cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik" : 14 Documents clear
Hubungan antara Umur dan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Lapangan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung Amin, Marsela D.; Kawatu, Paul A. T.; Amisi, Marsella D.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.24643

Abstract

Abstract: Work-related fatigue results in decrease of concentration during working. Factors that cause work-related fatigue are inter alia heavy-work activities, work and mental burdens, unergonomic workplaces or tools, lack of concentration resulting in mistakes, work-related stress, work-related illnesses, injuries, and workplace accidents. Field workers at PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung has a variety of works as well as nutritional status. This study was aimed to determine the relationship between age and nutritional status with work-related fatigue among field workers at PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung. This was an observational analytical study with a cross-sectional design. We used purposive sampling and obtained 50 workers as respondents. Data were analyzed by using the Spearman rank test. The results showed that the correlation between age and work-related fatigue obtained a p-value of 0.000 and an r-value of 0.683. Furthermore, the correlation between nutritional status and work-related fatigue obtained a p-value of 0.003 and an r-value of -0.418. In conclusion, there was a strong-positive relationship between age and work-related fatique; and a moderate-negative relationship between nutritional status and work-related fatique among field workers at PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung.Keywords: work-related fatigue, age, nutritional status Abstrak: Kelelahan kerja berdampak pada penurunan konsentrasi saat bekerja. Faktor penyebab terjadinya kelelahan akibat kerja antara lain aktivitas berat, beban kerja dan mental, tempat kerja atau alat yang tidak ergonomis, kurang konsentrasi yang dapat berdampak terjadinya kesalahan, stres akibat kerja, penyakit akibat kerja, cedera, dan kecelakaan kerja. Pekerja lapangan di PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung memiliki jenis pekerjaan yang berbeda-beda dan memiliki status gizi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara umur dan status gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja lapangan di PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 50 orang pekerja. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil pengujian terhadap hubungan antara umur dengan kelelahan kerja mendapatkan p=0,000 dan r=0,683. Selanjutnya, hasil pengujian terhadap hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja mendapatkan p=0,003 dan r=-0,418. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan positif kuat antara umur dengan kelelahan kerja, serta hubungan negatif sedang antara status nutrisi dan kelelahan kerja pada pekerja lapangan di PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung.Kata kunci: kelelahan kerja, umur, status gizi, pekerja lapangan
Gambaran Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut dan Indeks Plak Siswa SD Katolik Wori Rompis, Kezia R.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
eBiomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.7.2.2019.24022

Abstract

Abstract: One of the factors that influence health including oral health is behavior. Decayed tooth allows the entrance of germs that can cause infection in other organs. Moreover, tooth plays some important role in supporting one’s self-confidence. Plaque is a soft deposit that forms biofilm and not be mineralized. It is attached to the tooth surface or to other hard surfaces in the oral cavity. This study was aimed to obtain the oral dental health behavior and the plaque index among students at SD Katolik Wori (elementary school). This was a descriptive study with a cross sectional design. The study population consisted of students of grades 3, 4, and 5. Repsondents were 48 students obtained by using total sampling method. Data were obtained by using oral dental health questionnaire and plaque index examination form. The results showed that the respondents’ behavior towards maintaining oral dental health was good with the scoring of 1266. The plaque indexes of 48 respondents were categorized, as follows: 0 (0%), very good; 10 (20.83%), good; 36 (75%), moderate; and 2 (4.17%) poor. In conclusion, oral dental health behavior of students at SD Katolik Wori was good and their plaque index was categorized as moderate.Keywords: oral dental health behavior, plaque index Abstrak: Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan termasuk kesehatan gigi mulut yaitu faktor perilaku. Gigi yang sakit merupakan pintu masuk kuman penyakit yang dapat menimbulkan infeksi pada organ tubuh lainya. Gigi juga merupakan salah satu penunjang rasa percaya diri yang paling utama. Plak adalah deposit lunak yang membentuk biofilm, tidak termineralisasi, dan menempel pada permukaan gigi atau permukaan keras lain dalam rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pemeli-haraan kesehatan gigi mulut dan indeks plak siswa SD Katolik Wori. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian terdiri dari siswa SD Katolik Wori kelas 3, 4 dan 5. Jumlah sampel sebanyak 48 diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku kesehatan gigi mulut dan formulir pemeriksaan indeks plak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perilaku siswa terhadap pemeliharaan kesehatan gigi mulut tergolong baik dengan hasil skoring 1266. Indeks plak dari 48 responden ialah 0 (0%), kategori sangat baik; 10 (20,83%), kategori baik; 36 (75%), kategori sedang; dan 2 (4,17%) kategori buruk. Simpulan penelitian ini ialah perilaku kesehatan gigi mulut siswa SD Katolik Wori tergolong baik dengan indeks plak siswa SD Katolik Wori tergolong sedang.Kata kunci: perilaku kesehatan gigi mulut, indeks plak
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Keji Beling (Sericocalyx crispus (L). Bremek) terhadap Pertumbuhan Streptococcus pyogenes Rawung, Israel; Wowor, Pemsi M.; Mambo, Christy
eBiomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.7.2.2019.24830

