cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Karakter Fenotip Truss Morphometric Benih Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypopthalmus) Pada Instalasi Budidaya Ikan Lahan Gambut Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Yusuf, Noor Syarifuddin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.26-33

Abstract

Kalimantan Tengah merupakan daerah yang potensial untuk berperan dalam peningkatan produksi perikanan di Indonesia mengingat masih banyak lahan marginal yang belum termanfaatkan seperti lahan gambut. Melalui sentuhan teknologi, lahan gambut dapat dikembangkan untuk kegiatan budidaya perikanan yakni Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypopthalmus). Perkembangan lebih lanjut budidaya Ikan Patin menghasilkan variasi genetik ikan yang cenderung menurun dibandingkan induknya. Informasi variasi genetik dapat diperoleh melalui beberapa cara, salah satunya dengan pendekatan keragaman genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  keragaman genetik fenotip kuantitatif  dengan mengukur morfologi benih Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalamus) dengan metode Truss Morphometric dan diharapkan bisa memberikan informasi dalam kegiatan grading yang tepat waktu dan efektif agar diperoleh pertumbuhan populasi yang relatif sama. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2018 di Instalasi Budidaya Lahan Gambut (IBILAGA) Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Hasil Penelitian menunjukkan pengukuran dengan Truss Morphometric terdapat 6 (enam) karakter yang dapat digunakan untuk membedakan ciri morfologi benih Ikan Patin Siam yaitu pangkal bawah sirip ekor hingga atas ujung sirip ekor, ujung atas sirip ekor hingga ujung bawah sirip ekor, awal sirip anal hingga pangkal awal sirip atas, pangkl punggung lunak hingga pangkal atas sirip ekor, pangkal bawah sirip ekor hingga ujung sirip bawah ekor, dan ujung mulut bawah hingga rahang bawah. Sedangkan nilai kesamaan bentuk tubuh benih Ikan Patin Siam secara umum memiliki nilai lebih dari 80 %.
Length and weight relationship bronze featherback (Notopterus notopterus, Pallas 1769) in Sei Pulai Reservoir, Bintan Regency, Riau Island Susiana Susiana; Dedy Kurniawan; Ulfa Rianti; Rapita Rapita; Daza Septian Nugraha; Edo Edo; Kamal Rudin; Bim Aprilyanto; Hardi Wiradinata; Pangga Kurnia Dialam; Rochmady Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.353-357

Abstract

Sei Pulai Reservoir is one of the sources of raw water for the people of Bintan Island, Riau Islands, to be precise in Tanjungpinang and its surroundings. Sei Pulai Reservoir is also a habitat for belida fish (Notopterus notopterus). The purpose of this study was to determine the relationship between length and weight of belida fish (N. notopterus) in Sei Pulai Reservoir, Bintan Regency. Sampling was carried out once a week from April to May 2021 based on fishermen's catch areas and fish habitats. The relationship between length and weight of male fish is W = 0,00000006L3,4839 which indicates a positive allometric growth pattern and for female fish is W = 0,000002L2,761which indicates a negative allometric growth pattern.
Kebijakan perlindungan hutan pada kawasan hutan lindung Kie Matubu Kota Tidore Kepulauan Sabria Niapele
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.79-86

Abstract

Penelitian menggunakan metode deskriptif dan analisis SWOT yang dilaksanakan selama bulan Juni sampai September 2013 berlokasi di kawasan hutan lindung Kie Matubu Kota Tidore dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Tidore Kepulauan dalam upaya perlindungan hutan pada kawasan hutan lindung Kie Matubu tersebut.  Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi dan kebijakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Tidore untuk menjaga kawasan hutan lindung adalah mengoptimalkan struktur kelembagaan, dukungan pimpinan dan pemerintah serta meningkatkan proses pembangunan sarana dan prasarana,  kuantitas dan kualitas SDM, fungsi koordinasi antara instansi dan pengetahuan masyarakat serta membuat PERDA, untuk menjadi legalitas kawasan hutan.
Editorial - Publikasi Perdana versi Online (daring) Rochmady Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017): Edisi Perdana Publikasi Online
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.IFC

Abstract

Business productivity analysis of catfish (Clarias sp.) culture with additional probiotics and the effect on production cost efficiency Buyung Purnomo Waluyo; Jefri Putri Nugraha; Ahmad Jibril
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.2.453-458

