cover
Contact Name
Muhammad Rizki Ashari
Contact Email
Aiiyrizki@yahoo.com
Phone
+628114444709
Journal Mail Official
herawantosamad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20883536     EISSN : 25283375     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako merupakan jurnal ilmiah untuk menerbitkan hasil riset terbaru dalam bidang kesehatan masyarakat yaitu: Adminisitrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi, Biostatistik dan Kependudukan Gizi masyarakat
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
EVALUASI PROGRAM PENANGANAN GIZI KURANG MELALUI ASUHAN COMMUNITY FEEDING CENTER (CFC) PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS BIROBULI KECAMATAN PALU SELATAN KOTA PALU Herman Herman; Abd. Rahman; Dilalatul Urfiah Muchlis
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.25 KB)

Abstract

ABSTRAK Pencapaian target MDG’s menurunkan angka kematian anak di Indonesia khususnya kasus gizi kurang belum maksimal khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Gizi kurang di Kota Palu mencapai 861 kasus dengan kasus tertinggi terdapat di wilayah Puskesmas Birobuli yaitu 183 kasus. Dalam menanggulangi gizi kurang di Kota Palu, pemerintah mengadakan program pemulihan rawat jalan yaitu Community Feeding Center (CFC) melalui pemberian makanan tambahan pada balita dan penyuluhan pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi input, process, output, dan outcome program penanganan gizi kurang melalui asuhan CFC pada anak balita di Puskesmas Birobuli. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian pada input menunjukkan bahwa petugas mendapatkan pelatihan khusus dan anggaran dana sudah cukup baik. Hasil penelitian pada process menunjukkan perencanaan program terstruktur dengan baik, dukungan positif dari masyarakat, ibu balita termotivasi memperbaiki gizi anaknya serta monitoring dan evaluasi CFC terlaksana setiap bulan. Hasil penelitian pada output menunjukkan perubahan status gizi kurang menjadi status gizi normal dan respon baik ibu balita. Hasil penelitian pada outcome setiap tahunnya mengalami penurunan angka gizi kurang dan peningkatan berat badan pada anak balita. Disarankan bagi petugas kesehatan, agar melaksanakan program dengan mengikuti perencanaan yang telah dibuat.   Kata Kunci : Program Community Feeding Center, anak balita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN PADA REMAJA SMA NEGERI 1 PALU Rahman, Nurdin; Dewi, Nikmah Utami; Armawaty, Fitra
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.363 KB)

Abstract

ABSTRAK   Perilaku makan adalah suatu keadaan yang menggambarkan perilaku seseorang terhadap tata krama makan, frekuensi makan, pola makan, kesukaan makan, dan pemilihan makanan. Konsumsi zat gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Bila konsumsi zat gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang, sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih dan obesitas. Konsumsi zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan akan membantu remaja mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan terbagi atas faktor eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan pada remaja SMA Negeri 1 Palu”. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi berjumlah 921 orang dan jumlah responden sebanyak 91 orang, menggunakan teknik proportional random sampling. Data penelitian ini diuji secara statistik dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendapatan orang tua (ρ= 0,004) dan pengetahuan gizi (ρ = 0,000) dengan perilaku makan. Dengan pendapatan yang diperoleh, keluarga dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti tahu, tempe, ikan, sayur-sayuran yang harganya relatif terjangkau. Melalui pengetahuan gizi, responden menjadi tahu bahwa kesehatan berhubungan erat dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dalam penelitian ini ditemukan pula tidak ada hubungan antara teman sebaya (ρ= 1,000) dengan perilaku makan. Mayoritas responden masih tinggal bersama orang tua sehingga orang tua masih memegang peranan penting dalam membentuk perilaku makan anak. Kata Kunci : Perilaku Makan, Gizi Remaja.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) UNDATA PALU Napirah, Muh. Ryman; Herawanto, Herawanto; Magido, Chelsea Christine Natalia
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.898 KB)

Abstract

ABSTRAK Manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi yang dibuat atas dasar berbagai visi dan misi. Peran dan tujuan organisasi tersebut dapat dicapai salah satunya dengan memperhatikan komitmen dari anggota organisasi. Komitmen organisasi dari setiap anggota dipengaruhi banyak faktor diantaranya budaya organisasi dan gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dengan komitmen organisasi perawat. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada perawat yang berstatus PNS pada 10 Ruang Rawat Inap RSUD Undata Palu yang berjumlah 100 orang dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Metode pengolahan data menggunakan program SPSS dengan menggunakan uji chi square yaitu untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan antara budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dengan komitmen organisasi pada perawat yang bersifat kategori. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ternyata gaya kepemimpinan otoriter dan laissez faire tidak berhubungan dengan komitmen organisasi sedangkan gaya kepemimpinan demokratis dan budaya organisasi berhubungan dengan komitmen organisasi perawat di ruang rawat inap RSUD Undata Palu. Adapun saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu memperhatikan dan mempertimbangkan mengenai ketetapan, nilai atau aturan yang menjadi budaya organisasi serta memperhatikan gaya kepemimpinan yang digunakan dalam setiap situasi untuk meningkatkan komitmen organisasi.   Kata Kunci : Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH DASAR BERSIH DAN SEHAT DI KOTA PALU Hermiyanty, Hermiyanty; Salmawati, Lusia; Oktavian, Fandi
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.971 KB)

