cover
Contact Name
Arif Widiyatmoko
Contact Email
usej@mail.unnes.ac.id
Phone
+6281325660100
Journal Mail Official
usej@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung D5 Lantai 1 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Science Education Journal
ISSN : 22526617     EISSN : 25026232     DOI : https://doi.org/10.15294/usej
Core Subject : Education,
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring internationally in science curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of science teachers with the aim to advance our knowledge of science education theory and practice
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2015): February 2015" : 30 Documents clear
PENGEMBANGAN KIT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS SCIENCE EDUTAINMENT PADA TEMA BUNYI DALAM KEHIDUPAN UNTUK SISWA SMP Shofiana, Laela; Sumarni, Woro; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan kit pembelajaran IPA berbasis science edutainment pada tema “Bunyi dalam Kehidupan” untuk siswa SMP. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek penelitian ini adalah guru IPA dan siswa kelas VIII MTs. Muhammadiyah Pekajangan. Data yang dianalisis berupa hasil validasi pakar dan hasil dari penerapan dalam pembelajaran. Hasil analisis validasi pakar menunjukkan bahwa kit pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan penilaian pakar baik dari segi materi maupun media dengan perolehan rata-rata persentase sebesar 96,25% dan 82,14%. Hasil belajar dengan menggunakan kit pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari  0% siswa tuntas KKM pada pretest menjadi 79% pada posttest. Nilai N-gain mencapai 0,57 yang termasuk dalam kriteria sedang, sehingga dapat dikatakan kit pembelajaran IPA yang dikembangkan efektif digunakan sebagai media pembelajaran pada tema bunyi dalam kehidupan. Selain itu, berdasarkan data observasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan kit pembelajaran yang dikembangkan juga dapat merangsang keaktifan siswa dengan  persentase 57% siswa sangat aktif dan 47% siswa aktif dalam pembelajaran. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh simpulan bahwa kit pembelajaran IPA berbasis science edutainment pada tema bunyi dalam kehidupan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran serta terbukti dapat merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran This study aims to determine the feasibility and effectiveness of science education kit based on science edutainment in “Sound in Life” themes for students in junior high school. The research design is research and development (R & D). The subjects are a science teacher and eighth grade students of MTs. Muhammadiyah Pekajangan. The data are the result of expert validation and implementation of science education kit based on science edutainment in learning. The analysis of the results shows that the developed science education kit based on science edutainment is feasible to be used as media of learning based on expert evaluation of material (mean percentage=96.25%) and media (mean percentage=82.14%). Learning outcomes by using developed science education kit  shows an increase of student learning result from 0% of students completed the KKM on the pretest to 79% on the posttest. N-gain values ​​reach 0,57 included in the medium criteria, thereby the developed science education kit is effective to be used as learning media on “Sound in Life” theme. Based on observation data, it indicates that the using of developed science education kit can also stimulate the activity of students with 57% of students are very active and 47% of students are active in learning. The result of research that has been done, it can be concluded that science education kit based on science edutainment in “Sound in Life” theme is feasible and effective to be used as learning media and can stimulate the activity of students in learning activity. 
PENGEMBANGAN SCIENCE COMIC BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA TEMA BUNYI DAN PENDENGARAN UNTUK SISWA SMP Fatimah, Fita; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4973