Abstract

This research aims to discover the effect of probiotics applications on the production revenue and cost efficiency of catfish culture. This research shows that the application of probiotics on the catfish feed can decrease the amount of FCR value, in which the value of FCR with probiotics is 0.96 within 1.11 without probiotics. This result shows that the best productivity of catfish was obtained by application of probiotics with productivity of 8.4 kg/m2, and R/C Ratio 1.35. Moreover productivity of catfish culture without probiotics application is 7.3 kg/m2 and R/C Ratio 1.18. Then the value of productivity based on unit costs produces a value of Rp. 11,176, - while for ponds without the addition of probiotics in the feed of Rp. 12,709, -Production values costs that must be incurred by farmers to produce 1 kg of catfish are lower in aquaculture that uses feed with probiotics so that profits will increase. These results suggested that the farmers can optimizing the use of probiotics to increase feed efficiency from the catfish rearing business without adding other inputs.
Isolasi bakteri yang terdapat pada kulit udang Ahmad Thalib
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.14-22

Abstract

Kitosan merupakan limbah dari bagian-bagian tubuh udang yang tidak dimanfaatkan  dan dibuang pada proses pengolahan yang terdiri dari, kepala, jengger atau genjer, kulit, ekor atau kotoran yang dibuang. kitosan adalah senyawa organik turunan chitin, berasal dari biomaterial chitin yang dewasa ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain: pengawet biji-bijian terhadap berbagai hama, membersihkan dan menjernihkan air,  sebagai memberan atau kapsul pelindung obat, immobilisasi enzim-sel-bakteri, bahan kosmetik, dan sebagai makanan penjaga kesehatan (bukan obat).  Kitosanase diproduksi oleh berbagai macam organisme, seperti actinomycetes, fungi, tumbuhan dan bakteri. Di antara semua organisme penghasil enzim kitosanase, bakteri mendapat perhatian khusus karena peranan bakteri yang cukup penting dalam ekosistem. Penggunaan bakteri telah banyak dilakukan dalam penelitian untuk menjelaskan mekanisme hidrolisis kitosan menjadi oligomernya secara biokimia maupun molekular.
Analisis finansial dan strategi pengembangan usaha kecil menengah (UKM) kacang vernis Haryati Lakamisi; Rukiaty Usman
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.57-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan usaha kacang vernis melalui tahapan analisis kelayakan finansial dan analisis SWOT. Analisis data diolah dalam bentuk ditabulasi, kemudian dianalisis secara matematis dengan merujuk pada aspek-aspek perhitungan analisis kelayakan finansial, yaitu Break Event Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PBP), Internal Rate of Return (IRR), B/C Rasio dan Analisis SWOT. Dari hasil analisis kelayakan finansial UKM kacang vernis “M. Nasir” menunjukkan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan karena memberikan nilai NPV yang positif, yaitu sebesar Rp 167.396.449, nilai IRR sebesar 178%, atau lebih besar dari bunga bank yang berlaku yaitu 9%, nilai Net B/C Ratio yaitu sebesar 6,98, nilai BEP sebesar 2.612,544 bungkus dan nilai PBP sebesar 1,1 tahun. Dari hasil analisis biaya, pendapatan, dan keuntungan diketahui bahwa usaha kacang vernis mengeluarkan biaya sebesar Rp 57.475.967 per tahun yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 2.439.167 dan biaya variabel sebesar Rp 55.036.800. Pendapatan yang diperoleh produsen dari usaha kacang vernis adalah sebesar Rp 107.712.000 per tahun. Laba atau keuntungan yang diperoleh produsen adalah sebesar Rp 50.236.033 per tahun. Dari hasil analisis SWOT diperoleh skor faktor internal sebesar 3,2 dan faktor eksternal sebesar 3,16 sehingga strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi stabilitas.
Aspek Dinamika Populasi Kepiting Bakau Scylla serrata (Forsskal, 1775) di Perairan Distrik Merauke Kabupaten Merauke Provinsi Papua Masiyah, Siti
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Edisi Khusus Akhir Tahun 2013
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.39-46

