cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 1,131 Documents
PENGARUH PERBEDAAN TIPE BASIS TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK KUDA (Ipomoea pes-caprae (L) Sweet ). Ali, Nurlinda Wuri
PHARMACON Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.4.2015.8848

Abstract

PENGARUH PERBEDAAN TIPE BASIS TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK KUDA (Ipomoea pes-caprae (L) Sweet ). Nurlinda Wuri Ali1), Paulina V. Y. Yamlean1), Novel  S. Kojong1) 1)Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNSRAT Manado ABSTRACT Tapak Kuda leaves contains the chemical contents such as alkaloid, flavonoid, tannin and steroid which is worked as antimicrobial and stimulate the growth of new cells in the wound. This research aims to test the effect of hydrocarbon ointment base type, absorption of ointment base, water leached ointment base, and Tapak Kuda leaves ethanol extract water soluble ointment base which involve organoleptic test, ph test, homogeneity test, and dispersive power test. Extraction was done by maceration method with 96% ethanol as the solvent. The result showed that four type of bases qualify the organoleptic test. The ointment pH qualify the skin pH (4,5-6,5). The Ointment has good homogeinity. In the dispersive power test, ointments with the type of hydrocarbons, absorption and water leached have the best results which is qualify the semisolid preparation parameters.   Keyword : Bases, Ointment, Tapak Kuda.   ABSTRAK Daun tapak kuda Memiliki kandungan kimia alkaloid, flavonoid, tannin, steroid.  Yang bekerja sebagai antimikroba dan merangsang pertumbuhan sel baru pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tipe basis salep hidrokarbon, basis salep absorpsi, basis salep tercuci air dan basis salep larut air ekstrak etanol daun tapak kuda yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas dan uji daya sebar. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96 %. Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan ke empat tipe basis yang dibuat memenuhi syarat uji organoleptis. pH salep memenuhi parameter uji yang sama dengan pH kulit ( 4,5-6,5). Salep memiliki homogenitas yang baik. Pada uji daya sebar, salep dengan tipe hidrokarbon, absorpsi dan tercuci air memiliki hasil yang paling baik karena memenuhi parameter sediaan semisolid (5-7cm).   Kata kunci : Basis, Salep, Tapak Kuda  
GAMBARAN DENTURE STOMATITIS PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN DI KELURAHAN WINANGUN SATU KECAMATAN MALALAYANG Mandagi, Delvia T.
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12166

Abstract

GAMBARAN DENTURE STOMATITIS PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN DI KELURAHAN WINANGUN SATU KECAMATAN MALALAYANG Delvia T. Mandagi1), Damajanty H.C. Pangemanan1), Krista V. Siagian1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Email: delviatrycsi@gmail.com ABSTRACT Denture stomatitis defined as inflammation of mucosa that usually occurs on removable denture users either in part or complete denture and it’s looks like a reds ones, sleek and painful. Purpose of this research was to described denture stomatitis on removable partial denture in Sub Winangun I Sub-district Malalayang. This research was a descriptive study with cross sectional approach with 60 samples obtained by using total sampling method. Research instrument using by denture stomatitis inspection sheet. The result showed that there were 26 respondent (43,33%) removable denture user suffering from denture stomatitis type I. Removable partial denture with aged 49-58 years 19,64% suffer from type II of denture stomatitis and complete denture with aged 59-68 years 50% suffer from type III of denture stomatitis. User female gender removable partial denture 26,79% suffer from type I of denture stomatitis and complete denture 50% suffer from type III of denture stomatitis. Based on the duration of use, user removable partial denture <5 years 33,93% respondent suffer type I of denture stomatitis and complete denture >5 years 75% respondent suffer type III of denture stomatitis. Based on the results obtained denture stomatitis type I and type III most common in Sub Winangun I Sub-district Malalayang.  Keywords: denture stomatitis type I, type II, type III,  user removable partial dentures and complete dentures   ABSTRAK Denture stomatitis merupakan suatu peradangan mukosa yang biasanya terjadi pada pengguna gigi tiruan lepasan baik gigi tiruan sebagian lepasan maupun gigi tiruan lengkap dan terlihat keadaan yang merah, licin serta terasa sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran denture stomatitis pada pengguna gigi tiruan sebagian lepasan di Kelurahan Winangun I Kecamatan Malalayang. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 60 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar pemeriksaan denture stomatitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna gigi tiruan lepasan dengan jumlah 26 responden (43,33%) menderita denture stomatitis tipe I. Pengguna GTSL usia 49-58 tahun 19,64 % menderita denture stomatitis tipe II dan pengguna GTL usia 59-68 tahun 50% menderita denture stomatitis tipe III. Jenis kelamin perempuan pengguna GTSL 26,79% menderita denture stomatitis tipe I dan pengguna GTL 50% menderita denture stomatitis tipe III. Berdasarkan lama penggunaan, pengguna GTSL <5 tahun 33,93% menderita denture stomatitis tipe I dan pengguna GTL >5 tahun 75% menderita denture stomatitis tipe III. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh denture stomatitis tipe I dan tipe III  paling banyak diderita di Kelurahan Winangun Satu Kecamatan Malalayang. Kata kunci: denture stomatitis tipe I, tipe II, tipe III , pengguna GTSL dan GTL  
ANALISIS KANDUNGAN FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS DARI HASIL PARTISI DAUN LIWAS DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Zulkifli, Zulkifli
PHARMACON Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.7.2018.20453