Abstract

Abstract: Treatment based on natural materials has been used by people in various parts of the world; one of them is keji beling (Sericocalyx crispus (L). Bremek.. Streptococcus pyogenes is a Gram-positive bacterium that can cause nosocomial infections and community infections. This study was aimed to to determine the inhibitory effect of keji beling leaf extract on the growth of Streptococcus pyogenes. This was an experimental laboratory study conducted at the Laboratory of Pharmacology and the Laboratory of Microbiology of, Faculty of Medicine University of Sam Ratulangi. The keji beling leaf extract had a concentration of 100%. Its antibacterial effect was tested using the disc diffusion method. The positive control was amoxycillin meanwhile the negative control was aquadest. The mean diameters of zones of inhibition were as follows: the keji beling leaf extract 1.6 mm; amoxycillin 2.72 mm; and aquadest 0 mm. In conclusion, the keji beling leaf extract had a potential inhibitory effect on the growth of Streptococcus pyogenes.Keywords: keji beling leaf extract, Streptococcus pyogenes, inhibitory effect Abstrak: Pengobatan berbasis bahan alam telah lama digunakan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Salah satu bahan alam yang digunakan masyarakat untuk pengobatan yaitu daun keji beling (Sericocalyx crispus (L). Bremek). Streptococcus pyogenes merupakan bakteri Gram positif yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial dan infeksi komunitas. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui ada tidaknya efek daya hambat ekstrak daun keji beling terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik dan dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Ekstrak daun keji beling yang digunakan dalam penelitian memiliki konsentrasi sebesar 100%. Pengujian efek daya hambat pertumbuhan bakteri dalam penelitian ini menggunakan metode difusi cakram. Sebagai kontrol positif ialah antibiotik amoksisilin sedangkan kontrol negatif ialah akuades. Hasil penelitian mendapatkan rerata diameter zona hambat sebagai berikut: ekstrak daun keji beling sebesar 1,6 mm, kontrol positif amoksisilin sebesar 2,72 mm, dan akuades 0 mm. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun keji beling mempunyai potensi daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.Kata kunci: ekstrak daun keji beling, Streptococcus pyogenes, daya hambat
Gambaran Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bagi Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 2 Dumoga Tulangow, Ralfi R.; Kolibu, Febi; Engkeng, Sulaemana
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.25583

Abstract

Abstract: School is an extension of the family in the foundation of behavior of an individual, including health behaviors. In Indonesia, one of the health promotion efforts at school is Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). The implementation of UKS is based on TRIAS UKS, which includes health education, health care, and healthy school environment. At SMAN 2 (senior high school) Dumoga, the implementation of TRIAS UKS has no special time available, therefore, it becomes a constraint for the teachers and school officers in implementing the program. This study was aimed to determine the implementation of UKS for students at SMAN 2 Dumoga. This was a descriptive study. The population in this study was XI grade students of SMAN 2 Dumoga consisted of 122 students. Samples were 55 students obtained by using the Slovin’s formula sampling technique. We used a questionnairre as instrument. The results showed that in implementation of the UKS program most respondents did well as many as 37 respondents (67.3%) and 18 respondents (32.7%) did not do so well. In conclusion, the implementation of the UKS Program in improving healthy students at SMAN 2 Dumoga was well implemented and could be sustained.Keyword: implementation of Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Abstrak: Sekolah adalah sebagai perpanjangan tangan keluarga dalam meletakan dasar perilaku untuk kehidupan anak selanjutnya, termasuk perilaku kesehatan. Di Indonesia bentuk promosi kesehatan di sekolah ialah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yang sekaligus merupa-kan salah satu upaya kesehatan masyarakat di sekolah. UKS dijalankan melalui TRIAS UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Pelaksanaan TRIAS UKS di SMA N 2 Dumoga untuk saat ini tidak tersedia waktu khusus, sehingga menjadi kendala tersendiri bagi para guru maupun petugas dalam melak-anakan UKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan UKS bagi peserta didik SMAN 2 Dumoga. Jenis penelitian ialah deskriptif. Populasi penelitian ialah siswa kelas XI di SMAN 2 Dumoga sebanyak 122 siswa, dengan sampel sebanyak 55 siswa diperoleh menggu-nakan teknik pengambilan sampel Slovin. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pada pelak-sanaan program UKS dalam meningkatkan peserta didik yang sehat di SMAN 2 Dumoga paling banyak peserta telah melakukannya dengan baik yaitu sebanyak 37 siswa (67,3%) dan yang kurang baik sebanyak 18 siswa (32,7%). Simpulan penelitian ini ialah pelaksanaan program UKS dalam meningkatkan peserta didik yang sehat di SMAN 2 Dumoga telah dilaksanakan dengan baik dan dapat dipertahankan.Kata kunci: pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Silang pada Tindakan Ekstraksi Gigi di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado Mokodompit, Moh. Fahmi M.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.23878

