cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 6 Documents clear
Pengaruh Sediaan Salep Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn.) terhadap Jumlah Fibroblas Luka Bakar Derajat IIA pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Kusumawardhani, Aliefia Ditha; Kalsum, Umi; Rini, Ika Setyo
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.038 KB)

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu insiden yang sering terjadi di masyarakat khususnya rumah tangga dan ditemukan terbanyak adalah luka bakar derajat II. Daun sirih (Piper betle Linn.) adalah bahan alam yang diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan mempunyai pengaruh terhadap peningkatan jumlah fibroblas karena memiliki kandungan aktif seperti saponin, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih terhadap peningkatan jumlah fibroblas luka bakar derajat IIa pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Studi eksperimental menggunakan desain penelitian true experiment post test dilakukan terhadap hewan coba tikus putih galur Wistar jantan dengan usia 2,5-3 bulan dan berat badan 150-250 g. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dan dibagi dalam empat kelompok yaitu kelompok (A) ekstrak daun sirih 15 % (n = 6), (B) ekstrak daun sirih 30 % (n = 6), (C) ekstrak daun sirih 45 % (n = 6) dan kelompok kontrol normal saline 0,9 % (n = 6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah fibroblas antara kelompok yang diberi ekstrak daun sirih 15 % (  = 12,95), 30 % (  = 10,33), 45 % (  = 5,90) dan kelompok kontrol normal saline 0,9 % (  = 4,61) yaitu one way ANOVA p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun sirih berpengaruh besar terhadap peningkatan jumlah fibroblas luka bakar derajat IIA pada tikus putih galur Wistar yaitu sebesar 77,6 % dan semakin kecil konsentrasi ekstrak daun sirih maka jumlah fibroblas semakin besar (r = -0.881) sehingga ekstrak daun sirih 15 % adalah konsentrasi yang paling optimal dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Kata kunci: Daun sirih (Piper betle Linn.), Fibroblas, Luka bakar derajat IIA. 
Efektifitas Hidrogel Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Penurunan Jumlah Makrofag pada Penyembuhan Luka Fase Proliferasi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Kondisi Hiperglikemia PI, Gadis Mutiara; Nurdiana, Nurdiana; Utami, Yulian Wiji
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.642 KB)

