cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Dampak pemanasan global terhadap ekosistem pesisir dan lautan Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.30-37

Abstract

Fenomena   pemanasan   global   dan   menipisnya   lapisan   Ozon   akibat peningkatan  emisi  gas  rumah  kaca  secara  berlebihan  di  atmosfer  melalui penggunaan  bahan  bakar  fosil,  deforestasi  dan  aktivitas  manusia  lainnya, telah  berdampak  negatif  bagi  keberlanjutan  ekosistem  pesisir  dan  lautan, diantaranya;  (i)  komunitas  terumbu  karang  mengalami  pemutihan  (coral bleaching)    sehingga    menurunkan    produksi    perikanan    karang    (ii) meningkatnya   radiasi   ultraviolet-B  yang   masuk  ke   perairan   sehingga menghambat  proses  fotosintesis  dan  pertumbuhan  fitoplankton  sebagai produsen   primer   dan   penyerap   CO2    terbesar   di   perairan   laut,   (iii) terancamnya  hewan  laut  dari  kepunahan  akibat  meningkatnya  suhu  dan penurunan salinitas  perairan  laut,  dan  (iv)  naiknya permukaan laut  akibat mencairnya es di kawasan kutub bumi dapat merendam kawasan pesisir dan menenggelamkan   pulau-pulau   kecil.   Semuanya   berpotensi   mengancam keberlangsungan eksositem pesisir dan lautan sebagai penyangga kehidupan manusia.   Untuk   itu   upaya   menekan   laju   pemanasan   global   dengan mengurangi  penggunaan  bahan  bakar  fosil  dan  mengurangi  tingginya tingkat  deforestasi  serta  minimalisasi  aktivitas  lainnya  yang  menghasilkan emisi  gas  rumah  kaca  secara  berlebihan  merupakan  tindakan  nyata  yang harus segera dilakukan sebelum semuanya terlambat.
Analisis finansial dan strategi pengembangan usaha kecil menengah (UKM) kacang vernis Haryati Lakamisi; Rukiaty Usman
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.57-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan usaha kacang vernis melalui tahapan analisis kelayakan finansial dan analisis SWOT. Analisis data diolah dalam bentuk ditabulasi, kemudian dianalisis secara matematis dengan merujuk pada aspek-aspek perhitungan analisis kelayakan finansial, yaitu Break Event Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PBP), Internal Rate of Return (IRR), B/C Rasio dan Analisis SWOT. Dari hasil analisis kelayakan finansial UKM kacang vernis “M. Nasir” menunjukkan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan karena memberikan nilai NPV yang positif, yaitu sebesar Rp 167.396.449, nilai IRR sebesar 178%, atau lebih besar dari bunga bank yang berlaku yaitu 9%, nilai Net B/C Ratio yaitu sebesar 6,98, nilai BEP sebesar 2.612,544 bungkus dan nilai PBP sebesar 1,1 tahun. Dari hasil analisis biaya, pendapatan, dan keuntungan diketahui bahwa usaha kacang vernis mengeluarkan biaya sebesar Rp 57.475.967 per tahun yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 2.439.167 dan biaya variabel sebesar Rp 55.036.800. Pendapatan yang diperoleh produsen dari usaha kacang vernis adalah sebesar Rp 107.712.000 per tahun. Laba atau keuntungan yang diperoleh produsen adalah sebesar Rp 50.236.033 per tahun. Dari hasil analisis SWOT diperoleh skor faktor internal sebesar 3,2 dan faktor eksternal sebesar 3,16 sehingga strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi stabilitas.
Aspek reproduksi ikan blodok (B. boddarti) di perairan Kabupaten Merauke Sunarni Sunarni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.8-12

