cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Teknologi Hasil Perikanan
ISSN : 23374284     EISSN : 26847205     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Media Teknologi Hasil Perikanan adalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT. Media ini akan mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka terbaru dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan, khususnya yang berhubungan dengan penerapan teknologi bagi peningkatan kualitas produk perikanan, pengembangan produk baru hasil perikanan, keamanan produk hasil perikanan,pemanfaatan limbah hasil perikanan serta topik lain yang berhubungan erat dengan pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
Kualitas Sensori dan Mikrobiologi Surimi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) yang Dipengaruhi oleh Waktu Pencucian dengan Air Dingin 4°C Simbolon, Sonia Epriana; Onibala, Hens; Pandey, Engel Victor; Taher, Nurmeilita; Mentang, Feny; Dotulong, Verly; Harikedua, Silvana Dinaintang
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.29560

Abstract

This study aims to obtain the best surimi quality of skipjack that was washed with cold water of 4 ° C with different washing times (5 and 10 minutes). The parameters measured were yield, moisture content and pH (AOAC, 2005), total plate count (TPC) using the modified SNI 2332.3-2015 method, Salmonella detection with SSA Agar, and organoleptic tests according to SNI 2694: 2013. The results showed that the treatment of washing time 5 minutes is the best time in making fish paste and boiling temperature 90 ° C - 20 min is the best time in the formation of fish gel, because it has the highest folding test and bite test values of 6.6 and 8.2. Fish paste has a moisture content of 72.25 and a pH of 5.84. Microbiological test results showed that the TPC in the washing treatment of 5 min and 10 min were still in accordance with Indonesia National Standards for surimi and there was no presence of Salmonella sp. in both treatmentsTujuan penelitian ini untuk mendapatkan mutu surimi ikan cakalang terbaik yang dicuci dengan air dingin 4°C dengan waktu pencucian berbeda (5 dan 10 menit). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi peneliti dan pengolah ikan tentang waktu pencucian terbaik untuk mendapatkan mutu sensori dan mikrobiologi surimi ikan cakalang sesuai SNI 2694:2013 tentang Surimi. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah rendemen, kadar air dan pH (AOAC, 2005), angka lempeng total (ALT) menggunakan metode SNI 2332.3-2015 yang dimodifikasi, deteksi Salmonella dengan SSA Agar, dan uji organoleptik sesuai SNI 2694:2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan lama pencucian 5 menit merupakan waktu terbaik dalam pembuatan pasta ikan dan suhu perebusan 90°C - 20 min adalah waktu terbaik dalam pembentukan gel ikan, karena memiliki nilai uji lipat dan uji gigit tertinggi yaitu 6.6 dan 8.2. Pasta ikan memiliki nilai kadar air 72.25 dan pH 5.84. Hasil uji mikrobiologi memperlihatkan bahwa total mikroorganisme pada perlakuan pencucian 5 min dan 10 min masih sesuai standar SNI untuk produk surimi dan tidak terdapat keberadaan Salmonella sp. pada kedua perlakuan. 
Cemaran Mikrobiologi Pada Tepung Karagenan Salawati, Abraham Imanuel; Montolalu, Roike Iwan; Damongilala, Lena Jeane; Reo, Albert Royke; Wonggo, Djuhria; Makapedua, Daisy Monica; Sanger, Grace
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.29583