Abstract

ANALISIS KANDUNGAN FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS DARI HASIL PARTISI DAUN LIWAS DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TESTZulkifli1), Max R.J. Runtuwene1), Jemmy Abidjulu1)1)Jurusan ¬¬¬¬Kimia FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado, 95115ABSTRACTA research aimed to determine total phenolic, flavonoid, and tannin content and toxicity of ethyl acetate, n-hexane, and water fractions of liwas leaves had been done. Toxicity test were accomplished using Brine Shrimp Lethality Test on 48 hours old shrimp A. salina Leach. The number of dead shrimp was used to determine the percentage of shrimp mortality and the value of LC50 was calculated using Probit Analysis. The results showed that LC50 value of water, ethyl acetate, and n-hexane fractions were 2.219, 3.393, and 207.625 mg/L respectively. The total phenolic and flavonoid content in n-hexane, ethyl acetate, and water were 29.713, 41.142, 78.286 mg/g and 7.129, 19.401, 41.004 mg/g respectively.Keywords: Liwas Leaves, Phenolic, Flavonoid, Tannin, BSLT, LC50.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menentukan kandungan total fenolik, flavonoid, tanin dan uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dari partisi etil asetat, partisi n-heksan, dan partisi air daun liwas. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan udang A. salina Leach yang berumur 48 jam. Jumlah udang yang mati dihitung dengan menentukan prosentase kematian A. salina, nilai LC50 dihitung dengan metode analisa Probit menggunakan SPSS 15.0. Hasil penelitian menunjukan nilai LC50 didapatkan pada partisi air, partisi etil asetat, dan n-heksan yaitu 2,219; 3,393; 207,625 mg/L. Hasil partisi n-heksan, etil asetat, dan air memiliki kandungan total fenolik dan flavonoid dengan nilai berturut-turut 29,713; 41,142; 78,286 mg/g dan 7,129; 19,401; 41,004 mg/g.Kata kunci: Daun Liwas, Fenolik, Flavonoid, Tanin, BSLT, LC50. 
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides [L] Benth.) UNTUK PENGOBATAN LUKA YANG TERINFEKSI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Marpaung, Prataya N. S.
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5360

