cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Efek Perbedaan Kerapatan Media Substrat Terhadap Proses Penempelan Larva Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Raismin Kotta
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.637 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.61-70

Abstract

Usaha budidaya kerang mutiara lebih banyak terarah pada kegiatan pembesaran dan produksi mutiara, sehingga kebutuhan akan spat sebagai bahan baku utama semakin meningkat. Penelitian telah dilakukan pada bulan oktober 2017 di Laboratorium Balai Pengembangan Perikanan Pantai Sekotong Lombok Barat menggunakan metoda eksperimen.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kerapatan media kolektor yang berbeda terhadap proses penempelan yang lebih efektif pada larva tiram mutiara fase plantygrade di laboratorium. Hasil yang di peroleh pada perlakuan P2 Media substrat/kolektor kerapatan 80% sangat baik dan cukup padat yaitu sebanyak 370 ekor spat/substrat. Sedangkan penempelan spat terendah ditemukan pada perlakuan P1 Media kolektor kerapatan 50% sebanyak 217 ekor spat/substrat. Dapat disimpulkan bahwa semakin lebar kerapatan media kolektor maka semakin kecil proses penempelan larva fase plantygrade. Berdasarkan analisis statistik bahwa kerapatan 50% perlakuan P1 dan perlakuan P2 menunjukan adanyan berbeda nyata, dimana Thitung (1,561) < Ttabel (2.228) ini berarti penempelan larva menggunakan substrat/kolektor kerapatan 50% dengan 80% yang berbeda tetapi tidak berpengaruh pada penempelan larva tiram mutiara fase plantygrade. Hasil pengamatan nilai rata-rata kualitas perairan seperti; Suhu 28,9 0C, pH 7,1, Salinitas 33 ppt, dan DO 5,9  ppm. Pemberian jenis pakan alami terhadap tiram mutiara pada fase plantygrade antara lain yaitu fitoplankton jenis  Isochrysis galbana, Chaetoceros simplex dan Nannoclhoropsis sp.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Kelapa Parut Kering (Desiccated Coconut) (Studi Kasus Pada PT. Gailolo Coco Industri di Desa Luari Kecamatan Tobelo Utara) Haryati Lakamisi; Linda Umasugi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.959 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.49-52

Abstract

Kelapa merupakan salah satu penghasil bahan makanan yang sangat penting dalam kehidupan rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa 75% dari minyak nabati dan 8% dari konsumsi protein bersumber dari kelapa. Salah satu hasil dari bagian kelapa yaitu daging kelapa dapat dimanfaatkan sebagai kelapa parut kering (desiccated coconut).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan kelapa parut kering pada PT.Gailolo Coco IndustridiDesa Luari Kecamatan Tobelo Utara dengan menggunakan kriteria investasi.Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pengolahan kelapaparut kering pada PT.Gailolo Coco Industrilayak dan menguntungkan dengan nilai NPV yang positif, sebesar Rp.4,602,431,497.25; nilai Net B/C ratio sebesar 2,91; nilai IRR sebesar 68% atau lebih besar dari suku bunga bank yang berlaku saat ini yaitu 9%; serta nilai  PBP yaitu 7 Bulan 15 Hari.
Sebaran Parameter Klorofil-a di Perairan Pulau Ternate Hubungnya dengan Hasil Tangakapn Ikan Pelagis Kecil Armain Naim; Muzakir Hi. Sultan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.238 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.322-325

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Mei sampai Juli 2019 bertempat di perairan pulau Ternate, dengan tujuan untuk mengkaji sebaran konsentrasi klorofil-a dan hubungannya dengan hasil tangkapan ikan pelagis kecil di perairan Pulau Ternate. Pengguanaan metode eksperimtal fishing, dengan data hasil penelitian di analisis menggunakan analisis SIG dan analisis statistik.  Hasil penelitian di dapat bahwa konsentrasi klorofil-a memberikan respon terhadap kehadiran ikan pelagis kecil di daerah Perairan Pulau Ternate  dengan nilai rata-rata selama penelitian berkisar antara 0.21 - 0.26 mg/m3, dimana konsentrasi klorofil-a memiliki hubungan yang nyata dengan koefisien korelasi sebesar 0.84.
Analisis Pertumbuhan Diameter Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) Hasil Penanaman KBR di Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Sabaria Niapele
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.549 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.258-265

