JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan)
JETT is a scientific journal published by Telkom University Bandung, Fully supported by Diploma of Telecommunication Engineering and became the scientific media for researchers and lecturers who will publish the results of their research. The aim of the Journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. JETT published twice a year: July (9 to 10 articles) and December (9 to 10 articles).
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)"
:
10 Documents
clear
IMPLEMENTASI BLUM-BLUM-SHUB DAN CHAOTIC FUNCTION UNTUK MODIFIKASI KEY GENERATING PADA AES
Muhammad Barja Sanjaya;
Patrick Adolf Telnoni
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.559 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.102
Salah satu kriptografi yang masih tangguh menurut National Insitute of Standard and Technology (NIST) yakni Advanced Encryption Standard (AES). AES bekerja secara block cipher menyebabkan diperlukan waktu pemrosesan cukup tinggi. Terlebih, data yang akan diproses pada zaman sekarang membutuhkan space memory yang besar. Sehingga data yang akan diproses juga membutuhkan tambahan waktu. Oleh karena itu, dilakukan suatu penambahan modifikasi terhadap metode kriptografi dengan memasangkan metode Chaotic Function pada saat memproses pembangkitan kunci yang dihasilkan agar terjadi penurunan kebutuhan waktu proses saat mengenkripsi atau mendekripsi. Selain itu, juga ditambahkan fungsi pembangkit bilangan acak yang bekerja saat memproses pembangkitan kunci dengan metode random number Blum-Blum-Shub. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil minimalisasi waktu pemrosesan sebesar 20.70% lebih cepat ketika dilakukan penambahan modifikasi dibandingkan tanpa modifikasi. Serta memory usage yang dibutuhkan saat proses kriptografi tetap sama yakni sebesar 15 kilo bytes.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) DENGAN MENGGUNAKAN DSK-TMS320C6713
Dwi Aryanta;
Arsyad Ramadhan Darlis;
Yusup Mulyadi
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (718.719 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.107
OFDM adalah salah satu teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frequency subcarrier yang saling tegak lurus (orthogonal). Karakteristik yang saling tegak lurus membuat frequency subcarrier dapat saling overlap tanpa menimbulkan interferensi. Dilakukan perancangan sistem OFDM dengan menggunakan DSK (Digital Signal Processing Starter Kit) TMS320C6713 berbasis m-file dan Simulink dengan menggunakan beberapa modulasi diantaranya QPSK, 16QAM, dan 64QAM. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil keluaran dari diagram konstelasi sinyal, sinyal OFDM, dan Bit Error Rate (BER) pada m-file, Simulink dan DSK TMS320C6713. Hasil BER yang ditunjukan pada saat implementasi, Modulasi QPSK memiliki nilai BER yang paling baik dari pada modulasi 16QAM dan 64QAM. Pada nilai Eb/No 10dB, modulasi QPSK memiliki nilai BER sebesar 0,14400, modulasi 16-QAM memiliki nilai BER sebesar 0,253600, dan modulasi 64-QAM memiliki nilai BER sebesar 0,288700. Kemudian modulasi QPSK memiliki efisiensi memori yang paling baik sebesar 1,0530303 % setelah diimplementasikan pada DSK TMS320C6713.
ESTIMASI ARAH SUMBER SUARA BERBASIS GAUSSIAN MIXTURE MODEL
Irma Safitri
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (602.15 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.98
Estimasi arah sumber suara menjadi topik penting yang berhubungan dengan aplikasi robot, sistem sensor dan keamanan. Variasi kondisi ekperimen dalam melakukan estimasi tersebut akan menentukan nilai akurasi. Dalam penelitian ini, variasi terhadap temperatur dan waktu pantul diambil untuk dianalisa terhadap nilai akurasi estimasi arah sumber suara. Sinyal yang digunakan adalah sinyal binaural dengan menggunakan sinyal pengganggu white noise dan human speech like (HSL) noise untuk sudut azimuth bervariasi. Estimasi dilakukan dengan menggunakan metode Gaussian Mixture Model (GMM) untuk tipe horizontal plane dan horizontal – vertical planes. Hasil eksperimen menunjukkan sudut azimuth yang dekat dengan pendengar akan menyampaikan sinyal suara lebih cepat daripada sudut yang jauh, sinyal dengan durasi waktu yang panjang yaitu 2000 milidetik akan memberikan akurasi estimasi yang lebih tinggi daripada durasi sinyal yang lebih pendek: 100, 500, dan 1000 milidetik. Selain itu, akurasi estimasi lebih tinggi untuk suara dengan white noise daripada suara dengan HSL noise. Hasil lainnya adalah estimasi memiliki performansi lebih tinggi untuk horizontal – vertical planes daripada hanya kondisi horizontal plane. Estimasi mencapai 98,6% akurasi untuk horizontal plane dan 100% akurasi untuk horizontal-vertical planes.
RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI ALAT UKUR DAN SISTEM INFORMASI PADA LISTRIK SATU FASA
Dadan Nur Ramadan;
Agus Ganda Permana;
Galuh Mardiansyah;
Dyah Puspaningrum
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (799.829 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.103
Sistem monitoring penggunaan listrik baik secara prabayar maupun pascabayar masih memiliki beberapa masalah, salah satu permasalahan yang terjadi adalah masih kurangnya pengawasan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan listrik di suatu rumah atau suatu daerah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sebuah perangkat yang mampu mengukur parameter-parameter pada listrik arus AC (Alternating Current) satu fasa, dan menampilkannya hasilnya dalam suatu sistem informasi, sehingga penggunaan daya listrik dari setiap rumah atau daerah dapat diketahui jumlahnya.Dengan menggunakan papan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengolah datanya, parameter yang dapat diukur oleh perangkat terdiri dari arus, tegangan dan daya, data pengukuran tersebut kemudian dikirim melalui jaringan wireless ke sebuah komputer server, komputer server berfungsi sebagai penyimpanan data hasil monitoring dan mengolah data tersebut menjadi sebuah informasi yang ditampilkan dalam sebuah website.Berdasarkan hasil pengujian pada pengukuran arus didapatkan nilai kesalahan rata-rata sebesar 3,28%, kesalahan rata-rata pengukuran tegangan sebesar 0,39%, pada pengukuran nilai daya didapatkan nilai kesalahan rata-rata sebesar 8,82%. Sedangkan pada proses pengiriman data diperoleh nilai presentase error sebesar 0.1%, dan akurasi data mencapai 100%.
ANALISIS UNJUK KERJA RIPv2 DAN EIGRP DALAM DYNAMIC ROUTING PROTOCOL
Hari Antoni Musril
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.465 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.99
Jaringan komunikasi komputer didukung oleh protokol routing untuk mengirimkan paket data. Ada berbagai jenis protokol routing yang banyak digunakan, diantaranya Routing Information Protocol version 2 (RIPv2) dan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) yang masuk ke dalam dynamic routing protocol. RIPv2 menggunakan protokol distance vector, sedangkan EIGRP dikategorikan pada protokol hybrid. RIPv2 menggunakan request message untuk membangun hubungan dengan router tetangga, sedangkan EIGRP menggunakan hello packet.Tulisan ini membandingkan kedua protokol tersebut dari aspek daftar tabel routing, informasi mengenai protokol routing, kemampuan menghasilkan tabel topologi, kemampuan mengenali router tetangga (tabel neighbor), melihat konektivitas jaringan, dan memeriksa jalur yang dilewati oleh paket data. Hasilnya adalah EIGRP memiliki konvergensi yang lebih baik dibandingkan RIPv2. RIPv2 melakukan update tabel routing ke seluruh router, sedangkan EIGRP hanya pada router yang terkena dampak langsung dari perubahan topologi jaringan. EIGRP mampu menghasilkan tabel topologi dan tabel neighbor, sedangkan RIPv2 tidak.
ANALISIS ANTENA BOWTIE PADA FREKUENSI 500-700 MHZ UNTUK TV DIGITAL DI INDONESIA
Tengku Ahmad Riza;
Yuyu Wahyu;
Reza Aldrian Ibrahim
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (667.203 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.104
Tahun 2017 merupakan tonggak sejarah perubahan di Indonesia dari TV analog menjadi TV digital sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No.05 Tahun 2012 yang mengadopsi Televisi Digital terestrial Digital Video Broadcasting-Terestrial second Generation (DVB-T2), sehingga diharapkan dengan perubahan menjadi TV Digital dapat meningkatkan kapasitas layanan melalui efisiensi spektrum frekuensi, dimana setelah migrasi ke TV Digital maka 1 kanal bisa ditempati sekitar 6-8 operator televisi. Pada Penelitian sebelumnya, telah dirancang dan direalisasikan sebuah antenna Bowtie, namun belum di implementasikan untuk siaran televisi digital di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode desain, realisasi kemudian diimplentasikan dan dilakukan pengujian dan pengukuran sehingga menghasilkan suatu Antena Bowtie pada rentang frekuensi 500-700 MHz yang dipergunakan untuk antena penerima televisi digital di Indonesia tanpa menggunakan set top box dengan harga yang relatif murah.Hasil Analisis dari antena Bowtie yang dipergunakan untuk televisi digital dengan rentang frekuensi 500-700 MHz didapatkan VSWR masing-masing 500 MHz (VSWR=1,442) dan 600 MHz (VSWR=1,448) serta 700 MHz (VSWR=1,442) kemudian untuk penguatan 13,038 bisa menerima siaran televisi digital. Namun antena ini masih perlu untuk pengembangan ke depannya, karena antenna ini belum dikemas dengan baik dan sempurna.
