cover
Contact Name
Hasanah Putri
Contact Email
jett@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282262130800
Journal Mail Official
jett@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS TELKOM GEDUNG BANGKIT lt. 2 Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu no 1, Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan)
Published by Universitas Telkom
ISSN : 24071323     EISSN : 24424404     DOI : https://doi.org/10.25124/jett.v8i1
JETT is a scientific journal published by Telkom University Bandung, Fully supported by Diploma of Telecommunication Engineering and became the scientific media for researchers and lecturers who will publish the results of their research. The aim of the Journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. JETT published twice a year: July (9 to 10 articles) and December (9 to 10 articles).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)" : 10 Documents clear
RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN RELAI Robinzon Pakpahan; Dadan Nur Ramadan; Sugondo Hadiyoso
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.491 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.302

Abstract

Sistem cadangan/backup catudaya mutlak diperlukan pada perangkat elektronika yang memerlukan energi listrik yang tidak terhenti. Cadangan catudaya digunakan untuk menggantikan sumber utama PLN. Pada penerapannya diperlukan sebuah perangkat pendukung berupa Automatic Transfer switch (ATS) untuk melakukan pensaklaran dari sumber utama ke cadangan catu daya atau sebaliknya. Pada paper ini, dibahas realisasi perangkat ATS berbasis mikrokontroler yang bekerja berdasarkan pembacaan arus dan tegangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan komunikasi berbasis LAN untuk mengirim data monitoring. Setelah dilakukan pengujian, perangkat ATS dapat mengukur arus dan tegangan dengan rata-rata kesalahan 3,76% dan 0,21% pada pengukuran generator set dan sumber PLN. Pengujian lainnya, sistem relai dapat berfungsi untuk memindahkan sumber listrik dari sumber utama ke sumber cadangan atau sebaliknya.
VERIFIKASI DESAIN ANTENA BERBASIS DIPOL BERBENTUK V UNTUK PENGAMATAN GARIS 21 CM Radial Anwar; Mohammad Tariqul Islam; Norbahiah Misran; Asnor Nadirah Ishak; Baharudin Yatim
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.798 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.307

Abstract

21 cm adalah salah satu garis emisi penting didalam astronomi radio. Garis ini umumnya digunakan untuk mempelajari karakteristik galaksi-galaksi. Artikel ini mempresentasikan sebuah  antena dipol berbentuk V untuk sistem telekop radio 21 cm, yang berkorespondensi dengan frekuensi pengamatan 1420MHz. Designnya telah diimplementasikan dan diukur. Hasil pengukuran memperlihatkan kesesuaian dengan simulasi, dengan eror frekuensi puncak sebesar 0,7%. SWR yang diperoleh juga cukup rendah, yaitu sekitar 1,14. Antena yang diajukan pada artikel ini berpotensi untuk digunakan sebagai feed pada antena reflektor atau sebagai elemen penyusun pada sebuah sistem antena array.
PERANCANGAN DAN ANALISA PENGGELARAN LTE PADA FREKUENSI 700 MHZ DENGAN METODE ADAPTIF MODULATION CODING UNTUK IMPLEMENTASI DIGITAL DIVIDEND DI WILAYAH SUB-URBAN DAN RURAL KABUPATEN BANYUMAS Ade Wahyudin; Sakinah Sakinah
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.76 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.303

Abstract

Rencana Implementasi analouge switchover to TV digital akan menjadikan solusi dalam menyikapi terbatasnya alokasi spektrum radio untuk memenuhi pengembangan serta pemerataan mobile broadband di Indonesia. Pemanfaatan frekuensi 700 MHz untuk teknologi untuk teknologi LTE (Long Term Evolution) akan memberikan dampak yang positif terhadap bagi penyebaran layanan telekomunikasi terutama pada wilayah rural yang memiliki penetrasi broadband yang kecil, sehingga mampu mengurangi kesenjangan digital antara wilayah urban, sub-urban dan rural. Perancangan jaringan LTE FDD pada frekuensi 700 MHz band menggunkan skenario bandwidth 15 MHz dan 10 MHz di wilayah Sub-Urban dan Rural Kabupaten Banyumas yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan coverage, kapasitas dan simulasi menggunakan software Atoll untuk menganalisa performa jaringan LTE. Pada pendekatan coverage dengan menggunakan model propagasi Okumura-Hatta membutuhkan 13 e_NodeB untuk dapat mencakup seluruh wilayah pengamatan. Sedangkan pendekatan kapasitas pada skenario bandwidth 10 MHz cembutuhkan 8 e_NodeB (MIMO 2x2) dan 4 e_NodeB (MIMO 3x3) dan pada skenario bandwith 15 MHz membutuhkan 4 e_NodeB baik menggunakan MIMO 2x2 maupun MIMO 3x3. Berdasarkan simulasi kualitas sinyal, didapatkan nilai rata-rata RSRP -72.2 dB dan SINR rata-rata 6.83. Sedangkan nilai index CQI sebesar 7.17, sehingga perangkat user yang dapat menerima layanan adalah yang memiliki spesifikasi modulasi 64QAM dengan code rate 466 dan efisiensi 2.7. Pada parameter nilai throughput memiliki perbedaaan antara kedua skenario, dimana bandwidth 15 MHz memiliki throughput hingga 52 Mbps sedangkan bandwidth 10 MHz hanya 16 Mbps.
ANALISIS PENGARUH PERGERAKAN USER TERHADAP KUALITAS SINYAL SUARA PADA JARINGAN WIMAX IEEE 802.16 Aris Hartaman; Uke Kurniawan Usman; Budi Prasetya
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.694 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.308