Abstract

Science comic merupakan media pembelajaran yang efektif untuk menyampaikan IPA secara sederhana dan mudah. Namun, media science comic dalam pembelajaran IPA di SMP masih jarang digunakan. Pengembangan science comic sebagai media pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi IPA secara mudah dengan tampilan yang menghibur. Selain itu, penelitian ini mendukung pelaksanaan kurikulum 2013 dengan mengembangkan media science comic berbasis PBL pada tema bunyi dan pendengaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kelayakan dan keefektifan media science comic berbasis PBL pada tema bunyi dan pendengaran. Jenis penelitian ini merupakan R and D (Research and Development) yang diadaptasi dari Sugiyono (2008). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP N 1 Welahan. Kelayakan media science comic diuji melalui penilaian pakar media, materi, dan bahasa. Hasil penilaian pakar terhadap science comic berbasis PBL memperoleh kriteria sangat layak dengan persentase penilaian pakar media sebesar 95,83%, pakar materi sebesar 95,37%, dan pakar bahasa sebesar 99,07%. Keefektifan media science comic berbasis PBL dianalisis dari hasil Pretest dan Posttest dengan menggunakan uji N-gain dan t test. Hasil belajar siswa meningkat dengan kategori sedang dengan nilai N-gain sebesar 0,62. Selain itu, kemampuan berpikir siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan berdasarkan perhitungan t test dengan nilai thitung> ttabel (22,4>1,68). Dengan demikian, media science comic memenuhi kriteria sebagai media pembelajaran yang layak dan media science comic juga efektif meningkatkan hasil belajar serta kemampuan berpikir kritis siswa. Science comic is an effective learning media to communicate science simply and easily. However, Science comic as a learning media is rarely used in science education for Junior high school. Development science comic as learning media can help student to understand science material easily in visual entertaining way. In addition, this research gives countenance to curriculum 2013 with development science comic based PBL on sound and hearing. This research type is R and D (Research and Development) by research design adapted from Sugiyono (2008). This research has been done in Junior High School of Welahan on 8th grade. The feasibility of science comic based PBL evaluated by science medium expert, material expert, and language expert. The validation result shows that science comic has very feasible as a learning media by score percentage from medium expert at 95.83%, material expert at 95.37%, and language expert at 99.07%.  Science comic based PBL effectiveness is analyzed from Pretest and posttest score by N-gain and t test analysis. Student’s learning outcome increases in average category which showed from N-gain score at 0.62. In addition, student’s critical thinking skill increases significanly by score of tscore > ttabel (22.4>1.68). Thereby, science comic based PBL have not only feasible value as learning media but also effective value in learning process. It increases student’s learning outcomes and student’s critical thinking skill. 
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN KARTU UNO UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KARAKTER SISWA KELAS VIII TEMA OPTIK Estiani, Wahyu; Widiyatmoko, Arif; Sarwi, Sarwi
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4974

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan kepada guru IPA di SMPN 22 Semarang diketahui bahwa lebih dari 75% siswa memperoleh nilai IPA belum melampaui kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan belum menggunakan kurikulum 2013. Mata pelajaran IPA diampu oleh guru bidang studi, karena dasar pendidikan dan pengalaman guru bukan dari bidang studi IPA. Pembelajaran dilaksanakan belum mengoptimalkan media yang tersedia dan belum berpusat pada siswa sehingga kegiatan di dalam kelas membosankan. Kegiatan pembelajaran yang tidak berpusat pada siswa mengakibatkan penanaman nilai karakter rendah. Media yang dikembangkan adalah media permainan kartu UNO. Desain penelitian ini yaitu penelitian pengembangan (Research and Development). Terdapat dua tahap dalam penelitian ini, yaitu pengembangan media permainan kartu UNO dan tahap untuk menguji efektivitas yang dilaksanakan di kelas. Data diperoleh dari angket, tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Validasi dari ahli materi didapatkan nilai 94,2% dan ahli media didapatkan nilai 90,8%. Hasil penelitian menunjukkan media permainan kartu UNO efektif dilaksanakan di kelas yang ditunjukkan dengan ketuntasan klasikal hasil belajar mencapai 79,31%, uji gain 0,56. Berdasarkan hasil observasi didapatkan karakter rasa ingin tahu siswa mendapatkan nilai 88,51%, kerja sama 87,36%, mandiri 83,91%, dan komunikatif 88,51% dengan kriteria membudaya. Sehingga media permainan kartu UNO dapat mengembangkan karakter siswa. Based on interview to the science teacher in SMP N 22 Semarang known that there are more than 75% students got score under minimum score criteria. The 2013 curriculum had not used by the school. Learning process had not implemented integratedly because teacher’s basic knowledge was only on one field study (biology or physics). The using of media in science learning had not been optimal. Students did not learning actively made students character in low quality. the media was made was UNO Card Game Media with theme optic. The design of this research was Research and Development (R & D). This research had two phases, that were development of UNO card game media and research to know the effectiveness of media. The data was collected by questionnaire, evaluation test, observation, and documentation. UNO Card Game Media had been assessed by validator of content and media. The score was gotten by validator of content was 94.2%, from validator of media was 90.8%. This research shown that UNO Card Game Media was effective used in science learning that showed by minimal score criteria get 79.31%, gain test 0.56. Based on the observation of character, the curiousity got score 88.51%, team work got score 87.36%, independency got 83.91% and communicative ability 88.51%, was included in culturized criteria. Thus UNO Card Game Media was able to develop student character.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA IPA TERPADU BERBASIS KONSTRUKTIVISME TEMA ENERGI DALAM KEHIDUPAN UNTUK SISWA SMP Alfana, Mila; Dewi, Novi Ratna; Sukaesih, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4975

