cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 11 Documents clear
Analisis Tingkat Pencahayaan Ruang Kuliah Dengan Memanfaatkan Pencahayaan Alami Dan Pencahayaan Buatanklorofil Tongkukut, Seni H.J; -, As'ari -
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13513

Abstract

Telah dilakukan analisis  tingkat  pencahayaan ruang kuliah di Jurusan Fisika FMIPA Unsrat mencakup  empat  ruang perkuliahan masing-masing dengan menggunakan pencahayaan alami dan pencahayaan alami tambah pencahayaan buatan dari lampu fluorescent. Pengukuran tingkat pencahayaan dilakukan dengan menggunakan luksmeter  L200 dengan rancangan pengukuran mengikuti  SNI 16-7062-2004 untuk penerangan umum. Diperoleh hasil bahwa tingkat pencahayaan rata-rata maksimum ruang kuliah RK FIS 1, RK FIS 2, Ruang Seminar dan RK FIS 3 dengan sumber pencahayaan alami adalah 77 lux, 55 lux, 71 lux dan 128 lux. Pencahayaan dengan sumber alami yang ditambah pencahayaan buatan dari sumber lampu CFL  memberikan tingkat pencahayaan 128 lux, 166 lux, 138 lux dan 170 lux.  Nilai-nilai tersebut belum memenuhi standar pencahayaan 250 lux untuk ruang kuliah seperti yang direkomendasikan SNI.The analysis of the illumination level of the lecture rooms in the Department of Physics  at MIPA Faculty on Sam Ratulangi University have been carried. Four lecture rooms are investigated by using natural lighting and natural light plus artificial lighting from fluorescent lamps. Illumination level measurement is done by using luxmeter L200 with measurements design follow SNI 16-7062-2004 for general illumination. The results show that the average level of illumination maximum for lecture room RK FIS 1, RK FIS 2, Seminar Room and RK FIS 3 wih a source of natural lighting are 77 lux, 55 lux, 71 lux and 128 lux respectively. The Illumination with natural sources plus artificial lighting from CFL Lamps provide the illumination level of 128 lux,166 lux, 138 lux dan 170 lux, respectively. The illumination level value of the research do not meet the recommended SNI Standard of illumination 250 lux for the lecture room
Analisis Medan Magnet Bumi Sebelum dan Sesudah Kejadian Gempa (Studi Kasus: Gempa 18 November 2014 di Sabang) Ta'uno, Jein Sintia Dewi; Tamuntuan, Gerald H.; Tongkukut, Seni H. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.12962

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan medan magnet bumi sebelum dan sesudah kejadian gempa 18 November 2014 di Sabang yang dapat dikenali sebagai prekursor gempa bumi. Metode yang digunakan adalah perbandingan residu medan magnet komponen Z dan H. Untuk memastikan anomali yang diperoleh bukan berasal dari gangguan eksternal, data diverifikasi dengan Indeks Dst. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa anomali medan magnet terjadi pada 2 dan 8 hari sebelum gempa. Anomali diduga kuat berasal dari aktivitas litosfer yang berkaitan dengan retakan yang terjadi pada batuan yang dialiri cairan yang mengandung material bersifat magnet yang menyebabkan kenaikan nilai rasio medan magnet Z/H.A research has been done to identify and analyze earth’s magnetic field change before and after November 18th, 2014 earthquake in Sabang that can be recognize as an earthquake precursor. Method that used ini this research was comparison of Z and H residu of magnetic’s field. To ensure that anomaly identified were not of due to external disturbances that records, data were examined by Dst Index. The result of this research showed that magnetic’s field anomaly were identified in 2 and 8 days before earthquake event. This anomaly was predicted from lithosphere that associated with rock’s crack that flow by liquid that contains magnetic material cause increased of magnetic’s field Z/H rasio.
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Kadar Alkohol Dan Suhu Berbasis Mikrokontroler Arduino UNO Untuk Destilasi Minuman Beralkohol Suoth, Verna Albert; Mosey, Handy Indra Regain
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13446

