cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PLATAX
ISSN : 23023589     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Mencakup Penulisan yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan secara mandiri, atau kelompok, dan berdasarkan Ruang Lingkup Pengelolaan Wilayah Pesisir, Konservasi, Ekowisata, dan Keanekaragaman Hayati Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)" : 7 Documents clear
Simbiosis Zooxanthellae dan Karang Sebagai Indikator Kualitas Ekosistem Terumbu Karang Unstain N W J Rembet
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.1.2012.502

Abstract

TINJAUAN TEORITIS SIMBIOSIS ZOOXANTHELLAE DAN KARANG SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS EKOSISTEM TERUMBU KARANG   Unstain NWJ Rembet1   ABSTRACT   A symbiotic process between zooxanthellae and corals can support the adaptative factors in terms of natural vulnerability criteria. The proposed consideration are 1) the symbiosis between zooxanthellae and corals provides phenomenal contributions to coral evolutionary process and 2) the criteria used by Gomez and Yap have been merely based on live coral cover that is still becoming key tools for the evaluation of coral reef health status measure. These criteria have been weaker and weaker due to neglecting the feature of intra- and interspesific relationship in coral biota itself. Therefore, the use of zooxanthellae and coral symbiotic relationship is thought of being able to complete the coral reef quality evaluation since its information could address this relationship feature beside on the basis of response to environmental pressures.     Keywords : symbiotic, zooxanthellae, coral.   ABSTRAK Proses simbiosis antara zooxanthellae dengan karang dapat memberikan suatu support terhadap faktor penyesuai dalam hal ini dari segi kriteria kerentanan alami. Pertimbangan yang diajukan adalah (1) simbiosis antara karang dengan zooxanthellae memberikan konstribusi fenomenal dalam proses evolusi karang dan (2) kriteria yang dipergunakan saat ini dari analisis Gomez dan Yap hanya didasarkan atas tutupan karang hidup yang sampai sekarang menjadi acuan bagi evaluasi tingkat status kesehatan terumbu. Kriteria tersebut dipandang mengalami kelemahan karena mengabaikan sifat hubungan intra dan ekstraspesifik dari biota karang itu sendiri. Atas dasar hal tersebut, maka penggunaan hubungan simbiosis zoxanthellae dan karang dipandang dapat melengkapi evaluasi kualitas terumbu karang karena informasinya dapat menjelaskan sifat hubungan intra dan ekstra spesifik, disamping atas dasar respon terhadap tekanan lingkungan.     Kata kunci : simbiosis, zooxanthellae, karang.       1 Laboratorium Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu, FPIK UNSRAT
Kondisi Ekologi dan Pemanfaatan Sumberdaya Mangrove di Desa Tarohan Selatan Kecamatan Beo Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud Rivay Ontorael; Adnan S. Wantasen; Ari Berty Rondonuwu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.1.2012.492

Abstract

KONDISI EKOLOGI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA MANGROVE DI DESA TAROHAN SELATAN KECAMATAN BEO SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD1 Rivay Ontorael2, Adnan S Wantasen3, Ari B Rondonuwu3 ABSTRACT This study aims to determine the ecological condition of mangrove forests, and the use/utilization of mangrove forests. The method used is method of survey and interview cruising. Ecological data retrieval is done by making transects kuadrant shaped by the size of 25x25 cm by 3 pieces lengthwise parallel to the coastline of South Tarohan Village. Respondents to the data carried by a purposive sampling interview respondents who have been determined. The results showed that the highest density is owned by Sonneratia alba and the highest frequency is owned by species Sonneratia Alba its index value is also important because it is owned by Sonneratia Alba. Sonneratia Alba is a type of mangrove, Sonneratia which have a dominant role in the mangrove forest ecosystem. Environmental conditions of coastal waters of South Tarohan village has a good environment and support the survival of mangrove forests and biota in the vicinity. South Tarohan Villagers were already aware of and understand the benefits of mangrove forests, it can not guarantee the preservation of mangrove forests because most people still use mangrove wood for household needs for fuel wood.   Keywords : Mangrove, ecological   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi hutan mangrove, serta penggunaan/pemanfaatan hutan mangrove. Metode yang digunakan yaitu metode survey jelajah dan wawancara. Pengambilan data ekologi dilakukan dengan membuat transek berbentuk kuadrant dengan ukuran 25x25 m sebanyak 3 buah  memenjang sejajar garis pantai Desa Tarohan Selatan. Untuk data responden dilakukan dengan wawancara secara purposive sampling yaitu responden yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kerapatan jenis tertinggi di miliki oleh Sonneratia alba dan Frekuensi Jenis tertinggi di miliki oleh Sonneratia alba beserta Indeks Nilai Penting juga di miliki oleh Sonneratia alba karena Sonneratia alba merupakan jenis mangrove yang memiliki peranan dominan dalam ekosisten hutan mangrove. Kondisi lingkungan perairan pesisir Desa Tarohan Selatan memiliki lingkungan yang baik dan mendukung kelangsungan hidup dari hutan mangrove dan biota yang ada di sekitarnya. Masyarakat Desa Tarohan Selatan ternyata sudah mengetahui dan memahami manfaat hutan mangrove, hal ini tidak dapat menjamin kelestarian hutan mangrove karena masih sebagian besar masyarakat menggunakan kayu bakau sebagai kebutuhan rumah tangga untuk kayubakar kayu bakar. Kata kunci : Mangrove, ekologi
Analisis Kinerja Stakeholder Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)-Mandiri Kelautan Perikanan di Kota Ternate Nahrawai Djalal; Ridwan Lasabuda
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.1.2012.495

