cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Desain Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Diesel Generator-PV Menggunakan Software HOMER (Studi Kasus: KM Barcelona 1 di Pelabuhan Manado) Jaya, Olive Ang; Kolibu, Hesky Stevy; Suoth, Verna Albert
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.24249

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk merancang sistem pembangkit listrik hybrid menggunakan software HOMER. Data beban listrik yang digunakan pada penelitian ini diambil dari kapal motor Barcelona 1 dengan rute perjalanan Manado-Tahuna dan data radiasi matahari diambil dari website NASA yang diakses melalui software HOMER. Data-data itu dimasukkan pada software HOMER untuk disimulasikan. Skenario 1 dibuat sesuai dengan kondisi sebenarnya di kapal dan skenario 2 merupakan desain sistem pembangkit listrik hybrid yang menggunakan photovoltaic. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan, desain pembangkit listrik pada skenario 2 lebih optimal  dengan nilai NPC (Net Present Cost) yaitu US$833.174 dan nilai Cost of Energy (COE) yaitu US$0,406. Skenario tersebut terdiri dari generator berkapasitas 10 kW dan panel surya 58,6 kWResearch has been conducted to design a hybrid power generation system using HOMER software. The electrical load data used in this study was taken from the Barcelona 1 motorship with the Manado-Tahuna travel route and solar radiation data taken from the NASA website accessed via the HOMER software. The data was entered into the HOMER software to be simulated. Scenario 1 is made according to the actual conditions on the ship and scenario 2 is a design of a hybrid power generation system that uses photovoltaic. Based on the simulation that has been done, the design of the power plant in scenario 2 is more optimal with the value of NPC (Net Present Cost) which is US$833,174 and the Cost of Energy (COE) value is US$0.406. The scenario consists of generators with a capacity of 10 kW and solar panels 58.6 kW
Kandungan Klorofil Total Daun Pada Padi Lokal Sulawesi Utara Yang Mengalami Cekaman Banjir Tjolleng, Fitria; Siahaan, Parluhutan; Ai, Nio Song
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.2.2019.23516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon fisiologi tanaman padi lokal Sulawesi Utara (varietas Ombong, Temo, TB, dan Sultan) terhadap cekaman banjir pada fase vegetatif berdasarkan kandungan klorofil total pada daun. Pot dan tanaman padi dimasukkan ke dalam ember sehingga terendam setinggi 27 cm di atas permukaan media. Perlakuan cekaman kebanjiran berlangsung selama 20 hari. Pengambilan data dilakukan pada hari ke-0 (sebelum perlakuan), 10, 15 dan 20 setelah perlakuan. Daun diambil sebanyak 1 g kemudian dihaluskan dan diekstraksi menggunakan alkohol 95% dan kandungan klorofil diukur dengan spektrofotometer. Data kandungan klorofil total dalam percobaan faktorial dianalisis dengan analisis sidik ragam dalam rancangan acak lengkap pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor varietas, faktor waktu dan interaksi antara keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada kandungan klorofil total pada daun tanaman padi (varietas Ombong, Temo, TB, dan Sultan) selama 20 hari perlakuan cekaman banjirThis study examined the physiological responses of North Sulawesi local rice plants in (Ombong, Temo, TB, and Sultan varieties) to partial submergence at the vegetative phase based on the content of total chlorophyll in the rice leaves. The pot and plants were submerged under water in a bucket about 27 cm above the surface of the media. The submergence treatment was lasted for 20 days. Data collection was carried out at day 0 (before treatment), 10, 15 and 20 after treatment. The leaves (about 1 g for ach sample) were collected, then refined and extracted using 95% ethanol. The total chlorophyll content was measured using spectrophotometer. Data of total chlorophyll content in the factorial experiment were analyzed using analysis of variance under completely randomized design at a 95% confidence level. The results of this study indicated that variety and time factors as well as their interactions showed no significant differences in the content of total chlorophyll in the leaves of rice plant varieties (Ombong, Temo, TB, and Sultan) during 20 days of partial submergence
Kajian Variasi Sekuens Interspesies dan Filogeni Kelelawar Pteropus sp. Menggunakan Gen COI Monalisa, Era; Mantiri, Feky Recky; Lengkong, Hanry Jefri
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.24277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi interspesies kelelawar Pteropus sp. dan menjelaskan hubungan filogeni Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain yang terdata di GenBank berdasarkan Gen COI. Analisis sekuens menggunakan Geneious v5.6.4 dan menunjukkan adanya variasi interspesies sekuens gen COI pada ketiga sampel Pteropus sp. yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan 5 pasang basa nukleotida pada urutan sekuens sampel nomor 157, 160, 421, 427 dan 652 dengan jarak genetik 0,006. Filogeni Ke-3 sampel kelelawar Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain dilakukan menggunakan MEGAX. Hasil filogeni menunjukkan bahwa sampel yang diteliti merupakan kelelawar dari genus Pteropus tetapi belum dapat dipastikan spesiesnya, karena ketika pohon filogeni dikonstruksikan membentuk satu klaster sendiri. Penjelasan dari proses tersebut adalah penyortiran garis keturunan yang tidak lengkap dan terjadinya hibridisasi, serta diduga bahwa primer yang digunakan kurang mampu dalam membedakan variasi intrespesies terhadap kelelawar genus PteropusThis study aimed to analyze the interspecificvariations of bats from Pteropus sp. and describethe phylogenetic relationship of Pteropus sp. with other Pteropus species recorded inGenBank based on the COI gene. Sequenceanalysis by Geneious v5.6.4 showed interspecificvariations of COI gene sequences in all threesamples of Pteropus sp. which was indicated byvariations in 5 nucleotide base pairs in thesequences number 157, 160, 421, 427 and 652with 0.006 of genetic distance value. Phylogeneticof the 3 bat samples of Pteropus sp. with otherPteropus species was carried out by MEGAX.Phylogenetic analyses showed that the samplesstudied are bats of the genus Pteropus, but theexact species cannot be determined because thesamples were grouped in the same cluster duringphylogenetic tree construction. The most probable explanation for this observation is hybridization between two different Pteropus spesies and also it is assumed that the primersused are not capable to distinguish interspecificvariations of the bats from the Pteropus genusPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi interspesies kelelawar Pteropus sp. dan menjelaskan hubungan filogeni Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain yang terdata di GenBank berdasarkan Gen COI. Analisis sekuens menggunakan Geneious v5.6.4 dan menunjukkan adanya variasi interspesies sekuens gen COI pada ketiga sampel Pteropus sp. yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan 5 pasang basa nukleotida pada urutan sekuens sampel nomor 157, 160, 421, 427 dan 652 dengan jarak genetik 0,006. Filogeni Ke-3 sampel kelelawar Pteropus sp. dengan spesies Pteropus lain dilakukan menggunakan MEGAX. Hasil filogeni menunjukkan bahwa sampel yang diteliti merupakan kelelawar dari genus Pteropus tetapi belum dapat dipastikan spesiesnya, karena ketika pohon filogeni dikonstruksikan membentuk satu klaster sendiri. Penjelasan dari proses tersebut adalah penyortiran garis keturunan yang tidak lengkap dan terjadinya hibridisasi, serta diduga bahwa primer yang digunakan kurang mampu dalam membedakan variasi intrespesies terhadap kelelawar genus Pteropus
Kajian Eksperimen Perbandingan Nilai Konduktivitas Bahan Kuningan, Baja Tahan Karat, dan Aluminium Menggunakan PASCO Heat Conduction Apparatus TD-8513 Suoth, Verna Albert; Kolibu, Hesky Stevy; Mosey, Handy I.R; Kulon, Tiffany M.J.
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.2.2019.23515