Abstract

Hasil Observasi di MTs Negeri Bonang Demak ditemukan bahwa pembelajaran IPA sudah diterapkan secara terpadu, namun lembar kegiatan siswa (LKS) belum terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan LKS IPA terpadu berbasis konstruktivisme dan  pengaruh penggunaan LKS terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D). Pada penelitian ini, produk yang telah dikembangkan divalidasi oleh pakar desain LKS dan pakar materi kemudian dilakukan pengujian skala terbatas dan skala luas. Data yang dianalisis adalah hasil validasi produk oleh pakar, angket tanggapan siswa, observasi kemampuan berpikir kreatif siswa, dan hasil belajar siswa. Hasil penilaian pakar materi dan desain memperoleh persentase rata-rata skor ≥ 81% dengan kriteria sangat layak sehingga LKS IPA Terpadu berbasis konstruktivisme sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Pada uji keefektifan menunjukkan bahwa LKS IPA terpadu berbasis konstruktivisme efektif digunakan dalam pembelajaran dengan perolehan N-gain 0,52 dengan kriteria sedang dan persentase ketuntasan belajar siswa adalah 87% dengan KKM ≥ 70. LKS IPA Terpadu juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan persentase rata-rata 67,50% dengan kriteria baik. Hasil penelitian disimpulkan bahwa LKS IPA Terpadu berbasis konstruktivisme sangat layak dan berpengaruh positif terhadap hasil belajar serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran. Observation result in MTs Negeri Bonang showed that already implemented in an integrated manner , but the learning support (worksheet) have not been integrated. This study aims to determine the feasibility of integrated science based contructivism worksheet  and its impact on learning outcomes and skills creative thinking. The method used was Research & Development (R&D). In this study, the products that have been validated by experts developed worksheet design and materials experts then testing a limited -scale and wide  scale . Data analysis used is the result of a product validation by experts, student questionnaire responses, students' observation skills creative thinking, and student learning outcomes. Theresults of study showed that Integrated Science Worksheets Based on constructivism  implied in the criteria very feasible with an average percentage score of ≥ 81% on the assessment of the feasibility of the design and material. In testing the effectiveness suggests that integrative science based contrukivism worksheets effective used in the learning acquisition N-gains of 0.52 with average criteria and percentage of student’s the classical learning mastery was ≥ 85% with ≥ 70 standart of minimum completeness. Integrated science worksheet also able to equip students with the skills of creative thinking with percentage score 67.50%  criteria undeveloped skills. It can be concluded that the integrated science worksheets based konstruktivism has been proven very feasible and positive effect on learning outcomes and creative thinking skills to equip students so that learning science can be used in learning activities.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA IPA INTEGRATED BOARD DENGAN PERPADUAN HANDS-ON DAN MINDS-ON PADA TEMA CAHAYA DAN OPTIK UNTUK SISWA SMP Ningrum, Mita Novita; Parmin, Parmin
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4976