Abstract

Dalam proses destilasi minuman tradisional beralkohol terdapat parameter fisis yang penting untuk diukur yakni suhu dan kadar alkohor. Pengukuran ini bertujuan untuk mengukur besaran fisis menjadi besaran yang terukur. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat alat ukur suhu dan kadar alkohol untuk digunakan pada saat proses penyulingan berlangsung. Kegiatan ini dimulai dengan rancang bangun alat ukur dengan menggunakan dua buah sensor yakni LM35 sebagai sensor suhu dan MQ-3 sebagai sensor alcohol. Kemudian pembacaan sensor ini dihubungkan ke sistem akusisi data menggunakan Mikrokontroler Arduino UNO dan ditampilkan pada LCD. Alat ini kemudian di uji dengan membandingkan hasil pengukuran dengan alat ukur yang lain, dari hasil diperoleh pada pengukuran suhu terdapat selisi pengukuran rata-rata 0.1oC sedangkan untuk pengukuran kadar alcohol di peroleh selisih pengukuran rata-rata 1% - 3%, sedangkan kesalahan relatif alat yang dibuat adalah 3,25%.In the process of distillation of traditional alcoholic beverages there are important physical parameters to measure i.e the temperature and the concentration alcohol. This measurement is intended to measure physical quantities into measurable quantities. This research is to develop an instrument to measure the temperature and the alcohol concentration during the distillation process. This research are began with designing  the instrument employing two sensors i.e LM35 as temperature sensor and MQ-3 as alcohol sensor. Then the sensor readings is connected to a data acquisition system using the Arduino UNO Microcontroller and displayed on the LCD. The instrument then tested by comparing the measurement results with standard measurement tools, from the results obtained by the instrument there are a slight difference of 0.10 C while the alcohol concentration has a difference of 1% - 3%, while the relative error are 3.25%.
Penerapan Model ARIMA dalam Memprediksi Jumlah Tindak Kriminalitas di Wilayah POLRESTA Manado Provinsi Sulawesi UtaraKlorofil Mendome, Karmelin; Nainggolan, Nelson; Kekenusa, John
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13763

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk memprediksi  jumlah kejadian tindak kriminalitas di Wilayah Kepolisian Resort Kota (POLRESTA) Manado. Data yang digunakan adalah data bulanan  jumlah kejadian tindak kriminalitas dari bulan Januari 2010 sampai Mei 2016. Hasil penelitian menunjukan Model ARIMA (1,1,0) cukup baik untuk memprediksi jumlah kejadian tindak  kriminalitas di Wilayah POLRESTA Manado dengan  presentase rata-rata dari nilai selisih antara nilai aktual dan nilai prediksi sebesar 13,81 %.  Untuk prediksi jumlah kejadian tindak kriminalitas pada bulan Juni, Juli dan Agustus tahun 2016 menunjukkan pola yang menurun.The purpose of this study was determining the model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) to predict the number of occurrences of crime in the Territory Police Resort City Manado. The data used are the monthly data of the number of occurrences of crime from January 2010 to May 2016.  The results showed that the ARIMA (1,1,0) well enough to predict the number of occurrences of crime in the Territory POLRESTA Manado with a percentage of the average of the value of the difference between the actual value and the predictive value of 13.81%. The prediction of the number of incidents of crime in June, July and August 2016 showed a declining pattern
Deteksi Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner-Schlumberger di Masjid Kampus Universitas Sam Ratulangi dan Sekitarnya Saranga, Herbhi Tumba; ., As'ari; Tongkukut, Seni H. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.12963

