cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2013)" : 4 Documents clear
Jejak erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah Helmy Murwanto; Darwin A. Siregar; Ananta Purwoarminta
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3615.915 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v4i2.54

Abstract

ABSTRAKKabupaten Magelang merupakan kawasan yang paling sering terlanda bencana erupsi Gunung Merapi. Sejarah kejadian bencana tersebut menarik untuk diteliti, terutama daerah yang pernah terlanda aliran piroklastika dan aliran lahar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran material gunung api dan alur sungaipurba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survei lapangan, analisis laboratorium, dan wawancara dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Magelang terdapat banyak lembah sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan berfungsi sebagai tempat aliran piroklastika dan aliran lahar. Keberadaan lembah sungai antara masa lampau dengan sungai sekarang telah mengalami perubahan. Indikasi adanya sungai purba adalah di sepanjang jalur lembahnya ditemukan bongkahbongkahmaterial gunung api. Bekas alur sungai tersebut saat ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk permukiman, lahan pertanian, dan perikanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa alur-alur sungai purba banyak ditemukan di Kabupaten Magelang dan berpotensi terlanda bencana erupsi Gunung Merapi.Kata Kunci: Kabupaten Magelang, Gunung Merapi, aliran piroklastika, sungai purbaABSTRACTMagelang regency is the area most which commonly affected by Merapi volcanic eruption disaster. History of Merapi volcanic disasters caused by pyroclastic flows and lahars is interesting to be studied. The purpose of this study is todetermine the distribution of volcanic material and the ancient river channel. Method used in this research are field surveys, laboratory analyses and interviews with the community. The results showen, that Magelang regency rivervalleys are tipped at the top of Merapi Volcano and as pyroclastic flow and lahar deposits. The river basins of the  ancient to the present river has changed. Indications channel of the ancient river valleys are found along channel of the blocks volcanic material. This condition is supported by the results of interviews with local people. Ancient river channel is currently used by local people for housing, agriculture and fisheries. From this study shown that ancient river channels are found in Magelang regency, and its potentially affected by Merapi volcanic eruption disaster.Keywords: Magelang regency, Merapi volcano, pyroclastic flows, ancient river.
Kajian kondisi air tanah di Kecamatan Porong dan Tanggulangin tahun 2011-2013 Bethy C. Matahelumual
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.601 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v4i2.55

Abstract

ABSTRAKSemburan lumpur panas di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah berlangsung sejak akhir Mei 2006 hingga saat ini dan telah menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, terutama aspek sosial yang menimpa masyarakat di daerah Porong dan sekitarnya. Lokasi tempat mereka bermukim telah berubah menjadi lautan lumpur. Semburan lumpur Lapindo telah berlangsung selama tujuh tahun, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, bahkan hasil pengambilan gambar udara, Senin, 1 April 2013 sore, semburan lumpur bercampur asap putih masih terus keluar dari titik semburan dan meluber ke kolam penampungan. Pada tahun 2011, 2012, dan 2013 dilakukan pengambilan percontohair sumur gali lokasi yang sama di Kecamatan Porong dan Tanggulangin. Metoda yang digunakan adalah analisis kualitas air di laboratorium dengan mengacu pada Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater dan Standard Nasional Indonesia. Kualitas percontoh air mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Standar Kualitas Air Minum dan sistem Storage and Retrieval (STORET) tentang Klasifikasi Mutu Air Tanah. Percontoh air sumur gali yang diambil dari Kecamatan Porong adalah sembilan belas, dan di Kecamatan Tanggulangin adalah dua puluh lima. Hasil analisis kualitas air sumur gali Kecamatan Porong sangat buruk dengan nilai STORET -116 (tahun 2011), -68 (tahun 2012), dan -76 (tahun 2013), bahkan kualitas air sumur gali di Kecamatan Tanggulangin lebih buruk dengan nilai STORET -126 tahun 2011, -110 tahun 2012 dan -104 tahun 2013.Kata kunci: kualitas, air, porong, tanggulangin, STORETABSTRACTHot mud blast in Siring Countryside, Sub District of Porong, Sidoarjo Regency, East Java, have taken place since end of May 2006 till in this time and have generated various negative impact to environment, especially social aspectwhich befall society in Porong area and its surroundings. Their location has turned into mud ocean. Lapindo mud blast has taken place during seven year, but up to now not yet shown to be desisted, even result of on air picture intake,Monday, 1 April 2013 evening, mud blast mixed white smoke still come out from blast spot and spread to collecting pond. Water samples collection of dug well have been taken from Porong and Tanggulangin Sub District in 2011,2012 and 2013. Methodology used is water analysis quality in laboratory based on Standard Methods Examination for Water and Wastewater, and Standar Nasional Indonesia. Quality of water based on Decree of Minister for PublicHealth RI Number 907/MENKES/SK/VII/2002 about Quality Standard of Drinking Water and Storage Retrieval  and system (STORET) about Classification of Ground Water Quality. Dug well water sample taken from Porong Sun District is nineteen, and in Tanggulangin Sub District is twenty five. Analysis result of dug well water quality in Porong Sub District is very bad with STORET value - 116 ( in 2011), - 68 ( in 2012), and - 76 ( in 2013), even the water quality of dug well in Tanggulangin Sub District is worse with STORET value - 126 in 2011, - 110 in 2012 and - 104 in 2013.Keywords: quality, water, porong, tanggulangin, STORET
Prekursor peningkatan kegiatan Gunung Tangkubanparahu pada Agustus – September 2012 Ugan Boyson Saing; Ony K. Suganda; Iyan Mulyana; Ahmad Basuki
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5390.261 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v4i2.52