Abstract

The purpose of this study was to examine the microbiological contamination of carrageenan flour made by the steam method. In this study raw seaweed was used with 0.1%, 0.2%, 0.3% NaOH, and drying time. The results of this study obtained the highest yield at the concentration of NaOH 0.3% for 8 hours drying of the Sun that is equal to 19.48%. The lowest water content at the NaOH concentration of 0.3% increases in the drying time of the 12-hour drying cabinet which is 3.7%. Frequency pH stability 8.44 - 9.7. Research Results in The best total Plate Figures at a concentration of NaOH 0.3% for 8 hours of Sun Drying is 3000 colonies / g. The results of the study of Escherichia coli, Salmonella sp. Get negative results.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cemaran mikrobiologis pada tepung karagenan yang dibuat dengan metode uap. Pada penelitian ini digunakan perlakuan bahan baku rumput laut dengan dengan pelarut NaOH 0.1%, 0.2%, 0.3% dan lama pengeringan. Hasil penelitian ini diperoleh rendemen terbanyak pada konsentrasi NaOH 0.3% lama Pengeringan Matahari 8 jam yaitu sebesar 19.48%. Kadar air terendah pada konsentrasi NaOH 0.3% lama pengeringan Pengeringan Cabinet dryer 12 jam yaitu sebesar 3.7%. Stabilitas pH berkisar 8.44 – 9.7. Hasil Penelitian Angka Lempeng Total terbaik pada konsentrasi NaOH 0.3% dengan lama Pengeringan Matahari 8 jam yaitu sebesar 3000 koloni/g. Hasil penelitian Escherichia coli, Salmonella sp diperoleh hasil negatif.  
Kajian Mutu Ikan Kayu Serut Yang Dikemas Plastik Dengan Nitrogen Dan Tanpa Nitrogen Sitepu, Agape Isak; Reo, Albert Royke; Makapedua, Daisy Monica; Lohoo, Helen Jenny; Kaseger, Bertie Elias; Dotulong, Verly; Damongilala, Lena Jeane
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.29584

Abstract

Skipjack (Katsuwonuspelamis L) is classified as a pelagic fish, and one of the fishery resources export commodity. Skipjack is found in almost all Indonesian waters, especially in North Sulawesi. Katsuobushi has a relatively long product durability compared to the fish preservation with other methods such as cakalang fufu fish preservation. The purpose of this study is to determine and study the quality and shelf life of Hanakatsuo  that was packed plastic with nitrogen and without nitrogen. Hanakatsuo was stored in ambient temperature for 0, 7 and 14 days in order to evaluate the quality of product during storage. The method used in this research was organoleptic test, water content and Total Place Count (TPC). The result of organoleptic test for appearance, odor and texture was an average of 7 which comply the Indonesia national standart (SNI). The result of moisture content of hanakatsuo that packed with nitrogen during the storage period for 0, 7 and 14 days showed increasing of water content according to the storage period experienced an increase in water content, The water content of  hanakatsuo which packed without nitrogen increased during the storage period of 0 and 7 days while on the storage of 14 days decreased to 16,45% but still comply to the SNI. Based on the TPC test showed that hanakatsuo that packed in plastic without nitrogen do not comply the SNI, while hanakatsuo that packed with nitrogen on days 0 and 7 comply the SNI. Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L) tergolong sumber daya perikanan pelagis, dan merupakan salah satu komoditi ekspor. Ikan cakalang terdapat hampir di seluruh perairan Indonesia, terutama di Sulawesi Utara. Ikan kayu memiliki daya awet produk yang tergolong lama dibandingkan dengan pengawetan ikan dengan metode lainnya seperti pengawetan ikan cakalang fufu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari mutu dan masa simpan ikan kayu serut yang dikemas plastik dengan nitrogen dan tanpa nitrogen. Metode yang dilakukan untuk uji organoleptik, kadar air dan uji Angka Lempeng Total (ALT) dengan perlakuan penyimpanan 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Berdasarkan hasil pengujian organoleptik kenampakan, bau dan tekstur dengan rata-rata 7 memenuhi SNI. Berdasarkan hasil uji kadar air penyimpanan hari ke 0, 7 dan 14 hari mengalami kenaikan kadar air sedangkan pada produk ikan kayu serut yang dikemas plastik tanpa nitrogen mengalami kenaikan kadar air pada penyimpanan hari ke 0, 7 dan mengalami penurunan kadar air pada hari ke 14 dengan nilai tertinggi 16.45 memenuhi SNI. Berdasarkan hasil uji ALT pada produk ikan kayu serut yang dikemas plastik tanpa nitrogen tidak memenuhi Standar SNI, sedangkan pada produk ikan kayu serut yang dikemas plastik dengan nitrogen pada hari ke 0 dan 7 memenuhi standar SNI. 
KUANTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA CAKALANG(Katsuwonus pelamis L) ASAP HASIL MODIFIKASI Kaparang, Josefa Tety; Mewengkang, Hanny Welly
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.30091