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk membuat peta akuifer air tanah di Masjid Kampus Unsrat dan sekitarnya. Penelitian untuk mendapatkan nilai resistivitas lapisan tanah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan jumlah lintasan pengukuran sebanyak 5 lintasan. Jumlah data setiap lintasan pengukuran sebanyak 576 data, dan diolah menggunakan software RES2DINV. Hasil berupa gambar tampang lintang resistivitas 2D yang digunakan untuk menentukan posisi akuifer air tanah. Hasil menunjukkan bahwa adanya lapisan dengan nilai resistivitas rendah yaitu  0,12 Ωm-0,64 Ωm. Posisi lapisan dengan nilai resistivitas rendah merupakan lapisan pembawa air dan terdapat di sebelah Selatan, Barat dan Utara Masjid Kampus. Lintasan 1 ada pada meter ke 170-180 dengan kedalaman 5 hingga 30 meter. Lintasan 3 keberadaan air tanah terdapat di meter ke 150-155 dengan kedalam 2 meter-17 meter. Lintasan 4 keberadaan air tanah ada pada meter ke 38-48 dengan kedalaman 8 meter-20 meter. Lintasan 5 keberadaan air tanah ada pada meter ke 50-60 dengan kedalaman 2 meter-10 meter.Research had been done to create a map of groundwater aquifers in Unsrat Campus Mosque and its surroundings. Research to obtain a layer of soil resistivity values ​​were measured using the Wenner-Schlumberger geoelectric configuration with the number of measurement tracks as much as 5 tracks. The amount of data of each track is as many as 576 measurement data, and processed using software RES2DINV. Results are cross-sectional images of 2D resistivity were used to determine the position of groundwater aquifers. The results indicate that the presence of a layer with low resistivity values ​​are 0.12 Ωm-0.64 Ωm. The position of the layer with low resistivity values ​​is water bearing layers and are in the South, West and North Campus Mosque. Tracks 1 exists at 170-180 meters to a depth of 5 to 30 meters. Tracks 3 where the ground water contained in the 150-155 meters to 2 meters into 17 meters. Tracks 4 where groundwater is on 38-48 meters to a depth of 8 meters-20 meters. Tracks 5 where ground water is on 50-60 meters to a depth of 2 meters-10 meters.
Kebisingan Di Rumah Sakit Siloam Manado Sebagai Fungsi Jumlah Kendaraan Yang Melewati Jl, Sam Ratulangi Manado Ukru, Selfina Levina; Tongkukut, Seni H.J.; -, Ferdy -
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13447

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengukur dan menganalisis tingkat kebisingan yang ada di lingkungan Rumah Sakit Siloam jalan Sam Ratulangi Manado. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Sound Level Meter DB 200 pada dua lokasi pengukuran (5 titik). Data yang diperoleh adalah nilai tingkat intensitas kebisingan pada masing-masing titik pengukuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi di lokasi 1 yaitu 74,5 dB dan 59,01 dB untuk lokasi 2. Hasil ini menunjukkan Rumah Sakit Siloam Manado memiliki tingkat kebisingan yang melebihi batas kebisingan yang diperkenankan di Rumah Sakit yaitu sebesar 55 dB Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996.The Research was conducted to measure and analyze the level of noice in Siloam Hospital at Sam Ratulangi street. The collection of data are made by using the Sound Level Meter DB 200 on two locations of measurement (5 points). The result of data is the value level of noise intensity on each measuring point. The analysis show that the highest noise level in the first location is 74.5 dB and 59.01 dB for the second location. These results indicate that the noise level of Siloam Hospital Manado exceeds noise limits that are allowed for the hospital equal to 55 dB according to the decision of the Minister of Environment No. 48 of 1996.
Konsentrasi Klorofil pada Beberapa Varietas Tanaman Puring (Codiaeum varigatum L.) Gogahu, Yelni; Nio, Song Ai; Siahaan, Parluhutan
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.12964