Abstract

ABSTRAKPada 23 Agustus 2012 status Gunung Tangkubanparahu dinaikkan dari Normal (Level 1) menjadi Waspada (Level 2) karena adanya peningkatan aktivitas di Kawah Ratu. Prekursornya meningkat secara seismik, visual, temperatur solfatara, geokimia, dan deformasi. Saat kondisi normal, kegempaan Gunung Tangkubanparahu didominasi oleh gempa vulkanik dangkal (VB) berkisar 5 kejadian per hari, sedangkan vulkanik dalam (VA) kurang dari 1 kejadian per hari. Setelah peningkatan kegiatan, tremor menerus muncul, gempa vulkanikdangkal pada 12 – 20 Agustus 2012 meningkat menjadi 9 – 18 kejadian per hari. Saat status normal, tinggi asap solfatara Kawah Ratu antara 20 – 50 m di atas dasar kawah. Setelah meningkat status Waspada pada 24 Agustus 2012 tinggi asap solfatara menjadi 50 – 100 m dari dasar kawah. Temperatur solfatara dari 106,3o C pada 18 Agustus 2011 naik menjadi 246,0o C pada 24 Agustus 2012 dan 286,0o C pada 11 September 2012. Fluks SO2 solfatara Kawah Ratu dari 0,15 ton/hari pada 24 Agustus 2012 naik menjadi 1,85 ton/hari pada 6 September 2012. Rasio Cl/SO4 dari 0,11 pada Desember 2011 naik menjadi 3,98 pada 24 Agustus 2012 dan 3,52 pada 11 September 2012. Deformasi EDM (PARK – LRNG) mengalami pemanjangan jarak miring (slope) sebesar 2,30 cm pada 9 – 16 September 2012. Bila dibandingkan dengan data GPS bulan Agustus 2012, deformasi GPS pada bulan September 2012 menghasilkan perubahan nilai vektor horizontal sebesar 1,22 – 8,97 cm dengan arah vektor dominan ke luar Kawah Ratu.Kata kunci : gempa vulkanik, solfatara, fluks SO2, rasio Cl/SO4, deformasiABSTRACTOn August 23, 2012 Alert level of Tangkubanparahu Volcano raised from Normal (Level 1) to Level 2 due to an increased activity in the Kawah Ratu. In addition to increasing activity shown by seismic precursors, also improved visually, solfatara temperature, geochemical, and deformation. In normal condition, seismicity of Tangkubanparahu is dominated by shallow volcanic earthquake less than 5 events per day, whereas the deep volcanic earthquake less than 1 event per day. After the increasing activity, continuous tremor appears, number of shallow volcanic earthquake increased on 12 to 20 August 2012 to 9-18 events per day. In Normal status, solfatara plume height of Kawah Ratu was 20-50 m above the bottom of the crater, after increasing on August 24, 2012 (Level 2) solfatara plume height be  50-100 m from the bottom of the crater. Solfatara temperature was 106.3° C on August 18, 2011 raised to 246.0° C on August 24, 2012 and 286.0° C on September 11, 2012. SO2 flux of Kawah Ratu solfatara of 0.15 tonnes/day on August 24, 2012 increased to 1.85 tonnes/day on September 6, 2012. Cl/SO4 ratio of 0.11 in December 2011 raised to 3.98 on August 24, 2012 and 3.52 on 11 September 2012. Lengthening of slope distance of PARK - LRNG was 2.30 cm from 9 to 16 September 2012. Compared to the August 2012 GPS data, deformation on September 2012 changes in the value of the horizontal vector of 1.22 to 8.97 cm with the dominant vector outward from theKawah Ratu Crater.Keywords: volcanic earthquake, solfatara, SO2 flux, Cl/SO4 ratio, deformation
Letusan Gunung Kelud pada 690 ± 110 tahun yang lalu merupakan letusan yang sangat dahsyat dan sangat berdampak pada Kerajaan Majapahit Akhmad Zaennudin; Sofyan Primulyana; Darwin Siregar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3614.458 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v4i2.53

