cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2024)" : 5 Documents clear
Kajian Resiliensi Fisik Pasca Bencana Gerakan Tanah Sebagai Dasar Dalam Penentuan Kebijakan Relokasi, Studi Kasus Kabupaten Bogor, Jawa Barat Putra, Iqbal Eras
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.506

Abstract

Gerakan tanah sebagai salah satu bencana yang terkait dengan curah hujan mengalami peningkatan frekuensi kejadian seiring dengan perubahan iklim yang terjadi secara global. Indonesia sebagai negara tropis dengan curah hujan yang tinggi membuat potensi bencana gerakan tanah juga semakin meningkat. Upaya penanggulangannya saat ini lebih banyak bersifat reaktif, yaitu dilakukan pasca terjadi bencana, salah satunya ialah kebijakan relokasi untuk masyarakat terdampak. Namun, kebijakan relokasi tersebut tidak selalu berhasil membuat kehidupan masyarakat terdampak menjadi lebih baik. Perpindahan tempat tinggal membuat masyarakat harus beradaptasi, terkadang meliputi segenap aspek sehingga resiliensi masyarakat pasca relokasi lebih rendah dibanding lokasi asal. Segenap masalah yang dapat muncul tersebut membuat masyarakat cenderung memilih untuk tetap tinggal dengan anggapan gerakan tanah tidak akan terjadi setiap waktu dibanding tinggal di tempat baru yang kemungkinan lebih aman dari bencana. Oleh karena itu, kebijakan relokasi menjadi pilihan terakhir ketika rehabilitasi lahan dan rekayasa geoteknik tidak memungkinkan. Untuk itu, resiliensi daerah terdampak perlu dikaji terlebih dahulu dengan pertimbangan bahwa menetap di daerah asal lebih menjamin resiliensi sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan demikian diperlukan kajian aspek fisik di daerah terdampak untuk menilai tingkat resiliensi fisik pasca terdampak gerakan tanah. Resiliensi fisik meliputi berbagai aspek yang menjadi penyebab gerakan tanah seperti kemiringan lereng, kondisi batuan, keairan, tata guna lahan, serta curah hujan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hampir semua aspek mengalami perubahan pasca terjadi gerakan tanah. Kemiringan lereng yang berkaitan dengan gerakan tanah susulan memiliki resiliensi yang paling rendah. Aspek berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kondisi geologi sedangkan aspek curah hujan yang menjadi pemicu justru mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir. Kata kunci: Gerakan Tanah, Pasca Bencana, Relokasi, Resiliensi.
Analysis of Seawater Intrusion Based on Groundwater Hydrogeochemistry in the Jakarta Groundwater Basin Al Farizi, Muhammad Salman
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.518

Abstract

Excessive groundwater extraction can result in the intrusion of seawater inland, contaminating the aquifer conditions in the Jakarta Groundwater Basin or commonly known as seawater intrusion, impacting the use of water for daily domestic and industrial needs. Therefore, an analysis is conducted to generate the seawater intrusion spread zones using a groundwater classification method on 54 samples from the confined aquifers of the Jakarta Groundwater Basin. Based on the analysis results of classified groundwater facies using the Piper diagram, facies such as CaHCO3, NaHCO3, MgHCO3, NaCl, and NaSO4 are identified, with CaHCO3 dominating from west to east and NaCl in the northern region of Jakarta, resulting in a groundwater salinity classification of 2, ranging from fresh to brackish water. A Na/Cl ratio <1 may be attributed to seawater mixing into the aquifer, possibly due to low rates of rainwater flushing through percolation. Conversely, a high Na/Cl ratio indicates interactions between groundwater and rocks through hydrolysis and acid-base reactions. Besides the Na/Cl ratio, a CL/HCO3 ratio <0.5 indicates no influence, 0.5 to 6.6 indicates slight to moderate influence, and >6.6 indicates high influence. Moreover, seawater intrusion classifications are divided into four categories: freshwater, slight seawater intrusion, moderate seawater intrusion, and relatively high seawater intrusion. This research is also expected to provide further evaluation, especially on an annual basis, particularly in the North Jakarta, East Jakarta, and Bekasi Regency areas.
Analisa Intrusi Air Laut pada Sistem Akuifer Tertekan Atas Cekungan Air Tanah Jakarta berdasarkan data hidrogeokimia dan hidroisotop Abdillah, Faizal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.519

Abstract

Isu intrusi air laut pada daerah pesisir sering dikaitkan dengan penggunaan air tanah yang berlebihan. Hal ini juga terjadi di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta yang berbatasan langsung dengan Teluk Jakarta di bagian utara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan intrusi air laut di pesisir CAT Jakarta dengan data terbaru berupa data hidrogeokimia dan hidroisotop. Berdasarkan hasil analisa hasil 35 sampel yang diuji anion kation dan isotop 18O dan 2H dari sumur akuifer tertekan (40-140 mbmt) pada akuifer tertekan atas terdapat air tanah yang bersifat asin dan terindikasi intrusi air laut (TDS>1000 mg/L, rasio Na/Cl < 1, dan rasio Cl/HCO3 > 0,55) berada pada sumur pengamatan jarak terjauh kurang lebih 4,5 km sedangkan pada akuifer tertekan tengah berjarak 1 km dari garis pantai. Untuk perhitungan besar nilai pencampuran air tanah dengan air asin menggunakan analisa nilai isotop didapatkan hasil pencampuran sebesar 5,55 – 51,94%.Kata Kunci : intrusi air laut, cekungan air tanah Jakarta, hidrokimia, hidroisotop
Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Siklus Kejadian Siklon Tropis di Pasifik Selatan dan Utara Maulida, Putri; Anwar, Samsul; Siregar, Latifah Rahayu; Mahdi, Saiful
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.431