Abstract

ANALISIS KINERJA STAKEHOLDER  PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM)-MANDIRI KELAUTAN PERIKANAN DI KOTA TERNATE   Nahrawai Djalal1, Ridwan Lasabuda2   ABSTRACT   To see the success of the PNPM-Mandiri KP in 2009 on the district of Island Hiri, the city of Ternate then performed an analysis of the policy program that analyzes the performance of stakeholders. This study aims to knowing and evaluating the performance of each stakeholder PNPM program - Mandiri KP in Ternate City, namely : head of fisheries, executive consultant, team empower-ment, labor and community groups receiving companion program. The research method using survey methods with qualitative descriptive data analysis. Results showed that the performance of the program performance of each head of fisheries 90%; consultant implementing 97%; team empowerment 91%, labour 92% and the companion community groups 93%..     Keywords : analysis of performance, PNPM-Mandiri program   ABSTRAK Untuk melihat keberhasilan program PNPM-Mandiri KP Tahun 2009 di Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate maka dilakukan analisis terhadap kebijakan program tersebut yaitu analisis kinerja stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja masing-masing stakeholder program PNPM–Mandiri KP Kota Ternate, yaitu : Kepala Dinas Perikanan, Konsultan pelaksana, Tim pemberdayaan, Tenaga pendamping dan Kelompok masyarakat penerima program. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan  analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa capaian kinerja pelaksana program masing-masing Kepala Dinas Perikanan 90%; Konsultan pelaksana 97%;  Tim pemberdayaan 91%; Tenaga pendamping 92% dan Kelompok Masyarakat 93%.     Kata kunci : analisis kinerja, program PNPM-Mandiri       1 Mahasiswa Pacasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado 2 Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Struktur Komunitas dan Biomassa Rumput Laut (Seagrass) di Perairan Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Idris Baba; Ferdinand Frans Tilaar; Victor Naser Watung
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.1.2012.494

Abstract

STRUKTUR KOMUNITAS DAN BIOMASSA RUMPUT LAUT (SEAGRASS) DI PERAIRAN DESA TUMBAK KECAMATAN PUSOMAEN1   Idris Baba2, Ferdinand F Tilaar3, Victor NR Watung3   ABSTRACT   Seagrass community structure is the basic data of seagrass ecosystems needs to know. Research community structure and biomass of seagrass was conducted in the waters of the Tumbak village, district of Pusomaen Southeast Minahasa North Sulawesi, in June 2012. This study aims to determine the community structure and biomass of seagrass through a review of the species density, species diversity, and evenness of species in the waters. Found seven species of seagrass that is Cymodoceae rotundata, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis, Halophila minor, Enhalus acoroides, Thalasia hemprichii and Syringodium isoetifolium.     Keywords : seagrass, community structure, biomass   ABSTRAK Struktur komunitas rumput laut merupakan data dasar dari ekosistem rumput laut yang perlu di ketahui. Penelitian struktur komunitas dan biomassa rumput laut (seagrass) ini dilakukan di perairan Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Sulawesi Utara, pada bulan juni 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas dan biomassa rumput laut (seagrass) melalui penelahaan kepadatan spesies, keanekaragaman spesies, dan kemerataan spesies. Ditemukan tujuh spesies rumput laut yaitu Cymodoceae rotundata, Cymodocea serrulata, Halophila ovalis, Halophila minor,  Enhalus acoroides, Thalasia hemprichii dan Syringodium isoetifolium.     Kata kunci : rumput laut, struktur komunitas, biomassa
Distribusi Spasial Anemon dan Ikan Anemon di Perairan Kelurahan Malalayang Dua, Manado Aldi Pengan; Ari Berty Rondonuwu; Alex Denny Kambey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.1.2012.491

