cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kota Parepre Abdul Rahman; Andi Adam Malik; Sahabuddin Toaha
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.446 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.182-187

Abstract

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu daerah dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Nilai PDRB suatu wilayah dapat memberikan informasi tingkat pertumbuhan ekonomi maupun tingkat kemakmuran masyarakat terhadap wilayah tersebut. Semakin tinggi PDRB suatu wilayah maka dapat dikatakan bahwa pertumbuhan ekonominya juga tinggi atau tingkat kemakmuran masyarakatnya juga baik.
Pemanfaatan Silase Kulit Pisang (Musa pariciae) Untuk Peningkatan Produktivitas Kambing Kacang (Capra hircus): Studi Kasus di Desa Golo Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat Hasriani Ishak; Nursjafani Nursjafani; Sri Lestari
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.7 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.279-283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pemberian silase kulit pisang terhadap produktifitas ternak kambing yang meliputi pertambahan berat badan, konsumsi dan konversi ransum. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor ternak Kambing yang berumur antar 4 sampai 6 bulan,dengan berat berkisar antara 10 kg. Pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hijauan dan silase kulit pisang serta ampas tahu sebagai konsentrat. Perlakuan yang digunakan yaitu R1 =  100% hijauan + Konsentrat, R2 = 75% hijauan + 25% silase + Konsentrat, R3 = 50% hijauan + 50% silase + Konsentrat, R4 = 25% hijauan + 75% silase + Konsentrat. Variabel yang diamati meliputi konsumsi, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum kambing kacang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Pemberian silase kulit pisang (Musa pariciae) sampai dengan 75% tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi  ransum kambing kacang.
Kandungan Gizi Bulu Babi (Echinoidea) Anita Padang; Nurlina Nurlina; Tahir Tuasikal; Rochman Subiyanto
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.102 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.220-227

Abstract

Bulu babi (Echinoidea) merupakan kelompok hewan lunak bercangkang, tidak memiliki tulang belakang dan termasuk  dalam filum Echinodermata. Tubuhnya berbentuk seperti bola dengan cangkang yang keras berkapur dan dipenuhi dengan duri-duri. Bagian tubuh bulu babi yang biasa dimanfaatkan untuk dimakan adalah gonad atau telurnya. Gonad bulu babi merupakan makanan laut  yang bergizi. Perairan Tanjung Metiella merupakan perairan yang produktif serta kaya akan sumberdaya laut salah satunya bulu babi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan gizi bulu babi di perairan Tanjung Metiella. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu : 1) Koleksi sampel bulu babi di perairan Tanjung Metiella, 2) Uji kandungan gizi di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Ambon. Hasil analisa  diperoleh kandungan gizi bulu babi jenis Diadema setosum yaitu kadar air 77,56%, kadar abu 2,54%, kadar lemak 2,36%, kadar protein 14,57% dan kadar karbohidrat 3,17% sedangkan bulu babi jenis Echinotrix calamaris yaitu kadar air 79,41%, kadar abu 2,42%, kadar lemak 2,68%, kadar protein 14,07% dan kadar karbohidrat 6,14%. Parameter lingkungan yang terukur selama pengambilan sampel yaitu suhu 28-30°C, salinitas 31-32‰, pH 6-7, kecerahan 100% dan kedalaman perairan 1 m.
Pemetaan Kawasan Sentra Produksi bagi UMKM di Kota Ternate Linda Umasugi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.038 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.43-48

Abstract

Suatu wilayah/kawasan yang sukses dalam industrinya adalah yang mampu menciptakan dan mengembangkan faktor creation yang dibutuhkan sesui dengan potensinya, dan wilayah itu akan memiliki keunggulan daya saing dalam menciptakan faktor-faktor produksi yang terspesialisasi (specialized factor) dan sangat tergantung pada: (a) Kondisi permintaan lokal, (b) Keberadaan industri dan pendukung industri terkait, (c) Tujuan perusahaan dan karakteristik persaingan, Oleh karena itu Pemetaan Kawasan Sentra Produksi (P-KSP) merupakan salah satu bentuk pemetaan sentra produksi untuk sektor strategis yang diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan nilai tambah yang diikuti peningkatan produksi pada sentra-sentra produksi dari sub sektor pertanian tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor kehutanan, subsektor perikanan dan subsektor peternakan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang relevan. Tujuan pada penelitian ini adalah Mengidentifikasi komoditas unggulan dari setiap sub sektor untuk dikembangkan menjadi suatu Kawasan sentra produksi, Mengidentifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk dikembangkan menjadi sentra-sentra produksi, Melakukan pemetaan kawasan sentra produksi yang bermanfaat untuk pengembangan UKM di Provinsi Maluku Utara sebagai kegiatan usaha untuk peningkatan nilai tambah produk primer yang dihasilkan, Menganalisis daya dukung sumberdaya dalam pengembangan UMKM di Provinsi Maluku Utara, dan Menganalisis Strategi Pengembangan UMKM dengan mempertimbangkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Size Distribution and Length-Weight Relationship of Red Snapper (Lutjanus malabaricus) in Pinrang Waters Regency of Pinrang Nuraeni L Rapi; Mesalina Tri Hidayani; Djumanto Djumanto; Murwantoko Murwantoko
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.921 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.317-321