Abstract

ABSTRACT Miana leaf (Coleus scutellarioides [L] Benth.) contained flavonoids, tannins, triterpenoids, steroids and essential oils are able to provide an antibacterial effect. The purpose of the study was to made a balm extract from Miana leaf (Coleus scutellarioides [L] Benth.) and test the effectivenen against scar infected bacteria in rabbit skin. Proces of balm extract from Miana leaf has qualified the standard and tested on rabbit with 5 treatment groups, is injuries without negative control, positive control, Miana leaf ointment 20%, 40% and 80%. All the rabbit cut for 1,5 cm and given 0,2 mL of bacteria Staphylococcus aureus. The wounds were applied with ointment three times daily. Observation was conducted everyday for 8 days. All data was tested statistically using ANOVA (Analysis Of Variant) followed bay LSD (Least Significant Difference) test. The result shows differences that the Miana leaf formulation meets the ointment test requirement according to Farmakope Indonesia Edition III, wounds were narrowed, scabs were formed and then wounds were closed. Statistical test showed that there were significant effects on wound healing in rabbit, F count > F table (37,167 > 5,19).   Key words : ointment, Coleus scutellarioides [L] Benth, Staphylococcus aureus, rabbit   ABSTRAK Daun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) memiliki kandungan flavonoid, tanin, triterpenoid, steroid dan minyak atsiri yang mampu memberikan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat salep dari ekstrak daun Miana (Coleus scutellarioides [L] Benth.) dan uji efektivitas sediaan salep terhadap pengobatan luka yang terinfeksi Staphylococcus aureus pada kulit kelinci. Pembuatan salep ekstrak daun Miana yang telah memenuhi syarat dan diujikan pada hewan uji kelinci sebanyak 5 ekor dengan perlakuan, dasar salep berlemak (kontrol negatif), Gentamicin salep (kontrol positif), salep daun Miana 20%, 40% dan 80%. Semua kelinci disayat sepanjang 1,5 cm dan diberikan bakteri Staphylococcus aureus sebanyak 0,2 mL. Luka diolesi tiga kali sehari dengan salep yang diuji. Pengamatan luka dilakukan setiap hari selama 8 hari. Semua data diuji secara statistik menggunakan ANOVA (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan formulasi salep ekstrak daun Miana memenuhi persyaratan uji salep menurut Farmakope Indonesia edisi III. Luka sayat yang dioleskan salep ekstrak daun Miana mengalami penyempitan luka, membentuk keropeng dan menutup luka mulai hari ke-3 (tiga). Hasil uji statistik menunjukkan efek signifikan terhadap penyembuhan luka pada kelinci, yaitu F hitung > F tabel (37,167 > 5,19).   Kata kunci : Salep, Coleus scutellarioides [L] Benth, Staphylococcus aureus, kelinci
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BACAN TIMUR KABUPATEN HALMAHERA SELATAN 2016 Layan, Pilmeks D.
PHARMACON Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.14079

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BACAN TIMUR KABUPATEN HALMAHERA SELATAN 2016 Pilmeks D Layan1), Rahayu H. Akili1), Dina V. Rombot1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Five provinces in Indonesia with Annual Parasite Incidence (API) per 1000 highest popula on in 2014 were Papua province (29, 57%), West Papua (20, 85%), Nusa Tenggara Timur (12, 81%), Maluku province (6, 00%), and North Maluku (3, 32%). According to East Bacan Health Centre in 2014, the number of Malaria cases were 300 cases and the number of clinical Malaria cases were 204 cases, if compared in 2013, there were only about 191 cases. Malaria cases were increased in east Bacan health center in 2014. According to the data from east Bacan health center on January un l November 2015, there were 233 cases. This research aims to >nd out the rela onship between knowledge and a tude with Malaria precau on in east Bacan health center, South Halmahera district.This research is an analy cal survey with cross sec onal plan. Samples were determined by Slovin formula and Simple Random Sampling method with 85 people. The data retrieval was done by using ques onnaire with interview method. The rela onship analysis was done by using Chi Square test with degree of con>dence 95% and α = 0, 05. Research Result The analysis between knowledge with Malaria preven on ac on shows that p value = 0, 443 and the rela onship between a tude with Malaria precau on shows the p value = 0, 001. Conclusion this research, There is no rela onship between knowledge with Malaria precau on and there is a connect on between a tudes with Malaria precause on. Keywords: Knowledge, Attitude, Precau on, and Malaria ABSTRAK Lima Provinsi dengan Annual Parasite Incidence (API) per 1.000 penduduk tertinggi pada tahun 2014 adalah Provinsi Papua (29,57%), Papua Barat (20,85%), Nusa Tenggara Timur (12,81%), Maluku (6,00%) dan Maluku Utara (3,32%). Pada wilayah kerja Puskesmas Bacan Timur tahun 2014, jumlah kasus malaria yaitu 300 kasus dan jumlah kasus malaria klinis 204 kasus, jika dibandingkan tahun 2013 kasus malaria sebanyak 191 kasus. Kasus malaria mengalami peningkatan di Puskesmas Bacan Timur pada tahun 2014. Data Puskesmas Bacan Timur pada bulan Januari – November tahun 2015 sebanyak 233 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penyakit malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin dan metode Simple Random Sampling sebanyak 85 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Analisis hubungan menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% dan α = 0,05 Hasil analisis hubungan antara Pengetahuan dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria menunujukkan nilai p value = 0,443, dan hubungan antara Sikap dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria menunjukkan p value = 0,001.Kesimpulan dari penelitian ini  tidak terdapat hubungan antara Pengetahuan dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria dan terdapat hubungan antara Sikap dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Malaria.   Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pencegahan, dan Malaria
GAMBARAN ABRASI GIGI DITINJAU DARI METODE MENYIKAT GIGI PADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN II KELURAHAN MAASING KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Kalangie, Patrick B.
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12169

