cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis karakteristik morfometri dan hidrologi sebagai ciri karakteristik biogeofisik DAS Wai Samal Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah Edi Said Ningkeula
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.76-86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: menganalisis karakteristik (a) karakteristik Morfometri DAS, (b) karakteristik Hidrologi DAS, yang diperlakukan dalam rangka pengembangan sumberdaya alam secara optimal. Penelitian dilakukan di DAS Wai Samal, Kabupaten Maluku Tengah. Secara geografis DAS Wae Samal terletak pada 254'15" - 310'10" Lintang Selatan dan 12940'00" - 12054'50" Bujur Timur. Penelitian telah dilakukan pada bulan Nopember - Desember 2014. Secara umum metoda yang digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik DAS Wai Samal Desa Samal Kabupaten Maluku Tengah meliputi: metoda Survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian Analisis Karakteristik Morfometri dan Hidrologi DAS Wai Samal, menunjukkan Karakteristik Mofometri berupa Luas DAS 45.777,36 Ha atau 457,77 km2 tergolong DAS kecil dengan bentuk DAS memanjang dan berbentuk dendritik. Terdapat 5 orde Jaringan Sungai dengan kelas kerapatan sebesar 1,91 km/km2 tergolong sedang. Karakteristik Hidrologi menunjukkan limpasan permukaan dan debit maksimum sebesar 1435,50 m3/det buruk dan sering terjadi banjir, namun debit minimum sebesar 17, 101 m3/det adalah baik, debit rata-rata sebesar 726,30 m3/det adalah sangat baik. Koefisien Regime Sungai sebesar 83,94 m3/det adalah tergolong sedang, Koefisien Storage Sungai sebesar 0,024 adalah masih cukup besar.
Efektivitas konsentrasi natrium bisulfit dan lama blanching terhadap parameter kualitas tepung jambu mete Mustamin Anwar Masuku
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.15-20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas konsentrasi natrium bisulfate dan lama blanching terhadap parameter kualitas tepung jambu mete.  Hasil penelitian ini nantinya diharapkan  akan dapat memberikan informasi baru tentang diversifikasi pemanfaatan buah semu jambu mete menjadi tepung, terkhusus dalam penghilangan rasa kelat dan mempertahankan warna akhir dari tepung jambu mete yang dihasilkan, sehingga dapat meningkatkan mutu tepung jambu mete yang dihasilkan.  Rancangan percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan mengkombinasikan faktor K dan T. Masing - masing kombinasi diulang 2 kali ulangan, sehingga diperoleh 4 x 4 = 16 kombinasi perlakuan.  Untuk mengetahui beda antar perlakuan, maka dilakukan uji keragaman dengan uji jarak berganda Duncan (JBD) pada jenjang nyata 5 %.  Hasil penelitian menunjukan bahwa ketentuan standar mutu tepung yang mendekati standar mutu terutama adalah tepung jambu mete dengan perlakuan waktu lama blanching 30 menit (T3)  dan konsentrasi natrium bisulfit dengan perlakuan perendaman 1200 ppm (K3) dengan kadar serat kasar  : 0,56 % / bk ; kadar air : 9.62 % / bb ; kadar abu dan kadar abu 0.18 %/ bk.
Ektoparasit pada ikan budidaya di Perairan Teluk Ambon Inem Ode
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.66-72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ektoparasit apa saja yang menginfeksi ikan budidaya di Perairan Teluk Ambon dan seberapa besar tingkat serangannya. Dengan menggunakan menggunakan metode observasi di lapangan dan pengamatan di laboratorium.   Sampel ikan sebanyak 60 ekor diambil dari 3 Keramba jaring apung (KJA) yang berbeda, KJA pertama di perairan desa Waiheru, KJA kedua di perairan sekitar Tanjung Martafons Desa Poka, dan KJA ketiga di perairan desa Galala. Pemeriksaan parasit dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan, Stasiun Karantina Ikan Kelas I Ambon dan Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan BBL Ambon. Identifikasi parasit dilakukan berpedoman pada Kabata (1985) dan Grabda (1991). Hasil pengamatan diperoleh 90 individu ektoparasit yang menginfeksi ikan kerapu macan (Epinephelus fuscogutattus) dan 61 individu ektoparasit yang menginfeksi ikan Kuwe (Caranx ignobilis). Hasil identifikasi diketahui jenis parasit yang menyerang ikan budidaya di perairan Teluk Ambon, antara lain Benedenia, Haliotrema, Diplectanum  dan Microcotyle sp. Parasit Microcotyle sp yang ditemukan pada KJA di desa Poka memiliki tingkat prevalensi tertinggi 85%, sedangkan parasit dengan intensitas tertinggi  16,6 ind/ekor ditemukan pada jenis Haliotrema sp dari KJA di perairan desa Waiheru. Tingkat serangan ektoparasit tertinggi pada organ Insang.
Evaluasi kinerja dan status keberlanjutan kawasan Agropolitan Perpat Belitung Hariyadi Hariyadi; Catur Herison; Edi Suwito
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.24-30