Abstract

Fisheries activities red snapper in Pinrang waters is considered to be a small scale and caught with that variety of types instrument catch fish (multi gears) one of them is bubu fishing gear. Now, the level of the utilization of red snapper is believed to have been experience symptoms of over fishing due to the high pressure in the area. The study aims to analyze the size structure and length-weight correlation of red snapper (Lutjanus sp). The study was conducted during 5 months of period, starting from March to July 2019 in Pinrang waters, Pinrang District. The sample of the fish obtained by fishermen using ‘Bubu’ fishing gear. The results showed that the total length structure of males and females of the red snapper was ranging from 32 - 57 cm, while the weight structure of males and females of the red snapper had a wide range from 500 to 2500 grams. The total sample of the red snapper is 163 divided into 68 males and 95 females. The growth pattern of red snapper can be categorized in a negative allometric type with a value of b = 2.3328 which means that the length increased faster than the weight gain.
Parameter Populasi Beberapa Spesies Ikan Karang Di Perairan Kecamatan Seram Timur Abdul Gafur RUMAGIA; Jacobus W. Mosse; Ong T. S. Ongkers
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1942.188 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.360-368

Abstract

Kecamatan Seram Timur Kabupaten Seram Bagian Timur cukup terkenal dengan hasil perikanan tangkap dan salah satunya adalah ikan karang. Penelitian tentang parameter populasi dari ikan karang di Indonesia masing tergolong sedikit sehingga penulis memandang perlu untuk melakukan penelitian ini guna menambah kajian ilmu tentang parameter populasi ikan karang di Indonesia dan di Kabupaten Seram Bagian Timur secara khusus. Pengambilan sampel di Perairan Kecamatan Seram Timur dilakukan selama 8 bulan, sebanyak 622 ekor ikan sampel. Parameter yang dianalisis adalah pola pertumbuhan, parameter pertumbuhan (Lt, L¥, K dan t0), estimasi laju mortalitas (M, F dan Z) dan laju eksploitasi (E). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran frekuensi panjang dari semua jenis ikan berada pada satu kelompok ukuran panjang, dengan pola pertumbuhan pada semua jenis ikan karang adalah alometrik negative. Nilai L¥ berkisar antara 314.74 mm sampai 460.00 mm dengan nilai koefisien pertumbuhan (K) berkisar antara 0.42 sampai 1.10 per tahun dimana umut t0 berkisar antara – 0.0735 sampai – 0.2530. Laju mortaltas akibat penangkapan (F) pada umumnya lebih rendah dari laju mortalitas alami (M) kecuali pada jenis Lutjanus lentjan yang menyebabkan rata-rata laju ekploitasi (E) masih dibawah 50% sehingga dapat dikatan bahwa ikan-ikan karang diperairan kecamatan Seram Timur masih berada pada kondisi under exploitation
Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Pada Hutan Tanaman Jati (Tectona grandis L.f.) Di Desa Lamorende Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Wa Ode Ernawati Marfi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.559 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.71-82

