cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2019)" : 31 Documents clear
Profil Karkas Dan Status Hematologis Darah Dari Sapi Yang Diberi UGB Pudjihastuti, E.; Bujung, J. R.; Kaunang, C. L.
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26190

Abstract

Masalah pemberian pakan pada ruminansia telah mendapat banyak perhatian di daerah tropis. Sebagian besar ruminansia mendapatkan pakan jerami, limbah tanaman pertanian dan industri yang berkualitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gula aren block (UGB) pada sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Paniki I Manado, selama 3 Bulan. Ternak yang digunakan terdiri dari 20 ekor sapi jantan lokal, berumur sekitar 18 bulan dengan berat badan 200-250 kg. Hijauan yang digunakan adalah jerami jagung. Pakan tambahan UGB diberikan secara konstan sebanyak 500 gr/ekor/hari. Air minum diberikan secara ad libitum. Ransum yang diberikan : R0 = jerami jagung ad libitum + 0 gr UGB ; R1 = jerami jagung ad libitum + 500 gr UGB. Variabel yang diamati adalah bobot karkas, prosentase karkas dan profil hematologis darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan t-test. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemberian suplementasi UGB berpengaruh pada profil karkas dan status hematologis darah sapiThe issue of feeding ruminants is receiving a lot of attention in the tropics. Most ruminants get low-quality hay, agricultural and industrial feed. UGB block in cattle. This research was conducted in Paniki I Village Manado, for 3 months. The cattle used consisted of 20 local bulls, given about 18 months with a body weight of 200-250 kg. The forage used is corn straw. Additional UGB feed is constantly given as much as 500 gr / head / day. Drinking water is given ad libitum. Ration given: R0 = corn straw ad libitum + 0 gr UGB; R1 = cornstarch ad libitum + 500 gr UGB. The determining variables are carcass weight, carcass percentage and haematological profile of blood. The data obtained were analyzed using t-test. The conclusion obtained from this study is that UGB supplementation was approved in the carcass profile and haematological status of bovine blood
POLA SEBARAN BINTANG LAUT BERDURI (Protoreaster nodosus) DI PANTAI SALIBABU KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA Essinga, Irenne Winda; Rondonuwu, Sendy B.; Dapas, Farha N. J.
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26092