Abstract

Penelitian dilakukan pada kawasan agropolitan Perpat Belitung, selama bulan November 2009 sampai dengan bulan Maret 2010 dengan metode studi literatur, survey lapangan, wawancara dan questioner dan Analisis-analisis yang digunakan antara lain analisis Location Quetient (LQ), analisis unggulan dan andalan, metode pendekatan Multi Dimensional Scaling (MDS) Rap-Agrop, analisis Laverege,  analisis Monte Carlo dan analisis Prospektif serta analisis Deskriptif, yang bertujuan untuk : mengetahui potensi kawasan dalam mendukung pengembangan agropolitan Perpat,) mengevaluasi tingkat kinerja perkembangan kawasan agropolitan Perpat, mengevaluasi status keberlanjutan pengembangan kawasan agropolitan Perpat, mengetahui persepsi dan kebutuhan masyarakat terhadap agropolitan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masing-masing kecamatan memiliki dominansi komoditas yang beragam diusahakan dan dibudidayakan dan terdapat lima (5) komoditas unggulan yaitu Padi, Ubi Kayu, Lada, Kelapa dan komoditas Sapi Potong yang ditetapkan sebagai komoditas unggulan utama program agropolitan, dengan tingkat kinerja perkembangan wilayah termasuk dalam Strata PRA II Kawasan Agropolitan yang berstatus keberlanjutan pengembangan Kawasan Agropolitan Perpat termasuk dalam Strata kurang berkelanjutan, dan penetapan Kawasan Agropolitan Perpat dengan komoditas unggulan utama sapi potong tidak tepat untuk dikembangkan oleh karena kondisi existing tingkat perkembangan yang rendah dan status keberlanjutan yang kurang keberlanjutan.
Analisis kelayakan usaha perikanan tangkap menggunakan alat tangkap gill net dan purse seine di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.1-13