Abstract

GAMBARAN ABRASI GIGI DITINJAU DARI METODE MENYIKAT GIGI PADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN II KELURAHAN MAASING KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Patrick Barten Kalangie1), Paulina Gunawan1), P.S. Anindita1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi   ABSTRACT Tooth abrasion is the loss of tooth substance through abnormal mechanical process. Clinical appearance of tooth abrasion can be seen by the sliced or grooved formed ‘V’ in the root between crown and gingiva. Inaccurate technique could be one cause of tooth abrasion.The aim of this study is to get description of tooth abrasion in the society at fields II Maasing village, Tuminting, Manado. This study using descriptive research plan with cross sectional technique, and simple random sampling using lottery technique. The data about tooth brushing method was taken by interview, then the data about tooth abrasion was taken with clinical examination of condition on each tooth using tooth wear index according to Smith and Knight. The amount of subject in this study is 205. The result of this study shows that most of the subject male or female have tooth abrasion (74,15%). Group aged 56-65 years old is the age based group with all member have tooth abrasion (100%). Premolar is tooth which have highest frequency of abrasion, whether it is upper jaw/maxilla (17,4%) or lower jaw/mandibula (20%). Tooth abrasion that happened both on the left side and right side of median line have amount with not much difference (50,9% and 49,1%). Tooth abrasion happened mostly with score 1 which is minimal loss of contour (48,8%). The horizontal method is the most using method both on anterior (65,4%) and posterior (69,3%). The subject that brush teeth using horizontal method at the anterior and posterior side mostly (66,1% and 72,2%) show tooth abrasion. Keywords : tooth abrasion, tooth brushing method ABSTRAK Abrasi gigi adalah hilangnya substansi gigi melalui proses mekanis yang abnormal. Gambaran klinis abrasi gigi dapat dilihat dari terjadinya bentuk irisan atau parit berbentuk ‘V’ pada akar diantara mahkota dan gingiva. Tindakan menyikat gigi yang tidak tepat dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya abrasi gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan gambaran abrasi gigi ditinjau dari metode menyikat gigi pada masyarakat di lingkungan II kelurahan Maasing, kecamatan Tuminting, kota Manado. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian cross sectional, dan pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan teknik undian (lottery technique). Pengambilan data sampel mengenai metode menyikat gigi didapat dengan cara wawancara, kemudian data abrasi gigi diperoleh dengan melakukan pemeriksaan klinis keadaan tiap gigi dengan menggunakan indeks keausan gigi (tooth wear index) menurut Smith dan Knight. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 205 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek penelitian baik subjek berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan mengalami abrasi gigi (74,15%). Kelompok usia 56-65 tahun menjadi kelompok usia yang seluruhnya mengalami abrasi gigi (100%). Jenis gigi yang paling banyak mengalami abrasi yaitu gigi premolar, baik pada rahang atas (36,65%) maupun rahang bawah (38%). Abrasi gigi yang terjadi baik pada sisi kanan garis median maupun sisi kiri garis median jumlahnya tidak jauh berbeda (50,9% dan 49,1%). Abrasi gigi paling banyak terjadi dengan skor 1 yaitu kehilangan struktur enamel dalam jumlah sedikit (48,8%). Metode horizontal merupakan metode menyikat gigi yang paling banyak digunakan baik pada bagian anterior (65,4%) maupun bagian posterior (69,3%). Subjek penelitian yang menyikat gigi dengan menggunakan metode horizontal pada daerah anterior dan posterior sebagian besar (66,1% dan 72,2%) menunjukkan abrasi gigi.   Kata kunci : abrasi gigi, metode menyikat gigi  
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOTAL FENOLIK DARI HASIL PARTISI PETROLEUM ETER, ETIL ASETAT DAN AIR DAUN TIGA (Allophylus cobbe L.) Hutabalian, Lidya
PHARMACON Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.7.2018.20478