Abstract

Wilayah perairan memiliki sumberdaya pesisir yang beragam, salah satunya Echinodermata. Echinodermata (echinoderm) berasal dari Bahasa Yunani echin (berduri) derma (kulit). Secara umum Echinodermata merupakan organisme laut yang pergerakannya sangat lambat. Filum Echinodermata memiliki lima kelas diantaranya kelas Asteroidea yang mempunyai lima lengan atau lebih yang memanjang dan memiliki tubuh radikal yang berwujud bintang (stellate), serta memiliki rangka yang dapat mampu membantu dalam pergerakan. Tubuh Asteroidea memiliki dua bagian ialah bagian aboral (dorsal) dan oral (ventral).   Kelas Asteroidea memiliki genus Protoreaster yang banyak dijumpai di Pantai Salibabu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola sebaran bintang laut berduri (Protoreaster nodosus) di Pantai Salibabu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan menggunakan plot 1 m x 1 m. Lokasi penelitian yaitu padang lamun, batu berpasir, dan terumbu karang. Bintang laut (Protoreaster nodosus) yang didapat pada bulan Desember 2018 berjumlah 48 individu pada ketiga lokasi. Pada lokasi padang lamun (I) ditemukan 22 individu; batu berpasir (II) ditemukan 13 individu; pada terumbu karang (III) ditemukan 13 individu, sedangkan pada bulan Januari 2019 total individu berjumlah 51 individu pada padang lamun ditemukan 28 individu, batu berpasir ditemukan 14, dan terumbu karang berjumlah 9 individu. Pola sebaran bintang laut berduri pada ketiga lokasi penelitian  memiliki pola sebaran  yang mengelompok dan acak pada pengamatan sampel bulan Desember 2018 dan bulan Januari 2019The waters have diverse coastal resources, one of which is Echinoderms. Echinoderms (echinoderm) are derived from the Greek echin (thorny) derma (skin). In general, Echinoderms are marine organisms that move very slowly. Phylum Echinodermata has five classes, one of which is the Asteroidea class, which has five or more arms that are elongated and has a radical body in the form of a star (stellate), and has a frame that can be able to assist in movement. Asteroidea's body has two parts: the aboral (dorsal) and oral (ventral) parts. The Asteroidea class has the Protoreaster genus which is commonly found on Salibabu Beach. The purpose of this study was to analyze the distribution pattern of thorny starfish (Protoreaster nodosus) on Salibabu Beach. The method used in this study is purposive sampling using 1 m x 1 m quadratic plot. The research locations are seagrass beds, sandy rocks, and coral reefs. Starfish (Protoreaster nodosus) obtained in December 2018 totaled 48 individuals in all three locations. At the location of seagrass (I) 22 individuals were found; sandstone (II) found 13 individuals; on coral reef (III) 13 individuals were found, while in January 2019 a total of 51 individuals; in the seagrass found 28 individuals, sandy stones found 14, and coral reefs amounted to 9 individuals. The distribution pattern of thorny starfish in the three study sites has a regular distribution pattern on sample observations in December 2018 and January 2019.
Keanekaragaman Fauna Tanah pada Agroekosistem Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) di Desa Raringis, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara Sumarauw, Ivane K.; Siahaan, Ratna; Baideng, Eva L.
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26174

Abstract

Fauna tanah menggunakan tanah sebagai habitat alami untuk keberlanjutan hidupnya. Aktivitas pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida dapat menjadi penyebab penurunan keanekaragaman fauna tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman fauna tanah pada agroekosistem tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) di Desa Raringis, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan di lima stasiun pada Desember 2018 – Januari 2019 dengan metode purposive sampling dengan pitfall trap. Fauna tanah yang ditemukan di agroekosistem tanaman tomat terdiri atas tiga filum, delapan kelas, 19 bangsa, dan 36 suku. Total fauna tanah sejumlah 41 taksa.  Keanekaragaman fauna tanah berdasarkan Indeks Shannon- Wiener (H’) berturut-turut dari Stasiun I, II, III, IV dan V yaitu 1,93; 2,02, 2,04, 1,97 dan 2,06. Indeks keanakeragaman fauna tanah di Desa Raringis tergolong sedang (H’: 2,00). Keanekaragaman fauna tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan misalnya suhu tanah, curah hujan, penggunaan pupuk kimia, pestisida sintetik dan pola penanaman tomat secara monokulturSoil fauna occupy soil as their natural habitat for their sustainability. Agricultural activities that use fertilizers and pesticides can cause decrease in the diversity of soil fauna. This study aimed to analyze the diversity of soil fauna in the tomato agroecosystem (Solanum lycopersicum L.) in Raringis Village, West Langowan, Minahasa, North Sulawesi. The soil fauna sampling was conducted at five stations in December 2018 - January 2019 with a purposive sampling method with pitfall traps. Soil fauna found in the agroecosystem of tomato plants consisted of three phyla, eight classes, 19 orders, and 36 families. Total soil fauna tanah was 41 taxa. The diversity of soil fauna based on the Shannon-Wiener Index (H ') respectively from Stations I, II, III, IV and V were 1.93; 2.02; 2.04; 1.97 and 2.06. The index of diversity of soil fauna in Raringis Village was classified as moderate (H ': 2.00). The diversity of soil fauna was influenced by environmental factors such as soil temperature, rainfall, chemical fertilizers, synthetic pesticides and tomato monoculture farming
Profil Kualitas Air Pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sistem Bioflok Dengan Sumber Karbohidrat Gula Aren Adipu, Yulianty
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25967