Abstract

Konduktivitas panas adalah salah satu karakteristik suatu bahan yang menunjukkan nilai aliran panas yang mengalir dalam satu luasan. Dalam studi eksperimental ini, nilai konduktivitas diuji dan di bandingkan dengan menggunakan Peralatan Konduksi Panas PASCO TD-8573.  Peralatan ini memiliki 4 bar metal : satu Almunium, satu Baja tahan karat, dan dua Kuningan dengan potongan lintas yang berbeda. Salah satu bagian ujung dari tiap bar di panaskan atau didinginkan dengan alat peltier. Tiap bar memiliki 10 kilo ohm termistor yang tertancap 3 cm satu sama lain. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengukur konduktivitas panas dari Kuningan, Baja tahan karat, dan Almunium. Hasilnya, konduktivitas Almunium adalah yang terbesar diikuti oleh Kuningan, dan yang terakhir Baja tahan karatHeat conductivity is one of the characteristics of a material which shows the amount of heat flowing across one unit of area. In this experimental study, the conductivity values are tested and compared using PASCO Heat Conduction Apparatus TD-8513. The apparatus has four metal bars: one aluminum, one stainless steel, and two brass with different cross-sections. One end of each bar is heated or cooled by a Peltier device. Each bar has two 10 kΩ thermistors embedded about 3 cm from each other. The purpose of this study was to measure the heat conductivity of  Brass, Stainless steel, and Aluminum. The results, the conductivity of Aluminum was biggest were followed with Brass were and finally the Stainless steel
Kajian Eksperimen Pengaruh Lingkungan Panas Terhadap Suhu Kulit Manusia Menggunakan Fast Response Temperature Probe PS-2135 dan Temperature Array PS-2157 Kolibu, Hesky Stevy; Suoth, Verna Albert
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.24252