Abstract

DISTRIBUSI SPASIAL ANEMON DAN IKAN ANEMON DI PERAIRAN KELURAHAN MALALAYANG 2 MANADO1   Aldi Pengan, Ari B Rondonuwu, Alex D Kambey   ABSTRACT   This study was conducted in front of coastal villages Malalayang 2. Performed data acquisition at the date of September 16 and October 6, 2011. Located at 1o27'42.2" N and 124o47'30.9" E. The results obtained identified seven types of anemones from 35 individuals and six types of anemones from 130 individual fish at depths of 0-15 meters. At a depth of cluster anemones, the depth of the A (0-5 meter) 6 of the 13 individuals, the depth of B (5-10 meters) 4 of the 9 individuals, and the depth of C (10-15 meters) 5 of the 13 individuals. While in the cluster anemones fish depth, the depth of the A (0-5 meters) 4 of the 50 individuals, the depth of B (5-10 meters) 4 of the 32 individuals, and the depth of C (10-15 meter) 6 of the 48 individual. In each type of anemones fish most of anemones occupies more than one type.   Keywords : anemones, anemones fish, depth   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di depan perairan pantai Kelurahan Malalayang 2. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 16 september dan 6 oktober 2011. Terletak pada 1o27‘42.2“ LU dan 124o47’30.9” BT. Hasil penelitian diperoleh 7 jenis anemon yang teridentifikasi dari 35 individu dan 6 jenis ikan anemon dari 130 individu pada kedalaman 0-15 meter. Pada kelompok kedalaman anemon, kelompok kedalaman A (0-5 meter) 6 jenis dari 13 individu, kedalaman B (5-10 meter) 4 jenis dari 9 individu, dan kedalaman C (10-15 meter) 5 jenis dari 13 individu. Sedangkan pada kelompok kedalaman Ikan anemon, kelompok kedalaman A (0-5 meter) 4 jenis dari 50 individu, kedalaman B (5-10 meter) 4 jenis dari 32 individu, dan kedalaman C (10-15 meter) 6 jenis dari 48 individu. Pada setiap jenis ikan anemon sebagian besar menempati anemon lebih dari satu jenis.   Kata kunci : anemon, ikan anemon, kedalaman
Beberapa Aspek Biologi Ikan Beronang (Siganus vermiculatus) di Perairan Arakan Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan Suleiman Tuegeh; Ferdinand Frans Tilaar; Gaspar Dauhar Manu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.1.2012.493