Abstract

Tanaman puring memiliki varietas yang sangat banyak dan terdapat sekitar 260 varietas puring yang ada di Indonesia. Puring merupakan tanaman yang memiliki warna dan bentuk daun yang beragam seperti kuning, hijau, merah dan coklat sehingga tanaman puring dimanfaatkan sebagai tanaman hias warna-warni tersebut disebabkan karena adanya bermacam-macam pigmen warna didalam daun. Dalam proses fotosintesis klorofil atau pigmen hijau daun sangat diperlukan sehingga setiap daun sangat membutuhkan klorofil. Belum ada data yang menunjukkan apakah perbedaan dominansi warna pigmen daun juga mengandung perbedaan kandungan klorofilnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh perbedaan warna daun pada 9 varietas dan perbedaan umur tanaman terhadap kandungan klorofil tanaman puring (puring cobra, puring spageti lokal, puring bor merah, puring jengkol, puring jempol, puring jet merah, puring kura-kura moncolor, puring bor cristata, puring lele) dan perbedaan umur daun tanaman terhadap kandungan klorofilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pada umur 3 bulan kandungan klorofilnya sama pada semua varietas baik kandungan konsentrasi klorofil total, klorofil a maupun  klorofil b. Pada 3 varietas (puring cobra, puring spageti lokal dan puring bor merah) daun yang telah berumur 8 bulan mengandung konsentrasi klorofil total dan klorofil a  yang berbeda antara daun muda dan daun tua sedangkan konsentrasi korofil b tidak berbeda pada semua varietas.Croton plants has so many varieties. Around 260 varieties of Croton plants are found in Indonesia. Croton plant is a plant with various color leaves such as yellow, green, red and brown which make Croton plant is used to be a house-plant. Those colors exist because of many color pigment in leaf. Every leaf needs chlorophyll or green pigment in photosynthesis process. There is no data that shows different color leaves contain different amount of chlorophyll. This research is done in order to find out the effects of difference in color leaves and plants age towards chlorophyll contents in Croton plants (puring cobra, puring spageti lokal, puring bor merah, puring jengkol, puring jempol, puring jet merah, puring kura-kura moncolor, puring bor cristata, puring lele) and different leaves age towards chlorophyll contents. The results showed that the leaf at the age of 3 months has the same chlorophyll contents whether in total chlorophyll, a chlorophyll ad b chlorophyll with the other varieties. The leaf in the age of 8 months in 3 varieties (puring cobra, puring spageti lokal dan puring bor merah) contains different consentration of total chlorophyll and a chlorophyll between young leaves and older leaves while the concentration of b chlorophyll does not differ at all varieties.
Metode Geolistrik Konfigurasi Dipol-dipol untuk Identifikasi Daerah Patahan Manado di Kecamatan Singkil Kota Manado -, As'ari -
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13509

Abstract

Evaluasi potensi bencana gempa bumi membutuhkan data daerah sumber gempa yaitu daerah batas lempeng dan patahan-patahan aktif intra-lempengnya.Hambatan utama dalam evaluasi bahaya gempa yang bersumber di darat adalah keterbatasan data dari patahan aktif sebagai sumber gempa.Patahan Manado merupakan salah satu patahan di Sulawesi Utara, patahan ini menurut peta geologi melalui Kota Manado. Keberadaan patahan memerlukan identifikasi lebih lanjut menggunakan survei geofisika bawah permukaan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi sifat Patahan Manado.Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Singkil yang merupakan wilayah yang dilalui Patahan Manado. Eksplorasi dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi dipol-dipol. Data diolah dengan menggunakan perangkat lunak Res2dinv, dan dihasilkan tampang lintang resistivitas 2 dimensi bawah permukaan bumi. Patahan Manado di identifikasi sebagai rekahan dengan nilai resistivitas ρ ≤ 26 Ωm. Pada lintasan 1 rekahan terletak di posisi elektroda 1 – 14, yaitu pada meter ke 5 – 70 dengan kedalaman 0 – 20 m. Pada lintasan 2 rekahan dijumpai pada elektroda 17 – 22,5 yaitu pada posisi meter ke 85 – 115 dengan kedalaman 0 - 16 m.TEvaluation of potential earthquake needs data source area which is the area of ​​plate boundaries and active inter-plate faults. The main problem in the evaluation of seismic hazard that originates on land is limited data on active faults as the source of earthquake. Manado Fault is one fault in North Sulawesi, this fault according to the geological map through the city of Manado. The existence of a fault requires further identification using subsurface geophysical surveys. The research aims to identify the character of Manado fault. Location of research conducted in the District Singkil which is a region traversed Manado Fault. Exploration conducted by using geoelectric resistivity dipole-dipole configuration. The data were processed using the RES2DINV software, and the resulting cross section of the two-dimensional resistivity of the subsurface of the earth. Manado Fault identified as fractures or joint to the value of resistivity ρ ≤ 26 Ωm. In path 1 fractures located at the position of electrodes 1-14, ie the meter to 5-70 with a depth of 0-20 m. In path 2, fractures encountered in the electrode 17 to 22.5 meters that is in a position to 85-115 at a depth of 0-16 m.
Penambahan Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) Sebagai Anti kontaminan pada Medium In Vitro Alternatif Perkecambahan Anggrek Dendrobium macrophyllum A. Rich Martiwi, Ika Nugraheni Ari; Wahyuni, Endang Sri
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13103