Abstract

Pengelolaan kualitas air apabila dikaitkan dengan kegiatan Budidaya tentunya menjadi faktor yang sangat perlu mendapatkan perhatian. Media budidaya dalam hal kualitas air sangat mempengaruhi produktifitas udang vaname . Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran  kualitas air dalam budidaya udang sistem bioflok menggunakan gula aren sebagai sumber karbohidrat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu kontrol A (Tanpa campuran Fermentasi), Fermentasi B (campuran tepung ikan dan Gula aren), Fermentasi C (hanya menggunakan Gula aren). Parameter pengamatan terdiri dari 8 parameter kualitas air yaitu suhu, DO, pH, salinitas, nitrit. Nitrat, amoniak dan Total Suspended Solid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bioflok menggunakan sumber karbohidrat memberikan perubahan pada beberapa parameter kualitas menjadi lebih baik, dengan adanya fermentasi gula aren yang menghasilkan bakteri asam laktat juga berperan produktifitas udang vanameWater quality management when associated with Aquaculture activities is certainly a factor that needs attention. Media culture in terms of water quality greatly affects the productivity of vaname shrimp. The purpose of this study is to find out the picture of water quality in the biofloc shrimp culture using palm sugar as a source of carbohydrates. This study used a completely randomized design with 3 treatments and 3 replications. The treatments used controlled A (without a mixture of fermentation), fermentation B (a mixture of fish meal and palm sugar), fermentation C (only using palm sugar). Observation parameters consisted of 8 parameters of water quality namely temperature, DO, pH, salinity, nitrite. Nitrate, Ammonia and Total Suspended Solid. The results showed that the role of biofloc using carbohydrate sources gave changes to several quality parameters for the better, with the presence of palm sugar fermentation which produced lactic acid bacteria also played a role in vaname shrimp productivity
Penambahan Wortel (Daucus Carota L) Pada Naget Ayam - Uji Sensori Pada Wanita Gmim Eben Haezer Winangun Dua Tangkere, Evacuree S.; Ratulangi, Friets S.; Rotinsulu, Merri
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi kelompok wanita GMIM Eben Haezer dari Winangun dua pada chicken nugget ditambah wortel. Tes sensorik adalah warna, tekstur dan rasa. Sementara itu, komposisi nugget sebagai berikut N2 = pemanggang daging 300 gr + wortel 60 gr (20%), N1 = pemanggang daging 300 gr + wortel 30 gr (10%) dan N0 = pemanggang daging 300 gr + 0% (tanpa wortel). Hasil penelitian hanya bersifat indikatif karena kurangnya panelis yang hanya 20 orang. Preferensi wanita GMIM pada warna nugget ayam adalah 2 (10%) menyukai dan 18 (90%) tidak menyukai nugget N0; 18 (90%) suka dan 2 (10%) tidak suka di nugget N1; 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai masing-masing pada Nugget N2. Preferensi wanita GMIM pada tekstur nugget ayam adalah 11 (55%) menyukai dan 9 (45%) tidak menyukai nugget N0; 17 (85%) disukai dan 3 (15%) tidak suka di nugget N1; dan 19 (95%) menyukai dan 1 (5%) tidak menyukai nugget N2. Preferensi wanita GMIM pada rasa / rasa nugget ayam adalah 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai pada nugget N0; 19 (95%) menyukai dan 1 (5%) tidak suka di nugget N1; 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai masing-masing pada nugget N2. Dapat disimpulkan bahwa penambahan wortel sampai 20% dalam nugget ayam tidak hanya meningkatkan nilai gizi dan serat makanan dalam nugget tetapi juga kecenderungan menunjukkan peningkatan preferensi kelompok wanita GMIM Eben Haezer pada warna, tekstur dan rasa ayam nugget wortelThis study was aimed to find out the preference of the GMIM Eben Haezer women’s group of Winangun two on chicken nugget added with carrots. The sensory test were colour, texture and flavour.  Meanwhile, nugget composition as follows N2 = meat broiler 300 gr + carrot 60 gr (20%), N1 = meat broiler 300 gr + carrot 30 gr (10%) and N0 = meat broiler 300 gr + 0% (without carrots).  The research results were indicative only because lack of panellists that only 20 people.  The preferences of GMIM women on chicken nugget colour were 2 (10%) liked and 18 (90%) disliked on nugget N0; 18 (90%) liked and 2 (10%) disliked on nugget N1; 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on Nugget N2 respectively. The preferences of GMIM women on chicken nugget texture were 11 (55%) liked and 9 (45%) disliked on nugget N0; 17 (85%) liked and 3 (15%) disliked on nugget N1; and 19 (95%) liked and 1 (5%) disliked on nugget N2 respectively.  The preferences of GMIM women on chicken nugget taste / flavour were 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on nugget N0; 19 (95%) liked and 1 (5%) disliked on nugget N1; 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on nugget N2 respectively. It can be concluded that the addition of carrots until 20 % in chicken nugget not only increased the nutritional value and food fibre in nugget but also tendency showed to increase the preferences of GMIM Eben Haezer women group on colour, texture and taste of the Chicken-carrot nuggets
Aplikasi 3D Virtual Reality Menggunakan Unity Berbasis Mobile Sebagai Media Pengenalan Lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu Putra, Willy Permana; Indriyani, Widi; Muhammaduthor, Fachrul Pralienka Bani; Nurcahyon, Damar
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25584