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON ELLIPTIC DAN BESSEL MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713
Lita Lidyawati;
Arsyad Ramadhan Darlis;
Satria Ilma Romadoni
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (605.076 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.100
Dalam teknologi masa kini, sebuah sistem terbentuk dari beberapa subsistem. Salah satu bagian subsistem yang sangat penting adalah filter. Filter didefinisikan sebagai proses atau rangkaian yang melewatkan pita frekuensi tertentu yang diinginkan dan meredam pita frekuensi lainnya. Dalam penelitian ini digunakan jenis respon frekuensi Elliptic dan Bessel. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software Matlab dengan memasukan frekuensi passband, frekuensi stopband, ripple passband, dan stopband attenuation yang telah dirancang. Dengan frekuensi sampling sebesar 15000 Hz, frekuensi passband sebesar 3000 Hz, frekuensi stopband sebesar 3500 Hz untuk Elliptic dan 5000 Hz untuk Bessel. Setelah simulasi dilakukan implementasi filter dengan parameter yang sama menggunakan DSK TMS320C6713 dengan bantuan software CCS. Parameter pengujian dari implementasi filter adalah respon magnitude, frekuensi cut-off, bandwidth, dan faktor kualitas dengan hasil simulasi yanng tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Memory yang digunakan pada DSK TMS320C6713 sebesar 2782 Bytes dari 16 MB.
SISTEM DETEKSI GLAUKOMA PADA FOTO FUNDUS RESOLUSI TINGGI
Hilman Fauzi;
Faidil Hadi
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.491 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.105
Glaukoma adalah peradangan pada optic mata yang ditandai dengan kemunduran progresif dari kepala saraf optik dan luas pandang. Peradangan ini disebabkan oleh tidak seimbangnya proses produksi cairan dan pembuangannya pada bola mata sehingga menyebabkan tekanan cairan bola mata menjadi tinggi. Kemunduran progresif pada luas pandang bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan, sehingga pendeteksian dini sangat perlu dilakukan sebelum kerusakan menjadi semakin parah. Deteksi glaukoma dapat dilakukan dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan melihat ukuran optik disk pada foto fundus digital. Namun, hasil identifikasi foto fundus secara manual dapat menghasilkan diagnosis yang kurang tepat. Pada penelitian ini dilakukan proses simulasi dan analisis suatu sistem yang dapat membantu praktisi kesehatan mendeteksi ukuran optik disk pada foto fundus sehingga dapat mendiagnosis dengan cepat dan akurat. Berdasarkan hasil dari simulasi, akurasi sistem mencapai 76% dengan waktu komputasi 1.5 detik.
PEMBANGUNAN PROTO TYPE KULIAH ON-LINE MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ACTIVE OPTIKAL NETWORK
Mia Rosmiati;
Adit Satriya
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.165 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.101
Transformasi ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Proses transformasi ilmu pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara.seperti yang diungkapkan oleh Tjutju Soendari [2]. Dengan adanya perkembangan teknologi jaringan computer dan adanya perkembangan dalam fiber optik sebagai media yang dapat mengantarkan informasi secara real time dengan kapasitas data yang besar dan dalam waktu yang singkat, telah mendukung berkembangnya sistem kuliah on-line. Hal ini dapat menunjang proses perkuliahan yang memiliki kelas paralel seperti halnya proses perkuliahan yang ada di Telkom apllied science school yang memiliki lebih dari dua kelas untuk setiap mata kuliahnya sehingga dengan adanya system ini memungkinkan jumlah dosen yang dibutuhkan untuk system perkuliahan ini berkurang. Sistem perkuliahan on-line membutuhkan transfer data yang bersifat real time dengan kualitas gambar yang baik. Sebuah prototype perkuliahan on-line yang dibangun untuk menghubungkan 3 buah client yang berada pada ruangan yang berbeda tetapi saling terhubung kedalam sebuah jaringan, menunjukkan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Active Optikal Network berbasis active splitter menunjukkan nilai delay 4,54 ms sedangkan delay untuk jaringan berbasis kabel UTP adalah 54,5 ms. Sehingga perbandingan nilai delay ini menunjukkan kuliah on-line lebih baik jika menggunakan jaringan serat optik.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT VISIBLE LIGHT COMMUNICATION SEBAGAI TRANSCEIVER VIDEO
Didin Yulian;
Denny Darlis;
Suci Aulia
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.422 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.106
Saat ini lampu penerangan ruangan banyak menggunakan LED (Light Emiting Diode) sebagai komponen utamanya, dan diperkirakan untuk 10 tahun ke depan penggunaan lampu sebagai alat penerangan sudah seluruhnya menggunakan lampu jenis ini. Sementara itu lampu hanya digunakan sebagai alat penerangan ruangan saja. Secara teoritis cahaya dari lampu jenis LED bisa digunakan sebagai media transmisi kecepatan tinggi. Visible Light Communication adalah sistem komunikasi yang menggunakan cahaya tampak sebagai media transmisi menggunakan komponen LED.Dalam penelitian ini, dikembangkan sebuah perangkat VLC untuk mengirimkan sinyal video analog. Sinyal video dikirimkan melalui LED di blok transmitter. Kemudian diterima oleh blok penerima, dengan photodiode sebagai penerima informasi. Dalam proses pengirimannya, sinyal video dibagi menjadi dua bagian, yaitu sinyal suara dan video. Hasil penelitian ini, dapat diperlihatkan bahwa sinyal video dapat dikirimkan melalui perangkat VLC dengan jarak 75 cm.