Abstract

Kurikulum 2013 mengharapkan pembelajaran yang lebih mengedepankan pengalaman personal, berorientasi siswa aktif, dan bersifat kontekstual. Salah satu pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran menggunakan alat peraga IPA Integrated Board yang dipadukan dengan kegiatan hands-on dan minds-on. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode control group pretest posttest design yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa dan keefektifan penggunaan alat peraga IPA Integrated Board dengan perpaduan hands-on dan minds-on dalam pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen adalah 86,01 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol adalah 81,25 dan persentase ketuntasan belajar klasikal kelas eksperimen mencapai 100% sedangkan pada kelas kontrol hanya mencapai 73% dari jumlah siswa. Rata-rata nilai semua aspek dalam kemampuan afektif antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol masing-masing sebesar 3,804 dan 2,993. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga Integrated Board dengan perpaduan hands-on dan minds-on efektif meningkatkan pemahaman konsep belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA tema cahaya dan optik. Curriculum 2013 expects learning that emphasizes personal experience, student-oriented, and contextual. One of many strategies to explain the lesson material attractively and pleasantly is by optimalizing the using of media, in this  case is the using of Integrated Board as science learning aid, that integrated with hands-on and minds-on activity. This was experimental research with control group pretest posttest design that aim to know students’ activity and the effectiveness of Integrated Board as science learning aid, that integrated with hands-on and minds-on activity. Result of the research showed that experimental students’ cognitive learning outcome average was 86.01, whereas control students’ was 81.25 and classical learning criteria of experimental group reached 100%, while control group 73%. The average value of all aspects of the affective abilities between the experimental group with the control group respectively 3.804 and 2.993. Whereas the average of all psychomotor aspect for experimental and control group were 3.727 and 3.011. The results of this research showed that used of Integrated Board as science learning aid, that integrated with hands-on and minds-on activity can increase improvements of students’ understanding, and students’ activity in the learning of science with theme light and optic.  
PENGEMBANGAN MAJALAH SAINS BERBASIS CONTEXTUAL LEARNING PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Asfuriyah, Siti; Nuswowati, Murbangun
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4983

Abstract

Implementasi Kurikulum 2013 mewajibkan sekolah baik SMP/MTs menerapkan pembelajaran IPA secara intregated science. IPA pada hakekatnya mempelajari tentang materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Keberhasilan siswa dalam suatu pembelajaran juga dipengaruhi besarnya minat belajar siswa terhadap materi yang disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan majalah sains berbasis contextual learning pada materi pemanasan global untuk siswa kelas VII SMP/MTs. Pengumpulan data diperoleh melalui metode dokumentasi, observasi, dan angket. Majalah sains diuji terlebih dahulu kelayakannya sebelum digunakan dalam pembelajaran. Uji kelayakan meliputi 2 tahap yakni tahap I dan tahap II oleh 9 orang pakar menggunakan instrumen kelayakan buku pelajaran menurut BSNP (2006). Pengukuran peningkatan minat belajar siswa dilakukan dengan menggunakan angket ARCS yang dikembangkan Keller (1987), yang diberikan pada awal dan akhir pembelajaran. Pembelajaran dilakukan selama 4 kali pertemuan. Minat belajar yang diukur meliputi 4 aspek yakni, attention, relevance, confidence, dan satisfaction. Hasil analisis data diperoleh bahwa peningkatan untuk masing-masing aspek memperoleh skor sebesar 0,23 untuk attention, 0,20 untuk relevance, 0,16 untuk confidence, dan 0,16 untuk satisfaction. Sehingga rerata skor sebesar 0,19 dengan kriteria rendah. Implementation of Curriculum 2013 requires schools either SMP / MTs intregated apply science learning in science. IPA is essentially the study of material related to everyday life. The success of students in a learning also influenced the magnitude of students' interest in learning the material presented. This study aims to determine the increase in students' interest towards learning using contextual learning-based science magazine on global warming material for students of class VII SMP / MTs. The collection of data obtained through the method of documentation, observation, and questionnaires. Science magazine tested first before being used in the feasibility study. Due diligence includes 2 stages of phase I and phase II by 9 experts on the feasibility of using the instrument according BSNP textbook (2006). Measurement increase student interest ARCS performed using a questionnaire developed by Keller (1987), which is given at the beginning and end of the study. Learning is done for 4 meetings. Interest in learning as measured includes four aspects namely, attention, relevance, confidence, and satisfaction. The results of the data analysis showed that the increase for each aspect of obtaining a score of 0.23 for attention, 0.20 for relevance, 0.16 for confidence, and 0.16 for satisfaction. So that the mean score of 0.19 with a low criteria. 
PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD BERPENDEKATAN PRAMEK TEMA ENERGI PADA MAKHLUK HIDUP UNTUK SISWA SMP Istianah, Istianah; Sudarmin, Sudarmin; Wardani, Sri
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4984