Abstract

Hiperglikemia adalah kondisi kadar gula darah ≥ 126 mg/dl yang menyulitkan penyembuhan luka. Kandungan daun binahong berupa saponin, flavonoid, polifenol, triterpenoid, antosianin, asam ursolat dan karbonat diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Makrofag sebagai sel yang memfagosit daerah luka dan membersihkan debris akan meningkat pada fase inflamasi dan akan menurun jumlahnya pada fase proliferasi ketika luka mulai menutup.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka kondisi hiperglikemia menggunakan hidrogel binahong terhadap jumlah makrofag. Desain penelitian adalah true experiment dengan metode randomized posttest only controlled group design dilakukan terhadap hewan coba tikus putih jantan galur Wistar. Jumlah sampel adalah 30 tikus (n = 5) dan dibagi dalam 6 kelompok yaitu 4 kelompok perlakuan yaitu menggunakan basis hidrogel, hidrogel binahong konsentrasi 2,5 %, 5 %, 7,5 %, dan 2 kelompok kontrol normal saline (NS) pada tikus kondisi sehat dan kondisi hiperglikemia. Data yang diukur adalah jumlah makrofag pasca perawatan luka selama 12 hari. Analisis uji one-way ANOVA didapatkan  p = 0,000 (p < 0,05). Melalui uji post hoc test hidrogel binahong 5 % memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan K (-) NS (p = 0,004), K (+) NS (p = 0,000), basis hidrogel (p = 0,001), hidrogel binahong 2,5 % (p = 0,018). Dapat disimpulkan bahwa perawatan luka menggunakan hidrogel binahong dapat menurunkan jumlah makrofag pada penyembuhan luka fase proliferasi di jaringan kulit luka tikus dengan kondisi hiperglikemia. Kata kunci: Hiperglikemia, Hidrogel binahong, Jumlah makrofag.
Penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) Ekstrak Etanol 70 % Temu Mangga (Curcuma mangga) dan Krim Ekstrak Etanol 70 % Temu Mangga (Curcuma mangga) secara In Vitro Menggunakan Metode Spektrofotometri Yulianti, Erlina; Adelsa, Adeltrudis; Putri, Alifia
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.416 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan paparan sinar matahari yang tinggi dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar ruangan sehingga memerlukan suatu perlindungan kulit. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki bahan alam yang melimpah. Bahan alam sebagai alternatif tabir surya adalah tanaman temu mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF ekstrak etanol 70 %  temu mangga dalam bentuk ekstrak dan sediaan krim dengan konsentrasi preparasi ekstrak dan krim yaitu 1250 ppm, 2500 ppm , 3750 ppm dan 5000 ppm. Ekstrak kental temu mangga dan krim  temu mangga kemudian ditentukan nilai SPFnya menggunakan metode spektrofotometri dengan pengenceran menggunakan etanol 70 %. Kalkulasi nilai SPF menggunakan metode Mansur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nilai SPF yang dihasilkan ekstrak etanol 70 % temu mangga dengan konsentrasi 1250 ppm, 2500 ppm, 3750 ppm, dan 5000 ppm berturut- turut adalah 9,19; 19,81; 25,23; dan 35,12. Nilai SPF yang dihasilkan sediaan krim ekstrak etanol 70 % temu mangga dengan konsentrasi yang sama dengan ekstrak berturut- turut adalah 2,16; 3,54; 5,48; dan 6,81. Penurunan nilai SPF esktrak etanol 70 % temu mangga pada konsentrasi 1250 ppm, 2500 ppm, 3750 ppm dan 5000 ppm dengan nilai SPF krim ekstrak etanol 70 % temu mangga adalah 76,4 %, 82 %, 78 %, dan 80 %. Kata kunci: Ekstrak, Krim, SPF, Temu mangga, Tabir surya.
Uji Daya Antihelmintik Dekok Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Ascaris suum secara In Vitro Himawan, Vanji Budi; Endharti, Agustina Tri; Rahayu, Indriati Dwi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.443 KB)

Abstract

Askariasis merupakan salah satu infeksi cacing terbanyak yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yang merupakan nematoda patogen pada usus halus yang dapat menyebabkan malnutrisi, gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, dan obstruksi saluran pencernaan. Cacing Ascaris suum berasal dari genus yang sama seperti Ascaris lumbricoides serta memungkinkan dilakukannya model terhadap Ascaris lumbricoides penelitian dengan cara in vitro. Adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat anthelmintik konvensional, maka perlu dilakukannya evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat antihelmintik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antihelmintik dari dekok daun papaya (Carica papaya L.) terhadap cacing Ascaris suum secara in vitro  dan untuk mengetahui lethal time (LT100) dan lethal concentration (LC100) dari dekok daun pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only control group design. Subjek dari penelitian ini adalah cacing Ascaris suum yang didapat dari Rumah Potong Hewan Gadang. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok perlakuan yaitu NaCl 0,9 % sebagai kontrol negatif dan pirantel pamoat 1 % sebagai kontrol positif serta dekok daun papaya dengan konsentrasi 25 %, 50 %, dan 75 %. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan analisis probit untuk mengetahui Lethal concentration (LC100) dan Lethal time 100 (LT100) dari dekok daun papaya. Hasil uji normalitas menunjukkan distribusi normal (p > 0,05). Hasil analisis probit menunjukkan lethal concentration 100 (LC100) dekok daun papaya  adalah 72,68 % sedangkan lethal time 100 (LT100) pada konsentrasi 75 % adalah 14.17 jam. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dekok daun papaya  memiliki daya antihelmintik terhadap Ascaris suum secara in vitro. Kata Kunci : Antihelmintik, Ascaris suum, Carica papaya L, Dekok.
Pola Bakteri dan Uji Kepekaan Antibiotik pada Preterm Premature Rupture of Membranes di RSUD dr. Saiful Anwar Malang Periode 2011-2013 Ayu, Revitalia Kusumaning; Winarsih, Sri; Nooryanto, Mukhamad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.162 KB)