Abstract

Kondisi aseptis mutlak diperlukan dalam kultur jaringan tumbuhan. Salah satu strategi untuk meminimalisasi terjadinya kontaminasi adalah dengan menambahkan senyawa antifungi dan antibakteri. Centella asiatica atau pegagan dikenal sebagai salah satu tanaman yang mengandung senyawa yang bersifat antimikrobia dan antifungi, sebagai antioksidan dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak pegagan yang berpotensi sebagai antikontaminan pada perkecambahan anggrek Dendrobium macrophyllum dalam medium alternatif pupuk daun dan penambahan ekstrak ragi. Penelitian ini menggunakan biji anggrek umur 4 bulan yang ditanam dalam medium VW dan pupuk daun dengan penambahan variasi bahan organik berupa ekstrak ragi dan ekstrak pegagan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komposisi Media pupuk daun 1,5 g/l, ekstrak ragi 1,25 g/l, dan ekstrak daun pegagan 5 % merupakan media optimal untuk perkecambahan biji anggrek Dendrobium macrophyllum karena dapat bertahan aseptis, memiliki waktu inisiasi biji berkecambah tercepat, jumlah prosentase perkecambahan terbanyak dan warna protocorm hijau segar. Aseptic conditions of explants is absolutely necessary in plant tissue culture. One of strategies to minimize contamination is adding antimicrobial compounds. Centella asiatica is known as one of the plants containing compounds with antioxidant, anticancer, antibacterial and antifungal properties. This study aimed to determinate the effect of C. asiatica extracts as an anti-contaminant on orchid germination medium. Four months old orchid seeds were planted in medium foliar fertilizer and yeast extract supplemented by C. asiatica extract with various concentration and medium VW as a control. The results showed that the optimum media for orchid seeds germination consisted of 1,5 g/l of foliar fertilizer, 1,25 g/l of yeast extract, 5% of C. asiatica extract based on germination time, the number of protocorm and the fresh green colour of protocorm as compared with other treatments.
Identifikasi Dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Suku Dani Di Kabupaten Jayawijaya Papua -, Juliana Mabe; Simbala, Herny E.I; -, Roni Koneri
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas spesies tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat dan cara penggunaannya sebagai obat tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksploratif dan Participatory Rural Appraisal melalui wawancara dengan dukun kampung bersamaan dengan pengambilan sampel dan identifikasi tumbuhan obat di lokasi penelitian. Hasil penelitian identifikasi dan pemanfaatan tumbuhan obat di 9 desa di Kecamatan Asologaima, Kurulu dan Wamena, ditemukan 16 spesies tumbuhan obat dari 12 famili yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan khasiat  dan cara penggunaan yang berbeda-beda dan sederhana namun umumnya dengan merebus tumbuhan dan air rebusannya diminum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2015. Berdasarkan habitusnya yang paling banyak ditemukan adalah semak sedangkan bagian tumbuhan yang banyak digunakan adalah bagian daun.This research aims for identifying plant species which particularly have ability as medicine and can be used as traditional medicine. Research methods used are explorative survey and Participatory Rural Appraisal through interview with a village shaman (or called person who has ability and experience with traditional medicine) followed with sampling and identifying medication plant in research location. Result of identifying research and used of medication plant in 9 villages in Asologaima, Kurulu, and Wamena Districts, found that 16 species of plant medication of 12 family which used by local society with different benefits and the way it is used and simple but commonly with boiled the medication and drink the water. This research held in September to November 2016. Based on the place of habits the most found plants is shrub, meanwhile the most useful part of the plant is leaf

Page 1 of 2 | Total Record : 11