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk menciptakan produk ikan cakalang asap khas Sulawesi Utara yang sehat, aman, bebas karsinogenik karena tanpa adanya bahan pengawet sintetis. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi larutan mana yang memiliki jumlah Bakteri Asam Laktat paling banyak sehingga dapat dijadikan pengawet dan pewarna alami. Dalam penelitian ini digunakan 4 konsentrasi larutan perendaman yaitu konsentrasi 5%(100gr kulit kayu pamuli dalam 2000ml air nira), konsentrasi 10%( 200gr kulit kayu pamuli dalam 2000ml air nira), konsentrasi 15%(300gr kulit kayu pamuli dalam 2000ml air nira) dan control 0% (2000ml air nira tanpa kulit kayu) dengan lama penyimpanan (0,3,6,9 hari) pada suhu ruang dan dilakukan 2 kali ulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif . Variabel penelitian yaitu Total Bakteri Asam Laktat. Hasil yang didapatkan adalah Total Koloni Bakteri Asam Laktat tertinggi pada konsentrasi 15% sebanyak 4,940 cfu/g sedangkan terendah pada konsentrasi 0% sebanyak 3,465 cfu/g. Kesimpulannya adalah konsentrasi 15% dapat dijadikan sebagai pengawet dan pewarna alami karena memiliki jumlah Bakteri Asam laktat tertinggi. Saran dalam penelitian ini adalah dilakukan penelitian lanjutan mengenai jenis Bakteri Asam laktat yang dihasilkan
TINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DIMASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU DENGAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN Wonggo, Djuhria; Reo, Albert Royke
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.30959

Abstract

The purpose of community service is to strengthten immune system during the adaptation of “new normal”, through diversification of processed products to increase the amount of fish consumption and providing B2SA food in the online culinary business for PKK Jaga 6 women in Sea Village, Pineleng District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used is counseling, training and mentoring and evaluation.To find out whether the product being offered was accepted by consumers, a hedonic test was conducted on 14 panelists.The diversified products offered are the manufacture of fish kakinaga, fish nuggets and fish Ilobulo. The hedonic test results showed that both the taste, texture, smell and appearance of the fish kakinaga products were between the likes and the most liked and also the most liked. For fish nuggets, consumer acceptance, in terms of taste, texture, smell and appearance, is between very, very fond. Meanwhile, consumer acceptance of Ilobulo fish starts from like to really like. This shows that the three products are very accepted by consumers, especially PKK Jaga 6 women in Sea Village, Pineleng District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. 
DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN PADA WANITA KAUM IBU GPIJS KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Dotulong, Verly; Montolalu, Lita
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.30667