Abstract

Fisika  merupakan  ilmu  alam  yang  saling  berkaitan  dengan  ilmu  lainnya. Salah  satu keterkaitannya  mempelajari  sistem  adaptasi  tubuh  manusia  terhadap  perubahan  suhu. Suhu kulit adalah faktor mendasar dalam pertukaran panas antara tubuh dan lingkungannya. Tingkat suhu kulit secara langsung mempengaruhi transfer energi oleh konveksi dan radiasi dan juga memengaruhi kehilangan panas dari penguapan keringat. Dalam studi eksperimental ini, nilai perubahan suhu kulit dikumpulkan menggunakan Fast Response Temperature Probe PS-2135 dan Temperature Array PS-2157. Tujuan dari studi ini adalah untuk menyelidiki efek dari lingkungan panas pada respon fisiologis suhu kulit tubuhPhysics is a natural science that is interrelated with other sciences. One connection is studying the human body's adaptation system to temperature changes. Skin  temperature  is  a  fundamental  factor  in  heat exchanges  between  the  body  and  its  environment. The level  of  skin  temperature  directly  affects  the energy  transfer  by  convection  and  radiation  and also  influences  heat  losses  from  sweat  evaporation. In this experimental study, the skin temperature changes values are collected using Fast Response Temperature Probe PS-2135 and Temperature Array PS-2157. The purpose of this study was to investigate the effects of warm environmental on physiological responses of body skin temperaturePhysics is a natural science that is interrelated with other sciences. One connection is studying the human body's adaptation system to temperature changes. Skin  temperature  is  a  fundamental  factor  in  heat exchanges  between  the  body  and  its  environment. The level  of  skin  temperature  directly  affects  the energy  transfer  by  convection  and  radiation  and also  influences  heat  losses  from  sweat  evaporation. In this experimental study, the skin temperature changes values are collected using Fast Response Temperature Probe PS-2135 and Temperature Array PS-2157. The purpose of this study was to investigate the effects of warm environmental on physiological responses of body skin temperature
Kandungan Klorofil Total Daun Puring (Codiaeum variegatum L.) Yang Mengalami Cekaman Kekeringan Sonke, Natasya Gloria; Siahaan, Parluhutan; Ai, Nio Song
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.2.2019.23517

Abstract

elah dilakukan penelitian untuk mengevaluasi kandungan klorofil total pada daun tanaman puring (Codiaeum variegatum L.) yang mengalami cekaman kekeringan. Tanaman puring varietas gelatik diberi perlakuan kekeringan selama 14 hari dengan tiga kali ulangan pada tanaman puring yang daunnya telah berkembang penuh (fully expanded leaf). Pengambilan sampel daun diambil pada hari ke-0 (sebelum perlakuan kekeringan dimulai), ke-7 dan ke-14 (setelah perlakuan kekeringan) yaitu pada daun tua dan daun muda pada tanaman control/diairi (DA) dan tidak diairi (TA). Kandungan klorofil daun diukur dengan menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 649 dan 665 nm. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA dalam Rancangan Acak Lengkap pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur daun serta interaksi antara umur daun dan waktu menyebabkan terjadinya perbedaan kandungan klorofil total pada daun tanaman puring varietas gelatikA study was carried out to evaluate the total chlorophyll content of croton (Codiaeum variegatum L. var. Belvalen) leaves under drought stress. The drought stress was applied for 14 days with three replications on leaf. The fully expanded leaves (old and young leaves) were collected at day 0, 7 and 14 from control (DA) and unirrigated (TA) plants. Leaf chlorophyll content measured using a spectrophotometer at 649 and 665 nm wavelengths. The data were analysed by ANOVA in Completely Randomized Design at 95% confidence level and followed by Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that leaf age factor and the interaction between leaf age and time caused differences in total chlorophyll content in the leaves of croton cv. Gelatik plants
Respon Ionosfer Terhadap Badai Matahari Berdasarkan Analisis Kandungan Elektron Total dan Indeks Gangguan Geomagnet Belekubun, Arwildo Fianli; Tongkukut, Seni Herlina Juwita; Asnawi, Asnawi; Pandara, Dolfie Paulus
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.24516

Abstract

Ionosfer merupakan bagian dari lapisan atmosfer bumi yang dinamikanya sangat berpengaruh terhadap sistem komunikasi dan navigasi bumi yang mengandalkan ionosfer sebagai medium rambatan ataupun pantulan. Badai matahari sangat berpengaruh terhadap perubahan parameter-parameter ionosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon ionosfer Manado terhadap badai matahari bulan Maret 2015. Telah digunakan analisis  jumlah kandungan elektron (TEC, Total Electron Content), dan Indeks gangguan geomagnet (DST, Distributing Storm Time). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan indeks DST sebesar -223nT pada tanggal 18 Maret 2015 yang dilanjutkan oleh penurunan TEC sebesar 20,85 TECU dua jam setelahnya. Proses pemulihan Indeks DST sebanding dengan proses pemulihan TEC yakni 5 hari mulai dari tanggal 18–23 Maret 2015.The ionosphere is part of the layer of the Earth's atmosphere whose dynamics are very influential on the earth's communication and navigation systems that rely on the ionosphere as a propagation medium or reflection. Solar storms greatly influence changes in ionospheric parameters. This study aims to evaluate Manado's ionospheric response to solar storms in March 2015.This research is using the analysis of the amount of electron content (TEC, Total Electron Content) and geomagnetic interference index (DST, Distributing Storm Time). The results showed that there was a decrease in the DST index of -223nT on March 18, 2015, which was followed by a decrease in TEC of 20.85 TECU two hours later. The recovery process of the DST Index is comparable to the TEC recovery process, which is 5 days from March 18-23 2015
Kualitas Air Sungai Dimembe Di Sekitar Pertambangan Emas Tanpa Izin Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara Makatipu, Christian D.; Koleangan, Harry S.J.; Wuntu, Audy
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.2.2019.23512

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan tingkat pencemaran air sungai Dimembe  dengan Parameter yang diukur adalah pH, TDS, TSS, DO, BOD, COD serta penentuan kadar logam yaitu Hg, Pb, Cd, Mn dan Cu. Hasil pengujian setiap parameter pada keempat titik sampel secara berturut-turut sebagai berikut : pH : T1 (7,4) T2 (7,06) T3 (7,14) dan T4 (7,35). COD : 2, 8, 3 dan 3 mg/L. BOD : 1, 1,2, 1 dan 1 mg/L. DO : 6,44, 6,64, 6,85 dan 6,64 mg/L.   TSS : 11, 10,5, 12 dan 9,5 mg/L. TDS : 210, 198, 230 dan 242 mg/L. Hg : < 0,0004 mg/L pada keempat titik sampel. Cu :< 0.0004 mg/L pada keempat titik sampel. Pb : T1 < 0,0006 mg/L, T4 < 0,0008 mg/L sedangkan untuk T2 dan T3 tidak terbaca pada alat yang digunakan karena jumlah kandungan logamnya sedikit. Mn :< 0,0008 mg/L pada setiap titik sampel. Cd : 0.002, 0.002, 0.002, dan 0.0014 mg/L. Hasil pengujian untuk setiap parameter dan kandungan logam memiliki nilai yang tidak melewati batas standar baku mutu yang ditetapkan dalam PP No. 82 Tahun 2001 sehingga dapat dinyatakan kualitas air sungainya masih baikResearch has been carried out to determine the level of contamination of Dimembe river water with the parameters measured are pH, TDS, TSS, DO, BOD, COD and determination of metal content namely Hg, Pb, Cd, Mn and Cu. The test results for each parameter on the four sample points are respectively as follows: pH: T1 (7.4) T2 (7.06) T3 (7.14) and T4 (7.35). COD: 2, 8, 3 and 3 mg / L. BOD: 1, 1,2, 1 and 1 mg / L. DO: 6.44, 6.64, 6.85 and 6.64 mg / L. TSS: 11, 10,5, 12 and 9.5 mg / L. TDS: 210, 198, 230 and 242 mg / L. Hg: <0,0004 mg / L on all four sample points. Cu: <0,0004 mg / L on all four sample points. Pb: T1 <0,0006 mg / L, T4 <0,0008 mg / L while for T2 and T3 it is not readable on the tool used because of the small amount of metal content. Mn: <0,0008 mg / L at each sample point. Cd: 0.002, 0.002, 0.002, and 0.0014 mg / L. The test results for each parameter and metal content have values that do not exceed the limits of the quality standard set in PP No. 82 of 2001 so that the river water quality can be stated is still good
Keanekaragaman Capung (Odonata) Di Tepi Sungai Kali Desa Kali Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara Lino, Juniati; Koneri, Roni; Butarbutar, Regina Rosita
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.23767