Abstract

BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN BERONANG (Siganus vermiculatus) DI PERAIRAN ARAKAN KECAMATAN TATAPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN1 Suleiman Tuegeh2, Ferdinand F Tilaar3, Gaspar D Manu3 ABSTRACT One of the goals in the development of fisheries and marine biological resources is the formation of water conservation. Marine biological resources are considered to have significant economic value is rabbitfish. Availability of rabbitfish throughout Indonesia is still relatively large, this is possible because the Rabbitfish is a part of the coral reef ecosystem. The existence of rabbitfish (Siganus vermiculatus) in the waters of Arakan is a source of considerable revenue to help the fishermen in the village of Arakan. Market demand for these fish make the fishermen increasing the catch of rabbitfish in the waters of Arakan. As an initial action on the prevention of exploitation of this resource, one of the main things is the availability of biological information. This study is implemented with the aim to find out some biological aspects of Rabbitfish (Siganus vermiculatus), the L-W relationship, the pattern of growth, condition factor, gonad maturity index, gonado index and the sex ratio. Keywords: Biological aspect, rabbitfish     ABSTRAK Salah satu tujuan dalam pembangunan perikanan dan kelautan adalah pembinaan kelestarian sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya hayati laut yang tergolong mempunyai nilai ekonomis penting adalah ikan beronang. Ketersediaan dari ikan ini di seluruh Indonesia masih relatif besar, hal ini dimungkinkan karena ikan beronang merupakan bagian dari ekosistem terumbu karang. Keberadaan ikan beronang (Siganus vermiculatus) di perairan Arakan merupakan sumber pendapatan yang cukup membantu para nelayan di Desa Arakan. Permintaan pasar akan ikan beronang ini membuat para nelayan semakin giat dalam menangkap ikan beronang yang ada di perairan Arakan. Sebagai tindakan awal pencegahan eksploitasi pada sumberdaya ini salah satu hal utama ialah tersedianya informasi aspek biologi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi ikan beronang (Siganus vermiculatus) yaitu hubungan panjang berat, pola pertumbuhan, faktor kondisi, indeks kematangan gonad (IKG), indeks gonad (IG) dan perbandingan jenis kelamin.     Kata Kunci : Aspek biologi, Ikan beronang
Kajian Sosial Ekonomi Masyarakat Dalam Pemanfaatan Terumbu Karang di Desa Tumbak Kabupaten Minahasa Tenggara Ingrid Sembiring; Adnan Sjaltout Wantasen; Edmin L.A. Ngangi
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.1.2012.501

Abstract

KAJIAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TERUMBU KARANG DI DESA TUMBAK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA   Ingrid Sembiring1, Adnan S Wantasen2, Edwin LA Ngangi2   ABSTRACT   Coral reefs in the coastal village of Tumbak an area used by the public as a source of life to fulfill their daily needs. Activities that primarily use is as a source of food and livelihood as most of the villagers through fishing activities for sale. In fact, the availability of coral reefs in the country has led to the use of excessive and damaging ecosystems not only as a source of food and fishery commodities but also its designation as a building material. The purpose of this study was (1) to find out the background of the societies in the village tumbak, (2) to find out the type of use of coral reefs that have been done by the community.     Keywords : coral reefs, socio-economic.   ABSTRAK Terumbu karang di pesisir pantai Desa Tumbak merupakan kawasan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber kehidupan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kegiatan pemanfaatan yang terutama adalah sebagai sumber pangan dan sebagai mata pencaharian sebagian besar penduduk desa melalui kegiatan penangkapan ikan untuk dijual. Pada kenyataannya, ketersediaan terumbu karang di desa ini telah mendorong terjadinya pemanfaatan yang berlebihan dan bersifat merusak ekosistem tidak hanya sebagai sumber pangan dan komoditi perikanan tetapi juga peruntukannya sebagai bahan bangunan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui latar belakang sosial ekonomi masyarakat di Desa Tumbak; (2) Mengetahui jenis pemanfaatan terumbu karang yang telah dilakukan oleh masyarakat.     Kata kunci : terumbu karang, sosial-ekonomi.       1 Mahasiswa Pacasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado 2 Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026 Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025 Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023 Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022 Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021 Vol. 8 No. 2 (2020): ISSUE JULY-DECEMBER 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): ISSUE JANUARY-JUNE 2020 Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019 Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019 Vol 7, No 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019 Vol. 6 No. 2 (2018): ISSUE JULY-DECEMBER 2018 Vol 6, No 1 (2018): ISSUE JANUARY-JUNE 2018 Vol 6, No 1 (2018): EDISI JANUARI-JUNI 2018 Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017 Vol. 5 No. 1 (2017): ISSUE JANUARY - JUNE 2017 Vol. 4 No. 2 (2016): EDISI JULI-DESEMBER 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): EDISI JANUARI-JUNI 2016 Vol 3, No 2 (2015): EDISI JULI - DESEMBER 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): EDISI JANUARI-JUNI 2015 Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): EDISI MEI - AGUSTUS 2014 Vol. 2 No. 1 (2014): Edisi Januari - April 2014 Vol. 1 No. 4 (2013): Edisi September - Desember 2013 Vol. 1 No. 3 (2013): EDISI MEY - AGUSTUS 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): EDISI JANUARI - APRIL 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): (Edisi September - Desember 2012) More Issue