Abstract

Preterm premature rupture of membranes adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu pada usia kehamilan < 37 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan uji kepekaan antibiotik pada preterm premature rupture of membranes serta mengetahui keefektifan antibiotik gentamycin yang dipakai sebagai prosedur tetap penatalaksanaan preterm premature rupture of membranes di RSSA Malang hingga saat ini. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional descriptive secara retrospektif. Empat puluh empat sampel dalam penelitian ini adalah pasien preterm premature rupture of membranes dengan infeksi di IRNA III ruang Obstetri RSSA Malang, periode 2011-2013. Metode pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan temuan pola bakteri Gram positif dan Gram negatif dari hasil kultur swab serviks pasien preterm premature rupture of membranes. Bakteri terbanyak yang ditemukan adalah Staphylococcus koagulase negatif yaitu 52,27 % dan Eschericia coli yaitu 25 %. Bakteri Staphylococcus koagulase negatif paling banyak sensitif terhadap amoxycillin+clavulanic acid, fosfomycin, trimethoprim/sulfamethoxazole, dan amikacin. Bakteri Eschericia coli paling banyak sensitif terhadap amoxycillin+clavulanic acid. Pola kepekaan bakteri terhadap antibiotik tidak menunjukkan kesesuaian gentamycin sebagai terapi saat ini.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola bakteri pada preterm premature rupture of membranes di RSSA Malang periode 2011-2013 terdiri dari 11 jenis bakteri yang sebagian besar sensitif terhadap amoxycillin+clavulanic acid, sedangkan gentamycin sudah tidak memiliki tingkat kepekaan yang kuat terhadap jenis bakteri yang ditemukan pada kejadian preterm premature rupture of membranes. Kata kunci: Pola antibiotik, Pola bakteri, Preterm premature rupture of membranes.
Pemberdayaan Wamantik dengan Metode Manga Zone sebagai Salah Satu Pencegahan Kasus Demam Berdarah Dengue di Daerah Kelurahan Sawojajar Kota Malang Azhar, Nur Hidayati; Zuhriyah, Lilik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.725 KB)

Abstract

Kelurahan Sawojajar merupakan daerah dengan angka penderita DBD tertinggi di wilayah Malang. Berdasarkan data dari puskesmas setempat, penderita DBD yang dilaporkan pada tahun 2008 sejumlah  52 orang dan pada 6 bulan pertama tahun 2009 telah mencapai  41 orang. Data dari Riskesda Jawa Timur menyebutkan bahwa anak usia 5-14 tahun memiliki  prevalensi DBD yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan umur yang lain. Sekolah merupakan salah satu daerah yang tidak terpantau oleh kader jumantik. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang memberdayakan warga sekolah sebagai pemantau jentik di lingkungan sekolah, misalnya siswa yang dijadikan sebagai Wamantik (siswa pemantau jentik). Manga Zone  merupakan suatu metode yang memanfaatkan gambar Manga (kartun Jepang) baik dengan menggunakan tokoh yang sudah ada maupun dengan tokoh baru yang dibuat. Media yang digunakan adalah komik, stiker, kalender, dan leaveslet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan metode Manga Zone terhadap pemantauan jentik di lingkungan sekolah. Berdasarkan tujuannya, penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental atau eksperimen lapangan. Berdasarkan waktu pengumpulan datam penelitian ini termasuk dalam longitudinal study. Program pemberdayaan Wamantik dengan metode Manga Zone dilakukan melalui empat bagian yaitu konsolidasi dengan sekolah, sosialisasi, monitoring, dan koordinasi dengan pihak sekolah maupun dinas terkait. Media yang menjadi instrumen pelaksanaan program telah diterima dengan baik oleh siswa. Angka kepadatan jentik di sekolah mengalami fluktuasi sebelum dan sesudah pelaksanaan program ini. Tingkat pengetahuan siswa tentang DBD dan pencegahannya sebelum dan sesudah penuyuluhan mengalami peningkatan. Selain itu, pihak sekolah dan Puskesmas pun mendukung penuh pelaksanaan program pencegahan DBD dengan metode Manga ZoneKata Kunci : Demam berdarah dengue (DBD), Manga Zone, Wamantik. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue