cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 11 Documents clear
Analisis Pola Distribusi Unsur-Unsur Cuaca di Lapisan Atas Atmosfer pada Bulan Januari dan Agustus di Manado Kainama, Carisz; Tongkukut, Seni H. J.; ., Wandayantolis
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3901

Abstract

Telah dibuat peta pola distribusi suhu udara, kelembapan udara, dan kecepatan angin di lapisan atas pada bulan Januari dan Agustus di Manado, dengan menggunakan software Surfer 10. Hasil analisis menunjukkan bahwa di bulan Januari pada lapisan 850 mb suhu di belahan bumi selatan (BBS) lebih tinggi dari belahan bumi utara (BBU), kelembapan lebih besar ke arah Sulawesi Utara, angin zonal baratan di BBS dan angin zonal timuran di BBU, sedangkan angin meridional dominan dari arah utara. Pada lapisan 500 mb dan 300 mb penyebaran suhu hampir merata untuk setiap wilayah dengan suhu terendah terdapat di sekitar wilayah Sulawesi Utara, kelembapan lebih besar ke arah BBS, angin zonal dari arah timur, sedangkan angin meridional dari arah utara di BBU dan dari arah selatan di BBS. Perbedaan kecepatan angin antar lapisan tidak signifikan. Di bulan Agustus, pada lapisan 850 mb suhu di BBU lebih tinggi dari BBS, kelembapan lebih besar ke arah Maluku, angin zonal dari arah timur di BBU dan dari arah barat di BBS, sedangkan angin meridional dominan dari arah selatan. Pada lapisan 500 mb penyebaran suhu hampir merata dengan suhu tertingi terdapat di wilayah Davao, dan pada lapisan 300 mb penyebaran suhu sama dengan bulan Januari. Pada lapisan 500 mb dan 300 mb kelembapan lebih besar ke arah timur, sedangkan angin zonal dari arah timur. Angin meridional dominan dari arah selatan pada lapisan 500 mb dan dominan dari arah utara pada lapisan 300 mb.A map of distribution pattern of temperature, humidity, and wind speed and direction in the upper layer of Manado in January and August had been created using software Surfer 10. The analysis showed that, in January at 850 mb layer, the temperature in southern hemisphere (SH) is higher than that in northern hemisphere (NH), the humidity is higher to the North Sulawesi, westerly zonal wind is in SH and easterly zonal wind is in NH, and meridional wind is dominant from the north. At 500 mb and 300 mb layer, temperature distribution is almost evenly for each region with the lowest temperature is around the North Sulawesi area, the humidity is higher to the SH, the zonal wind is from the east, and the meridional wind is from the north at NH and from the south in SH. Wind speed difference between the layers is not significant. In August at 850 mb layer, the temperature in NH is higher than that in SH, the humidity is greater to Moluccas, the zonal wind is from the east at NH and from the west in the SH, and the meridional wind is dominant from the south. At 500 mb layer, temperature distribution is almost evenly with the highest one is in the Davao region, and at 300 mb layer, temperature is similar to that in January. At 500 mb and 300 mb layer, the humidity is greater eastward.
Kualitas Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Minyak Goreng yang Dibuat dengan Metode Pengadukan dengan Adanya Penambahan Kemangi (Ocimum sanctum L.) Maradesa, Riliani P.; Fatimah, Feti; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3906

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kualitas VCO sebagai minyak goreng yang dibuat dengan menggunakan metode pengadukan dengan adanya penambahan kemangi (Ocimum sanctum) serta perbandingannya dengan VCO tanpa penambahan kemangi. Parameter kualitas yang diuji yaitu bobot jenis, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas (FFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kemangi tidak memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas VCO karena kualitas VCO kontrol lebih baik dibandingkan VCO kemangi pada semua tahap penggorengan.A research had been conducted to determine the quality of VCO as cooking oil, prepared by mixing method, which was added with basil (Ocimum sanctum) and to compare it with VCO without basil. Parameters tested were specific weight, peroxide number, and free fatty acid. The results showed that the addition of basil did not give a good effect on the VCO quality which was reflected in the lower quality of basil-added VCO than that of VCO without basil at each frying stage.
Keanekaragaman Lamun di Pantai Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado Ngongira, Klion; Langoy, Marnix L. D.; Katili, Deidy Yulius; Maabuat, Pience V.
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3895

Abstract

Lamun adalah tumbuhan berbunga yang dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan laut dangkal. Penelitian ini dilaksanakan di pantai Tongkaina dengan menggunakan metode observasi lapangan pada purposive sampling dengan garis transek kuadrat. Analisis data meliputi perhitungan dengan rumus Krebs dan Fachrul, identifikasi jenis lamun dan penentuan indeks keanekaragaman menggunakan Shannon Wiener. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tujuh jenis lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Holodule pinifolia dan Syringodium isoetifolium. Lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii memiliki penyebaran terluas, karena ditemukan di seluruh transek pada lokasi penelitian. Jenis yang jarang dijumpai adalah Halophila ovalis dan Holodule pinifolia. Jumlah individu yang ditemukan adalah 2993 individu. Nilai indeks keanekaragaman di pesisir Pantai Molas memperlihatkan bahwa di wilayah ini keanekaragaman jenis lamun sedang bila dibandingkan dengan 13 lokasi lainnya di Indonesia.Sea grasses are flowering plants that can grow well in shallow marine environments. This research was conducted in Tongkaina Beach using field observation, with purposive sampling using line transect squares. Data analysis was performed using the formula of Krebs and Fachrul. Identification of sea grass and determination of diversity index is done using Shannon Wiener. Results obtained in this research showed that there are seven types of sea grasses, namely Enhalus acaroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodecea rotundata, Cymodocea serrulata, Holodule pinifolia, and Syringodium isoetifolium. Enhalus acoroides and Thalassia hemprichii have wide distribution because they can be found in all transect line at research site. Species that are rarely found are Halophila ovalis and Holodule pinifolia. Number of individual found was 2993. Value of diversity index at Tongkaina Beach showed that this area has moderate sea grass diversity compared to other 13 locations in Indonesia.
Analisis Spasial Pengaruh Dinamika Suhu Muka Laut Terhadap Distribusi Curah Hujan di Sulawesi Utara Rey, Febriany Florence; Tongkukut, Seni H. J.; ., Wandayantolis
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3902

Abstract

Telah dilakukan analisis terhadap distribusi curah hujan yang dipengaruhi oleh dinamika suhu muka laut untuk mengetahui hubungan distribusi curah hujan dan dinamika suhu muka laut di Sulawesi Utara, serta telah dibuat peta spasial hubungan distribusi curah hujan dengan dinamika suhu muka laut menggunakan ArcMap 9.3. Analisis yang dilakukan menggunakan data curah hujan bulanan selama 10 tahun dari 5 stasiun BMKG dan 10 pos hujan kerjasama di Sulawesi Utara, dan data dinamika suhu muka laut berdasarkan nilai Indeks Osilasi Selatan dengan metode korelasi. Hasil penelitian diperoleh nilai korelasi positif antara 0,50 hingga 0,90 terjadi pada periode tiga bulanan yaitu Agustus-September-Oktober pada seluruh wilayah pengamatan.Analysis of the precipitation that caused by the dynamics of sea surface temperature has been made to find the correlation between the precipitation and the dynamics of sea surface temperature, with its spatial map of the correlation between precipitation and the dynamics of sea surface temperature using ArcMap 9.3. The analysis use the monthly rainfall data for 10 years from 5 BMKG Stations and 10 rain-gauge network in North Sulawesi, and Southern Oscillation Index monthly value using correlation method. The result of this research is the positive correlation between 1,50 to 0,90 occur in the period of August-September-October.
Analisis Intensitas Radiasi Matahari di Manado dan Maros Rifai, Listya Dewi; Tongkukut, Seni H. J.; Raharjo, Slamet Suyitno
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3907