Abstract

Kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR)  merupakan sebuah gerakan moral yang bertujuan untuk memperbaiki laju kerusakan hutan dan untuk mengurangi lahan kritis yang ada di negara Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Halmahera Barat pada khususnya. Penanaman pohon yang dilakukan di Kabupeten Halmahera Barat, tersebar kedalam sembilan kecamatan, sehingga tingkat pertumbuhan tanaman diduga terdapat perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain atau dari satu lokasi dengan lokasi yang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui  MAI dari tempat pengukuran yang berbeda, menguji MAI dari masing – masing tempat yang berbeda, menguji MAI pada tahun tanam yang berbeda, menganalisa pertumbuhan optimum tanaman Jabon dari tempat pengukuran yang berbeda. Pengambilan Sampel dilakukan dengan metode Individual dengan sistim random, karena lokasi KBR terletak tidak mengelompok dalam satu luasan hektar, akan tetapi tersebarnya lokasi penanaman  sesuai dengan lokasi atau lahan yang dimiliki oleh masarakat (kelompok tani). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 9 perlakuan yang terdiri dari 9 desa yaitu : desa Porniti, Bobanehena, Hoku-hoku Kie, Tacim, Balisoan, Ngaon, Ake Jailolo, Akelamo Kao dan Bobaneigo. Masing-masing perlakuan diambil ulangan sebanyak 50 sampel tanaman jabon. Data yang diperoleh dari pengukuran di lapangan dianalisis dengan menggunakan analisis varians bentuk Rancangan Acak Lengkap, selanjutnya dilakukan uji LSD dan uji Kontras. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Riap tahunan rata-rata diameter setinggi dada diperoleh hasil sebagai berikut (dalam cm/tahun) : lokasi desa Hoku-Hoku Kie = 7,31cm, desa Ngaon = 6,57cm, desa Bobaneigo = 5,52cm, desa Balisoan = 5,99cm, desa Bobanehena = 4,72cm, desa Akelamo Kao = 5,08cm desa Ake Jailolo= 4,32cm, desa Porniti = 4,89cm, desa Tacim = 4,54cm. Hasil analisis varians dengan tingkat kepercayaan 5 % maka terdapat perbedaan MAI diameter pada Sembilan lokasi. Hasil uji kontras pada taraf uji 5 % menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara MAI diameter pada tahun tanam, dan terdapat satu lokasi satu lokasi  MAI diameter yang terbaik yaitu  desa Hoku-Hoku Kie dengan umur tanam 2 tahun dimana, faktor eksternal pada lokasi tersebut sangat mendukung untuk perkembangan tanaman jabon seperti dekat sumber air, mendapat cahaya matahari yang cukup dan kondosi tanah yang gembur dan keadaan suhu yang stabil
Analisis Fitokimia dan Toksisitas serta Aktivitas Antioksidan Beberapa Jenis Teripang di Desa Kakara, Halmahera Utara Febrina Olivia Akerina; Janer Sangaji
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.277 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.188-196

Abstract

Teripang merupakan salah satu komoditas perairan yang memiliki nilai ekonomis penting, yang diketahui memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai nutrasetika. Potensi teripang di Desa Kakara belum dieksplorasi senyawa bioaktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa biokimia dan menguji toksisitas ekstrak, serta mengetahui kandungan antioksidannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak metanol tiga jenis teripang yang berbeda masing-masing Holothuria atra, Stichopus horrens, dan Holothuria hilla mengandung senyawa bioaktif dari golongan Flavonoid dan Saponin. Hasil analisis Brine Shrimp Lethal Toxicity (BSLT) menunjukkan nilai A 629, 19 ppm, B 739,86 ppm , C 681,78 ppm metanol ketiga jenis teripang uji masuk dalam kategori toksik. Analisis antioksidan menunjukkan hasil A 562, 59 ppm, B 968,78 ppm, ekstrak metanol teripang dikategorikan tidak memiliki aktivitas antioksidan.
Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Dengan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut (Eucheuma cattonii) di Perairan Desa Batuboy Kecamatan Namlea Samsia Umasugi; Abdussabar Polanunu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.143 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.291-298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh pemberian pupuk cair dengan konsentrasi yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cattonii). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2015, yang berlokasi di perairan Desa Batuboy Kecamatan Namlea Kabupaten Buru. Dari hasil analisis laju pertumbuhan rumput laut baik dari laju pertumbuhan mingguan, laju pertumbuhan spesifik maupun laju pertumbuhan mutlak sangat berpengaruh nyata dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B (dosis 300 cc) dengan lama perendaman 6 jam dengan nilai pertumbuhan pada akhir penelitian yaitu pertumbuhan mingguan sebesar 576,222 gram, pertumbuhan mutlak sebesar 546,222 gram dan pertumbuhan spesifik sebesar 7,767 %.
Pemanfaatan Bahan Pangan Kaya Kalsium (Ca) Sebagai Sumber Fortivikan pada Olahan Ikan Tuna Kering Kayu Kaleng Ibnu Wahab Laitupa
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1578.383 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.228-231