Abstract

Potensi sumberdaya alam di Kabupaten Merauke sangat luas, baik potensi sumberdaya yang dalam proses pemanfaatan maupun potensi untuk pengembangan sumberdaya alam. Penangkapan yang dilakukan terus menerus untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa adanya suatu usaha pengaturan, dalam kurun waktu yang akan datang akan mengalami kelebihan tangkap (overfishing). Beverton dan Holt (1957) menyatakan bahwa salah satu data penting yang perlu diketahui sebagai bahan masukan untuk memperoleh pola pengaturan dan pengelolaan perikanan di perairan tersebut adalah aspek dinamika polulasi. Adapun parameter dinamika populasi tersebut meliputi : Kelompok umur, pertumbuhan, mortalitas, yield per rekruitmen yang ada di Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret - Mei 2012 tepatnya di Distrik Merauke, Kabupaten Merauke. Untuk menduga pertumbuhan digunakan formula yang dikemukakan oleh Von Bertalanffy (Sparre et.al, 1999), Laju mortalitas alami (M) diduga dengan menggunakan rumus empiris rumus empiris Pauly (1983), Pendugaan laju kematian total (Z), laju eksploitasi (E), laju mortalitas penangkapan(F) dan Y/L dianalisis dengan menggunakan metode Baverton dan Holt (Sparre. et al, 1999). Hasil penelitian didapatkan bahwa didapatkan kepiting : 1052 ekor Hasil pemetaan antara frekuensi dan tengah kelas didapatkan 23 kelas dengan interval 6 sebanyak tiga kelompok umur, Nilai panjang  asimptot (L∞) sebesar 177.8304 mm, sedangkan koefisien laju pertumbuhan (K) adalah 0.697 pertahun (t0) adalah sebesar -0.1417 per tahun) nilai mortalitas alami (M) yaitu 0.7598, mortalitas penangkapan (F) = 1.6054 umur relatif, mortalitas total (Z) 2.365umur relative nilai laju eksploitasi 0.6787 per tahun, Pemetaan Y/R 0.0467.
Effect Of Fortivation Calcium-Rich Foodstuffs With Different Concentrations on the Organoleptic Quality of Ikan Tuna Kering Kayu Canned Laitupa, Ibnu Wahab
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.94-98

Abstract

The activity of economic activities in the field of fisheries propagates and grows rapidly not only in fishing activities. Business in the field of processing of fishery products is also growing quite rapidly. This success certainly needs to be accompanied by serious attention to the quality of the products produced. Not only on nutritional content but also on organoleptic parameters. Previous research that has shown positive results on the increase in calcium needs to be continued with organoleptic tests in order to measure the level of consumer interest in the product from aspects of taste, aroma, texture and appearance. Research began from the preparatory stage, the manufacture of fortivation materials, namely tuna bone meal and anchovies, the manufacture of processed products dried tuna wood canned tuna, organoleptic tests and statistical analysis. Fortivation is carried out as many as five treatments, namely without fortivikasi or 0 % (A0), fortivikasi tuna bone meal 3 % (B1), tuna bone meal 6% (B2), anchovies 3% (C1), anchovies flour 6 % (C2). Fortivikasi canned wood dried tuna using bone meal tuna and anchovies with different concentrations, does not have a significant different influence on the quality of appearance, smell, taste and texture on the treatment of B1 and C1 additions of 3% of the total weight of the product with an average value of 8.4 and 8.3 respectively. While in addition to 6% B2 and C2 treatment, it gives a significant influence with an average value of 7.7 and 7.6 treatment, respectively.
Kajian marjin pemasaran kopra di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan Arman Drakel
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.45-52

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya margin yang diperoleh setiap  lembaga  pemasaran  dan  efesiensi  pemasaran  pada  setiap  saluran pemasaran  serta  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  besar  kecilnya  marjin pemasaran di dalam proses pemasaran kelapa biji, kopra dan minyak kelapa di Kecamatan Oba. Penelitian ini untuk melihat populasi  petani kelapa dan pedagang yang terlibat dalam rantai pemasaran  kopra di Kecamatan Oba Kota  Tidore  Kepulauan.  Penarikan  sampel  dilakukan  secara  Purposive sampling  yaitu  sebagai  subyek  dari  populasi  guna  dijadikan  responden sebanyak 20 orang petani kelapa di empat (4) desa, Kecamatan Oba yaitu Desa Gita, Desa Toseho, Desa Payahe dan Desa Kusu Sinopa yaitu 4 orang pengumpul    kelapa  dan  6  orang  pedagang  kopra.  Semua  sampel  di  atas terlibat dalam rantai pemasaran dan dianggap mewakili populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam proses pemasaran  kopra di Kecamatan  Oba,  marjin  terbesar  diperoleh  yaitu  pedagang  pengecer  dan pedagang  pengumpul  ke  Kabupaten.  (2)  Saluran  pemasaran  yang  efisien dalam  proses  pemasaran  kopra  di  Kecamatan  Oba  adalah  pemasaran  II, yang  masing-masing  memperoleh  presentase  yang  lebih  rendah  dibanding presentase pada saluran pemasaran I, (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi besar  kecilnya  marjin  pemasaran  kopra  adalah  biaya  pemasaran  dan keuntungan  pemasaran,  sebab  nilai  t-hitung  kedua  variabel  tersebut  lebih besar dibanding t-tabel.