Abstract

Penurunan populasi diakibatkan oleh aktivitas manusia maupun yang diakibatkan oleh perubahan kualitas lingkungan perairan, sehingga dapat mengakibatkan keseimbangan ekologis terganggu dan kemampuan pertumbuhan serta reproduksi ikan Blodok (Boleophthalmus boddarti) menjadi terhambat. Sebagai penelitian pendahuluan penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang aspek reproduksi ikan Blodok (Boleophthalmus boddarti) meliputi nisbah kelamin, ukuran pertama kali matang gonad dan tingkat kematangan gonad. Berdasarkan uji chi-square pada tiga Stasiun nisbah kelamin antara ikan jantan dan ikan betina yang tertangkap selama penelitian adalah sama, yakni 1:1 yang berarti bahwa jumlah ikan jantan dan ikan betina tidak berbeda nyata. Pada Stasiun II ukuran pertama kali matang gonad paling kecil dibandingkan dengan stasiun I dan III, yakni pada ikan Blodok jantan memiliki ukuran pertama kali matang gonad pada ukuran panjang total 123,29 mm dan pada ikan betina pada ukuran 115,83 mm. Persentase terbesar terhadap pengamatan tingkat kematangan gonad pada ikan betina diperoleh bahwa puncak pemijahan ikan Blodok betina terjadi pada bulan Maret.
Pemeliharaan teripang pasir (Holothuria scabra) di kurungan tancap Anita Padang; Erika Lukman; Madehusen Sangadji; Rochman Subiyanto
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.11-18

Abstract

Budidaya perikanan adalah usaha pemeliharaan dan pengembangbiakan ikan atau organisme air lainnya di darat maupun di laut. Budidaya teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu kegiatan budidaya perikanan guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Kegiatan budidaya  teripang pasir dapat dilakukan di alam, yaitu di kurungan tancap atau pen-culture, sehingga dapat memanfaatkan pakan diatom bentik yang tersedia secara alami. Diatom bentik dapat dirangsang pertumbuhannya dengan pemberian kotoran ayam dan daun lamun Enhalus acroides. Penelitian ini bertujuan mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelulusan hidup teripang pasir yang dipelihara di kurungan tancap. Penelitian dilakukan pada perairan pantai Desa Hunut pada bulan April-September 2015. Hasil penelitian mendapatkan laju pertumbuhan teripang pasir sebesar 0,14% dengan tingkat kelulusan hidup sebesar 92,86%. Parameter lingkungan meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrit, amoniak dan fosfat mendukung pertumbuhan teripang pasir, sedangkan nitrat termasuk rendah sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan diatom bentik sebagai makanan teripang pasir.
Pengaruh konsentrasi asam asetat terhadap karakteristik fisiokimia tepung ikan dari daging merah ikan tuna Dian Fadila Sahril; Vanessa N J Lekahena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.69-76

Abstract

Daging merah ikan tuna adalah lapisan daging ikan yang berpigmen kemerahan yang mengandung mioglobin dan hemoglobin yang merupakan senyawa bersifat peroksidan, sehingga menyebabkan mudahnya terjadi ketengikan pada produk itu sendiri dan untuk itu perlu dilakukan prores pengolahan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis dan daya awetnya. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam asetat sebagai media perebusan terhadap karakteristik fisikokimia tepung ikan dari daging merah ikan tuna untuk menentukan konsentrasi optimum asam asetat dalam pembuatan tepung ikan dari daging merah ikan tuna. Manfaatnya adalah memimalkan limbah hasil sampingan pengolahan tuna loin dalam bentuk diversifikasi produk olahan berupa pembuatan tepung ikan dari daging merah ikan tuna dengan menggunakan variasi konsentrasi asam asetat untuk meningkatkan nilai ekonomis limbah dan menghasilkan produk dengan daya awet yang lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebusan daging merah ikan tuna menggunakan larutan asam asetat pada konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap derajat keasaman (pH), kadar air, protein dan lemak serta derajat putih tepung ikan yang dihasilkan akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu. Daging merah ikan madidihang dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan tepung ikan dan dapat di simpan dalam waktu yang lama karena memenuhi syarat sebagai bahan baku kering dari karakteristik, fisik (derajat putih), kimia (proksimat), dan mikrobiologi (ALT).
Analisis tingkat pendapatan pedagang sayuran buah keliling di Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Susanti Sylfia Sairdama
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.81-89