Abstract

Maluku Utara memiliki potensi perikanan cukup tinggi dan telah mengalami geliat usaha pengolahan ikan dengan banyaknya home Industri. Geliat perkembangan ini tentu harus memperhatikan kualitas gizi produk, termasuk produk olahan ikan kering kayu kaleng yang sedang dikembangkan oleh prodi THP-UMMU. Salah satu jenis gizi yang dapat ditingkatkan kandungannya adalah kalsium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang maupun penguatan tulang. Peningkatan kandungan kalsium dapat dilakukan dengan fortivikasi bahan pangan kaya kalsium. Penelitian ini dilakukan dengan fortivikasi sebanyak tiga perlakuan yaitu (1) fortivikasi tepung ikan teri dan (2) tepung tulang ikan tuna masing-masing sebanyak 2 % dari total bahan baku ikan tuna yang digunakan, dan (3) tanpa fortivikasi tepung atau kontrol (0%). Selanjutnya dilakukan analisis kandungan kalsium untuk mengetahui pengaruh fortivikasi tepung ikan teri dan tepung tulang ikan tuna terhadap nilai kalsium ikan tuna kering kayu dan mendapatkan jenis tepung terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortivikasi tepung tulang ikan tuna berpengaruh paling tinggi terhadap kandungan kalsium olahan ikan tuna kering kayu kaleng yaitu 792,9 mg per 180 gram. Fortivikasi menggunakan tepung ikan teri berpengaruh terhadap peningkatan kalsium produk yaitu 83,34 mg per 180 gram berat produk. Sedangkan sampel kontrol menunjukkan kandungan kalsium 21,6 mg per 180 mg berat produk.
Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Teripang Pasir (Holothuria scabra) di Perairan Suli, Maluku Tengah, Maluku Gratia Dolores Manuputty
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.567 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.174-181

Abstract

Pemanfaatan teripang pasir yang berlebih tidak terlepas dari tingginya nilai ekonomi, sehingga berpengaruh terhadap aspek biologinya, termasuk semakin kecilnya ukuran tangkap. Ketersediaan data panjang-berat dan faktor kondisi dapat menjadi informasi penting untuk pengelolaan sumberdaya teripang di kemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan panjang-berat dan faktor kondisi teripang pasir Holothuria scabra di perairan Suli. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2018, di perairan Suli, Maluku Tengah. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari dengan metode random sampling, dan dibatasi pada perairan intertidal. Pola pertumbuhan teripang bersifat alometrik negatif (b=1,662), dengan nilai korelasi sebesar 84,02% dimana pertambahan panjang teripang pasir di perairan Suli berpengaruh nyata terhadap pertambahan beratnya (Sig. F < 0,01). Rerata nilai faktor kondisi relatif 1,024±0,23 (W>Ws), dengan nilai faktor kondisi di bawah 100 (81,71), yang berarti bahwa perairan mendukung pertumbuhan teripang pasir, namun diduga ketersediaan makanan tidak mencukupi dan kepadatan predator tinggi.
Pertumbuhan dan produksi kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) pada berbagai jarak tanam dan dosis bokashi kotoran sapi Wa Ode Anti
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.777 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.105-115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji pengaruh interaksi antara pemberian jarak tanam dan dosis bokashi kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Selain itu untuk mengkaji pengaruh jarak tanam dan dosis bokashi kotoran sapi secara mandiri yang memberikan pertumbuhan dan produksi kacang hijau terbaik. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara, berada pada ketinggian 70 meter di atas permukaan laut.  Penelitian ini berlangsung selama empat bulan yaitu mulai bulan Nopember 2017 sampai dengan bulan Maret 2018. Penelitan ini disusun berdasarkan Rancangam Acak Kelompok  (RAK) dengan pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor.  Faktor pertama adalah jarak tanam (J) yang terdiri atas empat level yaitu jarak tanam 30x20 cm (J1), jarak tanam   30x30  cm (J2), dan jarak tanam 40x30 cm (J3). Faktor ke dua adalah dosis bokashi kotoran sapi (B) yang terdiri atas tiga level perlakuan yaitu tanpa bokashi kotoran sapi (B0), bokashi kotoran sapi dengan dosis 5 ton ha-1 (B1), dan bokashi kotoran sapi dengan dosis 10 ton ha-1 (B2).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa interkasi antara jarak tanam dan dosis bokashi kotoran sapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah polong yang terbentuk, berat 1000 biji kering dan produksi. Perlakuan jarak tanam 30x40 cm (J3) dan dosis bokashi kotoran sapi 10 ton ha-1  (B2) secara mandiri berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong yang terbentuk, berat 1000 biji kering dan produksi. Perlakuan jarak tanam 30 x 40 cm (J3) dan dosis bokashi kotoran sapi 10 ton ha-1  (B2) memberikan pertumbuhan dan produksi  kacang hijau  yang terbaik dengan rata-rata produksi biji kering  masing masing  mencapai  2,65 ton  ha-1 dan 3,52 ton  ha-1.
Tingkat Kerusakan Batang Akibat Serangan Hama Pada Tegakan Jati Martini Wali; Edy Said Ningkeula
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.056 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.272-278

Abstract

Jati (Tectona grandis Linn) merupakan salah satu kayu komersil bermutu tinggi dan termasuk salah satu jenis tanaman hutan andalan yang banyak dikembangkan. Penanaman jati di kabupaten buru di mulai pada tahun 2006 dalam bentuk monokultur. Bentuk hutan tanaman yang homogen menyebabkan tanaman jati rentan terhadap serangan hama di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persentase tingkat kerusakan batang serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jati di desa Lamahang. Pengamatan dilakukan pada 4 petak contoh dengan ukuran masing-masing plot yaitu 20 m x 50 m (0.1 Ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang menyerang batang jati adalah rayap genus Nasutitermes sp. Rata-rata persentase serangan rayap termasuk dalam kategori sedang (23.85%) sedangkan persentase tingkat kerusakan batang rata-rata termasuk dalam kategori ringan (10.05%).