Abstract

Capung merupakan komponen keanekaragaman hayati yang memiliki peran sebagai bioindikator pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan menganalisis keanekaragaman capung di Sungai Kali Desa Kali, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan metode purposive random sampiling. Penelitian ini dilaksanakan pada tepi sungai kali  yang terletak pada tiga  tipe habitat yaitu di tepi sungai hutan sekunder, tepi sungai perkebunan dan tepi sungai permukiman. Masing-masing habitat dibuat tiga garis transek dengan panjang 300 Meter. Komposisi capung yang diperoleh terdiri dari 6 famili, 19 spesies dan 1.785 individu. Famili yang paling banyak ditemukan jumlah spesiesnya adalah Libellulidae. Spesies yang memiliki kelimpahan yang tertinggi Neurothemis ramburii dan Ortetrum pruinosum. Indeks kekayaan spesies di Sungai Desa Kali di kategorikan rendah, indeks keanekargaman di kategorikan sedang dan indeks kemerataan spesies tergolong dalam ketegori tinggiDragonfly is a biodiversity component that has a role as a bioindicator of environmental pollution. This study aims to identify species and analyze the diversity of dragonflies in Kali River Kali Village, Minahasa Regency, North Sulawesi. Sampling is done by using purposive random sampling method. This research was carried out on the river banks which are located in three habitat types, namely on the banks of secondary forest rivers, plantation banks, and residential riverbanks. Three transect lines were made on each habitat with a length of 300 meters. The dragonfly composition obtained consisted of 6 families, 19 species and 1,785 individuals. Most of the species are from family Libellulidae. Species with the highest abundance are Neurothemis ramburii and Ortetrum pruinosum. The species richness index in the Kali River River was categorized as low, the economic index was categorized as moderate, and the species evenness index was classified as high
Investigasi Intrusi Batuan Andesit Dan Reservoar Air Tanah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Di Daerah Lansot Kema Minahasa Utara Pani, Sutaryono; Tamuntuan, Gerald Hendrik; As'ari, As'ari
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.2.2019.24400

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menginvestigasi batuan andesit dan akuifer air tanah di Daerah Lansot Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipol-dipol. Penelitian ini menggunakan panjang bentangan 480 m dan spasi antar elektroda 10 m dengan 48 elektroda. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan gambaran struktur bawah permukaan secara 2D. Berdasarkan model 2D, batuan andesit dengan nilai resistivitas >281 Ωm terdapat pada meter ke 122 sampai dengan 205 dengan kedalaman 50 sampai dengan 71.6 meter dan mempunyai ketebalan batuan 21.6 m. Kemudian pada meter ke 280 sampai dengan 440 dengan kedalaman 20 sampai dengan 71.6 m dengan ketebalan batuan 51.6 m. Akuifer air terdapat pada tiga bagian, bagian pertama terdapat pada meter ke 30 sampai dengan 176 dengan kedalaman 5 sampai dengan 15 m. Bagian kedua terdapat pada meter ke 172 sampai dengan 225 dengan kedalaman 3 sampai dengan 33 m. Bagian ketiga terdapat pada meter ke 250 sampai dengan 270 dengan kedalaman 2 sampai dengan 85 m. Ketiga bagian akuifer air tanah tersebut mempunyai nilai resistivitas <10 ΩmThe research has been carried out to investigate andesite rocks and groundwater aquifers in the Lansot District of Kema, North Minahasa Regency using the dipole-dipole configuration geoelectric method. This study uses a 480 m length of stretch and spacing between electrodes is 10 m with 48 electrodes. The data obtained is then processed using Res2dinv software to get a picture of the subsurface structure in 2D. Based on 2D models, the  andesite rocks with resistivity values> 281 Ωm are exist at 122 m to 205 m  with depths of 50 to 71.6 m and  rock thickness  21.6 m. Then another andesite rocks exist at 280 m to 440 m with a depth of 20 m to 71.6 m and rock thickness of 51.6 m. Water aquifers are existed in three segments, the first is in 30 m to 176 m with a depth of 5 m to 15 m. In the second segment, groundwater aquifers are found of 172 m to 225 m with depths of 3 m to 33 m. In the third segments,  groundwater aquifers are found of 250 m to 270 m with a depth of 2 m to 85 m. Those three water aquifer segments has a resistivity value <10 Ωm

Page 1 of 1 | Total Record : 10