Abstract

Abstract: One of the high-risk actions in dentistry that can cause cross-infection is tooth extraction because its direct contact with blood, saliva, and critical instrument. This study was aimed to determine the prevention and control of cross infection in dental extractions at the Dentistry Clilnic of Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 35 subjects in this study obtained by using purposive sampling method. Data were obtained by using a checklist. The results showed that the prevention and control of cross- infection before dental extraction achieved 46,07%; during dental extraction 59.92%; and after dental extraction 23,81%. The mean achievement for dental extraction was 60.59%. It is concluded that the prevention and control of cross-infection in dental extraction at the Dentistry Clinic of Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado was below maximum level.Keywords: prevention and control of cross-infection, tooth extractionAbstrak: Salah satu tindakan medis di bidang kedokteran gigi yang mempunyai risiko tinggi terjadinya infeksi silang ialah tindakan ekstraksi gigi karena pada saat pelaksanaannya banyak berkontak dengan darah, saliva, dan instrumen berkategori kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi pada tindakan ekstraksi gigi di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Jumlah subyek sebanyak 35 pasien, diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dan pengen-dalian infeksi silang sebelum tindakan ekstraksi gigi sebesar 46,07%; selama tindakan sebesar 59,92%; dan setelah tindakan sebesar 23,81%. Hasil rerata keseluruhan tindakan ekstraksi gigi dilakukan sebesar 60,59%. Simpulan penelitian ini ialah tindakan ekstraksi gigi di Poli Gigi Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado belum maksimal.Kata kunci: pencegahan dan pengendalian infeksi, tindakan ekstraksi gigi
Gambaran Mikroskopik Endokrin Pankreas pada Tikus Wistar yang Diberikan Sukrosa Dosis Bertingkat Mirotoneng, Gustap S.; Kairupan, Carla F.; Durry, Meilany F.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.24246

Abstract

Abstract: Sucrose can cause hyperglycemia on test animals because its glycemic effect resulting in pancreatic damage when consumed excessively. This study was aimed to evaluate the effects of administrasion of variable levels of sucrose on blood sugar level and microscopic features of the pancreatic endocrine of Wistar rats. This study employed 20 Wistar rats divided randomly into four groups of five rats per group (KN, P1, P2, and P3). Group KN received no treatment; group P1 was treated with 1.125 g of sucrose; while group P2 and P3 were treated with 5.625 g and 11.25 g of sucrose, respectively. The treatments were administered for 21 days and the rats were terminated at days 22. The results showed that levels of blood sugar of Wistar rats increased variably from the 1st-day compared with the 21-st day. The higher the dosage of sucrose given, the higher the sugar blood levels. Similarly, the higher the dosage of sucrose given, the higher the number of Langerhans islets. Differences among groups treated with sucrose were not statistically significant for both variables. In conclusion, administration of sucrose for 21 days increased blood sugar levels of Wistar rats. Increased levels of blood sugar and increased average number of Langerhans islets were correlated to the dosage of sucrose given. The higher the dosage of sucrose given, the higher the levels of blood sugar and the higher the number of Langerhans islets of pancreas.Keywords: sucrose, microscopic feature, pancreatic endocrine, hyperglycemic Abstrak: Sukrosa dapat menyebabkan hiperglikemia pada hewan uji karena memiliki efek glikemik yang berakibat kerusakan pankreas bila dikonsumsi berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian tingkat variabel sukrosa pada kadar gula darah dan mikroskopik endokrin pankreas dari tikus Wistar. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium. Penelitian ini menggunakan 20 tikus Wistar yang dibagi secara acak menjadi empat kelompok dengan lima tikus per kelompok (KN, P1, P2, dan P3). Kelompok KN tidak diberi perlakuan; kelompok P1 diberikan 1,125 g sukrosa; kelompok P2 dan P3 diberikan masing-masing 5,625 g dan 11,25 g sukrosa. Perlakuan diberikan selama 21 hari dan tikus diterminasi pada hari 22. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar gula darah tikus mengalami peningkatan bervariasi dari pengukuran hari ke-1 dibandingkan pengukuran hari ke-21. Semakin tinggi dosis sukrosa yang diberikan, maka semakin tinggi kadar gula darah. Pada pengamatan mikroskopik terdapat perbedaan jumlah pulau Langerhans pankreas. Semakin tinggi dosis sukrosa yang diberikan, semakin tinggi jumlah pulau Langerhans. Kedua perbedaan antar kelompok hewan uji tersebut tidak bermakna secara statistik. Simpulan penelitian ini ialah pemberian sukrosa selama 21 hari meningkatkan kadar gula darah tikus Wistar. Peningkatan kadar gula darah dan peningkatan jumlah rerata pulau Langerhans berkorelasi dengan dosis sukrosa yang diberikan. Semakin tinggi dosis sukrosa yang diberikan, semakin tinggi kadar gula darah dan semakin tinggi jumlah pulau Langerhans pankreas.Kata kunci: sukrosa, gambaran mikroskopik, endokrin pankreas, hiperglikemik
Hubungan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Kota Manado Pratama, Fauzan I.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.26873