Abstract

Penyaluran   barang-barang   dari   pihak   produsen   ke   konsumen   sangat membutuhkan  jasa  perantara,  yang  biasanya  dikenal  dengan  pedagang perantara/keliling.   Pedagang   perantara/keliling   ini   menerima   barang langsung dari produsen dan menjual barangnya secara (door to door) dari rumah   kerumah.   Banyak   persoalan   yang   dihadapi   oleh   pedagang perantara/keliling  baik  yang  berhubungan  langsung  dengan  pemasaran hasil-hasil pertanian maupun yang dihadapi dalam kehidupan sehari-sehari. Namun  demikian  dari  segi  ekonomi  pertanian  berhasil  tidaknya  pedagang dan  tingkat  harga  yang  diterima  pedagang  untuk  hasil  pendapatannya merupakan   faktor   yang   sangat   mempengaruhi   kehidupan   pedagang.  Penelitian bertujuan  untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diterima oleh pedagang sayuran buah keliling dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayuran buah keliling.  Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata  total  tingkat  pendapatan  yang  diterima  dari  kelima  komoditi sayuran buah yaitu kacang panjang, buncis, terong, tomat dan ketimun per satu   bulan   penjualan   tergolong   tinggi   yaitu   sebesar   Rp.   2.492.880,- tingginya tingkat pendapatan ini karena lebih besar dari dari biaya produksi yang  ditunjukkan  oleh  rata-rata  nilai  R/C  lebih  dari  satu,  yakni  2,05.   Sedangakan  berdasarkan  hasil  analisis  regresi  faktor  umur  dan  faktor tingkat  pendidikan  mempunyai  hubungan  yang  negatif  dengan  tingkat pendapatan.  Faktor jumlah beban tanggungan mempunyai hubungan yang positif  dengan  tingkat  pendapatan.    Artinya  jika  adanya  penambahan  1 (satu)  unit  jumlah  beban  tanggungan  maka  akan  mengakibatkan  kenaikan tingkat pendapatan sebesar 1 (satu) rupiah dengan asumsi cateris paribus.
Nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur (Anodontia edentula, Linnaeus 1758) di pesisir Pulau Buton, Kecamatan Wakorumba Kabupaten Muna Rochmady Rochmady; Abdul Rakhfid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.454 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.1-9

Abstract

Penelitian dilakukan di pesisir Pulau Buton Kecamatan Wakorumba Kabupaten Muna dengan tujuan untuk menganalisis nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur. Data nisbah kelamin dianalisis menggunakan Metode Chi-square (X2) dan ukuran pertama matang gonad dianalisis menggunakan Metode Spearmen-Karber (Udupa, 1986). Nisbah kelamin kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 berdasarkan waktu pengambilan sampel berada pada proporsi seimbang (nilai X2 19,6447>4,3027), sementara menurut stasiun pengamatan (plot) berada pada proporsi yang tidak seimbang dimana jenis jantan lebih banyak dibanding jenis betina (nilai X2 0,7185>4,3027). Ukuran pertama matang gonad kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 jenis kelamin jantan memiliki rata-rata panjang cangkang sebesar 38,60 mm (38,14-39,06 mm), sementara jenis kelamin betina mencapai rata-rata panjang cangkang sebesar 34,14 mm (33,56-34,73 mm). Kerang lumpur di pesisir Pulau Buton, ukuran pertama matang gonad sebenarnya untuk jenis kelamin jantan sebesar 39,7 mm dan jenis kelamin betina sebesar 38,0 mm.
Analisis daya saing ekspor cengkeh Indonesia di kawasan ASEAN dan Dunia Yonette Maya Tupamahu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.27-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis trend ekspor cengkeh Indonesia pada tahun 2015-2018, menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif ekspor cengkeh Indonesia, Malaysia dan Singapura di pasar internasional. Data penelitian dari tahun 1980-2012, yaitu nilai ekspor cengkeh Indonesia, nilai ekspor cengkeh negara ASEAN lainnya: Malaysia dan Singapura, nilai ekspor cengkeh di dunia, nilai ekspor total Indonesia, nilai ekspor total dari 2 negara ASEAN, dan nilai ekspor total di tingkat dunia. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis trend ekspor, analisis Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil analisis menunjukkan ekspor cengkeh Indonesia meningkat pada tahun 2015-2018, masing-masing sebesar 10606,86 ton, 10943,20 ton, 11279,54 ton, dan 11615,88 ton dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,08% per tahun. Daya saing Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang rendah ditingkat dunia dengan nilai indeks RSCA sebesar 0,22 serta memiliki keunggulan kompetitif dengan ISP sebesar 0,46. Malaysia memiliki keunggulan komparatif yang rendah pasar dunia dimana nilai indeks RSCA sebesar -0,25. Keunggulan kompetitif Malaysia juga rendah dimana ISP sebesar -0,45. Sedangkan Singapura memiliki keunggulan komparatif yang tinggi dibandingkan Indonesia dan Malaysia, dimana rata-rata indeks RSCA sebesar 0,96. Namun Singapura memiliki keunggulan kompetitif yang rendah ditunjukkan nilai ISP sebesar -0,09, menunjukkan bahwa Singapura sebagai pengimpor komoditi cengkeh.
Strategi pemasaran telur ayam di UD Satwa Tani Kota Ternate Haryati Lakamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.38-44