Abstract

Permasalahan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Juwana perlu ditingkatkan karena pembelajaran IPA kurang menarik minat siswa dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan keefektifan media flashcard berpendekatan PRAMEK yang telah dikembangkan peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development. Langkah-langkah penelitian dikembangkan dengan menggunakan metode R & D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard layak dan efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA Terpadu  tema energi pada makhluk hidup. Skor kelayakan penilaian mencapai 96,87% sesuai kriteria layak dari BSNP yang telah dimodifikasi. Ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa pada uji pelaksanaan lapangan mencapai 94% yang artinya media flashcard efektif diterapkan untuk pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan media flashcard  berpendekatan PRAMEK layak dan efektif digunakan serta mendapatkan respon yang positif oleh siswa dalam pembelajaran tema energi pada makhluk hidup. The problems of science learning result in Junior High School 1 Juwana needs to be increased because the study of sciene did not make the students to be interested and  too little using of learning media. The purpose of this research was to know the feasibility and effectiveness of flashcard media which Approach of  PRAMEK which has been developed researcher. This research is a Research and Development. Research steps using the method developed by R & D. The results showed that a feasible and  effective flashcard media applied in science learning integrated with theme energy of  living thing. The feasibility assessment scores reached 96,87% according to the criteria to qualify as a National Education Standards. The classical completeness obtained test students on field implementation is 94 % it means flashcard media effectively applied to science learning integrated. Based on the results of the study concluded that a flashcard media  which approach of  PRAMEK  are feasible and  effective  can be used and get positive response from students in science learning integrated with  theme is energy of living thing.
PEMBELAJARAN ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA BERPENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER RASA INGIN TAHU SISWA Ciptasari, Dwi; Nuswowati, M.; Sumarni, W.
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4985

Abstract

Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang membahas materi yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Keingintahuan siswa terhadap materi yang mereka pelajari di sekolah terhadap kaitannya dengan kehidupan sehari-hari mereka kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan perkembangan karakter rasa ingin tahu siswa melalui pembelajaran berpendekatan CTL pada materi zat adiktif dan psikotropika pada siswa SMP kelas VIII SMP. Pengumpulan data meliputi dokumentasi, tes dan observasi. Karakter rasa ingin tahu dilihat melalui observasi yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung selama 4 pertemuan.Terdapat 4 aspek karakter rasa ingin tahu yang diamati, terjadi peningkatan rasa ingin tahu siswa dari pertemuan ke-1 hingga pertemuan ke-4 pada pembelajaran zat adiktif dan psikotropika. Karakter rasa ingin tahu yang didapatkan pada pertemuan ke-4 sebesar 62,60% dengan kriteria “Mulai Berkembang”. Sedangkan pada hasil belajar kognitif siswa tidak terjadi peningkatan yang signifikan ditinjau dari uji N-Gain. Learning science ins learning that cover topics that we experience in everday life. Curiosity of students to the material they are learning in school to do with their daily life less. This study aims to determine the improvement of learning the material CTL approach addictive and psychotropic subtances in the eighth grade junior high school students. The data collection includes documentation, tests, and observation. Curiosity character seen thriug observation made during the learning take place for 4 meeting. The 4 aspects of character curiosiry observed, an increase in the curiosity of students from 1st meeting to 4thmeeting on learning addictive and psichotropic subtances. Curios character the was 4th meeting with percentage 62.60% with criteria grow begin. Meanwhile, in learning achievement no significancy increase by N-Gain. 
PENGEMBANGAN MEDIA SCIENCE CIRCUIT BERBASIS EDUTAINMENT PADA PEMBELAJARAN IPA TEMA OPTIK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Fitria, Roudlotul; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4986

Abstract

Berdasarkan observasi awal di SMP Negeri 2 Magelang  diperoleh pemanfaatan sumber belajar dan media pembelajaran IPA belum terpadu, siswa belum sepenuhnya aktif dalam pembelajaran serta pembelajaran masih berpusat pada guru. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa science circuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan media science circuit berbasis Edutainment pada pembelajaran tema optik untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.  Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Prosedur penelitian ini meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain produk, revisi desain, uji coba skala kecil, revisi produk 1, uji coba skala besar, revisi produk 2, uji pelaksanaan lapangan, dan produk final. Berdasarkan hasil penelitian, media science circuit berbasis edutainment dinyatakan layak dengan rata-rata persentase total validasi media sebesar 90% dengan kriteria sangat layak, validasi materi sebesar 95% dengan kriteria sangta layak. Penerapan media science circuit berbasis edutainment diperoleh hasil yang menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan N-Gain sebesar 0,58 dengan kategori sedang. Minat belajar siswa juga meningkat dilihat dari hasil angket minat sebelum dan sesudah penerapan media science circuit. Peningkatan minat dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa penerapan media science circuit berbasis edutainment dinyatakan efektif. Based on the observation in SMP Negeri 2 Magelang, acquired that the utilization of learning source and media are yet integrated. The class are teacher centered, so then the students are became more inactive. According to these problems, the research is purposed to develop science  circuit as a learning media. This research in intent on knowing te expediency of the science circuit with Edutainment-based in learning of  optic topics, for increasing Students’ interest and learning result. This research is using Research and Development (R&D) method. The procedure was the identification of potential research and issues, data submission, design product, validation design, design revisions, small-scale trials, product 1 revision, a large-scale trials, product 2 revision, implementation scale trials and the final product. According to the research result, science circuit  with Edutainment- based is asserted as a proper media, which is the average of total score percentage is 90%. It also has a proper content of learning materials, which is the average of total score percentage is 95%. Both of these percentage show that science circuit is include in very properly category. Application of the science circuit with Edutainment-based was indicating the increasing of he learning result, with the N-Gain score is 0.58 (average category). Student’s interest were also increasing, which is pointed out in the questionnaire that given before and after applicating science circuit in the class. Increasing of students’ interest and the learning result are showing us that applicating the science circuit with Edutainment-based is effective to be used.
PENGEMBANGAN LKS IPA BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES PADA TEMA ENERGI DAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Wijayanti, Frieda; Widiyatmoko, Arif
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 1 (2015): February 2015
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v4i1.4987

Abstract

Proses pembelajaran IPA ditingkat SMP dalam kurikulum 2013 dilaksanakan dengan berbasis keterpaduan (integrative science), sehingga setiap guru IPA harus memiliki kompetensi dalam membelajarkan IPA secara terpadu. Keterpaduan ini meliputi integrasi dalam bidang IPA dapat ditunjukan melalui LKS. Berdasarkan observasi di SMP Negeri 1 Batangan, LKS yang digunakan belum dapat mengoptimalkan kecerdasan siswa serta belum menunjukan keterpaduan konsep IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan dan keefektifan LKS dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Desain penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa LKS ini dikembangkan berdasarkan lima kecerdasan dominan siswa, yakni kecerdasan logis-matematis, jasmaniah-kinestetik, visual-spasial, interpersonal dan eksistensial-spiritual. Pengembangan LKS IPA berbasis multiple intelligences ini dinyatakan layak sesuai instrumen BSNP dengan rata-rata skor validasi komponen isi 3,70, komponen kebahasaan 3,87, dan komponen penyajian 3,67. Penerapan LKS IPA berbasis multiple intelligences diukur melalui uji N-gain dengan nilai peningkatan sebesar 0,71 berkriteria tinggi. Sementara itu, sikap kreatif siswa diukur dengan lembar observasi dan mengalami peningkatan dengan rata-rata skor ≥62% pada setiap pertemuannya. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada penerapan LKS IPA berbasis multiple intelligences, sehingga LKS ini dinyatakan efektif. The process of science learning for the junior high in 2013 implemented based integerated science curiculum, so every science teacher should have competence to teach it. This integration can be shown by student worksheets. Based on the observation in SMP Negeri 1 Batangan, it was that use student worksheet for science activity. It is not yet optimalization for student multiple intelligences and creativity, also unknown integrated science concept about it. This research aims to determine characteristics, the feasibility and effectiveness of multiple intelligences-science worksheet. This research used of Research and Development (R&D) design. The result is it develope based on five multiple intelligences for students. They are logic-matematic, kinestethic, visual-spacial, interpersonal and exsistensial-spiritual intelligences. Based on the results of the study it was found on that the feasibility of multiple-intelligences student worksheet showed eligible criteria based on BSNP with average score of content validation is 3.70, then average score of linguistic validation is 3.87 and average score of presentation validation is 3.67. Based on implementation, it was that multiple intelligences-science worksheet found the results indicate that the increase creative thinking skill in learning outcomes with N-gain was 0.71 with a high criteria. Then, creative attitude of student is increase for every meeting with average score ≥62%. This shows an increase in students' creative thinking skillfor the application of science-based multiple intelligences-worksheets, so this worksheet  declared effective.

Page 1 of 3 | Total Record : 30