Abstract

ABSTRAKGunung Kelud adalah gunung api tipe A berada di Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Provinsi Jawa Timur. Karakter letusannya didominasi oleh letusan-letusan eksplosif cukup kuat sampai sangat kuat, baik yang terjadi pada pra sejarah maupun dalam masa sejarah manusia menghasilkan endapan-endapan freatik, freatomagmatik, aliran piroklastika, dan jatuhan piroklastika di sekitarnya. Salah satu letusan yang terbilang besar yang terjadi pada 690 ± 110 tahun yang lalu menghasilkan material yang cukup tebal, tersebar luas, danberdampak besar. Dampak yang nyata melanda Kerajaan Majapahit. Pusat pemerintahan kerajaan ini terletak di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sekitar 40 km timur laut Gunung Kelud. Tanah yang semulasubur makmur berubah seketika menjadi kering dan tandus, sarana dan prasarana yang ada porak poranda tertimbun oleh material. Lahar sebagai bahaya sekunder pasca letusan telah merusak dan mengukur bangunandan fasilitas lainnya yang ada saat itu. Pusat Kerajaan Majapahit yang ada di sekitar gunung api ini terkena dampaknya secara langsung. Masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani tidak dapat mempergunakanlahannya lagi untuk bertani karena kekeringan yang melanda. Begitu juga semua fasilitas yang ada telah hancur dan tertimbun oleh endapan jatuhan piroklastika dan lahar, sehingga dapat melumpuhkan semua sendi-sendikehidupan masyarakat dan pemerintahan kerajaan sebelum masuknya pengaruh Islam yang datang kemudian.Kata kunci: Gunung Kelud, Endapan Piroklastika, Kerajaan Majapahit, letusan eksplosifABSTRACTKelud volcano is an A type volcano which is located in Kediri, Blitar, and Malang Districts, East Java Province. The characteristic of these eruptions are dominated by moderate to strong explosive to produce phreatic, phreatomagmatic, pyroclastic flow, fall, and lahar deposits which are widely deposited around the volcano either in pre historic or historic times.The eruption of 690 ± 110 years ago produced thick materials which widely distributedto the surrounding area with a big impact to its environment, include the Majapahit Kingdom. The capital city of Majapahit Kingdom located in Trowulan, Mojokerto District, East Java Province is only 40 km to the north east ofKelud volcano. The fertile of used to land become waste and dry, and also all facilities were damaged and buried by  these deposits of this eruption. Even lahar is as secondary hazard after the eruption broke and buried buildings and other facilities at that time. The capital city of Majapahit Kingdom which was present in around Kelud volcano was directly affected. Farmers could not work to grow their plants due to dryness. Also these facilities were damaged and buried by pyroclastic fall and lahar deposits that affected their life and government become weak before intervention of Islamic religion.Keywords: Mt. Kelud, Pyroclastic deposits, Majapahit Kingdom, explosive eruption.

Page 1 of 1 | Total Record : 4