Abstract

WiMAX IEEE 802.16e merupakan non-line of sight (NLOS) Broadband Wireless Access (BWA) yang dikeluarkan oleh WiMAX Forum yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.16. Teknologi ini mampu diimplementasikan untuk mobile wireless access yang dapat memenuhi kebutuhan layanan data dengan bandwidth yang cukup besar 20 MHz, coverage yang luas 50 km, dengan bitrate yang tinggi 75 Mbps. Pergerakan user/mobile station akan mempengaruhi kualitas layanan suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e yaitu akan terjadinya efek doppler spread yang mengakibatkan perubahan frekuensi terhadap mobile station yang bergerak.  Penelitian mengenai pengaruh pergerakan user/mobile station terhadap kualitas sinyal suara pada jaringan WiMAX IEEE 802.16e ini dilakukan dengan cara membuat simulasi sistem transmisi WiMAX 802.16e yang dilewatkan pada kanal yang bersifat multipath fading karena bersifat komunikasi non-line of Sight (NLOS) dengan cara terdistribusi rayleigh dan noise AWGN dengan pemodelan kanal propagasi SUI (Stanford University Interim). Parameter kecepatan user/mobile station yang disimulasikan mulai 0 km/jam (user statis), <15km/jam (user berjalan kaki), 16-50 km/jam (user berkendaraan sedang), sampai dengan 51-120 km/jam (user kecepatan tinggi). Hasil simulasi dan analisa memperlihatkan bahwa kecepatan pergerakan user sangat berpengaruh terhadap  fluktuasi fading pada kanal rayleigh. Berdasarkan standar komunikasi digital yaitu nilai BER sebesar 10, nilai Eb/No yang dihasilkan dibawah 12 dB untuk modulasi BPSK kecepatan user bisa mencapai 50 km/jam, sementara untuk QPSK kecepatan maksimal user dibawah 50 km/jam, dan 8PSK kecepatan user dibawah 30 km/jam. Sehingga modulasi yang paling baik untuk system ini adalah BPSK.
PERBANDINGAN UNJUK KERJA TRANSMISI JARINGAN FTTB MENGGUNAKAN GEPON DAN GPON Tri Nopiani Damayanti; Hasanah Putri
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.754 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.304

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perbandingan unjuk kerja transmisi teknologi GEPON dan GPON pada jaringan Fiber to the Building (FTTB). Pembahasan perbandingan menggunakan  kedua teknologi PON tersebut untuk melihat performansi yang terbaik untuk di aplikasikan pada gedung bertingkat X  menggunakan passive splitter dua tingkat dengan rasio perbandingan passive splitter maksimum 1:16. Unjuk kerja transmisi disimulasikan berdasarkan parameter link power budget, rise time budget serta nilai Bit Error Rate (BER) untuk kelayakan sistem jaringan. Perhitungan Unjuk  jaringan dibagi menjadi bagian yaitu arah downstream dan arah upstream. Hasil perhitungan didapatkan pada arah downstream jarak terjauh, link GEPON menghasilkan nilai redaman sebesar 22.81 dB,  BER sebesar 7x 10-29 dan nilai rise time sebesar 0,2506 ns. Pada link GPON memiliki redaman sebesar 25.94 dB, BER sebesar 3.62955 x 10-12 dan nilai rise time sebesar 0.25 ns. Pada arah upstream jarak terjauh, link GEPON menghasilkan nilai redaman sebesar 4.65 dB, dengan nilai BER ≈ 0 ,dan nilai rise time sebesar,2061 ns. Pada GPON memiliki redaman sebesar 4.65 dB, BER ≈ 0 dan nilai rise time sebesar 0,260 ns. Berdasarkan hasil unjuk kinerja kedua teknologi tersebut dapat disimpulkan bahwa unjuk kinerja teknologi GPON lebih baik dibandingkan teknologi GEPON untuk aplikasikan di jaringan optik gedung bertingkat.
SISTEM MEDIA CENTER PERIKLANAN PAMERAN DI BANDUNG BERBASIS RASPBERRY PI MENGUNAKAN SERVIIO Denny Darlis; Rohmat Tulloh; Sheptian Kurnia Saleh
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.534 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.309