Abstract

Dalam pengenalan lingkungan sekolah pada siswa baru, umumnya siswa diajak untuk berkeliling sekolah sehingga calon siswa dapat memahami suasana lingkungan sekolah. SMKN 1 INDRAMAYU sendiri masih menggunakan brosur atau spanduk dalam pengenalan sekolah, oleh karena itu bagaimana mengenalkan SMKN 1 INDRAMAYU kepada calon siswa baru tanpa harus mengajak berkeliling. Dari permasalahan tersebut muncul sebuah gagasan untuk membuat aplikasi yang bisa memperkenalkan lingkungan dan memberi informasi serta bisa dijadikan sebagai media promosi SMKN 1 INDRAMAYU yakni menggunakan teknologi virtual reality untuk memvisualisasikan tempat di dunia nyata ke dalam tampilan 3 Dimensi (3D)In introducing the school environment to new students, students are generally invited to tour the school so prospective students can understand the atmosphere of the school environment. SMK 1 INDRAMAYU itself still uses brochures or banners in the introduction of schools, therefore how to introduce SMK 1 INDRAMAYU to prospective new students without having to take a tour. From this problem emerged an idea to create an application that can introduce the environment and provide information and can be used as a promotional medium for SMKN 1 INDRAMAYU, namely using virtual reality technology to visualize places in the real world into a 3 Dimensional (3D) display 
Analisis Pengaruh Buangan Organik Limbah Cair Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih Manado Terhadap Lingkungan Perairan Tampang, Benyamin Limbong
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26196