Abstract

Abstract: Stunting is caused by many factors, including not getting exclusive breastfeeding, namely breastfeeding without any other additional foods and drinks at the age of zero months to 6 months. This study was aimed to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting among children under two years old in Manado. This was an observational and analytical study with a case control design (retrospective). The chi-square test (x2) at the 95% of significancy was used to obtain the relationship between exclusive breastfeeding and the occurrence of stunting data. Furthermore, to determine the magnitude of the problem of children who did not get exclusive breastfeeding against the incidence of stunting, the odds ratio (OR) was calculated. The results obtained a p-value of 0.02 (<α=0.05) and an odds ratio (OR) of 2.65, which meant that there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting. In conclusion, there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence among children under two years old in Manado.Keywords: stunting, exclusive breastfeeding, children under two years old Abstrak : Stunting disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya tidak mendapatkan ASI ekslusif, yakni pemberian ASI tanpa makanan dan minuman lain pada usia nol bulan sampai 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada anak usia bawah dua tahun (baduta) di Kota Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan rancangan case control (retrospektif). Uji statistik terhadap hubungan meng-gunakan uji chi-square (x2) pada tingkat kemaknaan 95%. Untuk mengetahui besarnya risiko anak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif terhadap kejadian stunting, dilakukan penghitungan odds ratio (OR). Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p sebesar 0,02 (<α=0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,65. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada anak baduta di Kota Manado.Kata kunci: stunting, ASI eksusif, baduta
Higiene Sanitasi Rumah Makan di Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Tahun 2019 Assa, Yunita M.; Boky, Harvani; Umboh, Jootje M. L.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.24142

Abstract

Abstract: Food sanitation is one of the prevention efforts that focus on activities and actions to relieve food and drinks from all hazards to health. This study was aimed to obtain the hygiene sanitation of restaurants at Sendangan, Kawangkoan. This was a descriptive study. The population consisted of all restaurants located at Sendangan. Food sanitation hygiene in this study was according to Kepmenkes RI No. 1098/MENKES/SK/VII/2003. The results showed that there were six restaurants involved in this study. The scores of restaurant hygiene and sanitation for location and buildings showed one restaurant with a total score of 38 (not fulfilled the requirements); 66 for sanitation facilities in the restaurants (did not meet the requirements); 38 for kitchen, dining room, and food storage warehouse, meanwhile 110 for food and ready-made food (eligible); 10 for food processing (did not meet the requirements); 58 for storage of food and ready-made food at one dining house (not fulfilled the requirements); 40 for serving meals at all restaurants (fulfilled the requirements); 45 for the equipment in all restaurants (eligible); 14 for the workers at the restaurant (did not meet the requirements). In conclusion, most of the restaurant fulfilled the requirement on food ingredients, cooked food, as well as food serving and utilities.Keywords: hygiene, sanitation, restaurants Abstrak: Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan pada kegiatan dan tindakan untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui higiene sanitasi rumah makanan di Kelurahan Sendangan Kecamatan Kawangkoan. Jenis penelitian ialah deskriptif. Populasi ialah seluruh rumah makan yang berada di Kelurahan Sendangan. Higiene sanitasi makanan ialah menurut Kepmenkes RI N0.1098/MENKES/SK/VII/2003. Terdapat enam rumah makan yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil skor higiene dan sanitasi rumah makan pada lokasi dan bangunan rumah makan mendapatkan satu rumah makan dengan skor total berjumlah 38 (tidak memenuhi syarat); fasilitas sanitasi rumah makan berjumlah 66 (tidak memenuhi syarat); dapur, ruang makan dan gudang bahan makanan berjumlah 38, bahan makanan dan makanan jadi berjumlah 110 (memenuhi syarat); pengolahan makanan rumah makan berjumlah 10 (tidak memenuhi syarat); penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi pada satu rumah makan berjumlah 58 (tidak memenuhi syarat); penyajian makanan 40 di semua rumah makan (memenuhi syarat); peralatan terdapat di semua rumah makan berjumlah 45 (memenuhi syarat); dan tenaga kerja pada rumah makan berjumlah 14 (tidak memenuhi syarat). Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar rumah makan sudah memenuhi syarat pada bahan makanan, makanan jadi, penyajian makanan, dan peralatan.Kata kunci: higiene, sanitasi, rumah makan
Hubungan Shift Kerja dan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Seguh, Finsensius; Kolibu, Febi K.; Kawatu, Paul A. T.
eBiomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.7.2.2019.24753