Abstract

Pameran adalah suatu kegiatan penyajian produk untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. Pameran bisa disebut sebagai kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen. Biasanya pada saat pameran di sediakan booth yang berisi Televisi,layar monitor atau alat promosi lain. Namun booth yang biasa disediakan sempit sehingga harus pintar memilih alat promosi yang dibutuhkan agar booth tersebut terlihat menarik. Solusi agar booth tersebut terlihat minimalis adalah dengan dibuatnya sebuah server untuk mengatur segala yang ditampilkan di Televisi yang mempunyai fitur Digital Living Network Alliance Data yang akan diperlihatkan di simpan pada Raspberry Pi yang mempunyai aplikasi serviio dan bersertifikat Digital Media Server lalu sambungkan dalam satu jaringan WiFi setelah itu sindmkronsasi antara client dan server. Apabila sudah di sinkronisasi maka data tersebut bisa di akses oleh client. Hasil yang diperoleh yaitu dari pihak client bisa memperlihatkan data yang ada di server. Pada saat proses sinkronisasi membutuhkan waktu relatif lama dengan persentase keberhasilan 80% karena tergantung oleh banyaknya client.
SISTEM KEAMANAN BERBASIS ALARM IP CAMERA DENGAN PASSIVE INFRARED RECEIVER (PIR) SENSOR DAN SMS GATEWAY Hafiidh As Syahidulhaq; Hafiddudin Hafiddudin; Suci Aulia
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.306 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.300

Abstract

Penelitian mengenai security sytem sekarang ini sedang ramai diperbincangkan. Beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan CCTV, dengan adanya rekaman CCTV ini sangat memudahkan bagi para penyelidik untuk mengetahui tindak kejahatan yang terjadi, namun penggunaan CCTV untuk merekam secara terus menerus selama waktu tertentu umtuk mendapat visualisasi kejadian yang lengkap membutuhkan kapasitas memori yang besar sehingga tidak efisien. Pada penelitian ini diimplementasikan sistem keamanan alarm CCTV network atau biasa disebut dengan Kamera IP dengan menggunakan PIR (Passive Infrared Receiver) sebagai sensor untuk mendeteksi gerak manusia sehingga CCTV hanya akan merekam pada saat terjadi pergerakan manusia dengan mendeteksi perubahan suhu disekitarnya, pada saat terdeteksi adanya pergerakan manusia yang tertangkap di kamera IP akan membunyikan alarm dan mengirimkan notifikasi pesan singkat ke ponsel genggam pemilik CCTV menggunakan SMS Gateway dan terekam oleh CCTV sehingga dapat dilihat melalui aplikasi pada smartphone atau PC. secara realtime. Penelitian dilakukan dengan cara memasang kamara IP dan SMS gateway di kamar kost dan PC serta smart pendeteksi dilakukan di kampus. Dari hasil pengukuran, sensor PIR dapat mendeteksi suhu dengan jarak terjauh 4 meter.Lamanya buzzer menyala adalah 50.67 detik. Apabila buzzer aktif, maka sms akan terkirim secara otomatis pada smartphone, adapun delay ratarata pengiriman notifikasi sms adalah 5.2 detik. Parameter QoS yang terukur yaitu,  packet loss sebesar 0,2%, delay 0,0038 second/packet, dan throughput sebesar 2,028 Mbit/sec.
DETEKSI LOGAM PADA PENGGILINGAN BATU BERBASIS SMS GATEWAY DAN MIKROKONTROLER Aldino De Lama; Unang Sunarya; Atik Novianti
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.281 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.305