Abstract

Telah dilakukan analisis intensitas radiasi matahari di Manado dan Maros dengan menganalisis pola grafik intensitas radiasi matahari terhadap sudut deklinasi matahari. Faktor pengaruh atmosfer dianalisis dari pola intensitas radiasi matahari terhadap curah hujan dengan metode regresi linear sederhana pada kedua daerah penelitian. Hasil yang diperoleh berupa nilai intensitas radiasi matahari di Maros lebih tinggi dibandingkan Manado sepanjang tahun, dengan Maros 133.121 gram.cal/cm², dan Manado 117.289 gram.cal/cm². Penerimaan intensitas radiasi matahari di Manado dan Maros dipengaruhi oleh intensitas curah hujan di kedua daerah, yaitu kenaikan curah hujan menurunkan intensitas radiasi matahari, disamping dipengaruhi oleh kondisi geografi lokal dan faktor tutupan awan.An analysis of solar radiation intensity in Manado and Maros had been performed by analyzing the chart pattern of the solar radiation intensity against angle of solar declination. The effect of atmosphere was analyzed using a simple linear regression method from the solar radiation intensity pattern against the precipitation at the two areas. The results showed that the solar radiation intensity value ​​in Maros was higher than that in Manado throughout the year, which were 133.121 gram.cal/cm² in Maros and 117.289 gram.cal/cm² in Manado. The solar radiation intensity in Manado and Maros was influenced by precipitation intensity in both regions, that was the increasing precipitation intensity decreased the solar radiation intensity, and by local geography and cloud factor.
Uji Metode Olsen dan Bray dalam Menganalisis Kandungan Fosfat Tersedia pada Tanah Sawah di Desa Konarom Barat Kecamatan Dumoga Utara Umaternate, Ghazaly R.; Abidjulu, Jemmy; Wuntu, Audy D.
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3898

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan konsentrasi fosfat tersedia pada tanah sawah dan membandingkan dua metode ekstraksi fosfat, yaitu metode olsen yang menggunakan reagen NaHCO3 dan metode bray yang menggunakan reagen Bray dan Kurtz. Hasil ekstrak direaksikan dengan pereaksi pewarna fosfat bersama deret standar dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 693 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak fosfat tersedia dari metode Olsen menunjukkan hasil konsentrasi yang tinggi berturut–turut 422,861; 771,614; 1389,464; 1607,386; 821,591; dan 1139,925 ppm, sedangkan metode Bray menunjukkan hasil yang lebih rendah berturut-turut 16,102; 13,899; 11,307; 7,181; 7,183; dan 9,073 ppm. Reagen NaHCO3 pada sampel menyebabkan pH naik sehingga banyak fosfat yang terlepas, sedangkan reagen Bray dan Kurtz menyebabkan pH turun dan lebih sedikit fosfat yang terlepas. pH sampel yang bersifat asam menyebabkan metode Bray lebih cocok untuk digunakan daripada metode Olsen karena metode Bray spesifik untuk tanah asam, sedangkan metode Olsen dapat digunakan untuk tanah asam dan basa.A study aimed to determine the concentration of phosphate available to the rice field soil and to compare the two methods of phosphate extraction, which are Olsen that uses NaHCO3 reagent and Bray that uses Bray and Kurtz reagents, had been done. The extract was reacted with phosphate coloring reagent and standards and the absorbance was measured using spectrophotometer at a wavelength of 693 nm. The results showed that the extract of phosphate available using Olsen method showed higher value of concentrations which were 422.861; 771.614; 1389.464; 1607.386; 821.591; and 1139.925 ppm. On the other hand, Bray method showed a lower value which were 16.102; 13.899; 11.307; 7.181; 7.183; and 9.073 ppm. NaHCO3 increased the pH and more phosphate was released, while the Bray and Kurtz reagent decreased the pH and less phosphate was released. Due to the lower pH of the sample, Bray method is more suitable for acidic soils rather than Olsen method because of its specificity for acidic soil, while the Olsen method can be used for acidic and alkaline soil.
Pola Variasi Reguler Medan Magnet Bumi Di Tondano Prasetyo, Teguh; Tanauma, Adey; ., As'ari
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3903

Abstract

Data variasi medan magnet bumi komponen horisontal diambil dari komputer akuisisi yang merekam data secara real time. Dibuat grafik data magnet bumi komponen horisontal versus waktu per hari. Dipilih grafik quite days dan dibandingkan dengan quiet days di Lerwick (Inggris). Dihitung nilai rata-rata dari Quiet days yang sama perbulan untuk dijadikan pola variasi reguler bulanan, sehingga dalam satu tahun dapat dibuat dua belas pola variasi reguler medan magnet bumi. Hasilnya menunjukkan bahwa variasi reguler medan magnet bumi polanya teratur, nilai variasi tertinggi berkisar 39308,3– 39409,5 nT pada kisaran waktu 02:39–03:38 Universal Time. Pola variasi reguler medan magnet bumi digunakan sebagai acuan untuk menganalisis variasi harian medan magnet bumi. Pada tahun 2011 tercatat badai besar geomagnet sebanyak 11 kali yang nilai variasinya berkisar 71–20 nT dengan nilai K indeks sama dengan lima.Data variation of the horizontal component of the earth's magnetic field was taken from the acquisition computer which records data in real time. Graphs describing the horizontal component data versus time were created daily. Graphs of quiet days were selected and compared with quiet days in Lerwick (England). Average value the same of quiet days were calculated in order to create monthly regular variation pattern, so that in one year there were twelve regular variation patterns of the earth 's magnetic field created. The results showed that the regular variations of the earth 's magnetic field is on a regular pattern, the value of the highest variation ranged 39308.3-39409.5 nT at around 2:39 to 3:38 Universal Time. Regular variation patterns of the earth 's magnetic field were used as references for analyzing the daily variation of the earth 's magnetic field. In 2011, the large geomagnetic storms were recorded 11 times, the value of the variation range 71–20 nT with the K index value equal to five.
Analisis Daerah Dugaan Seismic Gap di Sulawesi Utara dan sekitarnya Wibowo, Sandy Nur Eko; ., As'ari; Raharjo, Slamet Suyitno
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3908

Abstract

Seismic gap adalah kawasan yang aktif secara tektonik namun sangat jarang mengalami gempabumi dalam jangka waktu yang lama. Terdapat dua daerah dugaan seismic gap yang terdapat di daerah Sulawesi Utara antara lain daerah Laut Maluku dan Laut Sulawesi. Pada penelitian ini akan dianalisis sejauh mana potensi bahaya dua daerah dugaan seismic gap tersebut didasarkan pada profil perubahan parameter seismotektonik nilai b, analisis mekanisme fokus, perubahan nilai rasio vp/vs, periode ulang gempabumi dan prediksi parameter patahan di dua daerah penelitian. Diperoleh bahwa hanya daerah dugaan seismic gap di Laut Maluku yang dapat dikategorikan sebagai daerah seismic gap yang berpotensi menimbulkan gempabumi dengan energi besar dan tsunami sebagai efek terusan gempabumi.Seismic gap is a tectonically active region, but very rarely experienced earthquakes in the long term. There are two alleged seismic gap area of the North Sulawesi region, that are Maluku Sea and the Sulawesi Sea areas. This research analyzed potential danger of the two alleged seismic gap area in North Sulawesi based on b value seismotectonic profile parameter changes, the analysis of the focal mechanism, changes in the value of the ratio vp/vs, earthquake recurrence period, and fault parameters prediction at the two areas. It was found that the alleged area of Maluku Sea could be categorized as a seismic gap area with a potentially earthquake and tsunami energy which was the after effects of the earthquake.
Pengukuran Koefisien Absorbsi Bunyi pada Serbuk Gergaji Kayu Nyatoh (Palaquium species) sebagai Bahan Peredam Imban, Rizky Kurniawan; ., As'ari; Tongkukut, Seni Herlina J.
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3900