Abstract

Ikan mengandung  protein yang tinggi , murah harganya, mudah diperoleh dan halal untuk semua golongan ditinjau dari segi kesehatan maupun agama, oleh karena itu  Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) harus dilaksanakan, salah satu cara adalah dengan melakukan diversifikasi produk olahan hasil perikanan. Berdasarkan hal ini maka FPIK Unsrat, khususnya  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan  melakukan Program Kemitraan Masyarakat pada  Kelompok Wanita Kaum Ibu (WKI) Gereja Pekabaran Injil Jalan Suci (GPIJS) Kota Bitung. Kelompok ini berdomisili di Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, termasuk di wilayah Kota Bitung berjarak ± 51  km dari kampus Unsrat dengan Jumlah jiwa 59, sebagian besar adalah remaja dan anak-anak. Pekerjaan sambilan kepala keluarga sebagian besar adalah nelayan dengan hasil tangkapan ikan yang sering melimpah dan tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Diversifikasi produk olahan ikan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan mutu ikan dan meningkatkan konsumsi makan ikan terutama bagi remaja dan anak-anak untuk peningkatan gizi. Program kemitraan ini melaksanakan pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan nugget dan kakinaga ikan layang (Decapterus sp) dengan porsi ikan 60 dan 80%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerimaan konsumen terbanyak terhadap nugget dan kakinaga ikan dari segi warna, tektur, citarasa dan tingkat kesukaan ditemukan pada produk nugget dan kakinaga ikan dengan konsentrasi ikan 80%.
ISOLASI SENYAWA SESQUITERPEN DARI FRAKSI AKTIF ANTIBAKTERI ALGA LAUT MERAH Laurencia tronoi Dotulong, Verly
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.1.2021.30679

Abstract

The purpose of this study was to obtain new compounds isolated from the active antibacterial fraction, namely the hexane fraction of the red marine algae Laurencia tronoi, so that these marine algae can be developed as functional foods. The extraction method used was maceration with methanol-water 50%. The water methanol extract was continuously fractionated using n-hexane, ethyl acetate and water as solvents. The n-hexane fraction which has the highest antibacterial activity is then purified to obtain pure isolates using 3 steps column chromatography. Detection of the separation results at each stage was carried out using thin layer chromatography. The separation of stages 1 and 2 used a stationary phase of silica gel 60F254 and a mobile phase of hexane-ethylacetate, while the separation of the third stage used a stationary phase of silica gel 60F254 RP-18 and a mobile phase of water-methanol to obtain pure isolates. Structural characterization of pure isolates using the NMR spectroscopic method. The pure isolate produced is in the form of a white amorphous solid with the results of interpretation of the H-NMR, C-NMR, DEPT, HMQC, HMBC and COSY spectrum which is a sesquiterpene compound having the molecular formula C15H26O4 having the name IUPAC 3,3,9a-trimethyl-6-metylene-decahydro-1H-benzo [7] annulen-1,2,4a, 8-tetraol. This pure isolate is thought to be a new compound because based  Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan  “senyawa baru yang diisolasi dari fraksi aktif  antibakteri yaitu fraksi heksana alga laut merah laurencia tronoi,  sehingga alga laut ini dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional”. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan metanol-air 50%, pada ekstrak metanol air dilakukan fraksinasi berkesinambungan dengan menggunakan pelarut n-heksana, etilasetat dan air. Fraksi n-heksana yang mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi selanjutnya dimurnikan untuk mendapatkan isolat murni dengan menggunakan kromatografi kolom sebanyak 3 tahap.  Pendeteksian hasil pemisahan pada tiap tahap dilakukan dengan menggunakan kromatografi Lapis tipis. Pemisahan tahap 1 dan 2 menggunakan fasa diam silika gel 60F254 dan fasa  gerak heksana-etilasetat, sedangkan pemisahan tahap ke-3 menggunakan fasa diam silika gel 60F254 RP-18 dan fasa gerak air-metanol hingga didapatkan isolat murni. Karakterisasi struktur isolat murni  menggunakan metode spektrokopi NMR. Isolat murni yang dihasilkan berupa padatan amorf  berwarna putih dengan hasil interpretasi terhadap spectrum H-NMR, C-NMR, DEPT, HMQC, HMBC dan COSY adalah termasuk golongan senyawa sesquiterpen mempunyai rumus molekul C15H26O4  mempunyai nama IUPAC 3,3,9a-trimetil-6-metilen-dekahidro-1H-benzo[7] annulen-1,2,4a,8-tetraol. Isolat murni ini diduga adalah senyawa baru karena berdasarkan penelusuran literatu belum ditemukan struktur yang sama dengan struktur isolat murni yang dihasilkan dalam penelitian ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 7