Abstract

Berdasarkan hasil survei di lapangan, seringkali kualitas batu yang dihasilkan oleh mesin penggilingan batu kurang memuaskan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya dikarenakan mesin penggiling yang bekerja kurang maksimal akibat banyak logam atau besi yang melalui mesin penggiling. Pada penelitian ini dibuat alat pendeteksi logam pada penggilingan. Sensor logam akan mendeteksi logam saat terjadi perubahan frekuensi melalui bantuan coil. Saat terjadi perubahan frekuensi tersebut maka Arduino akan mengirimkan perintah ke relay, alarm buzzer dan LED, serta modul GSM SIM900 secara bersamaan. Berdasarkan hasil pengujian, sensor akan mendeteksi saat benda logam berada pada jarak 0-2,1 cm. Selain itu sensor dapat mendeteksi berbagai jenis benda logam seperti gunting, paku, handphone, dan lain-lain. Akan tetapi sensor tidak dapat mendeteksi keberadaan induktansi pada benda berbahan logam mulia. Pada saat terdeteksi adanya logam, perangkat SMS gateway mengirimkan notifikasi kepada operator.
IMPLEMENTASI FUNCTION BLOCK DIAGRAM PADA SIMULATOR KONTROL LANDING GEAR SYSTEM UNTUK RODA PESAWAT Ratna Susana; Usep Ali Albayumi; Furqon Syah Bugar
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.464 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.301

Abstract

Landing gear system pada beberapa pesawat masih menggunakan sistem elektromekanik dengan sejumlah kumpulan relay tanpa kendali terpusat. Penelitian ini akan mencoba menggantikan relay elektromekanik tersebut dengan menggunakan smart relay agar menjadi rangkaian yang lebih sederhana. Selanjutnya sistem dapat dikendalikan dan diprogram secara terpusat. Sistem yang diimplementasikan berupa simulator kontrol dari landing gear system menggunakan smart relay dengan bahasa pemrograman Function Block Diagram (FBD). Berdasarkan perancangan, instruksi FBD untuk implementasi sistem menggunakan instruksi OR, Set-Reset dan Timer. Dengan instrusksi tersebut, simulator ini telah berhasil menggerakkan piston Double Acting Cylinder (DAC) sehingga roda pesawat dapat bergerak naik dan turun, serta dapat memberikan sejumlah informasi kepada pilot melalui indikator berupa buzzer dan sejumlah LED. Pengujian dilakukan untuk 6 kondisi, yaitu pesawat di darat, lepas landas, di udara, pesawat terbang rendah, mendarat dan kondisi pergerakan DAC yang bermasalah. Keseluruhan sistem telah bekerja sesuai dengan spesifikasi sistem.
MANFAAT PEMASANGAN OPTICAL TERMINATION PREMISES DALAM JARINGAN FIBER TO THE HOME Mahyar Koswara
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.781 KB) | DOI: 10.25124/jett.v3i2.306

Abstract

Tumbuhnya pelanggan broadband berbasis jaringan Fiber To The Home (FTTH) ternyata dibarengi dengan banyaknya keluhan atau gangguan yang terjadi. Keluhan yang terjadi adalah lamanya waktu penyelesaian atau perbaikan gangguan dan sulitnya Teknisi masuk ke dalam rumah  pelanggan saat melakukan  perbaikan gangguan.  Gangguan terbesar berada pada segmen antara Optical Distribution Point (ODP) dan Roset [1]. Gangguan yang terjadi pada segmen ini adalah sering terjadi putusnya kabel drop. Pada umumnya aktivitas yang dilakukan  jika ada gangguan/putus kabel drop, baik itu di bagian outdoor maupun indoor proses perbaikannya kabel drop diganti mulai dari ODP sampai ke Roset. Hal ini tidak terlepas dari desain infrastruktur jaringan pelanggan FTTH [2]. Dalam desain jaringan pelanggan FTTH ini kabel drop ditarik dari port output adapter ODP yang berada di luar rumah sampai ke Roset yang berada di dalam rumah. Berdasarkan standar instalasi [3] [4]  bahwa instalasi kabel drop  dari ODP ke Roset harus melalui perangkat OTP.  Pemasangan OTP  bertujuan untuk mempermudah melokalisir gangguan dan demarkasi atau titik batas antara kabel bagian luar rumah (outdoor) dan bagian dalam rumah (indoor). Dengan dipasangnya ODP jika terjadi gangguan maka kabel yang terganggu itu saja yang dilakukan perbaikan atau penggatian dan  hal ini akan menghemat/efesien dalam pemakaian kabel drop.

Page 1 of 1 | Total Record : 10