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memperoleh nilai koefisien absorbsi bunyi pada papan partikel dari bahan campuran serbuk gergajian kayu nyatoh dan tepung kanji dengan variasi ukuran butir. Papan partikel dibuat dengan komposisi 50 g serbuk gergaji dan 50 g tepung kanji. Papan partikel dibuat dengan rapat massa (ρ) = 0,62 x 103 kg.m-3. Koefisien absorbsi bunyi diukur dengan menggunakan sound level meter, intensitas bunyi yang diukur antara lain intensitas bunyi yang datang, intensitas yang dipantulkan dan intensitas yang ditransmisikan. Intensitas absorbsi didapat dengan mengurangkan intensitas awal ( ) dengan intensitas transmisi ( ) dan intensitas refleksi ( ). Data yang diperoleh dibuat grafik dan dianalisis. Diperoleh hasil bahwa papan partikel yang terbuat dari campuran serbuk gergajian kayu nyatoh dan tepung kanji dengan komposisi 1:1 (sampel 3) adalah papan partikel terbaik sebagai bahan absorbsi bunyi pada penelitian ini. Papan partikel mempunyai sifat fisis: koefisien absorbsi 0,15 cm-1, intensitas refleksi 1,5 dB, intensitas absorbsi 29,45 dB dan efisiensi absorbsi 29,42 %.Research has been conducted to obtain the sound absorbtion coefficient of the particle board from the mixture of the sawdust of Nyatoh and the starch with the variation of the grain size. Particle board is made with the composition of 50 g sawdust and 50 g starch. Particle board is made with the mass density (ρ) = 0.62 x 103 kg.m-3. Sound absorbtion coefficient is measured using a sound level meter, sound intensity is measured such as the intensity of incident sound, the intensity of reflected sound and the intensity of transmitted sound. The intensity of absorbtion is obtained by reducing the initial intensity (I0) with the transmission intensity (IT) and the reflection intensity (IR). The obtained data were graphed and analyzed. The results indicated that the particle board that is made from the mixture of the sawdust of Nyatoh and the starch with the composition 1:1 (sample 3) is the best particle board as sound absorbtion material in this research. The particle board has physical properties: the absorbtion coefficient 0.15 cm-1, the reflection intensity 1.5 dB, the absorbtion intensity 29.45 dB, and the absorbtion efficiency 29.42%. t-f�5y � p ew Roman";mso-ansi-language:SV;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language: AR-SA'>Papan partikel dibuat dengan komposisi 50 g serbuk gergaji dan 50 g tepung kanji. Papan partikel dibuat dengan rapat massa (ρ) = 0,62 x 103 kg.m-3. Koefisien absorbsi bunyi diukur dengan menggunakan sound level meter, intensitas bunyi yang diukur antara lain intensitas bunyi yang datang, intensitas yang dipantulkan dan intensitas yang ditransmisikan. Intensitas absorbsi didapat dengan mengurangkan intensitas awal ( ) dengan intensitas transmisi ( ) dan intensitas refleksi ( ). Data yang diperoleh dibuat grafik dan dianalisis. Diperoleh hasil bahwa papan partikel yang terbuat dari campuran serbuk gergajian kayu nyatoh dan tepung kanji dengan komposisi 1:1 (sampel 3) adalah papan partikel terbaik sebagai bahan absorbsi bunyi pada penelitian ini. Papan partikel mempunyai sifat fisis: koefisien absorbsi 0,15 cm-1, intensitas refleksi 1,5 dB, intensitas absorbsi 29,45 dB dan efisiensi absorbsi 29,42 %.
Identifikasi Sesar di Wilayah Gorontalo dengan Analisis Mekanisme Bola Fokus ., Nurfitriani; Pasau, Guntur; Raharjo, Slamet Suyitno
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3905

Abstract

Gorontalo menjadi salah satu daerah rawan bencana gempa bumi dan ecara tektonik berada di wilayah pertemuan 2 lempeng besar, yakni lempeng Pasifik dan Eurasia serta lempeng-lempeng mikro. Peta Geologi Gorontalo menunjukkan adanya struktur sesar yang memotong wilayah kota Gorontalo. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan struktur sesar di wilayah Gorontalo dengan menggunakan metode mekanisme bola fokus kejadian gempa bumi di wilayah daratan Gorontalo periode 1963-2013 dengan sumber data dari katalog gempa bumi USGS, Global Centroid Momen Tensor, dan BMKG. Analisis bola fokus menunjukkan adanya 3 daerah dugaan sesar aktif, dengan tipe sesar cenderung oblique, dengan panjang 24,54 km sampai 27,54 km dan lebar rupture 8,51 km sampai 9,22 km. Hasil analisis ini juga mendeteksi adanya satu daerah dugaan sesar aktif yang tidak teridentifikasi pada peta geologi.Gorontalo is one of the earthquake prone areas and is tectonically located at the junction of two major plates and some microplates. Geological map indicated the presence of fault structures across Gorontalo. This study was aimed to identify the presence of fault structures in the Gorontalo area using focal mechanism of earthquakes in the mainland region of Gorontalo at the period of 1963-2013 with data sourced from the USGS earthquake catalog, the Global Centroid Moment Tensor, and BMKG. The analysis showed that there were 3 suspected active fault area having oblique-type fault with length of 24,54 to 27,54 km and rupture width of 8,51 to 9,22 km. The analysis also detected the presence of a suspected active fault area which was not identified on the geological map.

Page 1 of 2 | Total Record : 11