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOTAL FENOLIK DARI HASIL PARTISI PETROLEUM ETER, ETIL ASETAT DAN AIR DAUN TIGA (Allophylus cobbe L.)Lidya Hutabalian1), Vanda S. Kamu1), Max R.J. Runtuwene1)1)Jurusan ¬¬¬¬Kimia, FMIPA, Universitas Sam Ratulangi, ManadoABSTRACTA research aimed to determine total phenolic and antioxidant activity of methanol extract and fractions obtained from partition of tiga leaves (Allophylus cobbe L.) using petroleum ether, ethyl acetate and water had been done. The results showed that total phenolic content in methanol extract was 50,905 mg/g and in petroleum ether, ethyl acetate, and water fraction were 47,572; 121,064; and 62,968 mg/g respectively. Antioxidant activity which expressed ini IC50 value of methanol extract was 683.318 g/mL and of petroleum ether, ethyl acetate, and water fraction were 593,235; 462,872; and 508,297 g/mL respectively.Keywords : Tiga leaves, phenolic, antioxidant, DPPH.ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol, hasil partisi petroleum eter, etil asetat dan air daun tiga (Allophylus cobbe L.). Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki kandungan total fenolik dengan nilai sebesar 50,905 mg/g dan hasil partisi petroleum eter, etil asetat dan air memiliki kandungan total fenolik, dengan nilai berturut-turut 47,572; 121,064; dan 62,968 mg/g. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol memiliki nilai IC50 sebesar 683,318 g/mL dan hasil partisi petroleum eter, etil asetat dan air memiliki nilai IC50 berturut-turut 593,235; 462,872; dan 508,297 g/mL.Kata kunci : Daun Tiga, fenolik, antioksidan, DPPH.
AKTIVITAS DIURETIK DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Isnania, Isnania
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.3.2014.5365

Abstract

ABSTRACT Papaya (Carica papaya L.) is one of the most important fruit plant in the fulfillment of calcium and source of vitamins A and C. This research aimed to examine diuretics effecct in male rats and identification of chemical contents in the ethanol extract of papaya seed. As much 15 test animals were divided into 5 groups, that is negative control (0,5% CMC suspension), positive control (suspension furosemide 5,04 mg / kgBB), dose of extract 0,03 g/kgBB dose of extract 0,06 g/kgBB, and dose of extract 0,12 g/KgBB. The test is done by measuring of diuretics effect the urine volume incurred for 6 hours. Data obtained were analyzed with SPSS ver.20, one way ANOVA test and advanced test that is Duncan test. Statistical analysis showed a significant difference (α <0.05) between the negative control and positive control and dose of extract. Phytochemical screening results obtained are alcaloids and saponins, but is efficacious as of diuretics is an alcaloid. Based on these results we can conclude the ethanol extract of papaya seeds have a diuretic effect in male  white rats wistar strain and identified the active compounds contained alcaloids and saponins.   Key words : papaya seeds, diuretic effect, Rattus norvegicus, phytochemical screening.       ABSTRAK Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman buah yang sangat penting dalam pemenuhan kalsium dan sumber vitamin A dan C. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek diuretik pada tikus jantan dan identifikasi kandungan kimia pada ekstrak etanol biji pepaya.Sebanyak 15 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (suspensi CMC 0,5%), kontrol positif (suspensi furosemid 5,04 mg/KgBB), ekstrak dosis 0,03 g/KgBB, ekstrak dosis 0,06 g/KgBB, dan ekstrak dosis 0,12 g/KgBB. Pengujian efek diuretik dilakukan dengan mengukur volume urin yang dikeluarkan selama 6 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS ver.20, uji one way ANOVA dan uji lanjutan yaitu uji Duncan.Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (α < 0,05) antara kontrol negatif dan kontrol positif serta dosis ekstrak. Hasil skrining fitokimia yang diperoleh adalah senyawa alkaloid dan saponin, namun yang berkhasiat sebagai diuretik adalah alkaloid. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol biji pepaya memiliki efek diuretik pada tikus putih jantan galur wistar dan senyawa aktif yang diidentifikasi terdapat senyawa alkaloid dan saponin.   Kata kunci : biji pepaya, efek diuretik, Rattus norvegicus, Skrining fitokimia  
PROFIL PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGOBATAN MANDIRI (SWAMEDIKASI) DI DESA BUKAKA KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Jayanti, Meilani; Arsyad, Aswin
PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.27417