Abstract

Masalah pencemaran bahan organik naik pesat sejak berkembangnya metode sintesis zat-zat organik dan dengan dipergunakannya berbagai zat organik untuk industri, obat-obatan, pertanian, makanan dan lain-lain. Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) Buangan organik  limbah cair rumah sakit di lingkungan perairan. (2) Persepsi masyarakat tentang buangan organik limbah cair rumah sakit di lingkungan perairan. (3) Pengaruh keberadaan rumah sakit terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Buangan organik limbah cair Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih Manado di lingkungan perairan mempunyai nilai kekeruhan yang masih rendah, sementara nilai BOD, COD, koliform, dan E. coli sudah masuk kategori sedang. Untuk itu disarankan supaya: Pengelolaan limbah cair rumah sakit perlu didukung oleh instansi terkait dengan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kondisi rumah sakit, termasuk penegakan peraturan dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, dengan prinsip: “Lingkungan Rumah Sakit Tempat Penyembuhan Penyakit, bukan Tempat Penyebaran Penyakit”The problem of pollution of organic matter has risen rapidly since the development of methods for synthesis of organic substances and by the use of various organic substances for industry, medicine, agriculture, food and others. The study aims to analyze: (1) Organic waste from hospital wastewater in aquatic environments. (2) Public perception of hospital liquid waste discharges in the aquatic environment. (3) The effect of the existence of the hospital on the socio-economic conditions of the surrounding community. Based on the results of the study it can be concluded that: (1) Organic wastewater from the Pancaran Kasih General Hospital Manado in the aquatic environment has a low turbidity value, while the BOD, COD, coliform, and E. coli values are in the medium category. For this reason, it is suggested that: Hospital wastewater management needs to be supported by agencies related to facilities and infrastructure that are in accordance with hospital conditions, including enforcement of regulations and counseling to increase awareness of a clean, safe and comfortable environment, with the principle: "Home Environment Pain, a place to heal disease, not a place for spreading disease
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Sediaan Masker Gel ¬Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Tunas, Theresia H.; Edy, Hosea Jaya; Siampa, Jainer Pasca
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25778

Abstract

Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) bermanfaat untuk menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri karena adanya kandungan senyawa flavonoid , alkaloid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun Kelor dan sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Kelor terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, ekstrak etanol daun kelor dan sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Kelor dibuat dengan konsentrasi 1, 3, 5, 7, dan 9%. Ekstrak daun Kelor diperoleh dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pada pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran. Diameter zona hambat paling besar yang ditimbulkan oleh ekstrak etanol daun Kelor yaitu pada konsentrasi 7% dengan diameter zona hambat sebesar 5,75 mm, sedangkan pada sediaan masker gel peel-off tidak menunjukkan adanya daya hambat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Kelor memiliki aktivitas antibakteri yang termasuk dalam kategori sedang.Moringa oleifera Lam. (Moringa oleifera) leaves are useful for inhibiting bacterial growth activity due to the presence of flavonoid, alkaloid, and phenol compounds. This study aims to test the antibacterial activity of the Moringa leaf ethanol extract and the gel peel-off mask preparation of Moringa leaf ethanol extract against Staphylococcus aureus bacteria. This study uses laboratory experimental methods, Moringa leaf ethanol extract and gel mask peel-off preparation for Moringa leaf ethanol extract made with concentrations of 1, 3, 5, 7, and 9%. Moringa leaf extract was obtained by maceration using 96% ethanol solvent. In antibacterial testing using the well method. The biggest inhibition zone diameter caused by ethanol extract of Moringa leaves is at a concentration of 7% with a inhibition zone diameter of 5.75 mm, whereas the peel-off gel mask preparation did not show any inhibitory power. It can be concluded that the ethanol extract of Moringa leaves has antibacterial activity which is included in the medium category.
Kualitas Dendeng Babi Yang Menggunakan Gliserol+NaCl Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar Rotinsulu, Merri D.; Ransaleleh, Tilje A.; Ratulangi, F. S.; Tangkere, E. S.
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26204