Abstract

ABSTRAKBadai siklon tropis merupakan salah satu bencana alam berbahaya yang memengaruhi kehidupan, harta benda dan lingkungan. Meskipun Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun keberadaan siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia akan memengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh perubahan iklim sebelum dan sesudah tahun 1950 terhadap siklus kejadian siklon tropis dan membandingkan perubahan siklus kejadian siklon tropis yang terjadi di wilayah Pasifik Selatan dan Pasifik Utara. Sebanyak 2.709 data siklus hidup siklon tropis dianalisis dengan menggunakan analisis survival model regresi Cox Proportional Hazard (Cox PH) dan Kaplan Meier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim berpengaruh signifikan terhadap kejadian siklon tropis. Kejadian siklon tropis sesudah terjadinya perubahan iklim tahun 1950 cenderung berlangsung lebih lama dibandingkan sebelum perubahan iklim tahun 1950 (hazard rasio 1,489). Lebih rinci, siklon tropis yang terjadi di wilayah Pasifik Selatan sesudah adanya perubahan iklim tahun 1950 juga berlangsung lebih lama (hazard rasio 1,463) dan memiliki kecepatan pergerakan yang lebih besar (hazard rasio 1,052) jika dibandingan dengan siklon tropis yang terjadi sebelum tahun 1950 di wilayah tersebut. Selain itu, analisis deskriptif juga menunjukkan adanya peningkatan intensitas, durasi waktu, kecepatan dan jarak tempuh siklon tropis yang terjadi sesudah tahun 1950. Kata kunci: Cox proportional hazard, pasifik selatan dan utara, perubahan iklim, siklon tropis. ABSTRACTTropical cyclone (TC) is one of the most dangerous natural disasters that affect life, property and the environment. Although Indonesia is not a TC track, but the presence of TCs in the vicinity of Indonesia will affect the formation of weather patterns in Indonesia. This study aims to identify the effects of climate change before and after 1950 on the cycle of TC events and to compare changes in the cyclone of TCs that occur in the South and North Pacific regions. A total of 2,709 life cycle data for TCs were analyzed using the survival analysis regression model Cox Proportional Hazard (Cox PH) and Kaplan Meier. The results showed that climate change had a significant effect on the event of TCs. The occurrence of TCs after climate change in 1950 tends to last longer than before the climate change in 1950 (hazard ratio 1.489). In more detail, TCs that occurred in the South Pacific region after the climate change in 1950 also lasted longer (hazard ratio 1.463) and has a greater speed of movement (hazard ratio1.052) when compared to TCs that occurred before 1950 in the region. In addition, descriptive analysis also shows an increase in the intensity, duration, speed and distance traveled by TCs that occurred after 1950. Keywords: Cox proportional hazard, south and north pacific, climate change, tropical cyclone.
Kajian Teknis Sistem Penyaliran Pada Penambangan Batu Granit Di PT. Hansindo Mineral Persada Sutrisno, Hendri; Meilasari, Fitriana; Ichwanudin, Rachmat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.501

Abstract

Mining at PT. Hansindo Mineral Persada uses the quarry method. This type of mining will produce a basin at the mining site. The basin formed is used as a sump or water reservoir. The sump functions as a reservoir for water entering the mine. If the incoming water exceeds the maximum sump due to high rainfall, it will have an impact on the mining site. The increased discharge of runoff entering the sump will potentially cause inundation or flooding on the mining ground floor. Based on these problems, it is necessary to analyze the drainage system to overcome water problems at PT. Hansindo Mineral Persada. The purpose of this study is to determine the amount of incoming runoff discharge, the shape and dimensions of the channel according to the needs of the company. The method used in this study is a quantitative method with an empirical approach. The method used to calculate the planned rainfall is the Gumbel method and the method for determining the area of the catchment area is the polygon method. The data used are rainfall data for the last 10 years to determine planned rainfall and topography data to obtain catchment areas, as well as water flow patterns in mining areas to obtain runoff discharge. The obtained runoff discharge is used to design open channel shapes. Based on the analysis that has been carried out, it is obtained that the runoff discharge entering the sump is 0.4916m3/s. The larger the area of the catchment area, the greater the runoff discharge that enters the sump, so that the recommended cross-section of the open channel is in the form of a trapezoid with dimensions (yn = 0.612m), (b = 0.7m), (α = 60°), and (s = 0.25%).

Page 1 of 1 | Total Record : 5