Abstract

Abstract: Great achievement and employee performance can be influenced by age, gender, level of education, and years of service. Employees who pay attention to work shifts can do their work more optimally in order to avoid the negative effects of stress which can further decrease the employees’ performance. This study was aimed to determine the relationship between work shift and work stress and the performance of nurses at RS Bhayangkara Tingkat III Manado. This was an analytical survey study. Population study consisted of nurses who had worked at the inpatient unit for more than one year. This study used questionnaire with a total respondents of 46 nurses. The chi-square test of the relationship between work shift and nurse performance resulted in a p-value of 0.163. Furthermore, the chi-square test of the relationship between work stress and nurse performance resulted in a p-value of 0.625. In conclusion, there were no significant relationships between work shift and work stress and the performance of nurses at RS Bhayangkara Tingkat III Manado.Keywords: work shift, work stress, nurse performance Abstrak: Keberhasilan dan peningkatan kinerja pegawai dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja. Pegawai yang memperhatikan shift kerja dapat bekerja lebih optimal agar terhindar dari efek stres kerja yang dapat menurunkan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja dan stres kerja dengan kinerja perawat di RS Bhayangkara Tingkat III Manado. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian yaitu perawat yang bekerja di ruang rawat inap dengan masa kerja lebih dari 1 tahun, dengan jumlah 46 perawat. Instrumen penelitian yaitu kuisioner. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara shift kerja dengan kinerja perawat mendapatkan nilai p=0,163 sedangkan hasil uji chi-square terhadap hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat mendapatkan nilai p=0,625. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara shift dan stres kerja dengan kinerja perawat di RS Bhayangkara Tingkat III Manado.Kata kunci: shift kerja, stres kerja, kinerja perawat
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Siswa dengan Tindakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Usoh, Julita A.; Umboh, Jootje M. L.; Kandou, Grace D.
eBiomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.7.2.2019.26547

Abstract

Abstract: Clean and healthy life behavior could be achieved by applying the principles of learning process related to school, family, and community environments. Due to this learning process, it is expected that students could analyze, interpret, and socialize their experiences in their daily lifes. This study was aimed to evaluate the relationship between knowledge and behavior and attitude about clean and healthy life among elementary school students of SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. This was an analytical survey study with a cross sectional design. Population consisted of 63 students of grade IV, V, and VI; all became samples of this study. Data were analyzed by using the chi square test (α=0.05). The chi-square test showed that the relationship between knowledge and clean and healthy life attitude obtained a p-value of 0.004, meanwhile the relationship between behavior and clean and healthy life attitude obtained a p-value of 0.002. In conclusion, there was a significant relationship between knowledge and attitude as well as between behavior and attitude about clean and healthy life among students of SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Keywords: knowledge, behavior, attitude Abstrak: Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan wujud realitas kehidupan manusia dengan menerapkan prinsip-prinsip proses belajar yang didapatkan baik dari lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dengan adanya proses belajar diharapkan siswa mampu untuk menelaah dan menafsirkan sesuatu yang setiap saat dihadapinya serta mensosialisaikan dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas IV,V,VI di SD Negeri Tumbak berjumlah 63 siswa. Sampel penelitian ini mencakup seluruh populasi. Data dianalisis menggunakan uji chi square (α=0,05). Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara pengetahuan siswa dengan PHBS mendapatkan nilai p=0,004, sedangkan terhadap hubungan antara sikap siswa dengan PHBS mendapatkan nilai p=0,002. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan

Page 1 of 2 | Total Record : 14