Abstract

Kecamatan Leihitu memiliki letak geografis yang menunjukan bahwa daerah tersebut dengan wilayah lautnya yang dominan memiliki potensi perikanan yang besar.  Purse seine dan gill net merupakan jenis alat tangkap yang lebih dominan di gunakan oleh nelayan pada daerah tersebut.  Apabila dilihat dari ketersediaan jumlah stok ikan di daerah tersebut maka perlu di lakukan pemanfaatan yang lebih optimal dengan meningkatkan jumlah unit alat tangkap pada daerah tersebut oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk  menentukan unit penangkapan ikan yang layak dikembangkan berdasarkan penilaian analisis aspek biologi, teknis, sosial dan ekonomis di wilayah Kecamatan Leihitu. Metode skoring dapat digunakan untuk penilaian kriteria yang mempunyai satuan berbeda.  Skoring diberikan dari nilai terendah sampai nilai tertinggi.  Untuk menilai suatu kriteria atau aspek digunakan nilai tukar, sehingga nilai tukar mempunyai standar yang sama.  Unit usaha yang memperoleh nilai skor tertinggi lebih baik daripada yang lain, demikian pula sebaliknya.  Hasil analisis aspek biologi, teknis, ekonomis dan sosial terhadap kedua unit penangkapan ikan di Kec. Leihitu, maka pengembangan unit penangkapan ikan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan nelayan serta efektif untuk dioperasikan adalah purse seine.  Sedangkan untuk pengembangan unit penangkapan yang bertujuan agar mudah dijangkau dan diterima masyarakat nelayan tanpa mengabaikan faktor pemeliharaan dan peningkatan kelestarian sumberdaya perikanan adalah gillnet.
Optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah Kota Tidore Kepulauan Muhammad Hi. Hasan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.61-77

Abstract

Mencermati situasi problematis yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam menghadapi otonomi daerah karena kecilnya kemampuan keuangan daerah serta ketergantungan pada bantuan pusat yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kondisi keuangan daerah Kota Tidore Kepulauan ditinjau dari komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni penerimaan  pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah serta mengetahui kebijakan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam rangka mengoptimalkan PAD di Kota Tidore Kepulauan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kondisi keuangan daerah Kota Tidore Kepulauan ditinjau dari komponen PAD yakni penerimaan  pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sudah cukup baik. Secara umum, pertumbuhan PAD Kota Tidore Kepulauan selama periode 2006-2010, terlihat bahwa selama dua tahun terakhir kinerja pemerintah daerah dalam menggenjot PAD belum optimal.  Dengan berlakunya  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999, maka berbagai kewenangan telah dimiliki oleh Pemerintah Daerah pada umumnya dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan pada khususnya, namun dalam pelaksanaannya masih banyak kewenangan yang belum dilaksanakan secara optimal, baik secara intensifikasi maupun secara ekstensifikasi.
Kandungan Alginat Rumput Laut Sargassum Crassifolium Dari Perairan Pantai Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon Inem Ode
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Publikasi Edisi Spesial
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.47-54

Abstract

Alginat merupakan komponen utama dari getah ganggang coklat (Phaeophyceae), dan merupakan senyawa penting dalam dinding sel spesies ganggang yang tergolong dalam kelas Phaeophyceae. Ada dua jenis monomer penyusun alginat, yaitu β-D-Mannopyranosil Uronat dan α-L-Asam Gulopyranosyl Uronat. Tujuan dari penelitian ini adalah  Mengetahui kandungan alginat dari rumput laut Sargassum crassifolium dari perairan pantai, Desa Hutumuri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi di lapangan dan pengamatan di laboratorium. Sampel rumput laut Sargassum crassifolium di ambil pada tiga lokasi yang berbeda di perairan paantai desa hutumuri saat surut. Lokasi pertama dekat dengan tumbuhan mangrove dengan substrat lumpur berpasir dan patahan karang mati, lokasi kedua di daerah goba (laguun) yang masih tergenang air saat surut dengan substrat berbatu dan patahan karang mati  dan lokasi ketiga dengan substrat rataan karang mati. Selama pengambilan sampel juga di lakukan pengukuran parameter kualitas air yang meliputi suhu, salinitas, pH dan kecepatan arus. Kandungan alginat rumput laut Sargassum crassifolium dari perairan pantai Desa Hutumuri sebesar 45,54 - 49,96, Viskositas 47,10 – 93,75 Cps, sedangkan Kadar air 30,96 – 34.60%. Parameter lingkungan yang terukur, suhu, 30-32 0C, salinitas, 28-35 ‰, pH, 7-8,5, dan kecepatan arus 10-25 cm/det.
Status Terumbu Karang Dan Ikan Karang Di Perairan Sidodadi Dan Pulau Tegal Provinsi Lampung Syahnul Sardi Titaheluw
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.27-33