Abstract

ABSTRACTThe effort that most done by the community to treat disease before deciding to seek help from health services or health worker is called self medication. The aim of this research is to describe the profile of community knowledge about self medication in Bukaka Village, Kotabunan sub-district, Bolaang Mongndow Timur district. This research is an observational descriptive research which uses analytic survey method. Data collection was carried out from 165 respondents selected based on inclusion and exclusion criteria. Based on this research, it can be concluded that the profile of community knowledge about self-medication (self-medication) in Bukaka Village is still inadequate, where the percentage of community knowledge level of Bukaka Village is 36% which shows how the community's knowledge is categorized as lacking. Keywords: Knowledge, Community, Self Medication  ABSTRAKUpaya yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan, gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan kepada tenaga kesehatan atau sarana pelayanan kesehatan, yaitu dengan melakukan pengobatan mandiri (swamedikasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil pengetahuan masyarakat Desa Bukaka Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongndow Timur (boltim) tentang pengobatan mandiri (swamedikasi). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan jenis penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei analitik. Pengambilan data dilakukan terhadap 165 orang responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profil pengetahuan masyarakat tentang pengobatan mandiri (swamedikasi) di Desa Bukaka masih kurang dan belum memadai, dimana persentase tingkat pengetahuan masyarakat Desa Bukaka sebesar 36% yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat termasuk kategori kurang. Kata Kunci : Pengetahuan, Masyarakat, Swamedikasi 
EFEKTIVITAS PERASAN DAUN PEPAYA TERHADAP AKTIVITAS FIBROBLAS PASCA PENCABUTAN GIGI PADA TIKUS WISTAR JANTAN Sorongan, Ryan S.
PHARMACON Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.4.2015.10192

Abstract

EFEKTIVITAS PERASAN DAUN PEPAYA TERHADAP AKTIVITAS FIBROBLAS PASCA PENCABUTAN GIGI PADA TIKUS WISTAR JANTAN Ryan Stefanus Sorongan1), D.H.C Pangemanan1), Krista V. Siagian1) 1)Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, UNSRAT   ABSTRACT Since long time ago the people of Indonesia had use the herbal medicine as an option to cure some illness. The leaf of papaya is a medicine to cure a wound. Having a wound in dentist practice especially in tooth extraction is a normal situation. Papaya leaves having vitamin c content 140mg/ 100 gram papaya leaves. Human body needs 100 – 1000 mg of vitamin c to helping the process of wound healing with affects an increase in  fibroblast. The purpose of this study to see the effect of papaya leaf juice to fibroblast activity after tooth extraction of Wistar male rats. This study is an experimental laboratory study using the post-test only control group design. Experiment occurred in Laboratory of Anatomic Pathology Sam Ratulangi University Manado on July 2015. The population of study is Wistar male rats by criteria the age of 3 months, 200-250 grams body weight and rats in the state of healthy with marked the activation of the movement of rats. Study will use 10 rats as a sample. Randomized of 10 rats divided in two groups, 5 in the control group and 5 in the treatment group. The result of fibroblast will be gain from tissues of group observation around the extracted tooth. The result of this study is the average number of fibroblast in treatment groups is 68,2, while the average number of fibroblast in control group  have 40 fibroblast cell. A conclusion, there is a significancy effectivity of Papaya leaf to the activity of fibroblast after tooth extraction on Wistar male rats.   Keywords: Papaya leaf, tooth extraction, fibroblast, rat ABSTRAK Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia sudah sering menggunakan tanaman herbal sebagai pilihan dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah daun pepaya yang digunakan dalam menyembuhkan luka. Daun pepaya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi sebanyak 140mg/100 gram daun pepaya. Tubuh manusia membutuhkan 100 – 1000 mg vitamin C untuk mendukung penyembuhan luka dengan memengaruhi peningkatan sel fibroblas.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perasan daun pepaya terhadap aktivitas  fibroblas pasca pencabutan gigi pada tikus wistar jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain posttest only control group design. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado pada bulan Juli 2015. Populasi yang digunakan pada penelitian adalah tikus Wistar (Rattus norvegicus) dengan jenis kelamin jantan dengan kriteria sampel umur 3 bulan, berat badan 200 – 250 gram, tikus dalam keadaan sehat dengan ditandai dengan aktifnya gerakan tikus. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 10 ekor tikus. Randomisasi 10 ekor dibagi kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jumlah sel fibroblas diambil dari pengamatan potongan jaringan kelompok pada jaringan yang mengitari soket gigi yang mendapatkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata sel fibroblas yang diberikan perasan daun pepaya pasca pencabutan gigi yaitu 68,2 sel fibroblas dan jumlah rata-rata sel fibroblas yang diberikan aquades yaitu 40 sel fibroblas. Kesimpulan penelitian, perasan daun pepaya memiliki efektivitas dalam meningkatkan jumlah fibroblas pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar jantan.   Kata kunci: Daun pepaya, pencabutan gigi, fibroblas, tikus    

Page 24 of 114 | Total Record : 1131


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue