent to some factors, some of them are anti-oxidant, amino acid glutamine and glucose. The aim of his research is to study the effect of L-glutamine and glucose unhidrate administration in rat model of protein-energy malnutrition to the increase of lymphocytes number in the blood. This is an experimental study with Completely Random Design. Sample is malnutrition induced with parched rice for 15 days (n=20). Then some samples are examined to figure out the lymphocytes number after the rate model experience lack of energy and protein. Sample is then divided into four treatment groups, they are: group with normal diet (control), normal diet + L-glutamine, normal diet + glucose unhidrate, and normal diet + L-glutamine + glucose unhidrate. Lymphocytes content is measured again after 10 days. The result of the study shows that number of lymphocytes increase significantly (P<0.05) in the four treatment groups after the intervention compared with number of lymphocytes in the malnutrition induced group. Statistical analysis of the four groups with L-glutamine and glucose unhidrate administered shows significant difference each other (p<0.05). These observations imply that the glutamin and gluocose unhidrat has an effect to the increase of lymphocytes number in the blood.Keywords: Protein-Energy Malnutrition (PEM), lymphocyte, l-glutamine, glucose unhidrateAbstrak: Kondisi KEP menyebabkan penurunan jumlah limfosit yang mengakibatkan gangguan sistem imun seluler tubuh, sehingga penderita menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Jumlah sel limfosit pada tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keberadaan antioksidan, asam amino glutamin dan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian glutamin dan glukosa unhidrat pada tikus model KEP terhadap kenaikan jumlah limfosit darah. Studi ekperimental menggunakan metode Rancang Acak Lengkap. Sampel diinduksi malnutrisi dengan nasi aking (karak) selama15 hari (n=20). Kemudian subsampel diperiksa untuk mengetahui jumlah limfosit setelah tikus mengalami kekurangan energi dan protein. Sampel kemudian dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok dengan diet normal (kontrol), diet normal + glutamin, diet normal + glukosa unhidrat, dan diet normal + glutamin + glukosa unhidrat. Kadar limfosit diukur kembali setelah 10 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi terdapat kenaikan jumlah limfosit secara bermakna (P<0,05) pada keempat kelompok perlakuan dibandingkan dengan jumlah limfosit pada kelompok induksi malnutrisi. Analisis secara statistik pada keempat kelompok yang diberikan intervensi Glutamin dan glukosa unhidrat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna satu sama lain (p<0,05).Kata kunci: Kekurangan Energi Protein (KEP), limfosit, glutamin, glukosa unhidrat
IMPLEMENTASI PROGRAM LAYANAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS/ ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS) DI PUSKESMAS SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG Maya Dinama; Supriyadi Supriyadi; Nurnaningsih Herya Ulfah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.705 KB) | DOI: 10.17977/um044v2i2p112-123

Abstract

Abstract :The incidence of HIV/AIDS in Malang Regency in 2008-2014 hasincreased prevalence. The distribution of HIV/AIDS cases in Malang Regency is based on the risk factor of heterosexual 74%, 13% injecting drug users, 4% homosexuals, 5% from mother, 0%, 0% bisexual, and 3% unknown. Sumberpucung Sub-District was ranked second highest with 79 new cases. One of the prevention efforts of HIV / AIDS is through the service Voluntary Counseling and Testing (VCT). The study aims to find out the implementation of HIV/AIDS VCT service program at Sumberpucung CHC of Malang Regency. This research is descriptive research using quantitative method. Variables in research are input, process andoutput. Determination of research subjects using non probability samplingtechnique. Data collection is done by direct observation and documentation. The instrument used is a checklist. Data analysis uses descriptive statistics to calculate mean, median, mode. Categorization is done on each subvariabel using Paretto theory. The result of the research of the input variable on the availability of human resources is less good, the availability of facilities is less good, the availability of infrastructure is good, and the availability of the forms is good. The results ofresearch on the process variables in pre-testing counseling are less good and post-testing counseling is less good. The results of the output variables on sustainable support services are less good.Key Words :Implementation, VCT Services, HIV/AIDSAbstrak: Angka kejadian HIV/AIDS di Kabupaten Malang pada tahun 2008-2014 mengalami peningkatan prevalensi. Distribusi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Malang berdasarkan faktor resikonya yaitu heteroseksual 74%, pengguna narkoba suntik 13%, homoseksual 4%, tertular ibunya 5%, mantan TKW 0%, biseksual 1%, dan tidak diketahui penyebabnya 3%. Kecamatan Sumberpucung menempati urutan kedua tertinggi dengan 79 kasus baru. Salah satu upaya preventif penanganan HIV/AIDS adalah melalui layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT). Penelitian bertujuan untuk mengetahui implementasi program layanan VCTHIV/AIDS di Puskesmas Sumberpucung Kabupaten Malang. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif menggunakan metode kuantitatif. Variabel dalam penelitian adalah input, proses dan output. Penentuan subyek penelitian menggunakan teknik non probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah checklist. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung mean,median, modus. Pengkategorian dilakukan pada setiap subvariabel menggunakan teori Paretto. Hasil dari penelitian variabel input pada ketersediaan SDM tergolong kurang baik, ketersediaan sarana tergolong kurang baik, ketersediaan prasarana tergolong baik, dan ketersediaan form-form tergolong baik. Hasil penelitian variabel proses pada konseling pra-testing tergolong kurang baik dan konseling pasca-testingtergolong kurang baik. Hasil penelitian variabel output pada pelayanan dukungan berkelanjutan tergolong kurang baik.Kata Kunci :Implementasi, Layanan VCT, HIV/AIDS
PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DIFTERI DI KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015 Gamasiano Alfiansyah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.841 KB) | DOI: 10.17977/um044v2i1p37-42

Abstract

ABSTRAK Difteri merupakan penyakit menular mematikan yang menyerang saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Kasus difteri di Kabupaten Blitar cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah kasus tahun 2011 sebanyak 15 kasus, tahun 2012 sebanyak 23 kasus, tahun 2013 sebanyak 17 kasus, tahun 2014 sebanyak 21 kasus, dan tahun 2015 sebanyak 38 kasus dengan jumlah kasus tertinggi di kecamatan Kanigoro sebanyak 9 kasus. Tujuan penyelidikan epidemiologi adalah mengetahui besar masalah KLB difteri dan faktor risiko yang mempengaruhinya.Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Informan utama penelitian adalah petugas kesehatan yang menangani KLB difteri baik di Dinas Kesehatan maupun Puskesmas. Informan triangulasi penelitian adalah bidan desa, kepala desa, ketua PKK, dan penderita atau keluarga penderita. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan observasi, dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi.Hasilnya adalah 95,55% kasus difteri terjadi pada kelompok umur ≤ 15 tahun dan 91% jumlah kasus difteri dialami oleh masyarakat yang mendapatkan imunisasi lengkap. Selain itu, tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah tentang difteri juga merupakan faktor risiko penularan difteri.Penelitian ini merekomendasikan Dinas Kesehatan untuk membuat pola pengawasan kontak erat dan memberikan pelatihan manajemen cold chain. Bagi Puskesmas diharapkan melakukan pengawasan terhadap kontak erat dan meningkatkan cakupan penyuluhan.Kata kunci: KLB, Difteri, Kabupaten BitarABSTRACT Diphtheria is a deadly infectious disease that attacks the upper respiratory tract caused by Corynebacterium diphtheriae. The case of diphtheria in Blitar district tends to increase. The number of cases in 2011 was 15 cases, 23 cases in 2012, 17 cases in 2013, 21 cases in 2014, and 38 cases in 2015 with the highest number of cases in Kanigoro sub-district by 9 cases. The purpose of epidemiological investigation are to determine the extent of diphtheria outbreak and the risk factors that affect it.The kind of research is a qualitative descriptive. Key informants research are health care workers who deal with diphtheria’s outbreaks in both of the Department of Health and Community Health Center. Informants for triangulation research are the midwife of the village, the village’s leader, pkk’s chairman, and the patient or the family of the patient. Data were collected through in-depth interviews and observation, and analyzed using content analysis method.The result is 95.55% of diphtheria cases occured at age ≤15 years old and 91% of diphtheria’s case are suffered by people who get complete immunization. In addition, a low level of community knowledge about diphtheria is also a risk factor for diphtheria transmission.As suggestion, Blitar district health office establish close contact supervision patterns and provide cold chain management training. Health centers are expected to supervise close contacts and increase the coverage education.Keywords: Outbreak, diphtheria, Blitar district
TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI KAUMAN 2 MALANG Rara Warih Gayatri; Desi Ariwinanti
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.18 KB) | DOI: 10.17977/um044v1i2p186-190

Abstract

Abstract : The problem of dental caries remains a problem globally. More than 90% of the world population have experienced dental caries. According to Gayatri (2015), the dental caries status among school-aged children in SDN Kauman 2 Malang shown the score of DMF-T index 5.75 and was considered high. The purpose of this study was to determine the level of dental health knowledge among school-aged children in SDN Kauman 2 Malang. This was a cross-sectional quantitative descriptive research. The sampling method used stratified random sampling and the measured variable was the level of dental health knowledge. Data collection technique used a questionnaire containing a set of questions to children aged 6-12 years. Data processing included editing, coding, scoring, data entry and cleaning. The data was analysed using univariate statistical method. The result of this study shown 82.9% (n = 63) 5-6 grade students of SDN Kauman 2 had a high level of dental health knowledge and 17.1% (n = 13) had a low level of dental health knowledge. In this regard, a good level of dental health knowledge is expected to support the establishment of good dental health behaviour. The recommendation from this study was the need for a further research on a relation between knowledge, attitude and behaviour of dental health in students of SDN Kauman 2 Malang.Kata kunci : Knowledge, dental health, school-aged childrenAbstrak : Karies gigi masih menjadi permasalahan dunia. Lebih dari 90% penduduk dunia mengalami karies gigi. Menurut Gayatri (2015) gambaran status karies gigi anak usia sekolah di SDN Kauman 2 Kota Malang menunjukkan nilai indeks DMF-T 5,75 yang berarti prevalensi karies gigi dianggap tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan gigi pada anak SDN Kauman 2 Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Metode sampling yang digunakan merupakan metode stratified random sampling dengan variabel yang diukur adalah tingkat pengetahuan kesehatan gigi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan memberikan seperangkat pertanyaan kepada anak usia 6-12 tahun. Pengolahan data yang dilakukan meliputi proses editing, coding, scoring, data entry dan cleaning. Analisa data dilakukan dengan analisis statistik univariat. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 82,9 % (n=63) siswa kelas 5-6 SDN Kauman 2 memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi tinggi dan sebanyak 17,1% (n=13) memilki tingkat pengetahuan kesehatan gigi rendah. Dalam hal ini, tingkat pengetahuan yang baik mengenai kesehatan gigi diharapkan dapat mendukung terbentuknya perilaku kesehatan gigi yang baik pula. Saran dari penelitian ini, perlu adanya penelitian lanjutan mengenai hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kesehatan gigi pada anak SDN Kauman 2 Malang.Kata kunci: pengetahuan, kesehatan gigi, anak sekolah dasar

Page 2 of 14 | Total Record : 135