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek gliserol + NaCl pada dendeng babi yang disimpan pada suhu kamar. Plot split dalam desain waktu digunakan dalam penelitian ini; Faktor A adalah konsentrasi Gliserol + NaCl (dibagi dalam 3 level kombinasi) sebagai berikut A₁ = Gliserol 15% + NaCl 5%, A₂ = Gliserol 10% + NaCl 10%, A₃ = Gliserol 5% + NaCl 15% dan faktor B adalah durasi penyimpanan pada suhu kamar (dibagi dalam 3 lama waktu yang berbeda) sebagai berikut B₁ = 10 hari, B₂ = 20 hari, B₃ = 30 hari; dengan tiga replikasi. Variabel yang diamati adalah kadar air, pH dan jumlah mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Glycerol-NaCl memberikan efek yang sangat berbeda (P <0,01) pada kadar air dan jumlah mikroba pada dendeng babi, tetapi tidak pada pH dendeng babi. Ditemukan juga bahwa durasi penyimpanan pada suhu kamar memberikan efek yang sangat berbeda (P <0,01) pada semua variabel dendeng babi. Singkatnya, penggunaan Gliserol 5% + NaCl 15% dapat memperpanjang umur simpan dendeng babi hingga 30 hariThe study was done in order to know the effect of glycerol+NaCl on jerky pork kept at room temperature. A split plot in time design was used in this study; A Factor was Glycerol+NaCl concentration(divided in 3 combination levels) as follows A₁= Glycerol 15% + NaCl 5%, A₂= Glycerol 10% + NaCl 10%, A₃= Glycerol 5% + NaCl 15% and B factor was duration of storage at room temperature (divided in 3 different length of time) as follows B₁= 10 days, B₂= 20 days, B₃= 30 days; with three replications. The variables observed were water content, pH and the number of microbes. The results showed that the use of Glycerol-NaCl gave significantly a very different effect (P <0.01) on water content and microbial amounts of jerky pork, but not on the pH of jerky pork. It was found also that the duration of storage at room temperature gave significantly a very different effect (P <0.01) on all variables of jerky pork.  In short, the use of Glycerol 5% +NaCl 15% could extend the shelf life of jerky pork until 30 days
Performans Sapi Yang Diberi Panicum maximum Teramoniasi dan Suplementasi UGB Kaunang, C. L.; Sane, S.; Pudjihastuti, E.
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26191

Abstract

Pakan lokal berupa hijauan Panicum maximum (rumput Benggala) dan jerami jagung merupakan hijauan yang tersedia sepanjang tahun dalam jumlah yang cukup besar tetapi mempunyai kendala, yaitu rendahnya nilai nutrisi dan nilai biologisnya. Dengan teknologi amoniasi diharapkan pakan hijauan tersebut dapat meningkat kualitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari performans sapi yang diberi UGB, rumput Benggala dan jerami jagung yang teramoniasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Paniki I Manado, selama 3 bulan. Ternak yang digunakan terdiri dari 16 ekor sapi jantan lokal. Hijauan yang digunakan yaitu rumput Benggala dan jerami jagung. Pakan tambahan UGB diberikan secara konstan sebanyak 500 gr/ekor/hari dan air minum diberikan secara ad libitum. Ransum perlakuan yang diberikan : R0; R1; R2; R3. Variable yang diamati yaitu konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian dan status metabolis darah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan RAK. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah perlakuan R3 memberikan performans yang optimal pada sapi yang diberi Panicum maximum (rumput Benggala) dan suplementasi UGBLocal feed in the form of forage Panicum maximum (Bengal grass) and corn straw is a forage that is available throughout the year in large enough quantities but has obstacles, namely the low nutritional value and biological value. With ammoniation technology, it is expected that the forage feed can improve its quality. The purpose of this study was to observe the performance of cows fed with UGBs, Bengal grass and ammoniated corn straw. This research was conducted in Paniki I Village Manado, for 3 months. The cattle used consisted of 16 local bulls. The enclosures used are 2 x 3 x 3m individual cages. Forages used are Bengal grass and corn straw. Additional UGB feed is constantly given as much as 500 gr / head / day and drinking water is given ad libitum. Ration of treatment given: R0; R1;R2. Variables observed were dry matter consumption, daily weight gain and blood metabolic status. The data obtained were analyzed using RCBD with 4 treatments and 4 replications. The conclusion obtained from this study is that R3 treatment provides optimal performance in cattle fed Panicum maximum (Bengal grass) and UGB supplementation

Page 3 of 4 | Total Record : 31