Abstract

Analisis lingkungan internal mencakup kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakness) produk bersumber dari penilaian internal perusahaan dan untuk lebih valid juga perlu ada penilaian oleh pihak konsumen. Konsumen  dapat menilai  kelebihan  dan  kekurangan  4P  (Produk,  promotion,  place,  price) secara    netral.    Tujuan    penelitian    ini    adalah    :    1)    Mengatahui tanggapan/respon  masyarakat  terhadap  produk  telur  ayam;  2)  mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang perusahaan dalam memasarkan telur  ayam;  dan  3)  merumuskan  strategi  pemasaran  yang  diterapkan  oleh perusahaan  untuk  memasarkan  produk  telur  ayam.  Metode  analisis  yang digunakan  adalah  anaisis  deskriptif,  analisis  kuantitaif  yang  meliputi:  1) Matrik  Faktor  Strategi  Eksternal;  2)  Matrik  Faktor  Strategi  Internal, Analisis SWOT(Strengths, Weakness, Opportunity, Threats). Kekuatan yang dimiliki dalam pemasaran telur ayam di UD. SATWA TANI adalah  rasa  yang  enak,  harga  yang  murah,  pelayanan  yang  baik,  lokasi yang  strategis.  Kelemahan  yang  dimiliki  dalam  pemasaran  telur  ayam  di UD.  SATWA  TANI  adalah  ukuran  telur  yang  kecil,  warna  kulit  telur  yang keputih-putihan,    ketebalan  kulit  telur  yang  tipis.  Peluang  yang  dimiliki dalam   pemasaran   telur   ayam   di   UD   SATWA   TANI   adalah   tidak terpenuhinya permintaan pasar, terpenuhinya gizi masyarakat, minimalisasi anggaran  rumah  tangga.  Ancaman  yang  dimiliki  dalam  pemasaran  telur ayam  adalah respon masyarakat terhadap telur ayam dan tersedianya telur ayam yang tidak menentu.Strategi pemasaran yang ideal setelah dilakukan analisa  SWOT  yang  disesuaikan  dengan  analisa  matrik  faktor  strategi internal-eksternal  pemasaran  telur  ayam  adalah  srategi  S-O  (Strength-Opportunities), yaitu dengan mempertahankan dan meningkatkan pelayanan di  depo  sentral,  meningkatkan  kualitas  produk.  Dengan  strategi  tersebut diharapkan konsumen dapat bertahan dan dapat menarik konsumen baru.
Analisis perbandingan pertumbuhan populasi kerang lumpur (Anodontia edentula, Linnaeus 1758) di perairan kepulauan Tobea dan pesisir Lambiku, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Rochmady Rochmady; Sharifuddin Bin Andy Omar; Lodewyck S Tandipayuk
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.158 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.15-21

Abstract

Penelitian dilakukan di Kepulauan Tobea dan Lambiku untuk menganalisis: perbedaan pertumbuhan populasi kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 di kedua daerah.  Data dianalisis untuk melihat pertumbuhan populasi di kedua lokasi dengan menggunakan analisis pertumbuhan von Bertanlanfy. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 di Kepulauan Tobea, (L∞=65,6 mm, K=1,18) lebih kecil dibandingkan di Lambiku (L∞=73,75 mm, K=0,73).  Perbedaan pertumbuhanpopulasi lebih diakibatkan karena perbedaan karakteristik lokasi.  Pada daerah Kepulauan Tobea memiliki pertumbuhan lambat karena pengaruh laut lebih dominan dibanding pada daerah Lambiku yang lebih banyak mendapatkan pengaruh daratan.

Page 4 of 83 | Total Record : 826