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi spesies tanaman rendah yang ditemukan di perkebunan jati di Desa Lamorende, Kecamatan Tongkuno, ditemukan 15 spesies dan 10 famili termasuk Rumput Signal (Brachiaria decumbens), Jukut Pahit (Paspalum conjugatum Berg), Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.) famili Poaceae (Gramineae), Jarong (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl.) famili Verbenaceae, Harendong (Melastoma affine D. Don) famili Melastomaceae, Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) RM King & H. Robinson) famili Asteraceae (Compositae), Tembelekan (Lantana kamara Linn.), Hiptis (Hyptis capitata Jacq.) famili Lamiaceae (Labiatae), Kopi (Coffea arabica) famili Rubiaceae, Paku Harupat Nephrolepis Schott.) famili Oleandraceae, Christella parasitica (L.) Lev famili Thelypteridaceae, Paku Hata (Lygodium circinatum (Burm.) Sw.) famili Schizaeaceae, Putri Malu (Mimosa pud Ica), Gamal (Gliricidia sepium), dan Sentro (Centrosema pubescens Benth.) famili Fabaceae). Tingkat penguasaan (dominasi) spesies tanaman yang lebih rendah pada tegakan jati adalah rendah, sedangkan nilai total indeks keanekaragaman spesies (H') dari tanaman yang lebih rendah di tegakan jati adalah 1,23. Ini menunjukkan bahwa komunitas tumbuhan bawah di lokasi penelitian memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang cukup berlimpah.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea Mayz L.) DI DESA BATU BOY KEC. NAMLEA KAB. BURU Said AR. Assagaf
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.273 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.72-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberian Pupuk NPK Mutiara berbagai takaran pada Pertumbuhan Jagung ( Zea Mayz. L). Penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) satu faktor, dosis NPK Mutira yang terdiri dari 6 taraf perlakuan, yaitu P0 =  Kontrol (tanpa perlakuan), P1 =100 Kg/ha setara 60 g/petak, P2 = 150 Kg/ha setara 90 g/petak, P3 = 200 Kg/ha setara 120 g/petak, P4 = 250 Kg/ha setara 150 g/petak, P5 = 300 Kg/ha setara 180 g/petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian NPK Mutiara 180 gram/petak memberikan nilai rata-rata tertinggi pada pengamatan tanaman tinggi tanaman 192,72 cm jumlah daun 15,65 helai panjang tongkol tanpa klobot 17,16 cm diameter tongkol tanpa klobot 3,46 cm bobot 100 biji 33,42 gram serta produksi biji kering 6,03 (ton/ha).
Keanekaragaman Fungi Ektomikoriza di Hutan Pinus merkusii Desa Matarawa Kecamatan Watopute Kabupaten Muna Wa Ode Ernawati Marfi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.268 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.116-123

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai indeks keanekaragaman jenis-jenis fungi ektomikoriza di bawah tegakan Pinus merkusii di Desa Matarawa. Penelitian ini menggunakan metode survei yaitu secara sensus. Fungi ektomikoriza yang ditemukan di lokasi I yaitu Inocybe sp. 1, Inocybe sp. 2, Inocybe sp. 3, Inocybe sp. 4, dan Russula sp. 1. Fungi ektomikoriza yang hanya dapat ditemukan di Desa Matarawa lokasi II yaitu Inocybe sp. 5, Russula sp. 2 dan Amanita sp. 1. Fungi ektomikoriza yang hanya dapat ditemukan di Desa Matarawa lokasi III yaitu Amanita sp.2. Terdapat perbedaan nilai indeks keanekaragaman di ketiga lokasi penelitian, lokasi I yaitu 1,209, lokasi II yaitu 0,765, sedangkan nilai 0,00 berasal dari lokasi III. Nilai yang ada menunjukkan nilai yang rendah dan sangat rendah.
PENGARUH SISTEM JARAK TANAM DAN PEMBERIAN EM-4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Carpsicumfrutescens L.) Said AR. Assagaf
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017): Edisi Perdana Publikasi Online
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.453 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.65-79

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Jaya, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, berlangsung dari bulan Nopember 2016 sampai Februari 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam  dan EM-4 terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai rawit (capsicum frutescens). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Adapun faktor pertama adalah Jarak Tanam (J) terdiri dari 3 taraf, yaitu J1 (40 cm x 60 cm), J2 (50 cm x 60 cm), J3 (60 cm x 60 cm) . Faktor kedua adalah EM-4 (E) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu E0 (Kontrol), E1 (150 L/ha) dan E2 (300 L/ha), diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kombinasi perlakuan jarak tanam 60 cm x 60 cm  dan  EM-4 konsentrasi 300 L/ha  (J3E2) lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya, ini dapat dilihat pada produksi berat buah per petak yaitu 6,64 kg.