Abstract

ABSTRAK Sekolah Dasar Bersih Sehat (SDBS) adalah Sekolah Dasar yang warganya secara terus-menerus membudayakan PHBS, dan memiliki lingkungan sekolah yang bersih, indah, sejuk, segar, rapih, tertib, dan aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi program SDBS di Kota Palu di nilai dari aspek input yang berkaitan dengan pemanfaatan SDM, dana dan fasilitas/sarana, mengevaluasi implementasi program SDBS di Kota Palu di nilai dari aspek proses yaitu plaining, organizing, actuating, controling, mengevaluasi implementasi program SDBS di Kota Palu di nilai dari aspek output yaitu hasil yang dicapai dari pelaksanakan program SDBS. Jenis penelitian ini  adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah informan adalah tujuh orang terdiri dari tiga informan kunci, satu informan biasa dan tiga informan tambahan. Analisis data menggunakan analisa isi (content analysis) dengan teknik matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek input untuk kinerja SDM dilapangan sudah baik. Dana yang diperoleh dari BANSOS. Process menunjukan bahwa semua kegiatan yang dilakukan sudah berjalan dengan cukup baik dan kerja sama yang dibangun antar pihak penyelenggara program dengan penangung jawab program serta warga sekolah sudah baik, dari output terlihat perubahan PHBS siswa yang lebih baik. Disarankan agar dana yang diperoleh dapat digunakan dengan memprioritaskan kegiatan/kebutuhan yang bisa dipenuhi terlebih dahulu dengan dana yang telah tersedia. Kata Kunci: Evaluasi, Implementasi, Sekolah Dasar.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS DI DESA PUROO KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI TAHUN 2014 Nurul, Rasyika; Rau, Muh. Jusman; Anggraini, Lisdayanthi
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.163 KB)

Abstract

ABSTRAK Schistosomiasis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh infeksi cacing yang tergolong dalam kelas trematoda, genus Schistosoma. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis sehingga sumber penularan tidak hanya pada penderita manusia saja tetapi semua hewan mamalia yang terinfeksi. Sulawesi Tengah merupakan satu-satunya provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang endemis Schistosomiasis. Penyakit ini terdapat di 2 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Sigi Kecamatan Lindu dan Kabupaten Poso. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian Schistosomiasis di Desa Puroo Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control study. Jumlah sampel yaitu 64 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan semua variabel tidak dapat dianalisis dengan uji OR karena terdapat sel bernilai 0 akan tetapi dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan melihat nilai Fisher’s Exact. Jenis pekerjaan merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000), penggunaan jamban merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000), penggunaan air bersih merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000), keberadaan tempat tinggal merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis dengan nilai (ρ = 0,000). Para pekerja seharusnya memiliki kesadaran diri yang tinggi agar menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja serta selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.   Kata Kunci : Jenis Pekerjaan, Penggunaan Jamban, Peggunaan Air Bersih, Keberadaan Tempat Tinggal, Schistosomiasis.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU Nur, Rosmala; Arifuddin, Adhar; Novila, Redita
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.26 KB)

Abstract

ABSTRAK Berat badan lahir rendah sangat menentukan kesehatan di masa dewasa bayi yang dilahirkan dengan Berat badan kurang dari 2500 gram berkorelasi erat dengan penyakit degeneratif di usia dewasa. Provinsi sulawesi tengah menjadi provinsi yang paling tinggi kejadian BBLR pada tahun 2013. Prevalensi BBLR di Sulawesi Tengah tertinggi terjadi di Kota Palu Sebesar 231 Kasus (3,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian BBLR Di RSU Anutapura Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah  observasional dengan pendekatan case control. Sampel kasus adalah ibu yang melahirkan BBLR dan sampel kontrol adalah ibu yang  melahirkan normal dengan perbandingan 1 : 2 dengan macthing umur. Data dianalisis dengan uji OR pada batas kemaknaan (alfa 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas (OR = 1,703 pada 95%, CI 0,862-3,363), jarak kehamilan (OR = 3,231pada 95% CI 1,633-6,391) cakupan penimbangan berat badan (OR = 2,519 pada 95% CI 1,261-5,031), cakupan pemeriksaan tekanan darah (OR = 2,692 pada 95% CI 1,397-5,184), dan cakupan pemeriksaan kadar Hb (OR = 3,154 pada 95% CI 1,451-6,855), merupakan faktor risiko terhadap BBLR. Disarankan kepada ibu hamil agar lebih memerhatikan kondisi kesehatan janinnya, dan rutin melakukan kunjungan antenatal care sehingga bayi yang dilahirkan tidak mengalami BBLR. Kata Kunci    : BBLR, Risiko BBLR, Antenatal Care

Page 1 of 1 | Total Record : 6