Abstract

Perencanaan disain pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis sistem informasi manajemen Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.15-22

Abstract

Pengelolaan  sumberdaya  Perikanan  harus  dilakukan  secara  bertanggung  jawab dan  tepat, dengan memanfaatkan data yang kontinyu dan teknologi yang mampu menggambarkan  wilayah,  potensi  sumberdaya  perikanan  dengan  baik.  Integrasi penginderaan  jauh  dan  Sistem  Informasi  Geografi  (SIG)  merupakan  salah  satu cara  untuk  mengelola  sumberdaya  perikanan  dengan  data  yang  kontinyu  dan sebaran  spasial  yang  bisa  menampilkan  secara  sederhana  bentuk  dan  potensi sumberdaya  perikanan.  Tantangan  dalam  pengembangan  usaha  perikanan  di Indonesia adalah lemahnya sistem data base dan sistem informasi perikanan yang berpengaruh  terhadap  akurasi  dan  ketepatan  waktunya,  kelemahan  ini  dapat mengakibatkan   salah   perencanaan   akan   berakibat   pada   kegagalan   usaha, sehingga   dalam   merencanakan   disain   pengelolaan   sumberdaya   perikanan berbasis sistem informasi manajemen, perlu beberapa kegiatan yang dilaksanakan diantaranya  (1) penyempurnaan metode dan kerangka survei statistik perikanan,  (2)  penyempurnaan  buku  pedoman  survei  statistik  perikanan,  (3)  pengembangan sistem data statistik, (4) pelatihan enumerator dan supervisor pengumpulan data serta  pengolah  data,  (5)  uji  coba  pedoman  survei  statistik  perikanan  dan  (6) sosialisasi sistem data statistik.
Studi tingkat kerusakan akibat hama daun pada tanaman meranti merah (Shorea leprosula) di areal persemaian PT. Gema Hutani Lestari Kec. Fene Leisela Martini Wali; Sahria Soamole
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.36-45

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan yang disebabkan oleh hama perusak daun pada anakan Meranti di persemaian. Penelitian ini dilakasanakan di areal persemaian IUPHHK PT. Gema Hutani Lestari Kecamatan Fena Leisela Kabupaten Buru yang berlangsung dari bulan Januari-Februari 2014. Metode penelitian menggunakan metode pengamatan pada areal persemaian dengan cara pengambila sampel di setiap bedengan. Bedeng yang digunakan sebagai sampel sebanyak6 bedeng dan tiap bedeng sampel diambil seluruh anakan yang ada pada bedeng tersebut. Pengamatan yang dilakukan hanya berorientasi pada keruskan daun akibat serangan hama. Intesitas kerusakan yang terjadi pada tiap bedeng sampel yang disebabkan hama daun yang tertinggi pada bedeng 5 yaitu 33.34%, dengan kategori ringan, disusul oleh bedeng 3 yaitu 8.19%, selanjutnya bedeng 6 yaitu 7.35%, bedeng 2 yaitu 3.18%, bedeng 1 yaitu 0.76%, dan yang terendah pada bedeng 4 yaitu 0.38%. Dari semua intensitas serangan pada tiap bedeng ternyata masih dikategorikan serang ringan.Luas serangan yang diakibatkan hama daun pada tiap bedeng sampel terbesar yaitu bedeng sampel 5 yaitu 33.34%, disusul bedeng 3 yaitu 28.49%, bedeng sampel 6 yaitu 21.22%, bedeng 1 yaitu 12.73%, bedeng 2 yaitu 1.22%, dan luas serangan terendah pada bedeng sampel 4 yaitu 0.91%. Selanjutnya dari hasil penelitian di lapangan di temukan beberapa jenis hama daun yang menyerang tiap bedeng sampel pada meranti di lokasi penelitian yaitu ham jenis Kumbang Puthul.

Page 5 of 83 | Total Record : 826